Senin, 09 April 2018

Mengenal Lebih Dekat dengan Nasi Kabsyah


Nasi Kabsyah - kolase dok Banten Farm

Dari akun medsos seorang teman -- yang bekerja dan tinggal di Qatar--, saya melihat sebuah postingan  nasi khas Timur Tengah. 
Sebelum membaca caption lebih lengkap, jujur saya sempat terkecoh dengan jenis makanan tersebut.

Butiran nasi berwarna kuning gelap kecoklatan, dengan biji kacang mede utuh menyita perhatian, berpadu dengan irisan bawang goreng dan emping melinjo.
Tampak acar yang terdiri dari potongan timun dan wortel diiris dadu, tak ketinggalan cabe hijau utuh menyelip disela-selanya

Hanya dengan melihat fotonya saja, indera penciuman ini seolah diajak menghirup aroma khas masakan ternama ini.
Ujung lidah seperti ikut mengecap, cita rasa rempah-rempah khas masakan timur tengah yang biasanya ‘berani’ – orang jawa menyebut medhok.

Perihal nama jenis masakan ini, benak saya tertuju pada nama “nasi kebuli” atau “nasi mandi”. Kalau anda berpikiran sama, berarti kita senasib --hehehe *NyariTemen.

Atau bagi anda yang tinggal di Cilegon Banten, bisa jadi mempersepsikan – nasi kebuli-- dengan nasi samin atau nasi gonjleng.
Konon nasi Samin/ gonjleng memang nyaris mirip dengan nasi kebuli, sebagai hidangan istimewa untuk para sultan.

“Itu Nasi kebuli ya mas?” sebuah pesan saya kirim via inbox
Nasi Kabsyah dengan telur balado - Banten Farm

Tak lama inbox saya berbalas, dan ternyata perkiraan saya salah total. Nasi yang diposting di medsos adalah Nasi Kabsyah.
Meskipun sekilas ada kemiripan dengan Kebuli/ nasi mandi, dari bumbu dan cara pengolahan tentu jauh berbeda.

“Oo, Nasi Kabsyah.” rasa penasaran mulai terurai.

Mengenal Nasi Kabsyah

Nasi Kabsyah berasal dari Saudi Arabia, namun secara original berasal dari negeri Yaman. Di Negara-negara teluk – Kuwait, UAE, Qatar--, dikenal dengan sebutan nasi makbous atau majbous.

Menilik dari bumbunya, nasi Kabsyah lebih komplek dibanding bumbu dari nasi kebuli, nasi mandi, nasi samin atau nasi gonjleng. 
Untuk membuat nasi kebuli atau nasi samin, hanya dibutuhkan (sekitar) 8 – 10 bumbu saja. Sementara untuk mengolah nasi Kabsyah, memerlukan setidaknya 15 bumbu/ rempah campuran.
Perbandingan Nasi Samin, Kebuli dan Kabsyah - dok Banten Farm

Di negara asalnya, nasi Kabsyah dibuat dari beras briyani yang berbentuk panjang. Kemudian dicampur daging, sayuran dan campuran rempah-rempah.

Bumbu/ rempah nasi Kabsyah terdiri dari ; jeruk lemon (dikeringkan), lada hitam, cengkeh, kapulaga hijau (green cardamon), bunga adas, bunga saforn, kayu manis, daun salam, biji pala, buah lemon kering, minyak zaitun, Ghee, bawang bombay, bawang putih, kismis, kacang mede.

Note : jeruk lemon kering adalah jeruk lemon yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Bahan ini bisa digunakan utuh/di iris/di giling (sesuai selera), sebagai bumbu masakan khas Timur Tengah.

Adapun untuk campuran daging –biasanya — dapat dipilih salah satu, bisa daging ayam, daging kambing atau domba, daging unta, daging sapi.
Bagi yang kurang suka dengan daging hewan unggas, bisa digantikan dengan bahan dari sea food, seperti ikan dan atau udang.

