28 Apr 2016

Menuju NET. 3.0, Indonesian Choice Award

Beberapa nominator Indonesian Choice Award ikut hadir dalam acara conference press diantaranya Mike Mohede, Mongol mewakili film Comics 8, Yura Yunita, Monita, Michelle Ziudith mewakili film London Love Story dan grup band Scaller. (dok foto. NET.)

Tanpa terasa NET. Televisi Masa Kini, akan menapaki perjalanan usia 3 tahun. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini juga akan menghadirkan  artis manca negara. Acara yang akan digelar pada 29 Mei 2016, akan ditayangkan secara langsung baik melalui kanal televisi maupun youtube selama tiga jam dari Sentul International Convention Center.

25 Apr 2016

Anak Muda Keren itu Adalah Team Nusantara Sehat


Perjalanan menuju Pulau Penawar Rindu - Belakang Padang- Batam, menjadi agenda team Kemenkes, Journalist dan Blogger pada 22 April '16. Menuju lokasi memang tak terlalu lama, hanya butuh waktu tempuh sekitar 15 menit membelah laut. Namun bagi yang tak terbiasa seperti saya, cukup pusing "digoyang" gelombang air laut pelan sebelum pompong berjalan dan melaju kencang. Untung tak sampai lima menit mesin pompong ditarik petugas, membawa kami menjauh dari dermaga keberangkatan. 
Menyebarang dari dermaga pinggiran Batam, menuju Pulau Penawar Rindu Kec. Belakang Padang (dokpri)
gerakan kamera selalu kami imbangi dengan berpose, edisinya blogger radar kamera (hehehe)- dok. gorup WA
Pulau  Penawar Rindu berada di kecamatan Belakang Padang, Belakang Padang juga menjadi kecamatan untuk pulau-pulau kecil sekitar Batam.  Mencakup sekitar 108 pulau, terdiri dari 43 pulau berpenghuni dan sisanya tidak berpenghuni. Kecamatan ini berbatasan dengan Singapura, artinya daerah ini adalah perbatasan negara.
Pantas saja saat sholat jumat hendak dilaksanakan, Takmir masjid naik ke atas mimbar membaca pengumuman. Pendapatan kotak amal jumat terdiri dari 3 mata uang, yaitu dalam bentuk Rupiah, Dollar Singapore dan Ringgit Malaysia. Penduduk di daerah ini sebagian besar pendatang, dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Saya sempat mencuri dengar obrolan warga sekitar, logat dan kosa kata melayu masih begitu kental.
Jembatan apung menuju Pulau Penawar Rindu Belakang padang Batam (dokumentasi pribadi)
Air bersih termasuk masalah yang krusial, apalagi saat musim kering tiba. Kembali ke pengumuman takmir masjid, terbacakan ada anggaran untuk membeli 9 ton air untuk bersuci sebelum sholat lima waktu. Air begitu dihemat, sampai-sampai aliran kran distel kecil agar air tak banyak terbuang. Secara psikologis saya tak berlama-lama wudhu, kawatir air mendadak habis sebelum sampai membasuh dua kaki. Namun lagi-lagi masalah sikap dan kebiasaan tetap utama, ada saja orang yang sengaja (entah lupa) tak menutup kran usai wudhu (hadeuh).
00o00
Kedatangan rombongan Kemenkes, Jurnalist dan Bloggers disambut hangat oleh Team Nusantara Sehat (NS). Berada di sebuah aula persis sebelah Puskesmas, acara penyambutan diselenggarakan sederhana namun tetap meriah.
Wajah-wajah penuh semangat terpancar dari lima anak mudah Team NS. Dua lelaki bernama Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi), Pijar Leindar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan), kemudian ada Paras Mita Sari (Farmasi), Sri Purnamawati (Bidan) dan Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat).  Inilah anak muda yang saya interpretasikan dalam artikel "Merantau dalam Pengabdian itu Keren", kini kesampaian juga saya berjumpa (istilah kekiniannya Kopdar). Takjub saya benar-benar tak berkesudahan, melihat senyum dan aura antusias team NS.
Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat) ; Paras Mita Sari (Farmasi) ; Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi); Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, ( Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs) , Pijar Leindar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan), , Sri Purnamawati (Bidan)  - dokumentasi pribadi
