Minggu, 30 Agustus 2015

Industri Kreatif di Kompas Karier Fair 2015


Panggung Utama KKF 2015 (dokpri)
Angkatan kerja terus bertambah tiap tahun, sementara dibarengi penyedia pekerjaan yang terbatas. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan, antara jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan. Pada satu sisi perusahaan atau instansi pencari pekerjaan, tentu ingin merekrut tenaga kerja handal.
Kompas karier Fair (KKF) 2015 menjadi penengah keduanya, mempertemukan ribuan pencari kerja dan ratusan pekerjaan. mencari pekerjaan ibarat mencari jarum ditumpukkan jerami, namun upaya KKF 2015 patut diapresiasi.

Tugu Berastagi di Summarecon Serpong #KPK Gerebek 17


Festival Kuliner Serpong 2015 (dokpri)
Sabtu 29/8'15
Siang tu suasana di Summarecon Mall Serpong (SMS) tampak beda, dua petugas penyambut tamu berpenampilan beda. Setiap pengunjung bermobil yang baru datang, dengan sigap segera dibukakan pintu. Dua petugas ini memiliki atribut khas, penutup kepala lancip dan kain ulos tersampir di pundaknya. Sarung dipasang tertutup ujung blasser gelap, menutupi sebagian celana bagian atas.
Saya yang kebetulan megunjungi Sumareccon Mall Serpong, langsung bisa mengenali pakaian khas Sumatera Utara ini. Dari tempat parkir roda dua saya musti menyusuri Mall, untuk sampai di panggung Boardway - Downtown walk. Kami dari Kompasianers Penggila Kuliner (KPK), menunaikan hajat Gerebek KPK di arena Festifal Kuliner Serpong 2015.
Area parkir selatan SMS  terlihat sudah disulap, menjadi lokasi tempat diselenggarakan FKS 2015 (Festival Kuliner Serpong 2015). Hal ini tentu sejalan dengan visi SMS, yaitu ikut serta melestarikan  beragam kebudayaan Indonesia khususnya dalam bidang kuliner. Tema FKS 2015 adalah "Horas...Beta Mangan Hita", sangat teraplikasi mulai dari awal kedatangan saya hingga sampai di lokasi acara.
Setelah melihat dua petugas penerima tamu dengan pakaian khas, tulisan besar HORAS bercat putih berada tak jauh dari bangunan dengan atap rumbai khas berdiri di pintu masuk lokasi FKS 2015. Lagi lagi dua petugas yang ada di dekat pintu masuk FKS, berpenampilan layaknya prajurit dari tanah Batak lengkap dengan senjata seperti tombak.
Pasukan gerebek ke 17 ini sekitar 15 kompasianers, saya termasuk yang datang pada kloter awal. Pak Sutiono dan Syfa yang paling pertama saya jumpai, menyusul Mbak Sonta Friska dan Mbak Marla Lassape. Kami menunggu Kompasianers lainnya di depan panggung broadway, sambil melihat sudut playground tempat anak-anak bermain.
-0-o-0-
 
Suasana FKS 2015 (dokpri)
Admin Komunitas KPK (Mas Rahab) mengabari kedatangan, terbaca di group chatt sudah sampai di lokasi parkir. Sesuai kesepakatan kami segera mencari point meeting, dan menentukan meja untuk menikmati menu FKS 2015. Anggota gerebek tampak mulai bertambah, selain Mbak Wawa (admin K) ada mas Rushan Novali, Mas Daniel, Mbak Popi, Mas johan Wahyu, Mbak Aryani, menyusul Eryani.
Mas Rahab memberi briefing sejenak kepada pasukan, tentang teknis KPK gerebek beserta live twittnya.