Menikmati nasi Kabsyah, lebih maknyus (pinjam istilah Pak Bondan) dengan tambahan Kacang mede atau kacang almond.
Atau kalau tidak ada kacang mede/almond atau kurang suka, silakan diganti dengan kacang pinus, kacang tanah.

O’ya, jangan lupa, beri taburan bawang goreng dan kerupuk (emping) diatasnya, agar cita rasa  Kabsyah semakin kuat dan kentara –jadi ingat nasi uduk.

Dalam pengolahan atau penyajian Nasi Kabsyah, biasanya ditambahkan dry lime (buah lemon yang dikeringkan).
Selain memberi efek aroma wangi yang kuat, rasa yang dihasilkan dari asam lemon membuat nasi Kabsyah semakin khas.
Nasi Kabsyah - dok Banten Farm

Butter gee – kelas mentega digunakan dalam masakan Asia, Timur Tengah Selatan--, selain sebagai campuran bumbu juga mengandung khasiat obat tradisional (sayangnya di Indonesia belum ada).

Wangi dari butter ghee (rixh and nuty) tidak seperti mentega biasa -- terbuat dari bahan susu--. Tidak ada kandungan susu kasein dan lactosa.
Butter ghee mengandung linoleic acid – zat yang melindungi masalah pencernaan dan kanker--, lebih banyak kandungan vitamin A dan E, harga per-gram lebih mahal di banding mentega biasa.

Note :  di India dan Srilanka, Ghee sebagai bahan pengobatan dengan metode aryuveda. Sebuah sistem pengobatan menyeluruh, dipercayai ada keterkaitan antara manusia, susunan tubuh, kesehatan manusia, alam semesta serta energi.

 Bagaimana, Anda ingin menikmati Nasi kabysah?
Oo bisa banget,  Banten Farm siap menghadirkan nasi Kabsyah dengan berbagai macam pilihan.

Menu utama adalah nasi Kabsyah khas timur tengah, bisa dicampur dengan lauk pauk pilihan sesuai selera dan kebutuhan.
Bisa dicampur telur balado, daging kambing bakar, kambing guling, sate kambing atau gulai rabeg khas Banten.
Nasi Kabsyah cocok untuk segala acara - dok Banten Farm
Prasmanan Nasi Kabsyah - dok Banten Farm

Nasi Kabsyah sangat cocok dihidangkan pada acara pertemuan keluarga besar, meeting kantor, arisan, kumpul bareng teman, pernikahan atau hajat apapun. Wah, asyik nih, ngumpul-ngumpul sekalian wisata kuliner

Masalah harga tidak perlu kawatir, saya berani jamin harganya sangat terjangkau. Per-porsi hanya Rp 12 ribu – 15 ribu saja --dengan min order--., menu bisa menyesuaikan.
Bagaimana murah kan? Bahkan setara dengan harga nasi atau mie goreng yang dijual abang-abang pakai gerobak pinggir jalan.

62 komentar:

  1. ya ampunnnn jam segini baca postingan ttg nasi kabsyah ini bikin saya kelaperan mas Agunggg..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, coba yuk nasi kabsyahnya :)

      Hapus
  2. Baru tau saya kak, ada Nasi Kabsyah.. wah, harganya murah juga ya kak, perlu saya coba kuliner yang satu ini.

    BalasHapus
  3. Hmmm bikin nelen ludah mas, suka banget sama nasi kebuli.

    BalasHapus
  4. ternyata di Saudi juga banyak jenis nasi ya seperti kita disini ada nasi uduk nasi kuning dll :)

    BalasHapus
  5. baca ini aku jadi ngileeer :))

    BalasHapus
  6. Pas banget menjelang makan siang, jadi lapar baca artikel ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Next smoga bisa coba Kabsyah ya kak

      Hapus
  7. Iya nih, baca beginian pas jam makan siang, koq jadi ikutan ngiler yaa. hihi..

