Tampilkan posting dengan label sosial. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label sosial. Tampilkan semua posting

Rabu, 10 Mei 2017

Peluncuran Program “YouthCan!” SOS Children’s Villages



Launching YouthCan! -dokpri

Siapa tak bangga, melihat anak-anak usia muda bertumbuh dengan kemandirian. Terlebih berasal dari latar belakang keluarga kurang harmonis, karena berbagai sebab di rumah masing-masing.
Mereka adalah anak-anak bangsa, yang kurang beruntung dalam hal pengasuhan. Bisa jadi karena perpisahan kedua orang tuanya, atau karena kondisi tertentu yang begitu kompleks.  Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau memedulikan masa depan anak-anak masa depan ini.
SOS Children's Villages , adalah organisasi sosial non profit yang menyediakan pengasuhan alternatif bagi anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Kini telah mengasuh sekitar 1.300 anak, tersebar di 8 Desa Anak ( Childern’s Villages) di Indonesia (Lembang, Jakarta, Semarang, Tabanan, Maumere, Banda Aceh, Meulaboh dan Medan). Nah, pada 8 mei 2017 meluncurkan program YouthCan!.
Apa itu YouthCan! ?
Adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan mempersiapkan pemuda untuk memasuki dunia kerja dan hidup secara mandiri, dengan membantu mereka mendapatkan pengalaman praktis, pelatihan serta pengetahuan yang memadai.
YouthCan! melibatkan pemuda, mitra korporasi serta SOS Children's Villages untuk menciptakan kesempatan bagi pemuda dan membatu mitra korporasi mendapatkan talenta terbaik sekaligus memperkuat brand.
YouthCan! Telah diluncurkan di Afrika Selatan dan Kosta Rika, sementara Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang akan mengimplementasikan program YouthCan!.
Meningkatkan kemampuan pemuda di dunia kerja merupakan prioritas utama SOS Children's Villages. Saat ini baru sekitar 60% pemuda yang telah meninggalkan SOS Children’s Villages bisa mandiri. Melalui YouthCan! SOS Children’s Villages ingin meningkatkan angka ini menjadi 90% di tahun 2030. Kami memberikan para pemuda akses terhadap pelatihan, mentor atau role model, serta pengalaman kerja agar mereka siap memulai karir atau mendirikan bisnis sendiri” Jelas Gregor Hadi Nitihardjo, selaku National Director of SOS Children’s Villages IndonesiaSOS Children’s Villages Indonesia saat ini bekerja untuk lebih dari 6.000 anak dan pemuda yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Kami ingin memastikan seluruh pemuda dalam pengasuhan kami bahkan yang berada di luar itu bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Oleh karena itu kami mengajak mitra korporasi, pemerintah dan seluruh stakeholder terkait untuk bersama sama mencapai tujuan ini”.
dokumentasi pribadi
Pada tahap awal SOS Children’s Villages bekerjasama dengan beberapa mitra korporasi, seperti DHL dan AkzoNobel untuk membekali pemuda dengan berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan keahlian maupun personalitas pemuda seperti program magang, pelatihan dan mentoring.
DHL sendiri ternyata telah menjadi mitra SOS Children’s Villages sejak 2011, berdasarkan evaluasi telah berhasil memperkuat kepercayaan diri para pemuda menyongsong masa depan yang cerah. Dari sisi DHL kerjasama ini membangun kebanggan karyawan DHL, karena mereka bisa terlibat memberikan sesuatu kepada masyarakat.
Sementara untuk AkzoNobel mengungkapkan optimisme terhadap YouthCan!,  akan mendorong pertumbuhan generasi masa depan yang menjadi kunci misi AkzoNobel, yaitu menciptakan kehidupan yang nyaman dan menginspirasi.

Kamis, 27 April 2017

Sumbangsih K-Link Care Center untuk Anak Berkebutuhan Khusus



Banner Charity Cantik Yuukk -dokpri

Sebagai seorang ayah, saya merasakan bagaimana kasih sayang itu tercurah untuk buah hati. Orang tua sejati, pasti akan memberikan perhatian dan sayang tulus pada anaknya. Tepat kiranya kalimat sebuah quote, bahwa “Semua Anak adalah Bintang”.
Kehadiran anak dalam sebuah keluarga, ibarat lentera pemantik semangat dan bahagia sesungguhnya. Saking besarnya rasa sayang orang tua, appaun dipersembahkan tanpa syarat.
Orang tua pada umumnya, akan menerima apapun keadaan buah hati tercinta. Mendidik dan mengasuh sepenuh hati, demi kebahagiaan anak yang dikasihi. Tak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus, ayah ibu istimewalah yang diamanahi anak istimewa ini.
K-Link Care Center, peduli pada anak-anak berkebutuhan khusus. Pada Rabu siang (26/4’17)  bertempat di Roof Garden K-Link Tower, digelar Charity Cantik Yuukk dari K-Link Care Center. Meski langit tampak sedikit mendung, namun sama sekali tak mengurangi antusiasme pengunjung.
Stand yang disediakan terisi penuh, mulai dari penjual sate ayam, lontong opor, soto ayam, gudeg, siomay, kue cubit, kebab dan stand makanan lain. Masih di area yang sama, terdapat stand Shamil Collection serta beberapa stand lainnya.
Saya yakin, Anda pasti sudah kenal K-LINK !
Perusahaan Multi Level Marketing (MLM), yang memasarkan produk- produk kesehatan dan alat-alat penunjang kesehatan yang bermutu.
K-Link berdiri sejak tahun 2002, telah meraih market yang signifikan di industri mlm. Memiliki sekitar seratus varian produk dan 264 stockiest, siap menjawab kebutuhan masyarakat akan produk yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan.
Perkembangan K-Link cukup bagus, hal ini berkat antusiasme masyarakat dalam mengonsumsi produk dengan kandungan herbal dan berkualitas. Sehingga K-Link mampu tetap survive, menjadi salah satu perusahaan mlm terkemuka di Indonesia.

K Liquid Chlorophyll -dokpri
Saya pribadi pernah melihat ibu mertua, rutin mengonsumsi produk K-Link yaitu K Liquid Chlorophyll. Semula keluhan yang ibu rasakan, adalah sering terserang maag dan badan merasa cepat capek. Hal itu kini tak dirasakan lagi, bahkan ibu tampak bersemangat beraktivitas baik di pengajian atau kegiatan lainnya.

Masih banyak produk berkualitas lainnya, seperti K-Biogreen, K-Liquid Organic Spirulina, K-C New Zeland susu skim bubuk, Bio-Shake, K Honey dan lain sebagainya.
-0o0-
Kepedulian K-Link pada masalah sosial dan kemanusiaan, telah berlangsung sejak awal berdiri. Satu diantaranya dibuktikan pada saat terjadi gempa Jogja, K-Link menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain itu ada acara pemotongan dan pembagian hewan Qurban, kegiatan berbuka puasa bersama sekaligus penyerahan santunan terhadap anak yatim.
Tentu masih banyak kegiatan sosial lainnya, seperti donor darah, penyediaan tenaga kesehatan di daerah bencana, memperbaiki fasilitas umum yang rusak, membuka posko kemanusiaan, dan lain-lainnya.
K-Link Care Center
Merupakan yayasan nirlaba bentukan K-Link, sebagai wadah untuk Corporate Social Responsibility K-Link. Program-program yang diadakan K-Link Care Foundation, bersifat sosial kemanusiaan dan pendidikan.
Sampai tahun ini, K-Link Care Foundation telah memberikan beasiswa kepada 50 siswa SMP dan 80 siswa SMU. Siswa- siswa beprestasi dari seluruh Indonesia, khususnya berasal dari keluarga kurang mampu.
K-Link Care Center Jakarta berdiri tahun 2013, menyusul K-Link Care Center Kuala Lumpur berdiri pada tahun 2015. K-Link Care Center merupakan sekolah dan tempat terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, diantaranya adalah celebral palsy, autism, ADHL, dyslexia, down syndrome dan slow learners.
Charity Cantik Yuukk
Blogger turut hadi pada acara Charity Cantik Yuukk, diselenggarakan dalam rangka penggalangan dana sekolah K-Link Center. Sekaligus dalam rangka memperingati ulang tahun Sekolah K-Link Care Center ke 3, serta ulang tahun Butik Shamil Collection ke 1.
Program untuk Charity Cantik Yuuukk, diselenggarakan pada tanggal 26 April di Jakarta, menyusul pada tanggal 6 Mei diselenggarakan di Kuala Lumpur. Tujuannya sama yaitu untuk penggalangan dana bagi sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Pengelolaan sekolah ini dikerjakan dengan profesional, setiap guru yang direkrut akan diberikan pelatihan lebih dulu” Ujar Ibu Datin Rozi Selaku Ketua K-Link Care
 