Panggung Utama dengan Rumah Khas Batak (dokpri)
FKS 2015 memang mengusung tema batak, namun tetap menyediakan makanan dari daerah lainnya.  Dari total 63 stand dan  26 gerobak yang terisi, sekitar 40 % menyajikan kuliner khas Sumatera Utara.
Oleh-oleh khas Medan Lapo Ni Todongta, Nasi Campur Atek, Martabak Medan Pluit Sakti, Lap Choi & Mie Sop Medan Muara Karang,  Kuo Tie Ho Cia, Nasi Udang Ayam medan Wen Wen, Bakmi Keriting Siantar Tan, Kwitiaw Ashim Medan, Lontong Medan Alay, Cing Con Fan dan masih banyak menu kuliner yang lain.
Sementara menu daerah lain terdapat macam-macam, mulai dari gudeg Jogja, Nasi liwet, Bakso Blok S, Srabi Notokusuman, Nasi Goreng Ayam Kebon Sirih, Nasi Angkringan dan banyak makanan lainnya.
Dengan kartu gesek bernominal 100 ribu saya keliling, mencari makanan khas Medan Sumatera Utara.  Nasi Udang Ayam Medan Wen Wen, kemudian Mie Keriting Siantar Tan menjadi pilihan. Kemudian sebagai desert, saya memilih es campur. 
Nasi Udang Ayam Wen wen, terdiri dari Nasi uduk, dengan lauk ayam goreng empuk, separuh telor rebus, dan udang ukuran Jumbo dicelup saos cabe, sebagai pemanis terdapat dua iris mentimun.  Sementara untuk Mie keriting Siantar Tan, sekilas mirip mie ayam namun minim kuah (kuahnya juga lebih terang) banyak taugenya. Es campur terdiri dari serutan ice batu, dipadu dengan potongan bentu dadu jely,  nanas dan kelapa muda, disiram susu kental manis.
Dokumen Pribadi
Kompasianers lain tampak memesan menu yang lain, meskipun bertema medan ada yang pesan sate ponorogo, atau nasi goreng kebuli.
Sepanjang berada di arena FKS 2015, indera pendengaran disuguhi instrument khas Batak, yang cukup familiar di telinga saya lagu yang ada lirik "Sinanggar Tulo - Tulo Hatulo", dan isntrument tradisonal khas Batak yaitu Uning-uningan.
Hampir di ujung santap siang KPK gerebek, hadir Mbak Andien dan Mbak Christina. Beliau  berdua dari SMS menghampiri Kompasianers, sebagain dari kami sudah tidak asing dengan Bu Andien. Mereka menjelaskan sekilas tentang penyelenggaraan FKS 2015, tahun ini sudah memasuki gelaran ke lima. Setelah tahun sebelumnya mengambil tema, pulau Bali (2011), Minang (2012), Jogja-Solo (2013), dan Sulawesi (2014).
FKS 2015 diselenggarakan mulai 14 Agustus - 6 september 2015, pada saat pembukaan menampilkan seniman Batak Vicky Sianipar berkolaborasi dengan Alex Rudiart Hutajulu. Acara pembukaan dipandu MC berdarah batak juga, yaitu Chiko Sitohang bersama Miesya Siregar. Pembukaan resmi FKS 2015 ditandai dengan pemukulan Gondang sambilan, oleh Bapak Soegianto Nagaria selaku Drectur Summarecon.
Acara kuliner yang dibuka mulai 14.00 - 23.00 (senin- Kamis) dan 11.00 -23.00 (Jumat- Minggu), memberikan pengalaman baru pada pengunjung. Konsep Batak yang kental saya rasakan, dengan dihadirkan tugu brastagi, ornamen rumah bolon berjajar tiga buah di panggung utama, dan rumah khas batak karo dan batak danau toba.
Selain mengangkat kuiner FKS 2015 mengadakan kegiatan peduli lingkungan, dengan tema Go Green Technolicious penyelenggara menyajikan cara yang unik. Pengunjung diajak mengumpulkan sampah dua botol plastik Teh Gelas dan/atau Liang Cha, dan dapat ditukarkan dengan 1 (satu) kupon undian. Bagi pengunjung yang beruntung berkesempatan memenangkan, LG G4 Leather, Asus Zenfone 2, Xiaomi Yi Action Cam. Semua hadiah akan diundi secara khusus, pada hari terakhir FKS 2015 yaitu tanggal 6 Sepetember 2015.
FKS 2015 juga dikemas beda dengan tahun sebelumnya, kali ini dilengkapi event Wine & Cheese Expo. Event yang digelar pada 14 - 23 Agustus 2015, menyuguhkan wine dan cheese import kepada pengunjung sms.
-0-o-0-
Tak terasa siang semakin terik namun tak mengurangi antusias pengunjung, Kompasianer berfoto bersama Mbak Andein dan Mbak Christina. Goody bag yang dihadiahka bagi kami kompasianers, tentu melengkapi kebahagiaan kami di FKS 2015.
Bagi kompasianer di jabodetabek yang penasaran, masih tersedia waktu sampai 6 september. Untuk mengunjungi acara Festival Kuliner Serpong, di Summarecon mall Serpong. (salam)