    BalasHapus
  8. Wah kesukaanku nih makanan khas timur tengah, baru icipin nasi biryani dan nasi kebuli jadi penasaran rasa nasi kabsyah ini deh

    BalasHapus
  9. Serius baca ini aku jadi laperrr... Nambah satu list lagi nih nasi berbumbu yang aku pengen...

    BalasHapus
  10. Jadi pengen nasi kabsyah, aku suka masakan Timur Tengah

    BalasHapus
  11. Aku doyan banget sama nasi kebuli, eh ada lagi nasi yg lebih komplit bumbunya nih, ahh menggoda,terutama kacang medenya , atulaah jadi lapaar lagii iniih..

    BalasHapus
  12. Jadi laper dan pengen cobain nasi Kabsyah, aku suka banget masakan kaya gini.

    BalasHapus
  13. Porsinya lumayan banyak juga dan pilihan lauknya itu bisa disesuaikan selera

    BalasHapus
  14. Wooowww 15 jenis rempah? Rasamya pasti enak. Aku pribadi doyan banget sama nasi kebuli

    BalasHapus
  15. baru tahu nasi kapsyah...
    pasti rasanya lezat ya secara ada 15 jenis rempah. ga jauh dari rasa masakan padang kali ya.

    BalasHapus
  16. aku belum pernah makan nasi kabsyah, mas, tapi liat tampilannya aja udah bisa ketebak kalo makanan ini sarat bumbu tradisional. next time semoga ada kesempatan nyicipin

    BalasHapus
  17. baru tahu ternyata selain nasi kebuli juga ada nasi kabsyah

    BalasHapus
  18. ga kebayang deh ini rasanya gimana.. enak banget ga ka?

    BalasHapus
  19. Duh wangi rempahnya pasti kecium banget deh itu,, jadi pengen nyobain.

    BalasHapus
  20. Wuih, sepertinya nasi kabsyah lebih enak secara rempahnya juga lebih komplit. Saya juga belum tahu sih, secara emang lebih tahunya nasi kebuli dan nasi mandi. Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih banyak jenis rempahnya kak

      Hapus
  21. Dari segi komposisi bahan ternyata nasi kabysah ini lebih banyak yaa dibandingkan nasi kebuli dan nasi samin. Duuh jadi penasaran deh rasanya kaya apa...

    BalasHapus
  22. Nasi-nasi ala Timur Tengah semuanya mirip, ya. Btw udah lama nggak makan makanan khas sana, jadi pengen lagi :D

    BalasHapus
  23. 15 ribuan? murah bangettttttt ... kalo lagi nonton MotoGP aku lebih suka makan makanan middle east.. lebih cocok di lidah

    BalasHapus
  24. Wah... asyik nih bisa menikmati kuliner arab di negeri sendiri...

    BalasHapus
  25. Sampai sekarang suka bingung bedain nasi kebuli dan nasi kabsyah. Suka banget sama keduanya, rasanya juga mirip-mirip :)

    Btw minimal ordernya berapa tuh mas?

    BalasHapus
  26. Bumbu rempahnya banyak banget. Kebayang nasi kebuli aja udah kental rasa dan bau rempah-rempah. Gimana kalau nasi kabsyah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, lebih kuat aroma middle east

      Hapus
  27. Saya sudah pernah makan ini Nasi Kabsyah, tapi kalau asalnya darimana baru tau dari artikel mas agung.. ternyata dari yaman yah... hehehe

    BalasHapus
  28. Namanya agak aneh ya..
    Tapi itu 15ribu beneran ya?

    BalasHapus
  29. Bertambah lagi nih referensi masakan Timur Tengah. pernah dengar nama ini pas teman sekolah di Mesir tapi baru kali ini tahu penampakannya.

    BalasHapus
  30. Nasi Qabsyah. Lengkap dan memikat lapaaar . . .

    BalasHapus
  31. Kacang mede-nya menggoda meong nih, Mas.
    Harganya pun cucok, kayanya pas buat kalau ada acara di rumah.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya