Hari terakhir 2025, terima kasih banyak atas segalanya.
Besar harapan, hari esok selalu lebih baik.
Amiiin ya Rabb..
Besar harapan, hari esok selalu lebih baik.
Amiiin ya Rabb..
Menurut teori Malcolm Gladwell, orang yang mengerjakan satu bidang pekerjaan secara berkesinambungan hingga 10.000 jam, niscaya menjadi ahli di bidang digeluti.
Pengulangan satu kegiatan setiap hari, bisa menjadikan sebuah kebiasaan. Dan kalau sudah terbiasa, dikerjakan tidak lagi sebagai beban. Menjadi bagian dari keseharian.
Menjejakkan kaki di Pelabuhan Sunda Kelapa, ingatan saya seperti ditarik ke masa jauh ke belakang. Kepada kisah epic Fatahilah, yang mengusir Portugis dari Pelabuhan tersibuk di Asia Tenggara kala itu. Fatahilah, dikenal sebagai pendiri kota Jayakarta (kota kemenangan), sekarang Jakarta.
Saya datang tidak sendiri, bersama Komunitas Blogger yang mengadakan visit di akhir bulan. Tujuannya adalah Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian menyebrang ke Museum Bahari.
“Penulis yang
novelnya best seller sekalipun, belum tentu dia paling bagus tulisannya”
kutipan dari pernyataan A.Fuady
Saya tercengang, mendengar kalimat diucapkan Ahmad Fuady. Pengarang novel best seller ‘Negeri 5 Menara,’ merasa bahwa tulisan bagus saja ternyata bukan jaminan, bahwa sebuah buku akan disambut hangat oleh pembaca.
Rasio kewirausahaan di
Indonesia, masih menjadi tantangan besar. Data nasional per Maret 2025,
menunjukkan rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,57 persen. Artinya masih
tertinggal, dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand,
dan Singapura.
Kondisi ini mendorong
kebutuhan lahirnya lebih dari 1,5 juta wirausaha baru, guna memperkuat
daya saing ekonomi nasional.
Para ayah di muka bumi, mari berlomba menjadi ayah terbaik. Rasanya tiada kebanggaan, selain ayah melakukan terbaik demi
keluarga.
Ayah rela mengupayakan
apapun, demi kebahagiaan istri dan anak-anak. Pantang surut di medan juang,
memanggul jerih tanpa menyerah. Dan penawar gundah para ayah, adalah mendapati wajah sumringah di
rumah, niscaya menjadi pelipur segenap gundah.
Sepengalaman saya, tidak ada orang yang selalu sibuk. Yang ada adalah, berusaha menyibukkan diri. Karena dengan tetap berkarya, membuat hidup menjadi lebih hidup.
Setiap kita menjalani hari, mengisinya dengan urusan
demi urusan. Mulai dari yang sepele hingga serius, mulai remeh
temeh sampai yang sangat penting.
Semasa kecil saya di era 80-an, hiburan kami adalah televisi. Di desa kami yang terpencil, sangat jarang orang punya barang elektronik mahal ini. Orangtua saya, membeli tv hitam putih 14 inch dengan kredit, agar anak-anaknya tidak numpang nonton ke tetangga.
Pada hari tertentu, rumah saya dipenuhi tetangga. Menyaksikan acara- acara favorit, seperti musik atau film akhir pekan. Aneka Ria Safari, Selekta Pop, Album Minggu, adalah daftar acara cukup digemari.
Skenario kehidupan ini, sungguh dahsyat dan luar biasa-nya. Kita semua manusia yang fakir ini, dibukakan banyak kesempatan tak terduga. Atas ijin-NYA dipinjami setitik ilmu, sebagai bekal menyelesaikan setiap problem kehidupan.
Hari ke hari
sedemikian berharganya, berlalu sekali selanjutnya pergi. Selaras
dengan pameo, waktu ibarat pedang. Waktu bisa menebas siapapun, yang lalai dan
atau abai menjaga waktunya.
Satu kejadian, tak pernah saya lupakan. Kejadian menyenangkan sekaligus memalukan, di hari pengumuman pemenang lomba blog diadakan brand buah ternama. Alhamdulillah banget, nama saya nyangkut.