Jumat, 28 Agustus 2015

Semangkuk Sup Suku Dayak di Signature Restaurant


Sudut Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski (dokpri)
Indonesia negeri dengan sejuta pesona, kekayaan sumber daya alam tiada batasnya. Setiap pulau yang didiami setiap suku, memiliki ciri khas tiada bandingnya. Mulai dari bahasa, adat istiadat tak ketinggalan soal makanan atau kuliner. Setiap daerah kental dengan pengaruh, rasa rempah yang dominan di daerahnya. Maka jangan kaget kalau berkunjung ke suatu daerah tertentu, mendapati makanan dengan dominasi rasa pedas, asin atau manis. Pun minuman tak mau kalah, ada campuran buah khas dari daerah bersangkutan atau bahan lainnya. kekhasan dan keunikan inilah yang menjadi magnet, menarik wisatawan berkunjung.   
Kekhususan setiap daerah Indonesia justru menjadi kekayaan, sebagai potensi wisata unggulan setiap lokasi. Berwisata terasa lebih lengkap dengan menikmati keindahan alam, sekaligus ragam kuliner kebanggaan.
Dalam rangkaian HUT Kemerdekaan ke 70 dan Ultah hotel ke 53, Hotel Indonesia Kempinski menyajikan aneka masakan nusantara. Pada gelaran selama lima minggu, saya berkesempatan hadir pada minggu ke empat bersamaan tema menu asal Pulau kalimantan.  Hidangan autentic disajikan koki pilihan, mengedepankan makanan khas Pulau terbesar di Indonesia ini.  Saya seolah diajak menjelajahi cita-rasa suku pedalaman, yang sangat kaya akan rempah asli dan alami.
-0-o-0-
Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski (dokpri)
Menjejakkan kaki di Hotel Indonesia Kempinski, rasanya tak bisa melepaskan dari ingatan sejarah perjalanan Bangsa. Jauh sebelum saya merantau ke Ibukota, Ikon termashur Bundaran HI (Hotel Indonesia) sudah sangat tidak asing. Patung selamat datang lengkap dengan air mancurnya, menjadi penanda berada di Ibukota Jakarta. Event akbar Sea Games pada 1962, menjadi  kebanggan sekaligus tonggak  berdirinya Hotel Indonesia.
Kini setelah masa berlalu dan jaman berubah, bertransformasi menjadi Hotel Indonesia Kempinski. Terintegrasi dengan jantung distrik perbelanjaan, pusat bisnis, gaya hidup utama Grand Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski sangat identik dengan modern dan kekinian. Fasilitas yang ditawarkan juga beragam, 289 kamar aneka type pilihan, Meeting Room, Restauran, Bar. Semuanya menambah kenyamanan pengunjung, untuk merasakan pelayanan tak tertandingi dan paripurna. Dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, sangat cocok untuk penyelenggaraan kegiatan bergengsi.
Signature Restaurant menjadi tujuan saya kamis siang, untuk menikmati aneka menu khas Kalimantan. Hampir 75 % kursi sudah terisi, ketika saya memasuki tempat istimewa. Meski terlihat penuh namun tak sedikitpun, mengurangi suasana yang ditawarkan.
Saya siap berburu kuliner kalimantan, dengan strategi ala pribadi. Mengambil cukup satu dua sendok untuk menu khusus, sehingga bisa meresapi beda dan cita rasanya. Cara ini juga cukup efektif, agar perut tidak cepat penuh dan kenyang. 