Nusantara Sehat adalah program Kemenkes, mengajak generasi muda berperan serta dalam pembangunan penguatan kesehatan di daerah terpencil. Program lintas Kemenkes tidak focus pada kegiatan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat. Pengamanan dilakukan secara berkala, dari daerah yang paling membutuhkan sesuai Nawa Cita yaitu membangun dari pinggiran. Sementara penempatan NS, diprioritaskan untuk daerah Perbatasan, Pinggiran dan Kepulauan.  
Jumlah team NS adalah antara 5 (lima) sampai 9 (sembilan) orang, terdiri dari tenaga kesehatan yaitu dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medis, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian.  Sedang di Pulau Belakang Padang team NS terdiri lima orang, namun semangatnya sangat tergambar dari wajahnya. Sekali lagi sungguh saya melihat senyum tulus dan pengabdian, lahir dari sanubari terdalam.
Satu lagu membuat hati saya benar-benar luruh, ketika alunan vokal penyanyi Rita Effendi memperdengarkan lagu "Tanah Airku".  Mereka anak-anak muda team NS, telah menjalankan isi syair dari lagu tersebut.
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari dari kalbu
Tanah ku yang kucuntai, engkau kuhargai.
(saya termasuk baper-an, dada ini benar terasa bergemuruh. Saya janji , diujung artikel ada tautkan videonya)
Ibu Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, selaku Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs mengungkapkan "Terhadap masyarakat di daerah Perbatasan, Pinggiran dan Kepulauan, ada kewajiban Negara hadir. NS adalah representasi dari Negara, jadi kami titip kepada bapak dan ibu di Belakang Padang, mohon NS diingatkan kalau ada yang kurang berkenan. Selain itu pembangunan kesehatan tidak dalam arti sehat fisik, tetapi lebih pada membentuk pola pikir  dan kebiasaan hidup sehat". (kok saya jadi ingat tentang kran air bersih yang (sengaja) tidak ditutup) 
Drg. Oscar Primadi, selaku drg. Oscar Primadi MPH, ( Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI ) menerima cinderamata dari Kepala Puskesmas Belakang Padang Batam (dokumentasi pribadi)
Pada kesempatan lain saya sempat berbincang dengan Jemris, anak muda asli Nusa Tenggara Timur berkisah strateginya menghadapi pola pikir masyarakat terutama ibu-ibu. Memang tak mudah merubah mindset seorang ibu, yang cenderung memberi asupan makanan yang disukai anaknya (meski makanan tidak sehat). Jemris akhirnya memutar akal, dengan cara mendatangi anak-anak. Pada sang anak dikemukakan, tentang makanan yang dimakan tidak ada gizinya sehingga perlu diganti susu.
Upaya Jemris tak sia-sia, akhirnya anak-anak memilih susu daripada mengonsumsi makanan ringan yang mengandung msg. Alhasil ibunya menuruti kemauan sang anak, mau tak mau makanan ringan mengandung msg tak lagi dikonsumsi.
Drg. Oscar Primadi, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI juga hadir. Menegaskan bahwa NS berbasis team, sebagai modal penguatan pembangunan kesehatan. Namun tak bisa penguatan pembangunan kesehatan berdiri sendiri, sehingga perlu didukung oleh seluruh unsur masyarakat. Kehadiran Jurnalist dan Bloggers menyambangi NS sangat penting, untuk penyebaran informasi kesehatan dan yang telah dilakukan NS.
Team Nusantara Sehat !
Inilah anak-anak muda yang keren, jujur saya musti sampaikan ini berulang-ulang. Pengabdian mereka pada negara saat ini tengah dibuktikan, semoga kekuatan mental dan kesehatan selalu menyertai mereka (amin). Pijar Leindar Ramadhana mewakili empat orang temannya, menyampaikan pemaparan yang terjadi di lapangan.
Berdasarkan analisa masalah, Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih sangat memprihatinkan. Sebagian besar masyarakat membangun rumah diatas laut, sehingga mereka tidak memiliki septic  tank. Akibatnya saat buang air besar, langsung jatuh ke dalam laut (jangan dibayangkan ya).
Minimnya air bersih, sebagian besar memanfaatkan air tadah hujan. Menampung air hujan di ember atau tong dalam keadaan terbuka, akibatnya jentik nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak. Kebiasaan tidak sehat Inilah, menjadi muasal dari penyebaran penyakit demam berdarah. Selain itu masalah sampah dan gizi, menjadi perhatian khusus team NS.
Suasana di sekitar pasar, Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)