Penyelenggara menyeediakan hadiah yang amazing, adalah buah seberat badan pemenangnya. Saya yang juara tiga, mendapat sepertiga dari bobot badan.
Babak baru sinema laga Indonesia, Uwais Pictures melepas teaser trailer perdana dari proyek film berjudul “Timur”. Karya ini tidak hanya menandai film perdana, juga sebagai debut Iko Uwais di kursi sutradara.
Nama Iko Uwais terkenal sebagai aktor laga, kini beralih mengarahkan film laga, sebuah peran yang telah lama dinantikan oleh para penggemar film.
Bagi saya, pandemi justru membawa hikmah luar biasa. Keterhimpitan, kalau
disikapi baik bisa memacu semangat. Meski tidak mudah, mau tak mau musti dihadapi.
Saya dan istri, kerjasama bahu membahu di masa sulit. Berjualan
makanan siap santap, relatif cepat dan simpel. Pertimbangannya sederhana, makanan adalah kebutuhan pokok. Baik lapang atau sempit, setiap orang membutuhkan makan.
Kisah mengharukan dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2, menarik perhatian masyarakat film. Sejak tayang hari pertama, film drama penuh emosi ini terus minat publik untuk menonton. Penampilan Titi Kamal dan Citra Kirana , berhasil menyentuh dan mengoyak hati para penonton Indonesia.
Sutradara Hanung Bramantyo, membawa kabar membanggakan. Film, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, resmi terpilih tayang perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026.
Event bergengsi ini akan diselenggarakan 29 Januari hingga 8 Februari 2026. Festival ini adalah salah satu ajang film paling bergengsi, yang dikenal selalu menampilkan karya-karya unik dan berani dari seluruh penjuru dunia.
“Mandi sampah busuk, tidak sekali
dua kali, mas. Pulang ke rumah anak tidak mau mendekat, Ayah nggak usah pulang,
badannya bau banget, begitu katanya,”
“Teman- teman lama pas ketemu
kaget, dulu kerja kantoran, kok sekarang malah jadi “pemulung,”
“Paling parah lebaran setelah covid, pertama kali pemerintah mengijinkan pulang kampung. Sampah di Banyumas 5-6 kali lipat, sehari mengelola sampai 50 ton sampah. Itu lebaran saya ngurus sampah, pas bongkar baunya kemana-mana warga ribut minta distop,”
Arky
Gilang Wahab
Saya takjub dengan peribahasa,
“pelaut tangguh tidak lahir dari laut yang tenang.” Peribahasa yang sangat pas, untuk para
pejuang kehidupan. Maknanya luas tidak disangkalkan, related dengan keseharian
nelayan, di desa Tanjung Binga, Kecamatan Sujuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan
Bangka Belitung.
Para nelayan ditangguhkan oleh
ombak laut, tidak menyerah oleh sekeras apapun badai dan tantangan. Masyarakat Tanjung
Binga, mayoritas dengan mata pencaharian melaut. Bahwa keberadaan laut sebagai sumber
penghidupan, telah menjadi nafas dan nadi keseharian.
Babak baru sinema laga Indonesia dimulai, dengan dirilisnya trailler "Timur". Film produksi perdana Uwais Pictures, siap tayang di tahun ini. Karya ini tidak hanya menandai film pertama, sekaligus debut Iko Uwais di kursi sutradara.
Presiden Prabowo Subianto, meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa, 4 November 2025. Kepala Negara tiba di Stasiun Tanah Abang Baru setelah sebelumnya menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Manggarai.
Saat tiba di salah satu peron Stasiun Tanah Abang Baru, Presiden Prabowo disambut antusias para penumpang yang sedang menunggu kereta di stasiun tersebut. Sebelum meresmikan, Presiden Prabowo meninjau langsung beberapa fasilitas stasiun dan area peron, serta menyapa para penumpang yang tengah menggunakan layanan KRL.
Dunia perfilman Indonesia, .mendapatkan angin segar. Film terbaru sutradara Hanung Bramantyo, resmi terpilih untuk tayang perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
IFFR adalah salah satu ajang film paling bergengsi, selalu menampilkan karya-karya unik dan berani dari seluruh penjuru dunia.
Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober
2025, KAI Commuter mengadakan kegiatan sangat menarik. Adalah kegiatan terkait Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan program Green Commuter, berupa bagi-
bagi bibit tanaman.
Kemudian sosialisasi anti kekerasan
seksual, dengan membagokan sticker, membentangkan poster, serta mangajak tandan
tangan petisi anti kekerasan seksual di transportasi umum. Satu lagi yang tak
kalah menarik, yaitu mental skrining dengan konselor ahli.
Kisah cinta Albi dan Shella,
sempat mengguncang hati banyak orang di media sosial. Terbukti banyak video diunggah dengan penuh
ketulusan. Keduanya memperlihatkan arti cinta sesungguhnya, bukan hanya dalam
suka tapi juga saat mereka pada ujian terberat.
Dunia per-kontenkreator-an, sempat riuh di medsos. Pasalnya ada pelaku-nya, yang bersedia membuat konten dengan rate -- bisa dibilang-- kecil. Konon dianggap merusak market, sama dengan menjatuhkan harga diri. Konten kreator dikoordinator agency, membuat konten FnB, Hotel, dan atraksi.
Saya sebagai pelaku di industri konten, melihat hal ini sebagai sebuah keniscayaan. Karena masa terus berkembang, dan perubahan dijamin akan selalu terjadi. Mau menerima atau menyangkal, semua kembali ke setiap orang.
Bertepatan satu tahun Pemerintahan
Prabowo Gibran, Garuda TV mempersembahkan Piala Adhi Praya Garuda TV. Adalah
piala yang dianugerahkan, kepada Kementrian, Lembaga dan tokoh Pemerintahan
yang berperan aktif, dalam pencapaian visi Prabowo Gibran di tahun pertama.
Era film komedi romantis gemas, resmi kembali! Film Yakin Nikah tayang di seluruh bioskop Indonesia. Dibintangi Enzy Storia, Maxime Bouttier, dan Jourdy Pranata, film ini siap menjadi tontonan wajib bagi siapa pun yang pernah galau karena pertanyaan, “kapan nikah?”
Generasi 90-an, tidak asing dengan lagu "Bintang-Bintang" dari Titi DJ. Kini, lagu itu dihidupkan kembali dengan nuansa lebih mengharukan sebagai official soundtrack film Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2).
Official trailer dan poster
film Dopamin, karya sutradara Teddy Soeria Atmadja, baru saja direlease. Menampilkan
pasangan muda Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon) yang baru saja
menikah. Namun, keduanya dilanda kesulitan ekonomi sejak Malik terkena PHK.
Malik, yang baru saja pulang
wawancara kerja terkena musibah saat ban mobilnya pecah di tengah hujan deras.
Tiba-tiba, orang asing yang tak dikenal menghampiri dan memberi tumpangan
pulang.
" Menulis dan membaca adalah saudara kembar keterampilan yang sama-sama harus ditunaikan. Wajib, bukan makruh atau mubah".
Sang Maha Pencipta, mencipatkan dunia sedemikian indahnya. Semesta dan isinya, ibarat samudra ilmu yang luas tiada batas. Selaksa perumpamaan dibuat, menggambarkan keterbatasan manusia.
Saking kerdil pengetahuan manusia, ibarat memasukkan ujung telunjuk di air di pinggir lautan. Saat jari diangkat setetes air jatuh di ujung jari, sesedikit itu ilmu dimiliki manusia. Sementara luasnya ilmu, diibaratkan hamparan lautan.
Saya ingat sebuah obrolan, dengan seorang penulis senior. Secara pengalaman telah teruji, secara kualitas persona saya menghormati. Usianya di atas
saya, kami saling mengenal cukup baik.
Ada yang saya kagumi, keahliannya di bidang tehnik pesawat. Keahlian tak banyak dimiliki orang, namun tak membuatnya tinggi hati. Beliau tipe haus akan ilmu, di usia yang tidak muda masih kuliah.
Siapa tak pingin, punya berat badan ideal. Leluasa memilih baju, tak
kesulitan mencari ukuran pakaian. Kalau berpose tidak perlu tahan
nafas, buncit di perut tak ada —hehe.