Datin Rozi dan Dato' DR. H. Md. Radzi Saleh dalam foto session -dokpri

K-Link Care Center memberlakukan sistem subsidi silang, bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga mampu akan memback up anak-anak berkebutuhan dari keluarga kurang mampu.
Khusus anak-anak dari keluarga kurang mampu, dari awal akan diseleksi melalui interview sehingga tepat sasaran. Kalau sudah lolos seleksi, akan diminta surat keterangan tidak mampu dari pihak berwenang.
Setiap anak berkebutuhan khusus, berhak mendapat perlakuan sama tanpa melihat latar belakang keluarga.

Semoga mereka mendapat masa depan yang baik, dengan pelatihan khusus akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus. Sehingga mereka bisa mandiri, contohnya ada satu anak dyslexa di Kuala Lumpur sudah dilepaskan di dunia kerja” lanjut Ibu Datin Rozi.
Pada kesempatan yang sama Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh selaku President Director of K-Link Indonesia menjelaskan “ K-Link menyediakan lahan dan pembinaan sekolah K-Link Care Center, donasi dari dermawan adalah untuk membantu operasional dan pengadaan fasilitas K-Link Care Center. Salah satu bakti K-Link kepada masyarakat adalah melakukan kegiatan sosial, seperti pembinaan Panti Asuhan di Jogja dan panti asuhan lain dimiliki K-Link. Ibarat pepatah ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’ filosofi itu yang diterapkan K-Link”.
Setelah sessi wawancara berakhir, tampak anak-anak istimewa bersiap-siap tampil. Enam anak dalam posisi duduk, mengikuti musik khas aceh membawakan tari Saman.
Melihat gerakan yang tampak kurang kompak, ternyata tak menyurutkan semangat adik adik hebat ini. Bahkan ibu guru berusaha memberi arahan, agar sinkron antara hitungan musik dan gerakan tangan.
Fashion Show Butik Shamil Collection -dokpri

Tari Saman anak anak K-Link Care Center -dokpri
Sungguh, dada ini mendadak sesak. Ada perasaan haru membuncah, menyaksikan anak-anak luar biasa ini.
Acara semakin meriah, dengan penampilan fashion show dari Butik Shamil Collection. Sebanyak duapuluh rancangan diperagakan, semua busana didesign oleh Datin Rozi. Sebagian dari hasil penjualan di Butik Shamil Collection, akan disumbangkan untuk K-Link care Center.
Besar harapan terbumbungkan, semoga adik adik luar biasa ini selalu sehat. Mereka bisa menikmati masa kecil dengan baik, sekaligus bisa menyongsong masa depan gemilang. Kepedulian kita bersama sangat penting, demi kemandirian dan tumbuh rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus.

