Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2018

Lakibini.net Ajang Sharing Inspirasi #NikahItuSeru


Arif Junor dan Agnes Aprilia, Founder dan Co-Founder Lakibini.net - dokpri

Nikah itu seru, pesan ini saya baca saat mengikuti acara “Ngobrol Masalah Lakibini.”  Sebuah acara keren, yang diadakan di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan.
Acara yang dikonsep rilex and fun ini, memberi banyak insight bagi pesertanya – sebagian besar sudah berkeluarga.

Pun kedua narasumber sekaligus penggagas acara, tampil sangat akrab, cair dan luwes, terasa menyatu dengan semua yang hadir.
Pasangan seru dan serasi tersebut adalah Agnes Aprilia dan Arief Junor, keduanya sekaligus Founder dan Co-Fouder Lakibini.net

Jumat, 24 November 2017

Ingat, Gadget Bukan Momok Buat Anak !



Talkshow 101 Gadget for kid di GIANT Bintaro -dokpri

“Ini anak, main Gadgeeet mulu!”
Pernah ga, mendengar kalimat geram seperti di atas. Biasanya, kalimat ini, diucapkan ayah atau ibunya, sedang  gemes, karena si anak focus pada layar smartphone.
Tak bisa dipungkiri, gadget telah menjadi bagian, dari keseharian manusia modern. Tak hanya orang tua, remaja dan anak-anak juga terdampak dengan kehadiran teknologi.
Apakah ini pertanda buruk?
Tunggu dulu, jangan terlalu cepat ambil kesimpulan.
Kehadiran gadget, ibarat dua sisi mata uang. Dampaknya bisa buruk, tapi bisa juga baik, tergantung bagaimana mengelolanya.

Minggu, 08 Oktober 2017

Kebahagiaan Anak itu Penting Terutama Pada Masa Tumbuh Kembang

Ricky Harun dan keluarga kecilnya hadir dalam Nestle LACTAGROW - dokpri
Apa sih, yang dibutuhkan anak-anak ?
Uang yang banyak, pasti tidak, mereka tidak tahu menahu hendak belanja apa. Makanan enak dan mahal, pasti juga tidak, porsi makan mereka sedikit, satu piring kadang juga tidak habis. Aneka mainan canggih, saya yakin juga tidak, biasanya seminggu setelah beli mereka bosan.
Lalu apa kebutuhan anak? jawabnya adalah bahagia.
Bahagia memiliki peranan sangat besar, menjadi kebutuhan mendasar dalam masa tumbuh kembang anak. Dengan perasaan bahagia, akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak-anak.

Selasa, 20 Juni 2017

FiberKid Minuman Pengganti Serat



Sumber gambar fiberkid(dot)com

Setelah diet daya baru menyadari, betapa pentingnya asupan serat untuk tubuh ini. Buah dan sayuran menjadi pilihan wajib, mendominasi menu makan saya setiap hari. Alhasil bobot tubuh turun secara perlahan, kondisi badan menjadi lebih segar bugar.
Pun untuk anak-anak, saya getol menganjurkan banyak makan buah dan sayuran. Namun tahu sendiri kan, perlu usaha ekstra mengajak anak-anak konsumsi asupan kaya serat. Alasannya cukup klise, katanya nih rasa sayur itu aneh campuran sedikit pahit dan asam dsb.
Kini saya temui solusi praktis, FiberKid minuman yang berfungsi sebagai sumber serat pangan dan rendah gula. Anak-anak cukup suka, karena dikemas dalam bentuk minuman botol.
Blogger’s berkesempatan hadir dalam “Foberkid Gathering”,  diisi juga dengan pengetahuan dari komunitas Ayo Main.
Siti Syarifa selaku founder Ayo Main mengatakan, konotasi main itu menghabiskan waktu, selain itu ada masalah di kota besar pertama waktu main, teman main dan tempat main
Ayo main adalah komunitas yang memiliki misi mulia, yaitu menyebarkan virus bermain yang sesungguhnya. PBB  sendiri melindungi hak anak-anak bermain, namun buktinya masih ada kesenjangan pengetahuan tentang bermain.
Bermain adalah pengikat segala ilmu, permainan seperti congklak bisa merangsang kepintaran anak dalam matematika. Selain itu bisa melatih saraf motorik, karena congklak merangsang kemampuan memisahkan biji congklak sesuai warna.
Bermain adalah wujud dari simulai dan eksploarsi, dengan bermain anak-anak bisa berimaginasi menjadi pilot, dokter atau profesi apapun. Tugas orang tua adalah memaknai apa itu bermain, sehingga bisa sekaligus proses pembelajaran.
Saat  anak remaja atau sekitar 13 tahun, aanak akan lebih memahami manfaat setelah masa kecil di simulasi. Bakat anak tidak serta merta ada,  kewajiban orang tua adalah mengarahkan dengan cara bermain pada masa kecil.
Jangan sampai orang tua memberi waktu sisa, sementara ingin memanfaatkan golden age (usia 0- 7 tahun). Quality Time anak dan orang tua bisa didapat melalui bermain, jadi sediakan waktu khusus bukan waktu sisa.
Siti Syarifa founder Ayo Main -dokpri