Pangkalan Ojek tak jauh dari pasar dan masjid, Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)
Saya melihat dan membuktikan sendiri, kebiasaan membuang sampah di pinggiran laut masih terjadi. Saat kami melewati jembatan setelah beranjak dari pompong, tampak jelas sampah berada di dasar pinggiran laut. Mulai dari sampah plastik, bangkai pesawat telepon, kaleng, dan aneka barang tidak dipakai, berserakan di dasar laut bagian pinggir.
Upaya untuk merubah kebiasaan masyarakat, agar beralih pada PHBS ;
  • Penyuluhan PHBS di Sekolah Dasar. (ini juga yang dilakukan Jemris)
  • Merencanakan pembentukan keluarga siaga, sebagai langkah mewujudkan kecamatan Belakang padang yang sehat.
  • Berupaya mewujudkan  Jamban Pesisir di Belakang Padang.
Masalah Gizi
  • Membagikan PMT ke rumah rumah yang memiliki anak gizi kurang.
  • Melakukan penyuluhan pada sekolah di Belakang padang, tentang kebutuhan gizi remaja dan cegah anemia dengan tablet Fe.
Blogger berada di depan Puskesmas Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)

Mobil puskesmas keliling yang siap beroperasi (dokpri)
Narkoba dan Pergaulan Bebas
  • Penyuluhan pada sekolah tentang dampak Narkoba dan pergaulan bebas
  • Melakukan pendekatan pada siswa.
Tentang point narkoba dan pergaulan bebas saya teringat, bahwa HIV Aids di Batam ditemukan di Belakang padang pada 1992.  Melihat grafik jumlah yang terjangkit HIV Aids, trendnya mengalami kenaikan. Ada apa ini, semoga upaya NS bisa menekan atau menurunkan grafik ODHA.
Waktu menunjukkan pukul 11.30 waktu setempat, terdengar pengajian tanda sholat jumat segera dilaksanakan. Kami kaum lelaki wajib menjalankan sholat jumat, sebagai bukti mengikuti perintah sang Khalik.
Usai sholat jumat kami langsung menuju pompong, melanjutkan agenda hari kedua di kota Batam. Sempat juga diwarnai insiden lagi, sepatu teman jurnalist lenyap akhirnya empunya berganti sandal jepit. Satu lagi tripod milik rekan blogger ketinggalan, baru ingat setelah bus menjauh dari dermaga tempat keberangkatan tadi pagi. (salam)
O'ya ini video yang saya janjikan, yuk disimak dan diresapi.

Sahabat JKN Sambangi Tim Nusantara Sehat


Bermula dari sebuah status eyang Anjari di Facebook, hendak mengajak Blogger ke Batam mengunjungi Team Nusantara Sehat (NS). Dalam hitungan menit, comment balasan pada status tersebut melesat cepat. Tak ada satupun pernyataan menolak, terhadap rencana Kemenkes melibatkan Blogger ke Batam. Semua menulis kalimat penuh suka cita, sekaligus menyatakan kesediaan jika diajak. 
Kemenkes with Blogger Goes to Batam, di areal pelataran Engku Putri (dokumentasi group WA)
Status FB bersambung pada status berikutnya, merespon antusias blogger yang cukup menggembirakan. Maka dibuat mekanisme yang fair, untuk menentukan nama-nama yang berhak ikut. Adalah membuat  sebuah postingan artikel di blog masing-masing, dengan tema yang ditentukan yaitu "Jika menjadi team Nusantara Sehat".  Eyang Anjari  memaparkan syarat dan ketentuan, lengkap dengan deadline dan berapa jumlah blogger yang dilibatkan.
Sehari setelah deadline terlampaui tercatat 48 tulisan masuk,  kemudian dipilah dan dipilih ada 20 masuk "kantong" penilaian juri. Kami yang terpilih baru mengetahui kemudian, bagaimana menentukan nasib 20 tulisan tersebut. Ternyata team kemenkes memantau, berdasar keaktifan 20 pemilik artikel di ranah medsos.  Sampai akhirnya tanggal 11 April diumumkan, 10 nama blogger yang akan berangkat ke Batam.
Alhamdulillah nama saya masuk dalam daftar, bersama 9 nama blogger lain yang sebagian besar sudah tidak asing. Elisa Koraag, Nunik Utami, Ririn, Ratna Dewi, Shinta Ries, Astari R, Bowo Susilo, Rahab, Setya Adifirmansyah.  Enam nama sudah saya kenal, menyusul tiga nama akhirnya bisa menambah teman. Artikel Merantau dalam Pengabdian itu keren saya tulis menjelang subuh, di terminal keberangkatan bandara 1 sebelum terbang ke Pangkalpinang kala itu. Tak dinyana menjadi tiket keberuntungan, mengantar bergabung dengan team Kemenkes, Wartawan dan Bloger tentunya.
Group WA dibuat Mbak Septi dari team humas kemenkes, untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi. Persis sehari sebelum keberangkatan tanggal 21 april, blogger berkumpul di kantor kemenkes daerah Kuningan Jakarta Selatan. Pembagian kaos dan jaket bertulis team Nusantara Sehat, sekaligus briefing untuk keberangkatan esok hari.
Bertepatan dengan hari Kartini, kami berkumpul jam 07.30 di public area terminal 2F Soetta. Jumlah total rombongan yang berangkat, ada lebih dari 60 orang termasuk wartawan. Bukan jumlah yang sedikit memang, bagi kami justru bisa menambah pertemanan.
Insiden kecil sempat terjadi, satu teman blogger tertinggal karena tak mengejar jadwal pesawat. Namun akhirnya kami bisa berkumpul, karena beliau berinisiatif menyusul dengan pesawat lain menuju Batam.
00o00
Foto Sessi bersama pejabat KKP, tampak di tengah Bpk. Abdul Salam, selaku Kabid Pengendalian Karantina Surveilance Epidimologi Kelas 1 - berseragam (dokumentasi pribadi)