Senin, 17 April 2017

‘Satu Indonesia Award’ Ajang Unjuk Diri Penempuh Jalan Sunyi

Kick off 'Astra Satu Indonesia Award 2017 - dok Astra Satu Indonesia
Pada perayaan ulang tahun Astra ke 60, bersamaan dengan gelaran ‘Satu Indonesia Award’ ke 8. Satu Indonesia adalah semangat Astra terpadu untuk indonesia, merupakan langkah nyata group astra untuk berkontribusi dan berperan aktif serta meningkatkan kualitas masayarakat indonesia. Melalui karsa cipta dan karya terpadu, memberi nilai tambah untuk kemajuan
Satu Indonesia merupakan program pemberian apresiasi, kepada pemuda pemudi yang memiliki semangat sejalan dengan Astra. Berkarya memberi manfaat kepada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, wirasuaha, teknologi serta kelompok.
Satu Indonesia Award dilaksanakan sejak 2010, tercatat sudah ada 39 generasai muda penerima apresiasi Satu Indonesia Award. Pemuda pemudi penerima apresiasi tidak berhenti, memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Astra sudah berkiprah selama 4 dekade dalam bidang CSR, sekarang sudah punya 9 yayasan yang berkontribusi di bidang sosial. Kontribusi sosial bukan sekedar lips service, tapi bagaimana bisa sejalan dengan nafas Astra “sejahtera bersama bangsa”.
39 penerima satu indonesia award, mereka bekerja dari hati tanpa pamrih. Sebagian besar mendaftar karena didaftarkan orang lain, mereka tidak mendaftar atas kemauan sendiri. Mereka adalah anak-anak muda, yang menerapkan kemanfaatan dengan prinsip  Your First not Me First’.
Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia, meluncurkan ‘Satu Indonesia Award’ dengan 4 bidang CSR.
  • Kesehatan “Astra untuk Indonesia Sehat”
  • Pendidikan “Astra untuk Indonesia Cerdas”
  • Pemberdayaan Masyarakat “Astra untuk Indonesia Kreatif”
  • Lingkungan “Astra untuk Indonesia Hijau”
Astra Satu Indonesia diikuti pemuda pemudi, dengan usia maksimal 35 tahun baik individu atau kelompok (min 3 orang). Kegiatan yang dilakukan original, sudah berlangsung minimal 1 tahun berjalan berkesinambungan. Peserta belum pernah menerima penghargaan, baik untuk skala Nasional atau International.
-0o0-
Risma Hasannudin - dok Astra Satu Indonesia
Ada tamu yang cukup menyita perhatian, pada acara kick off  ‘Astra Satu Indonesia 2017’ adalah Risna Hasunuddin.
Risna berasal dari Banda Naira Maluku, mengabdikan dirinya untuk masyarakat di Manukwari Papua. Perempuan muda lulusan FKIP Universitas Patimura Maluku, tergerak hatinya setelah mengetahui kondisi masyarakat Manukwari khususnya suku anfak.
Manukawari memiliki angka partisipasi rendah pada kisaran 60-70%, memiliki angka buta huruf sangat tinggi, angka kematian ibu anak tinggi, angka kematian kanker payudara sangat tinggi.
Risna bertekad  bulat pergi ke Manukwari Papua, ingin merasakan sendiri apa yang terjadi di daerah tersebut. Setelah beberapa waktu berbaur, Risna berkesimpulan masyarakat Papua memang membutuhkan sentuhan.
Pada dasarnya masyarakat Papua adalah pekerja keras, namun mereka belum melek pengetahuan. Seperti pengelolaan satu lahan sawah, aneka tanaman seperti tomat, cabe dan terong ditanam dan dicampur dalam satu lahan. Seharusnya dalam satu lahan ditanam satu jenis tanaman, agar hasil panen tanaman tersebut optimal.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan sangat rendah, daripada sekolah anak anak diajak bercocok tanam. Risna memutuskan untuk merintis PAUD, untuk pembentukan karakter harus dimulai dari anak-anak. Sistem pembelajaran juga sederhana, menerapkan kurikulum keseharian dengan fasilitas sangat minim.