Dari bermain, snak anak butuh waktu dengan orang tua untuk perkembangannya. Dari bermain pula, orang tua bisa menghibur dirinya sendiri. Coba saja perhatikan saat bermain dengan anak. Kita akan senyum saat anak-anak merengek atau bertingkah lucu.
Anak sangat butuh bergerak, karena dengan bergerak bisa merangsang seluruh tubuh dan metabolisme. Bergerak akan mengeluarkan zat yang dibutuhkan tubuh, untuk merangsang perkembangan anak-anak itu sendiri. Bermain dan bergerak bisa memberi ruang mengembangkan diri, termasuk membangun kemampuan berpikir dan bereksplorasi.
Ibu Yohana Astrid Gumelar selaku founder Fiberkid, menekankan pentingnya asupan nutrisi yang  seimbang buat anak-anak. Idealnya dalam satu piring terdapat setengah sayur, seperempat karbo seperempatnya protein tidak berlemak.  Namun teori ini tidak otomatis diterapkan, karena untuk beberapa faktor entah anak kurang suka rasa atau tekstur.
Kalau  gizi tidak tercukupi berpengaruh pada tumbuh kembang tidak optimal, fiber menjadi suplemen yang penting.
Ibu Yohana Astrid Gumelar selaku founder Fiberkid
Fiberkid adalah solusi serat yang aman dikonsumsi anak-anak, disukai dan sehat mengandung 13 gram serat pangan. Terbuat dari bahan alami, tanpa pengawet dan pewarna sintetis.
Apa itu fungsi serat?
Mengoptimalkan fungsi usus, hal ini membantu meperlancar BAB dan penyerapan gizi.
Membantu menjaga kadar gula, fiberkid diproses rendah kandungan gula. Kalau banyak konsumsi gula,berpotensi terjadi gangguan metabolik dan menyebabkan diabetes.
Mencegah obesitas , penyerapan yang optimal akan memperlancar BAB.
Menurunkan Kadar kolesterol, mengoptimalkan penguatan sistem kekebaalan tubuh.  
Fiberkid sebagai minuman anak mengandung 51% kebutuhan serat pangan harian pada anak setiap botolnya, selain tinggi serat juga aman bertahan sampai 1 tahun karena melewati proses UHT. Bisa dibeli tokopedia, blibli, ranch market, farmers Market, Gelael.
-0o0-
Pencerahan demi pencerahan benar benar saya rasakan, acara Gathering Fiberkid membuka wawasan tentang pentingnya bermain sekaligus asupan serat untuk anak-anak.  Orang tua mana tidak bahagia, memiliki anak yang tumbuh aktif, sehat dan tumbuh kembangnya optimal.

Minggu, 28 Mei 2017

CERELAC NutriPuft Snack untuk Penuhi Nutrisi Buah Hati


Launching CERELAC NutriPuff -dokpri

Anda yang sedang punya batita, pasti ingin mempersembahkan yang terbaik untuk buah hati. Orang tua manapun pasti sepakat,  betapa penting memperhatikan pertumbuhan  buah hati pada awal usia.  Karena dua tahun awal usia anak, sangat mempengaruhi usia lanjutan seorang anak.
Nestle CERELAC meluncurkan CERELAC NutriPuff,  Blogger’s dan Jurnalis hadir pada 24 Mei 2017 di Kawasan Jakarta Pusat.
CERELAC berdiri sudah 150 tahun, menjadi sahabat orang tua di seluruh belahan dunia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi di kecil melalui makanan Cereal yang sehat. Inovasi  dalam bentuk CERELAC NutriPuff, merupakan produk makanan selingan/ snack yang menyenangkan untuk si kecil.
Hal ini selaras dengan rekomendasi WHO, bahwa anak usia 9 bulan sebaiknya mulai diperkenalkan makanan utama 3-4 kali sehari dan snacking 1-2 kali sehari.
CERELAC NutriPuff snacking untuk anak usia 10 – 24 bulan, produk ini didukung lembaga riset  nutrisi terbesar yang dipunyai jaringan Nestle. Sejalan dengan tujuan Nestle, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk masa depan lebih sehat” Jelas Ibu Nur Shila Christianto, selaku  Vice President  Head of Corporate Communication, PT Nestle Indonesia
Hadir sebagai Narasumber Ibu Eka Herdiana, Selaku Market Nutrisionist, PT Nestle Indonesia, menjelaskan “di Indonesia angka kelahiran bayi 4,5 jt  per tahun, masa depan negara tercinta ditentukan oleh generasi yang lahir saat ini dan beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2020-2050 indonesia mengalami bonus populasi, akan memberi kans pada Indonesia menjadi bangsa yang besar”.
Angka prevelensi anemia di indonesia sangat tinggi, hal ini menjadi masalah krusial, karena anak yang terkena anemia perkembangan kognitif akan terganggu.
Bayangkan, kalau hal ini teriadi pada dua tahun di awal kehidupan. Maka perkembangan konginitif mengalami kerusakan, dan kondisi ini tidak bisa diperbaiki. Status gizi anemia adalah kondisi hemoglobin di batas normal, terjadi karena kekurangan zat besi, kurang vitamin B 12  dan asam kolat.
Pada usia 6 bulan atau saat  anak masuk makanan pendaping ASI (MPASI), sebaiknya diberi asupan nutrisi yang bagus. Makan banyak bukan berarti status gizi baik, lebih penting diperhatikan kualitas makanan tersebut.
ASI sanggup memenuhi kebutuhan harian sampai 75%, sisanya baru didapatkan dari MPASI. MPASI menyumbang sampai 98% kebutuhan zat besi, pada usia 6 bulan cadangan zat besi sudah dipakai untuk pertumbuhan, sehingga perlu tambahan agar tidak terkena anemia.
Nestle mendukung pemberian ASI ekslufsif 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI dilakukan secara bertahap. 
Nursila Christianto,,  Vice President  Head of Corporate Communication Nestle Indonesia -dokpri

Eka Herdiana, Selaku Marketing Nutrisionis Nestle Indonesia
 “Kerena lambung batita baru 30 ml/kg kali berat badan, jadi jangan paksakan anak makan banyak. Pada anak usia 8 bulan, bisa pilih snacking dengan tekstur agak cair seperti juice, puding halus yang disesuaikan dengan kemampuan menerima tekstur. Pemberian makanan padat juga harus disesuaikan, karena setiap anak itu unik dan perkembangannya berbeda beda,” tambah Eka Herdiana.
Snack juga punya sumbangsih seperti makanan utama, ketika makanan utama tidak bisa memenuhi kebutuhan nutisi bisa didapat dari snack.  Snacking menjadi bagian dari healthy diet, bisa diberikan disela-sela makan utama untuk membantu perkembangan si kecil.
Pastikan memilih snack yang padat gizi, jangan diberikan makanan selingan sembarangan asal anak happy. Seperti kripik dan krupuk yang gurih, isinya hanya lemak atau minyak yang tidak bagus untuk tubuh.
Beberapa faktor perlu diperhatikan dalam snacking

  • Tekstur
  • Tingkat kosolidan
  • Mendukung perkembangan dan psikologis, memberi rasa aman pada si kecil dan stimulasi sesuai usia tertentu.
  • Beri makanan yang bisa dipegang, untuk menstimulasi motorik.