Pesawat  Garuda mengantar kami menjejak di Batam, sekitar pukul setengah duabelas waktu setempat. Kami disambut team Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Hang Nadhim, kemudian diarahkan ke KKP di arrival area.
Bapak Abdul Salam, selaku Kabid Pengendalian Karantina Surveilance Epidimologi Kelas 1 dan Bapak Romer Siamnungkalit selaku kasi Karantina KKP, hadir menyambut kedatangan team Kemenkes, jurnalist dan Blogger.
Secara singkat menjelaskan, cegah tangkal virus penyakit dilakukan di tiga titik yaitu Bandara, Pelabuhan dan Pos Lintas Darat. Sementara khusus Batam memiliki dua titik, yaitu Bandara dan Pelabuhan. Konsep yang dilakukan adalah pencegahan, tindakan karantina dilakukan kalau ada yang terjangkit penyakit.  
KKP sendiri akan memperlakukan secara khusus, apabila ada orang dari negara tertentu yang diindikasi membawa virus penyakit. Seperti saat marak kasus flu burung atau meningitis, maka penumpang dari negara yang tersangkut virus tersebut dipantau dengan ketat. Karena KKP sendiri memiliki keterbatasan, dari sisi tempat, waktu dan tenaga.  Seandainya harus ada tindakan lanjutan, maka akan dirujuk dengan rumah sakit yang sudah bekerjasama.
Kondisi fisik dan penyakit, menjadi pertimbangan layak tidaknya calon penumpang maskapai bisa diterbangkan, KKP  berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, apabila terpaksa ada penumpang yang  telat boarding bahkan batal terbang maka tiket akan diganti. Hal ini demi manjaga kenyamanan, tidak ada pihak yang dirugikan atas tindakan pemeriksaan di KKP.
Tak lama kami berada di Kantor Kesehatan Pelabuhan, sebelum berpisah berfoto session.
City Tour.
Perjalanan dengan Bus menapaki kota Batam, akhirnya mengantar kami pada areal Masjid Raya Batam. Berada dalam satu kawasan pelataran Engku Putri, berlatar belakang bukit dengan tulisan Welcome To Batam. Kami team blogger begitu antusias, memanfaatkan moment untuk berpose aneka gaya. Ranah medsos kami ramaikan, tak lupa mention ke @KemenkesRI dengan Hastag #SahabatIndonesiaSehat. Antusias berfoto secara tak langsung menjadi pembeda, antara Jurnalist dan blogger (heheee). Tak mengherankan kalau FB atau twitter Blogger lebih ramai, sehingga kami dijuluki penggiat medos. (julukan yang tepat pastinya hahaa)
Sebelum pesawat lepas landas, sempat juga selfie dan share ke FB (dokumentasi pribadi)

Wefie menjadi kericuhan, keceriaan dan wujud kebersamaan blooger (lokasi di RM Rejeki Batam- dok.Astari di group WA)