Inti dari permasalah di Manukawari adalah pendidikan dan masalah perempuan. Masih banyak terjadi pernikahan di usia muda, sehingga anak-anak tidak bisa sekolah” Jelas Risma dengan raut muka prihatin.
Perjuangan tak selalu berjalan mulus, Risna sempat mendapat perlakuan kasar secara fisik. Kaum lelaki umumnya dan tokoh adat, menggangap Risna sebagai penyebab adat tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena anak perempuan makin cerdas, sehingga mereka tahu hak mereka sebagai manusia. Karena geram, Risna pernah nyaris diperkosa namun upaya tersebut bisa digagalkan.
Mendapati dala, bahaya, orang tua di Banda Naira tidak tinggal diam. Sempat membujuk dan mengajak Risna pulang, namun di kampung halaman nurani merasa gelisah. Risna meyakinkan diri dan orang tua, bertekad kembali dan mengabdi di Manukwari.
Melihat kedatangan Risna kembali ke Manukwari, terutama kaum perempuan dan anak-anak bersuka cita. Mereka bersedia pasang badan, apabila Risma mendapat perlakuan tak baik dari warga.
Risana sendiri sangat memaklumi, mengapa sebagaian besar warga belum bisa menerima kehadirannya. Tidak lain karena mindset warga yang belum paham, tidak tahu apa tujuan diselenggarakan pendidikan.
Kalau semua upaya dilakukan sementara, semua upaya akan cepat hilang. Risna dengan tekun menjemput anak-anak, agar tidak malas ke sekolah dan balik bekerja membantu orang tua.
Metode belajar mengajar dibuat semenarik mungkin, sebagai pengantar menggunakan bahasa Papua. Secara perlahan dan bertahap, beralih daengan menggunakan bahasa Indonesia.
Perihal keikutsertaan dalam ‘Satu Indonesia Award, Risna tidak tahu dan tidak terbersit ingin mendaftar. Namun berkat bujukan teman, dengan setengah paksaan sang teman akhirnya luluh. Risma mendaftar tanpa berharap terlalu besar, agar teman yang memaksa berhenti membujuk dan merayunya.
HIngga langkahnya sampai sejauh ini, Risna mendapat award ‘Astra Satu Indonesia’ kategori pendidikan. Risma adalah penempuh jalan sunyi, apa yang dikerjakan lahir dari lubuk hati. Tak haus puja puji atau apresiasi, kebahagiannya terletak pada kebahagiaan orang lain.
Tiba tiba saya merasa sangat yakin, banyak Risna lain di belahan bumi pertiwi tercinta. Mereka yang bekerja tanpa pamrih, tujuannya hanya satu demi kemanfaatan sesama. Semoga ajang “Satu Indonesia Award”, menjadi pembuka pintu peraih award untuk kelancaran usaha rintisannya.
Risna Hasannudin hadir di kick off 'Astra Satu Indonesia Award 2017' -dokpri
Pendaftar ‘Astra Satu Indonesia’ , tercatat 2.341 sampai tahun 2016. Bagi anda yang hendak mengikuti, atau memiliki calon pantas diikutkan di Astra Satu Indonesia tahun 2017. Pendaftaran bisa diakses, melalui website www.satu-indonesia.com .
Tahun ini Astar Satu Indonesia memberi apresiasi tingkat Provinsi, tahap penjaringan peserta sampai 10 Agustus 2017. Penjurian tahap pertama sampai bulan September, kemudian dilakukan vote publik melalui website sampai Oktober. Puncak pemberian Satu Indonesia Award, akan dilaksakan pada bulan Oktober.
Saatnya anak muda Indonesia berprestasi, menebar kemanfaatan untuk lingkungan sekitar dan sesamanya. -salam-