Narasumber Dr. dr Tjin Wiguna  spKJ (k) sebagai Psikiater Anak mengatakan “ Proses pemberian makanan termasuk snacking yang teratur dan menyenangkan, turut mengembangkan rasa percaya diri anak usia batita, sekaligus sebagai basic trust pada ibu, orang tua atau pengasuh lebih baik. Snacking tidak sekedar memberi makan, tapi ada proses memupuk rasa percaya diri. Tanpa Percaya diri yang baik,  kemampuan si kecil bereksplorasi akan terganggu termasuk ketrampilan motorik halus utk self feeding baby”.
Snacking  selain sebagai selingan makanan, memiliki manfaat positif guna menstimulasi otak guna mendukung interaksi dengan orang tua atau lingkungan sekiitar. Memberi makanan yang menyenangkan, bisa menjadi moment yang membuat relaks dan tenang.
Mampu mengeluarkan zat endorfin atau  senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang,  tubuh bisa bekerja dengan baik (denyut jantung teratur, gerak usus halus lebih baik). sehingga memproduksi enzim pencernaan lebih banyak yang mengoptimalkan fungsi tubuh.
Memberi makan secara teratur, dapat membuat anak bisa menandai  happy moment. Kebiasaan ibu yang diulang-ulang pada jam tertentu, menjadi hal yang membuat anak hapal dengan rutinitas menyenangkantambah Dr. dr Tjin Wiguna  spKJ (k).
Perasaan senang anak, akan diasimilasikan dalam berbagai situasi yang dihadapi. Anak akan mengakomodasi semua memori menyenangkan, otomatis terjadi pengembangan pola makan yang teratur.
Pola kebiasaan makan yang teratur, diyakini akan menstimulasi perkembangan motorik halus. Timmbull keinginan anak ingin memegang, merasakan dan mengecap, sehingga mampu mengenali berbagai rasa yang semakin kompleks.
Pada anak usia 7 bulan menjadi usia krusial untuk perkembangan motorik halus, ketrampilan fisik meggunakan otot otot halus akan dilatih. Salah satunya otot jari-jari, koordinasi mata dan tangan, sehingga bisa meraih makanan dan bisa berinteraksi optimal hingga bisa makan dengan sendirinya.
Dr. dr Tjin Wiguna  spKJ (k) -dokpri
Beberapa point yang musti diperhatikan

  • Pilih food yang mendukung anak-anak bisa makan sendiri
  • Stimulasi penting diberikan sejak dini
  • Berikan berbagai jenis dan bentuk makan sesuai tingkat perkembangan
  • Makanan sebaiknya tidak diberikan bukan sebagai hadiah, agar tahu bahwa makanan penting
  • Pemberian makan tidak sambil bermain.
  • Proses makan sebaiknya disertai proses interaksi
  • Dalam 10 – 15 menit anak tidak mau makan sebaiknya makan diangkat
-0o0-
CERELAC  NutriPuff adalah produk yang dirancang untuk si kecil, sebagai snack yang sehat dan bernutrisi,  menyenangkan sekaligus merangsang self feeding.
Dari penilitian 70% anak indonesia usia 10-24 bulan, sebagian besar konsusmsi snack yang dirancang untuk remaja atau orang dewasa.  Hal ini mendasari Nestle memperkenalkan CERELAC NutriPuff tersedia dalam 50 gram, rasa Banana Starwbery dan Banana Orange  Jelas Bernardo Rendita Kusomo , selaku Marketing Manager Baby Food Nestle Indonesia
Lima Fakta CERELAC NutriPuff untuk si kecil