Tongsis alat yang menyelamatkan kami, sambil memastikan setipa wajah muncul di frame (lokasi di RM pinggir laut *lupanamanya*- dok. Bunda Icha di group WA)

Selalu menyempatkan berfoto ria, usai dinner, ramah tamah dan talkshow di hotel Harmoni (dok.dari Bunda Icha di group WA)

Perjalanan selanjutnya menuju ke Rumah Makan Rejeki, terletak di pinggir laut tepatnya di kecamatan Batu Besar, kota Batam. Menu yang disajikan tentunya aneka seafood, mulai dari ikan kakap, gurame, cumi goreng crispy, kepiting, udang dan kangkung. Ada satu makanan khas yang belum pernah saya jumpa, akhirnya tahu dengan makanan gongong (keong laut). Menu yang tak jauh beda, nanti kami jumpai lagi ketika makan di restaurant seafood yang lain. Jam 14.00 kami menuju hotel Harmoni, tempat kami menginap selama berada di kota Batam.
Sessi makan malam dan ramah tamah, menjadi agenda setelah beristirahat. Hadir pada kesempatan istimewa drg. Oscar Primadi MPH, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI. Memperkenalkan team dari Kemenkes yang hadir, kemudian satu persatau nama wartawan tak ketinggalan nama blogger yang turut dalam rombongan. Secara khusus Pak Oscar menyampaikan, bahwa rakyat menunggu informasi yang jelas. Sehingga penting mengelola informasi dengan baik, tentunya didasarkan pada data yang benar.
Foto Session (Ka-Ki) Dyah Saminarsih, M.Sc - Staf Khusus Mentri Kesehatan Bid Peningkatan Kemitraan dan SDGs ; Drg. H. Candar Rizal, selaku Kadinkes Kota Batam ; drg. Oscar Primadi MPH, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemkes RI ; Robertus Theodore dari Kantor staf Presiden (dokumentasi pribadi)
Hal senada di sampaikan Pak Robertus Theodore, beliau dari kantor staf Presiden sekaligus selaku Technical One Data Indonesia. Saat ini pemerintah memperkenalkan portal data, yaitu data.go.id. portal data ini bukan hanya untuk jurnalist, namun untuk publik secara luas bertujuan memudahkan publik mendapatkan kebutuhan data dan informasi.
Prinsip satu data adalah, perbaikan tata kelola data internal pemerintah inter operabilitas, transparant dan akuntabilitas. Sarana data melalui data.go.id, bisa dianalogikan seperti one stop shopping atau mall data publik. Banyak insight menarik, jika jurnalist atau blogger menggunakan data untuk memperkuat tulisan. Dengan data yang valid, diharapkan akan hadir karya jurnalist yang berkualitas. Sementara untuk konfirmasi, setiap data yang ada di data.go.id ada PIC yang bisa dihubungi atau bisa ke pengelola data.go,id.
Drg. H. Candar Rizal, selaku Kadinkes Kota Batam turut hadir dalam acara talkshow. Memaparkan bahwa Batam merupakan kota terbesar di Kepri dan kota terbesar ketiga di Sumatera,  dengan jumlah penduduk 1.153.860 jiwa (dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per April 2012).  Memiliki luas daratan seluas 715 meter persegi, sedang luas keseluruhan mencapai 1.575 meter persegi. Kota Batam beriklim tropis suhu rata-rata 26 - 34 derajat celcius, memiliki dataran yang berbukit dan berlembah. Kota ini memiliki jarak sangat dekat, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Namun di sisi lain ada yang memprihatinkan, meningkatnya jumlah ODHA (Orang dengan HIV AIDS) setiap tahun. Terjangkitnya virus Hiv Aids kali pertama ditemukan pada tahun 1992, tepatnya di Pulau Belakang Padang (yang akan dikunjungi besok). Upaya untuk penanggulan penyebaran virus Hiv Aids terus digencarkan, dengan menggandeng instansi terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat  dan  segenap elemen masyarakat.
Satu kalimat yang cukup menghunjam saya, bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya sehat fisik saja tapi merubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar hidup sehat. O'ya perjalanan ke Pulau Belakang Padang untuk bersua dengan Team NS, akan saya ceritakan di tulisan berikutnya. (ikuti terus dan salam)