Sabtu, 21 Januari 2017

Seratus Dua Ratus Perak Donasi-Ku di Alfamart Sangat Membantu Anak Penderita Kanker di YKAKI

Ajakan Donasi-Ku untuk Rumah SInggah YKAKI -dokpri
Tak jauh dari tempat tinggal berdiri Alfamart, biasanya menjadi jujugan belanja sehari-hari. Siang weekend saya membeli dua minuman botol, seusai menjemput anak futsal.
"Total belanja 4.900 rupiah, seratus boleh disumbangkan untuk Donasi-Ku" ujar kasir.
Anda juga mungkin kerap mendengar, kalimat disampaikan kasir Alfamart setelah input belanja konsumen. Kembalian sebesar seratus atau dua ratus perak dari konsumen, dikumpulkan untuk program bernama Donasi-Ku.
Setelah tawaran kasir saya iyakan, dilayar monitor muncul pilihan Ya/ Tidak. Setelah saya tekan tombol Ya, tidak lama terdengar bunyi mesin printer mencetak struk. Setelah saya amati, memang benar tertera di struk. Angka nominal seratus rupiah, dialokasikan untuk program Donasiku Rumah Singgah Kanker.
Program ini tak lepas komentar miring, dari pihak lain yang kurang senang. Bagaimanapun juga tak bisa disangkal, bahwa isi kepala setiap orang berbeda, maka setiap kepala pula memiliki persepsi berbeda.
"Alfamart tetap ingin menjalankan program Donasi-Ku, meskipun banyak komentar negatif. Sepanjang pemerintah memberikan ijin dan masyarakat mendukung, tetap jalan terus" Tegas Nur Rohman selaku Corporate Communication General Manager PT.Sumber Alfaria Trijaya
Alfamart adalah pihak yang menginisiasi program donasiku, membuktikan telah menjalankan amanah dari uang konsumen. Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia atau YKAKI, adalah Yayasan penerima manfaat Donasiku dari konsumen Alfamart.
Pada kesempatan yang sama, Fahmi team CSR PT. Alfaria Trijaya menjelaskan sekilas tentang CSR (Corporate Social Responsibility). Bahwa setiap perusahaan diharuskan menjalankan CSR, sesuai amanah undang undang no 40 tahun 2007 Pasal 74.
Type CSR  sendiri beragam, diantaranya Community Development, dengan cara memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan. Atau Philantropy (sumbangan sukarela) berupa pemberian sumbangan secara langsung, seperti santunan pada penerima tanpa perantara.
Alfamart juga memiliki Alfamart Vaganza (seni dan budaya), Alfamart Smart (Pendidikan) Alfamart Care (Social), Alfamart Clean and Green (Lingkugan) Alfamart Sport (Olah Raga) dan SMEs (UKM).
Kalau ada yang bilang, sejak ada Alfamart toko kampung jadi sepi. Ternyata tidak sepenuhnya benar, melalui Alfamart SMEs ada program binaan pada warung kecil sekitar alfamart.
Program diberikan berupa pelatihan dan pendampingan UKM retail, berupa pengetahuan produk, penataan produk, operasional, sampai management keuangan, yaitu memisahkan uang usaha dan uang pribadi.
Selain itu ada program renovasi warung, untuk perbaikan tampilan dan pengelolaan Outlet Binaan Alfamart (OBA). Total ada 935 UKM retail OBA, dengan peningkatan omset mencapai 100% - 200 %.
Donasi-Ku
Donasi-Ku ada dua jenis
  • Donasi-Ku Belanja adalah Donasi konsumen yang diberikan pada saat transaksi pembayaran belanja dikasir atas persetujuan konsumen yang dilakukan di Aplikasi Kasir.
  • Donasi-Ku Bebas adalah transaksi di mana Konsumen yang berbelanja dapat langsung berdonasi dengan nilai tertentu di Kasir Alfamart.
Seratus rupiah Donasi-KU sangat berarti bagi anak penderita kanker -dokpri 