  1. Berbentuk bintang agar ada sudut-sudutnya, sehingga mempermudah jari2 si kecil meraih dan memegang.
  2. Dipanggang bukan digoreng, (tidak banyak lemak)
  3. Formulasi dengan zat besi dan vitamin B1, Zat Besi  adalah Mikro Nutriuent bisa membantu mengurangi difiseinsi di Indonesia
  4. Diolah dari gandum utuh dan buah asli memiliki kebaikan tidak hanya dari dalam gandum tapi lapisan luarnya
  5. Produk dirancang bisa meleleh di mulut, dalam keadaan tidak dikunyah dalam waktu 20 detik.
Harga CERELAC NutriPuff untuk kemasan 50 gram dibandrol Rp. 17.000,-.  Sementara untuk sosialisasi Launching  CERELAC NutriPuff, Nestle melibatkan Blogger’s yang menjadi penggerak informasi digital.  Nestle juga memiliki 300 delegated Medical Communication, melalui tenaga kesehatan yang tersebar mulai dari Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit” ungkap Bernardo Rendita Kusomo .
Launching CERELAC NutriPuff -dokpri
Laura Basuki seorang  Celebrity Mom, ditengah kesibukan main film tetap mengurus buah hati sendiri tanpa pengasuh. Sudah membiasakan Owen nama sang buah hati, makan di baby chair dan  televisi dalam keadaan mati agar makan lebih konsentrasi.
Snack sudah mulai 8-9 bulan, awalnya melenceng ke pipi tapi sekarang sudah terarah dan bisa pakai sendok. Prilaku happy saat snacking ditunjukkan, dengan memegang sendiri CERELAC NutriPuff dan memasukkan ke mulut” kisah Laura Basuki.
-o0o-
Acara launching semakin meriah, saat dua varian CERELAC  NutriPuff dipertunjukkan. Dengan musik yang semarak dan lampu sorot berputar, akhirnya tampak wujud CERELAL NutriPuff rasa Banana Strawberry dan Banana Orange.
Saya tak sabar melihat wujud aslinya, bentuknya yang lucu dan unik membuat penasaran memegang. Setelah saya coba mencicipi, rasa perpaduan buah pisang dan strawbeery kemudian pisang dan jeruk begitu menonjol.  Saya yakin, anak anak usia batita pasti akan suka.

Minggu, 07 Mei 2017

Yuk Waspada Agar Berat Badan Si Kecil Tidak Kurang



Illustrasi-dokpri
Saya yakin, setiap orang tua pasti sedih mendapati buah hati sedang sakit. Rasanya ingin menggantikan rasa sakit itu, biar saya saja yang menanggungnya.
Memastikan tumbuh kembang balita cukup bagus itu penting, sehingga orang tua menjalankan fungsi kontrol. Hal yang perlu diperhatikan, bagaimana agar si Kecil sesuai  antara tahapan pertumbuhan dan usianya.
Pada umumnya si kecil cukup rentan terhadap gangguan kesehatan, indikasi ini bisa dilihat salah satunya dari berat badan yang kurang (underweight).
Pada acara Blogger bersama Nutricia, saya tercerahkan dengan sebuah data tentang tingkat prevalensi uderweight masyarakat Indonesia yang cenderung naik. Kenaikan bisa dilihat dari tahun 2007 berada pada angka   18.4%, kemudian pada 2013 meningkat menjadi 19.6%.
Nutricia yang berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan masyarakat lebih baik, meluncurkan kampanye edukatif “Waspada Berat Badan Kurang”.
Nutricia mengajak para bunda, agar lebih memahami masalah kurang berat badan si kecil dan dampaknya bagi masa depan. Bunda (dan ayah tentunya) harus terus memantau pertumbuhan si kecil secara teratur, jangan lupa konsultasi kepada tenaga kesehatan.
Para Bunda perlu waspada terhadap masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada si kecil. Berat badan kurang merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu terhadap berat badan dan usia, sehingga si kecil dapat terindikasi berat badan kurang jika berat badannya di bawah rata rata anak seusianya dengan mengacu pada kurva pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Si Kecil mengalami berat badan kurang berisiko mengalami masalah tumbuh kembang baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolik yang berdampak bagi masa depannya” Jelas dr Yoga Devanera Sp.A(K) hadir sebagai Narasumber pada acara Nutrisi untuk bangsa.
Hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang, yaitu pada berat badan, panjang badan dan lingkar kepala. Sementara untuk ketrampilan yang perlu dicermati, meliputi motorik kasar dan halus, bicara bahasa dan sosial kemandirian.
Penyebab pertumbuhan tidak baik, bisa saja terjadi karena pengukuran yang salah. Kesalahan plot pada grafik, Asupan nutrisi tidak akurat, masalah medis dan faktor genetik.
Asupan apa yang harus diberikan?
  • Mengandung  karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi
  • Mengandung protein hewani
  • Megandung mineral dan vitamin terutama zat besi, seng dan vitamin A
  • Mengandung kalori tinggi sesuai kebutuhannya