20 Apr 2016

Geliat Produk UKM di SmescoDigipreneurDay


Euforia Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masih kental terasa, sejak ditetapkan MEA bersamaan datangnya tahun 2016. Era perdagangan terbuka di negara Asean, membawa tantangan sekaligus angin segar bagi UKM Indonesia. Tak dipungkiri, UMKM adalah sektor yang mampu menjadi penopang perekonomian saat krisis pernah berlangsung di negeri tercinta. Maka dengan datangnya era MEA, sudah smestinya UKM menjadi andalan agar semakin diperhitungkan dalam persaingan global.
Product UKM yang ada di Smesco "Galeri Indonesia WOW" (dokumentasi pribadi)

Bag anda pecinta wayang golek, ada lho wayang golek di Galeri Indonesia WOW di gedung Smesco (dokumentasi pribadi)
Acara  Smesco DigiPreneurDay di gedung Smesco, sebagai satu upaya nyata mengedepakan product UKM di tengah persaingan.
Memasuki Gedung Semsco lantai 2 di Jakarta Selatan, saya disuguhi beraneka rupa produk UKM. Hiasan Kaligrafi terbuat dari kayu jati, produk seni ini sangat keren dan begitu detil dalam membuatnya. Apalagi menulis huruf arab, musti tepat meletakkan harakatnya (salut). Saya membayangkan betapa penuh teliti dan konsentrasi tinggi, memahat huruf demi huruf arab sehingga tampil begitu sempurna.
Selain itu  masih banyak aneka kerajinan, taplak manik-manik dari Kalimantan Timu. Satu demi satu manik-manik diuntai dengan benang, warna-warninya disusun agar membentuk sebuah gambar. Tas anyaman dari Kalimantan Barat, topi khas Papua dengan burung cendrawasih yang diawetkan, kalung dengan bandolan unik berupa jari burung.
Masih ada pajangan dari Palembang, adalah toples gelas terbuat dari kayu mahoni. Hiasan rumah kaki seribu khas Papua, bersanding dengan replika rumah gadang dari Sumatera Barat. Pada beberapa gerai tampak, sambal, kopi luwak (kaleng dan scahet), wedang uwuh, abon Cabe. Masih ada gerai yang menyulap kain perca, menjadi aneka hiasan menarik dan bernilai jual tinggi. Masih di lantai yang sama, gerai alat musik gitar yang diproduksi UMKM juga.
Tapi saya membatin, kalau penjualan hanya mengandalkan pengunjung ke Smesco sepertinya kurang. Apalagi galeri Indonesia WOW di Smesco bukanlah Mall, pengunjungnya pasti beda karakteristik dengan pusat perbelanjaan.

Sambal HJ. Lina. juga dihadirkan di Smesco (dokumentasi pribadi)