Meskipun kenyataan, keinginan tidak seiring dengan tindakan. Makan semaunya, pola hidup kurang sehat selalu diterapkan. Gorengan menjadi kesukaan, asupan manis disantap. Masih ditambah lmalas bergerak, enggan berolahraga rutin.
Sebuah film horor lahir dari proses serius, di lokasi syuting batas akting dan bahaya sangat tipis. Film Taruhan Nyara, menyimpan cerita di balik layar tak kalah mengerikan dari filmnya sendiri.
Marthino Lio Minta Ditabrak Mobil Sungguhan
“INDONESIA - dug dug dug dug dug - INDONESIA –
dug dug dug dug dug - INDONESIA- dug dug dug dug dug.”
Atlet mana tak bergetar dadanya, disemangati ratusan bahkan ribuan suporter secara serentak.
Mereka datang sukarela, merogoh kocek masing-masing. Memakai kaos warna sama, berbekal harapan besar.
Film Yakin Nikah, menggelar special screening di 3 titik di Jakarta. Yaitu di Blok M Plaza XXI, Pondok Indah Mall 1 XXI, dan Cinepolis The Park Pejaten. Memberi kesempatan penonton beruntung, lebih dulu baper kepada Niken, Arya, dan Gerry.
Bulan sembilan sudah diujung
Pertanda kalender sepuluh menyambung
2025 belum juga mengusir linglung.
Pilu dan pedih belum hengkang dari relung.
Sukses menguras air mata di film pertama, kisah pertarungan batin dua ibu kembali hadir di sekuel kedua, Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2). Gala premiere dan press conference digelar, mempersembahkan film keluarga yang menusuk kalbu.
Berbahagialah, kalian yang suka olahraga lari. Meski bukan lari mania, saya merasakan manfaat olahraga lari. Sebagai cara efektif, belajar mengelola ego.
Saya yakin tidak
ada yang menyangkal, tidak mudah menaklukkan ego. Lazimnya ego, maunya yang enak-enak dan nyaman tetapi hasilnya bagus.
Pecinta film tanah air,
bersiaplah untuk teror yang memompa adrenalin. Film “Tumbal Darah”, dari tangan
dingin Charles Gozali segera tayang di bioskop. Film yang mendefinisikan ulang,
genre horor-aksi dan menghantui bioskop Indonesia.
Dari detik pertama, teaser
trailer Tumbal Darah menjerumuskan penonton ke dalam perjuangan hidup dan mati.
Kita diperkenalkan pada Jefri (Marthino Lio) dan Ella (Sallum Ratu Ke),
pasangan yang harapannya berubah menjadi mimpi buruk tak berujung di sebuah
klinik bersalin terkutuk.
Setiap tulisan sejatinya
membawa nasibnya, saya meyakini hal ini. Tulisan ibarat hasil kontemplasi,
lahir dari rahim pemikiran penulisnya.
Sajak “Aku”
karya Chairil Anwar, novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka,
kitab “Mukaddimah Ibnu Kaldun” karya Ibnu Kaldun dan seterusnya. Adalah
beberapa tulisan, yang telah menemukan nasibnya yaitu berumur panjang.
Jelang rilis film Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2), telah resmi dirilis video musik official soundtrack berjudul “Cinta Untuk Mama” dibawakan Farel Prayoga . Lagu “Cinta Untuk Mama” bukan sekadar soundtrack, melainkan persembahan cinta tak lekang waktu untuk sosok paling berharga dalam hidup kita : ibu.
“Karena KAI publik service, tidak boleh yang
dipikirkan hanya untung, yang di dapat dikembalikan ke publik dalam bentuk
layanan,”
Dirut KAI, Edi
Sukmoro
Saya yakin, sebagian besar kita pernah naik kereta Api. Moda transportasi favorit, selain bebas macet tiket terjangkau. Kalau pulang kampung, istri dan anak-anak lebih suka naik kereta.
Suasana meriah Pestapora 2025, semakin seru dengan hadirnya film Perempuan Pembawa Sial karya Fajar Nugros. Film yang terinspirasi mitos Jawa tentang Bahu Laweyan , mengajak ribuan pengunjung merasakan nuansa horor sekaligus budaya.