Sementara Hal yang perlu diperhatikan
  • Pengenalan makanan (membutuhkan 10 -15 kali mencoba)
  • Buat jadwal teratur
  • Jangan memaksa anak makan
  • Perhatikan tanda lapar dan kenyang
  • Kebersihan mengolah, menyiapkan dan memberikan MPASI sangat penting.

Penting melakukan pemantauan sejak usia dini, untuk memastikan si kecil tumbuh optimal sesuai tahapan tumbuh kembang. Mengingat gangguan tumbuh kembang muncul, biasanya disebabakan karena berat badan kurang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup si kecil dan pada akhirnya mengancam masa depannya.
dr. Yoga menyarankan para bunda aktif, berkunjung ke  Posyandu, Puskesmas, klinik khusus ibu dan anak atau pusat layanan kesehatan, dapat memanfaatkan layanan pengukuran berat maupun tinggi badan si kecil.
Sessi Talkshow Nutrisi untuk Bangsa -gambar dari FB Tina Sindi
Kondisi inilah yang mendorong Nutricia Sarihusada giat melakukan kampanye “Waspada Berat Badan Kurang” kepada para bunda. Kampanye ini bertujuan untuk mendukung para Bunda agar dapat mengenal masalah berat badan kurang dan melakukan langkah tepat dengan memantau berat badan di Kecil secara teratur dan aktif berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. Beragam informasi bermanfaat untuk menjaga pertumbuhansi Kecil agar optimal dapat diakses oleh para Bunda melalaui Kampanya Berat Badan Kurang pada media social sarihusada – Nutrisi untuk Bangsa-“ papar Anggi Morika selaku Growth Care Manager Sarihusada.
Kampanye “Waspada Berat Badan Kurang”, dibarengi dengan peluncuran www.cekberatanak.id. Website ini berisi simulasi, bunda bisa memasukkan data angka yang dimiliki buah hati. Sekaligus bisa menentukan tindakan berikutnya, sehingga tumbuh kembang balita terjaga.
 “Melalaui wesite ini kami berharap bunda mudah melakukan pemantauan terhadap berat si kecil dan selanjutnya dapat berkonsultasi kepada tenaga kesehatan untuk nutrisi tepatnya” jelas Anggi Morika

Kamis, 23 Juni 2016

Menjadi Suami & Ayah adalah Amanah Luar Biasa

Masih ingat kasus cuitan Mario Teguh?
Kala itu beliau meng-twit secara bersambung (istilahnya kultwit), ada kalimat "Perempuan tidak baik untuk laki-laki tidak baik dan laki-laki baik untuk wanita baik pula". Akibat postingan tersebut, motivator ternama ini mendapat respon "panas" dari (tidak semua) netizen. Sempat diwawancara TV swasta, bertemu dengan seorang aktivis perempuan.
Prosesi Sakral Saat Ijab Kabul (dokumentasi pribadi)
Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, saya (termasuk pro) mencoba berpikir positif dan mengambil hikmah. Betapa adil hukum semesta ini berlaku, apa yang dikerjakan manusia hasilnya kembali pada diri. (bukan tausiyah ya ini hehe)
-0o0-
Saya melihat almarhum ayah bukan perokok, kerap membaca koran saat akhir pekan. Nyaris bisa dihitung dengan jari, menampilkan wajah masam kepada ibu. Lima waktu tegak mendirikan sholat, saat maghrib ayah bertindak sebagai imam.
Apa yang saya lihat saat kecil, tertanam di alam bawah sadar kemudian mempengaruhi otak untuk mengambil kesimpulan.
Entahlah, pikiran ini terbentuk dengan situasi yang ada di rumah. Ketika berseragam abu-abu putih, saya tak tertarik nongkrong bersama geng kelas di pojok terminal. Melihat teman sebangku sedang merokok, saya memilih menghindar ke tempat lain. Saya  kerap berkumpul untuk latihan teater, atau aktif di kepengurusan dan kegiatan OSIS.
- kalau saya renungkan lebih dalam, setiap diri akan mencari lingkungan yang serupa dengan pikirannya. Prosesor otak akan menolak baik cepat atau lambat, ketika tak sesuai dengan dominasi yang ada dipikirannya -