Aneka hiasan yang terbuat dari kayu, menambah cantik etalasi rumah anda (dokumentasi pribadi)
Pertanyaan saya terjawab, di lantai yang sama terdapat internet corner. Terpampang jelas di dinding tulisan e-commerce, berdamping dengan situs jual beli online blibli(dot)com . Memang Internet menjadi satu solusi, agar penjualan produk UKM yang dipajang bisa menembus dinding Smesco.
Apalagi Smartphone bukan barang istimewa lagi, sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Bahkan menurut satu riset, jumlah smarpthone melebihi jumlah penduduk Indonesia. Penggunaan telepon pintar di negara tercinta, didominasi usia produktif untuk ativitas media sosial, browsing, belanja online, hiburan dan travel.
Fenomena ini menjadi peluang, bagaimana promosi UKM bisa menyebar dan viral melalui aktivitas online. Media sosial seperti Facebook, twitter, Instagram, Pinterest, Youtube, blogging, google plus adalah ranah medsos yang memiliki dampak luar biasa.
00o00
O'ya kawan's. Kehadiran saya di Smesco, untuk menghadiri acara "Smesco DigiPreneurDay" mengetengahkan tema "Content of the Power.
Narasumber Fery Adrianto sedang presentasi, dalam SmescoDigiPreneurDay (dokumentasi pribadi)
Apa itu SmescoDigiPreneurDay?
Merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi dan promosi produk UKM, sekaligus menjadi wadah kalangan preneur di industri digital  agar memiliki kepedulian terhadap produk UKM.
Sesi pertama bersama Fery Ardianto, beliau adalah fotografer profesional dan dosen. Pada kesempatan istimewa ini, pemateri mengulas tentang kekuatan fotografi.  Bahwa gambar yang bagus adalah gambar yang "menggugah" penikmatnya, meninggalkan kesan mendalam. Fotografi adalah bahasa gambar, untuk menyampaikan dan menceritakan apa yang kita lihat. 
Agar gambar yang dihasilkan bisa bertutur, maka perlu dipersiapkan KONSEP sebelum memotret.
Apa saja konsepnya?
- ketahui sebanyak mungkin tentang daerah tujuan
- Lakukan survey kecil tentang hal yang akan menarik untuk direkam
- Persiapkan diri untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat
- Berimajinasi sepanjang waktu.
Satu gambar esai dari Fery Ardianto ditampilkan, tentang seorang dokter bedah yang menangani operasi bayi.
Luar Biasa !
Gambar demi gambar tersebut begitu"bercerita", hasilnya bisa mendatangkan simpati banyak pihak. Beberapa lembaga internasional tergerak hati, memberi sumbangan untuk operasi bayi yang butuh penanganan cepat dan biaya yang tentu tidak sedikit. (SALUT)
00o00
Sesi kedua menghadirkan Ahmad Zabadi, beliau Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Secara khusus mengungkapkan, "dua hal yang ingin kami kontribusikan yaitu memajukan UKM dan UMKM dengan semangat digitalisasi dan mengoptimalkan digitalpreneur untuk berkolaborasi memajukan UKM di pasar global"
Smesco Rumahku adalah laboratorium produk UKM berkualitas dan etalase pemasaran produk UKM, tertantang untuk menjadi yang terdepan dan kiblat bagi kemajuan UKM di tanah air. Karena itulah, Smesco Indonesia menyelenggarakan kegiatan ini sebagai salah satu promosi produk-produk UKM terpilih dari 34 paviliun Indonesia yang ada di Smesco Indonesia.
Pada kalimat "semangat digitalasi dan mengoptimalkan digitalpreneur", benak saya langsung tertuju pada budaya bangsa Indonesia "gotong royong". Dengan gotong royong, masalah yang dirasa berat akan dapat diatasi bersama. Bahwa pelaku UKM memang sangat perlu, bergandeng tangan sekaligus mengembangkan wawasan agar seiring dengan era digital yang berlangsung saat ini.
Kesan pertama saya masuk di lantai dua Smesco, terjawab sudah dengan pernyataan Pak Ahmad Zabadi. Memang benar yang saya rasakan, ruangan Smesco ibarat etalase produk UKM. Agar bisa bersaing di era MEA, dibutuhkan inovasi dan focus pada kualitas sehingga konsumen enggan berpaling.
Menjadi sessi pamungkas, dua narasumber tampil sekaligus adalah Farham Noor Rahman (Copy writing dan Blogger) bersama Putra Agung (fotografer Instagram - TheFoodExplorer). Dua narasumber berbagi tips dan trik, bagaimana membranding di medos. Apalagi era media sosial sebagai sebuah kenyataan yang terjadi, kita musti memanfaatkan sebaik-baiknya. Pemanfaatan Hastag ternyata berpengaruh, meningkatkan keterbacaan dan kunjungan ke akun pemiliknya.
Medsos sebagai media promosi juga tak dipungkiri, hanya strateginya saja yang perlu penyesuaian. Untuk hard selling biasanya efektif bagi produk baru, sementara soft selling lebih disuka bagi brand yang sudah establish.
Produk ukiran dari pengrajin yang ditampilkan di Smesco (dokumentasi pribadi)

Sepanjang acara saya seperti mendapat "darah segar", terutama tentang bagaimana memposisikan diri menjadi pelaku medsos.
Acara SmescodigireneurDay , diselenggarakan tanggal 19 dan 20 April 2016. Bagi anda yang bisa menyempatkan waktu, bisa datang di hari kedua (20/4'16).  Khusus di hari kedua, mengambil tema “Be Smart, Be Digital”, akan menghadirkan pembicara tak kalah keren.
1.        Jose Ricardo Santos (Co-Founder bDigital : Online Business Builder for UKM
2.       Andi Silalahi (Digital Practitioner) : The Winner of Google Awards Asia Tenggara tahun 2010
3.       Andi Wiryawan, UKM Business Owner (Carystyle.co.id)
Yuk saatnya mengasah kepedulian dengan melibatkan diri, membantu UKM agar bisa bersaing dalam era MEA yang sedang kita hadapi. (salam)

Daftar Blog Saya