searah jarum jam (Lawa Mentimun, Kandas Serai, Ayam Cincane, Rujak Ebi SIngkawang, Lawa Gamai (dokpri)
Inilah Menu Khas Kalimantan yang saya cicipi ;
Rujak Ebi Singkawang ; Irisan beberapa buah disiram saus kacang tidak terlau pedas, ada rasa sedikit asam manis menggoda dari potongan buah nanas.
Pecel Bihun Pontianak ; Hampir mirip dengan pecel di jawa,  dengan tambahan bihun dan jeruk nipis (cukup dengan mengira-ngira rasanya, saya tidak megambil makanan ini)
Lawa Mentimun ; Irisan mentimun segar, cabai dan irisan udang bakar, tampil seperti acar
Lawa Gamai : Hidangan khas kesultanan Bulungan terdiri dari rumput laut segar dan kelapa parut sangrai
Sementara menemani secentong nasi beras merah, saya memilih lauk pendamping
Kandas Sarai ; Makanan khas suku Dayak ini terdiri dari; ikan air tawar dipisahkan tulangnya mixed dengan serai, bawang merah/putih, cabe. Ikan ditumbuk campuran kasar dan halus seperti abon, cocok bagi yang suka rasa pedas.
Ayam Cincane : Ayam diungkep dengan santan dan rempah, perpaduan rasa asin, gurih dan manis yang pekat menjadi satu.
Lauk Patin Sanga ; Ikan patin dimasak dan disajikan dengan potongan jeruk nipis.
Udang braubar ; Udang berukuran besar dibakar dan dilumuri bumbu yang pekat dicampur kecap
Teripang & Jamur Hioko ; merupakan masakan khas peranakan di kalimantan
Iwak karing batanak ; Telur dadar ayam ( bisa telur bebek) dicampur santan, kuah keputihan rasanya sedikit gurih dan ada ulekan bawang putih.
Dan terakhir yang berhasil menyita perhatian saya
Juhu Daun Kedondong ; Sup khas suku Dayak kalimantan, terdiri dari daging iga yang sudah dimasak empuk dicampur rempah-rempah, gula merah, garam, jahe, kunyit, kemiri.
Spesial masakan sup suku Dayak ini, saya makan terpisah dengan nasi. Bumbunya tidak terlalu medhok (berani), namun tidak terlalu gamang juga. Lidah jawa saya menikmati bumbu-bumbu, yang meresap dalam daging empuk. 
Sang Koki sempat menjelaskan, proses memasak daging ini di atas api kecil hingga setengah sampai satu jam. Tekstur daging yang empuk alias tidak kenyal, membuat penikmat makanan ini tidak bersusah payah mengurai daging. Sensasi daun kendondong dipisah tullang sangat terasa, berpadu dengan kuah yang berwarna kekuningan.
Sarang Burung Walet Kalimantan (dokpri)
Sebagai desert saya memilih Sarang Burung Walet Kalimantan, terdiri dari agar-agar, irisan kurma merah dan longa (mirip lecy). Rasanya segar dan tidak terlalu manis, pas di lidah saya yang kurang suka manis.
Meskipun tema makanan Kalimantan di Signature Restaurant, tidak mengesampingkan menu internasional. Chinese food dan seafood tampak terhidang di meja saji, juga menu indonesia lain seperti bubur ayam. 
Jajanan pasar seperti kue salju, onde-onde, kue lapis dan penganan kecil yang sudah familiar memenuhi meja.
Secara keseluruhan tema Kalimantan sanggup dihadirkan, saya benar-benar merasa menjelajahi kekayaan kuliner suku-suku pedalaman. Beberapa ornamen pendukung memperkuat sentuhan, seperti ukiran kayu dan hiasan khas kalimantan di beberapa sudut Resatauran.