Sejak akhir usia belasan, langkah kaki ini menjauh meninggalkan kampung halaman. Seperti anak sebaya lainnya, saya merantau ke kota besar menempuh jalan hidup sendiri. Pondasi sikap dan pemikiran yang tertanam dirumah, berperan membentuk karakter di perantauan.
Nyaris semua kegiatan yang saya pilih, tak jauh dengan yang pernah dilakukan semasa SMA. Lebih sering nongol di acara Dewan Kesenian, ikut-ikutan nyempil dalam acara-acara diskusi. Akhirnya wajah kaum cendekia yang kerap nongol di televisi, bisa disaksikan sekaligus berdiskusi secara langsung.
Pun dalam hal memilih pasangan hidup, lazimnya akan ketemu dengan yang nyambung pikirannya. Pernah saya simak petuah ustad ternama, waktu itu masih bujangan alias belum menikah
"kalau mencari emas carilah ditempatnya, artinya kalau mau mencari pasangan baik biasanya ada di tempat yang baik pula"
Merujuk  Quran surah An Nur ; 26 (saya cuplik kaitan dengan artikel ini)
"wanita- wanita yang iidak baik untuk  laki-laki tidak baik, (dan sebaliknya) . Wanita yang baik untuk lelaki baik (dan sebaliknya)" -rupanya ini yang jadi kultwit Mario Teguh-
Saya memasang logika sangat sederhana, untuk menyimpulkan ayat Al Quran ini. Kalau kita berupaya sebagai pribadi baik, otomatis lingkungan dan teman pergaulan yang dipilih sebagian besar pasti yang baik.
Pun kalau kita menyediakan diri menjadi pribadi kurang banyak memperbaiki diri, biasanya pergaulan yang dipilih tak jauh beda.
Peran Sebagai Suami dan ayah
Pernikahan adalah sunnah nabi, sebagai muslim sungguh saya meyakini perintah ini. Ketika mengikuti sunnah sang junjungan, niscaya kemanfaatanlah yang akan didapati. Menikah sebagai cara menyempurnakan ibadah, saya dapati jawaban setelah menjalani. Tak dipungkiri manusia memiliki kebutuhan biologis, pernikahan adalah jalan untuk menghalalkan.
Suami perhatian saat isti sedang hamil (dokpri)
Sebagai suami, tugas membimbing istri adalah sebuah amanah yang tidak ringan. Memang bukan perkara enteng, kalau dibarengi belajar pasti menemukan pencerahan. Istri bukan bawahan suami, posisinya sejajar menjadi partner membangun rumah tangga.
Saya tak segan terlibat dalam pekerjaan di rumah, membantu mencuci baju, piring dan gelas. Pada sisi lain tetap sigap, naik ke atap ketika ada genting bocor. Kalau istri sedang repot,  saya mengambil alih tugas menyuapi atau memandikan anak.
Atas alasan ketidaktahuan, sebagai dasar saya tak henti belajar. Hingga suatu saat menemukan sebuah hadist, begitu menghunjam dan pantas dijadikan pegangan.
" Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada istrinya (HR. At- Tirmidzi)"
Sebagai manusia biasa, saya tidak bisa menjamin bahwa saya sudah menjadi baik. Namun dengan berusaha bersikap terbaik, sebagai bukti mempersembahkan sampai batas yang bisa dilakukan. Rangkaian perlakuan suami pada istri, ternyata ujungnya akan bersambung pada cara ayah berlaku pada anak.
Saat kuliah pernah saya masyuk dalam acara Emha Ainun Nadjib
"sifat anak-anak kalian kelak, sebenarnya bisa anda design dari sekarang(saat itu saya umur 21-an)" tegas sang budayawan "kalau dari sekarang pergaulan yang kalian pilih adalah baik, niscaya bertemu  calon istri yang baik. Kelak yang kalian terapkan, saat berkeluarga dan punya keturunan kelak kebiasaan baik pula".
Saya manggut-manggut menyerap kalimat Cak Nun dalam-dalam.
Suami atau istri baik memang tidak datang sendiri, tetapi kalau mau belajar tentu ada strategi. Kalau mau mendekatkan pada potensi kebaikan, bukan hal mustahil kebaikan akan menghampiri.
-o0o-