Donasi-Ku memiliki legalitas dikeluarkan oleh Kementrian Sosial RI, bekerjasama dengan Yayasan sebagai penerima dana dari konsumen Alfamart.
Dari seratus dua ratus perak donasi konsumen, dimanfaatkan untuk membantu renovasi rumah singgah, renovasi TK/PAUD,  pengadaan paket perlengkapan sekolah, pembagian sepatu bagi siswa pra sejathera, pembanggunan MCK dan rumah huni, pembagian kacamata gratis dan sebagainya.
Bayangkan kawan's !
Hanya uang seratus dua ratus perak, mungkin di mata kita tidak begitu berharga. Kalau dikumpulkan sedikit demi sedikit, sangat bermanfaat untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan.
Bagaimana pertanggungjawaban?
Alfamart selalu transparan, memberikan laporan Donasi-Ku kepada konsumen Alfamart dan masyarakat pada umumnya. Secara berkala memberikan laporan, dipublish melalui media massa nasional, berita online atau ditempel di gerai Alfamart.
-00o00-
Kamis (19/Jan'17) menjadi hari keberuntungan, Blogger's diajak mengunjungi rumah singgah Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (YKAKI). Yayasan sosial yang berada di Jalan Percetakan Negara IX/10, menjadi tempat yang nyaman bagi anak penderita kanker.
Rumah Singgah YKAKI, menjadi rumah singgah anak penderita kanker, selama masa pengobatan sekitar dua tahun. Anak-anak dari keluarga pra sejahtera, bisa tinggal di rumah singgah YKAKI tanpa biaya yang memberatkan.
Hanya dengan lima ribu rupiah per keluarga perhari, anak dan pendampingnya mendapat fasilitas makan, tidur, belajar, bermain dan fasilitas lainnya. kalau memang benar-benar tidak mampu, dibebaskan dari biaya lima ribu rupiah per hari.
Rumah Singgah YKAKI di Percetakan Negara -dokpri
Sejarah singkat YKAKI
Adalah Ibu Ira Soelistyo selaku pendiri YKAKI, beliau dulu ibu dengan anak usia 4 tahun didiagnosa kanker. Saat itu tahun 1984, Rumah sakit Indonesia belum memiliki peralatan memadai.
Ibu Ira membawa buah hati berobat ke luar negeri, ditampung di rumah sakit tinggal di kamar mandi kering. Selang beberapa waktu tinggal di Biara Katholik, dengan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan fasilitas.
Delapan bulan menjalani pengobatan, buah hati mendapat kesembuhan dan kembali ke Indonesia. Tujuh tahun kemudian penyakit lama kambuh, kembali berobat di luar negeri dan ditampung satu Yayasan. Kali ini tempat penampungan sangat bagus, memiliki fasilitas memadai dan lengkap.
Hingga terbetiklah niat di benak, ingin membuat rumah singgah serupa di Indonesia. Sesungguhnya saat itu sudah ada Yayasan, namun masih berfocus pada biaya pengobatan kanker.
Tahun 2005 menjadi akhir upaya, setelah tiga kali kambuh ananda ibu Ira meninggal dunia. Seperti mengalami kelelahan batin, ibu Ira tak ingin bersentuhan dengan urusan kanker. Namun apa yang terjadi, sang anak mendatangi lewat mimpi. Semula diabaikan dianggap mimpi biasa, namun si anak dua kali datang mengingatkan hal yang sama.
Akhirnya cikal bakal YKAKI dimulai, dari sebuah rumah kontrakkan kecil di daerah Percetakan Negara. Rumah berdaya tampung lima anak penderita kanker, sempat ditentang oleh warga karena takut ketularan. Bersama dokter memberi penyuluhan, sehingga warga menerima kehadiran YKAKI.
Mendapatkan pasien kanker juga bukan perkara mudah, ibu Ira menjemput bola dengan mendatangi pasien. Mereka sedang tidur di emperan RSCM, dengan telaten diajak ke rumah singgah YKAKI. Ajakan tak serta merta diterima, justru menerbitkan perasaan curiga dari pasien. Keluarga pasien tidak gampang percaya, bahkan pada orang yang berniat membantu.