Trailer resmi Perempuan Pembawa Sial, diputar di layar videotron utama. Kejutan yang menyedot perhatian penonton, membuat mereka berteriak sekaligus penasaran.
Jaman terus berputar, kebiasaan manusia juga bergulir berubah. Tetapi soal adab dan sikap tetaplah sama, meski di jaman apapun sedang berlangsung. Hormat menghormati lebih tua, menyayangi yang lebih muda. Tetaplah relate dilakukan setiap waktu.
Setelah berumah tangga, saya pegang nasehat kakak ipar. Bahwa kalau sedih, tak usah diceritakan pada orangtua. Jangan libatkan orangtua, dalam masalah anak yang sudah dewasa. Sebesar apapun masalah, dengan pasangan (suami/ istri) dicarikan jalan keluar.
Sekira tiga tahunan, saya pernah mengawal kegiatan berbagi. Dengan bendera komunitas, saya dipersuakan orang-orang berhati baik. Mereka dengan jiwa sosial luar biasa, tidak semua orang berkelebihan. Kebanyakan donatur gaya
hidup bersahaja, tinggal di rumah yang biasa-biasa saja.
Saya sampai satu kesimpulan, sikap dermawan sejatinya selaras dengan soal mental. Kegemaran berbagi, tidak selalu berbanding lurus dengan kegelimangan harta.
Film drama keluarga Air
Mata di Ujung Sajadah kembali melanjutkan kisahnya di sekuel terbaru
berjudul Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2). Diproduksi Beehave
Pictures, kembali digarap sutradara Key Mangunsong.
Menghadirkan cerita lebih
emosional, penuh kejutan, sekaligus menegaskan satu hal yang abadi: cinta
seorang ibu kepada anaknya.
Kisah pulang kampung, bisa menjadi cara ayah membagi
kebahagiaan pada anak istri. Meski dilakukan dengan sederhana, meski diupayakan
ayah dengan terengah-engah. Sangat
mungkin ayah sedang capek dan berat, menghadapi tantangan kehidupan.
Ayah dengan jalan takdir dilaluinya, dituntut mengalah
dan selalu mengalah. Apa yang dikerjakan diputuskan, dampaknya tidak dirasai
sendiri. Ayah musti hati- hati dan berpikir panjang, sebelum memutuskan sesuatu
hal.
Tak dipungkiri, tnis Thionghoa, menjadi bagian dari masyarakat
Indonesia. Perbedaan budaya dan keyakinan, bukan halangan berbaur dan menyatu dengan budaya lokal.
Kalau ke Pangkalpinang, tak ada salahnya mampir ke Pekuburan Cina Sentosa atau atau Tjung Hoa Kung Mu Yen.
Kuburan ini dibangun pada tahun 1953, terletak di Jalan Soekarno- Hatta
Pangkalpinang. Memiliki luas sekitar lebih dari 19 ha, saat ini terdapat
sekitar 12.950 makam.
Bergabung di
group teman- teman SMA, membuat saya mendapati banyak kabar teman- teman lama.
Setelah puluhan tahun tak bersua, kini terhubung melalui aplikasi percakapan.
Teman- teman
seumuran, sebagian besar kami sudah beranak pinak. Masing- masing telah
merasakan pahit getirnya kehidupan, tak ayal diantara kami banyak yang tak
seperti dulu. Ada yang silent rider, ada yang muncul sesekali seperlunya.
Sebuah legenda kelam dari
tanah Jawa segera hadir di layar lebar, menggabungkan kisah cinta, kutukan, dan
karma menjadi sebuah horor penuh misteri. Perempuan Pembawa Sial, disutradarai Fajar
Nugros, setelah sukses menggarap film Inang (2022).
Hai, tanpa terasa kita sudah di bulan delapan. Artinya tahun ini, sudah setengah lebih perjalanan dilalui. Diantara kalian, mungkin sudah punya rencana liburan akhir tahun sampai awal tahun depan. Mungkin ada yang masih bingung, menentukan tujuan liburan.
Sejatinya hidup ini penuh dengan ketidakpastian,
bahwa yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Kita manusia tidak bisa
memperkirakan, apa yang bakalan terjadi di waktu mendatang. Jangankan hari esok
atau lusa, bahkan kejadian semenit setelah ini sangat tidak tertebak.