Kini setelah menikah saya bersyukur, istri tak beda jauh pemikirannya dengan saya. Saling mengingatkan satu sama lain, cukup sama melihat permasalahan dan mengambil keputusan.
Anak adalah buah cinta, kehadirannya adalah karunia tak terkira.
Selama masih dalam masa pengasuhan, pengaruh ayah dan bunda pada anak begitu kuatnya. Saya membuka diri untuk terus belajar, karena semua yang dihadapi sejatinya ada ilmunya.
Buah Hati sebagai penyempurna bahagia (dokpri)
Sejauh yang saya baca dan ketahui, faktor kedekatan orang tua dengan anak sangat penting. Hanya dengan kedekatan melahirkan kenyamanan, anak tak segan mengungkapkan perasaannya. Saya ayah yang ingin bisa berbagi cerita, sekaligus memberi saran dan masukan. Kalau ada kesempatan kapan saja, sering saya pancing anak dengan obrolan. Baik tentang teman di sekolah, tentang guru, atau topik lain yang sedang hangat.
Kemudian berusaha menjelaskan selogis mungkin, sembari menyelipkan pesan yang diyakini akan membekas di benak. Waktu itu sulung bercerita kekesalan, pada seorang teman di kelas. Karena ulah satu teman, jagoan kecil saya kena marah gurunya.
"Kakak, tidak semua yang tidak baik musti dibalas dengan tidak baik. Dulu Rasulullah dihina dan dilempari kotoran oleh kaum kafir, malah beliau balas dengan doa" pesan saya kala itu.
Saya selalu semangat, mencari rujukan atau buku tentang kisah manusia pilihan. Karena rasa yakin, apa yang dialami manusia masa kini tak lebih pengulangan kisah lampau. Nah para nabi, selalu memberi contoh atas sikap yang benar dalam mengarungi masalahnya.
Seperti ujian kesabaran dengan sakit yang menahun, terdapat pada kisah nabi Ayyub. Manusia kaya raya namun tetap rendah hati, tersemat dalam kehidupan Raja sekaligus Nabi Sulaiman. Kisah masa lalu terulang masa kini yaitu LGBT, pernah terjadi pasa masa nabi Luth. Hingga Nabi pamungkas sarat hikmah, manusia sempurna Rasulullah SAW.
Termasuk satu nama bukan seorang nabi, namun termaktub dalam surat di Quran yaitu Lukman Hakim. Beliau banyak berpesan pada anaknya, satu yang sangat mendalam hingga kini.
"wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah ditipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya). Lebih celaka daripada tiga perkara itu ialah orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya".
Penanaman karakter pada anak, idealnya beriring kesadaran ayah menimba pengetahuan pengasuhan. Anak-anak yang tumbuh dengan melihat keteladanan yang baik, kelak akan menjadikan dirinya baik pula. Anak-anak ibarat kertas putih, terserah orang tua menulis apa diatasnya.  
Tugas saya sebagai suami dan ayah masihlah panjang, peran ini harus didukung istri dan anak-anak. Tanpa kehadiran dan masukan dari mereka, tak bisa saya menjalankan sekaligus koreksi terhadap fungsi peran tersebut.
Menjadi ayah dan suami, ibarat menjadi khalifah di muka bumi. Bahagialah para suami, bahagialah para ayah. Kalian dipercaya pemilik kehidupan, mengemban amanah yang luar biasa. (salam)

Daftar Blog Saya