Pasien dari Lombok dan NTT, adalah dua penghuni rumah singgah YKAKI yang pertama. Rintisan berat dan penolakan telah dilalui, sampai akhirnya mendapat kepercayaan pasien. Semakin lama semakin banyak pihak luar melihat, mulai dari public figure, pengusaha berdatangan untuk berdonasi.
Pada tahun ketiga mulai berkembang, YKAKI mengontrak rumah singgah lebih besar. Mampu menampung 18 penderita kanker, dengan donatur setia salah satunya dari program Donasi-KU Alfamart.
Kamar rumah singgah YKAKI -dokpri
Kini YKAKI semakin berkembang dan menyebar, sampai Aceh, Manado, Palembang, Makasar, Malang. Total sekitar 1000 anak penderita kanker ditampung, 700 diantaranya berada di Jakarta. Pada tahun 2014 mengajukan permohonan pada Pemda DKI, tahun 2016 akhirnya disetujui pembangunan YKAKI di atas lahan sendiri.
Blogger diajak melihat secara langsung, sedang dibangun dua gedung tiga lantai dengan fasilitas lengkap. Gedung baru tak jauh dari rumah singgah yang ada, sanggup menampung 50 pasien dengan fasilitas lengkap.
"Akhir Februari akan diresmikan, nanti blogger saya undang ya " ujar ibu Ira
Ibu Ira Soelistyo Pendiri YKAKI- dokpri
Berapa lama pasien tinggal?
Sepanjang masa pengobatan dijalani, tidak ada pembatasan waktu tinggal di rumah singgah YKAKI.
Agar anak penderita kanker mendapat hak bermain dan belajar, YKAKI juga mendatangkan guru untuk belajar di kelas. Mengisi waktu dengan berkegiatan, seperti belajar dan bermain, diyakini bisa menjadi motivasi untuk sehat.
Dengan bermain dan belajar, anak-anak dan pendamping tidak bosan. Hal ini membantu dari sisi psikis, sekaligus sangat membantu dalam proses penyembuhan.
Siang itu di kamar lantai dua, saya menjumpai ibu Uswatun asal Lampung, dengan anak bernama Abdul 2,5 tahun.
Penghuni Rumah SInggah YKAKI-dokpri
Wajahnya yang sendu menyimpan pedih, ibu Usawatun bertutur kisah dilakoni. Pada usia Abdul yang masih sangat beliau, pernah terkena typus hingga mata membengkak dan bola mata kemerahan.
Setelah didiagnosa kanker mata, dirujuk berobat di RSCM sejak agustus 2016. Dari seorang dokter, Ibu Uswatun bisa berada di rumah singgah YKAKI.
"Saya tidak bingung selama di jakarta, tidak perlu bolak-balik ke Lampung. Sampai hari ini sudah enam bulan belum pulang, demi mendampingi buah hati selama pengobatan" kalimat ini terdengar dengan nada getir.
-0o0-
Hanya dari uang receh seratus dua ratus perak, mengapa kita tidak ikhlaskan saja. Toh kalau disimpan, biasanya juga kurang begitu dimanfaatkan.
Melalui Donasi-KU Alfamart, uang receh yang dikumpulkan, begitu sangat berarti bagi saudara kita yang membutuhkan
Bapak Nur Rohman Corporate Communication General Manager PT.Sumber Alfaria Trijaya -dokpri
"Rata-rata dana terkumpul dari Donasi-Ku 2 Milyar per bulan, mampu mengcover biaya operasional empat rumah Singgah. Alfamart ingin program Donasi-Ku berkelanjutan, utamanya pada empat rumah singgah yang sudah berjalan" tambah Nur Rohman.
Setelah saya melihat dan merasakan sendiri, Donasi-Ku adalah program yang begitu mulia. Kalau bukan kita masyarakat dan atau konsumen Alfamart, lalu siapa lagi yang mendukung. Uang yang kelihatannya tidak berarti, kalau dikumpulkan melalui saluran yang tepat, akan tepat sasaran dan memberi dampak luar biasa. -salam-