Kamis, 27 Agustus 2015

utees.me ; Design T Shirt Berbasis Sosmed


Amrit Gurbani (Founder utees.me)- dokpri
Saya punya pengalaman tak mengenakkan,  kawan's ;
Saat  datang ke sebuah pasar malam depan perumahan. berpapasan dengan orang yang belum kenal. (mungkin biasa ya..)  Masalahnya, orang itu memakai kaos dengan warna dan gambar, persis dengan kaos yang saya pakai pada saat bersamaan. Sempat anak saya dari belakang menggandeng tangan, orang yang dikira ayahnya.  Seketika tumbuh perasaan tidak nyaman, kemudian menjauh pergi adalah solusi sesaat. Karena masih berada di acara yang sama, alhasil beberapa kali berpapasan lagi dan lagi. (Hadeuh..)
Saya yakin siapapun pasti sepakat, Design dilihat paling pertama dan menjadi pertimbangan membeli kaos.  "Mas/Mbak..yang gambar seperti ini ada yang ukuran...dan ada pilihan warna lainnya ga?" (begitu interaksi yang lazim terjadi)
Semakin sedikit design sebuah T Shirt, akan semakin terlihat exclusive. Memakai kemanapun tidak kawatir, akan mengalami kisah tak menyenangkan seperti saya.
Rabu 26/8'15 saya mendapat pencerahan (dan perlu saya sebarkan hehee), Saya melek pengetahuan baru tentang UTEES.ME
Apa itu utees.me ?
Wadah online berbasis Medos, tempat menuangkan kreasi dan ekspresi di atas Kaos.
Sederhananya :
Siapapun bisa men-design kaos sesuai keinginan, dengan cara sangat mudah. utees.me memiliki aplikasi design online, dan cara mengoperasikan sangat user-friendly.
So, tak perlu sekolah design, dan paham padu-padan warna dan gambar. Semua orang bisa berkreasi, layaknya di medsos Instagram (keren kan...) . Bisa jadi design kaos yang dipakai, adalah satu-satunya design kaos yang ada di dunia.
Selain mendesign, platfoam utees.me membuka kesempatan, design milik user dipesan dan dibeli orang lain. Bagi pemilik design jangan khawatir, setiap kaos yang terjual berhak mendapatkan royalty USD 1.11. (wah jadi punya hak cipta gitu ya)  
Simulasi utees.me (dokpri)
Mas Amrit Gurbani Founder utees.me, secara khusus bersimulasi tahapan design sampai T Shrit siap dikirim;
Setiap orang bisa memiliki akun di utees.me, persis seperti media sosial yang sudah familiar. Setelah login tersedia panduan tentang warna, ukuran, model design kaos. Bahkan kalau pemilik akun mau memasang foto sendiri, ada tombol meng-upload foto yang diingini. Gambar bisa diatur warna dan tingkat kecerahan, juga zoom in/ zoom out.
Pada point ini saya melihat ruang kebebasan berekspresi setiap user, untuk berkreasi terhadap gambar yang sudah dipilih.
Kemudian setelah design siap, menuju proses pembayaran dan isi alamat pengiriman. Khusus proses delivery mendapat fasilitas khusus, yaitu free ke semua tujuan alamat.
So, Praktis dan tidak ribet tanpa minimum order (artinya hanya 1 kaos saja no problem)

Sekilas utees.me
Berada di bawah naungan PT. Mitra Kersa Artha, lahir di pertengahan 2014 (18 bulan-an). Adapun tujuannya ingin menjadi wadah sosial yang berbeda, tak sekedar memiliki page, membagikan konten dan berinteraksi tetapi memungkinkan untuk berbagi product T shirt ke seluruh belahan dunia sekaligus bisa menjualnya.
Saat ini sudah tersedia 10 warna kaos dan 19 ukuran bisa dipilih, available mulai umur dua tahun hingga ukuran XXXL. Sedang diproduksi juga kaos model V-Neck, lengan panjang untuk pemakai hijab, dan yang sangat inovatif adalah pet's shirt. (saya bayangin bagaimana kalau kucing pakai kaos ya...hehehee)
keluarga utees.me (dokpri)
Tak tanggung-tanggung beberapa nama public figur sudah menjadi Pioner utees.me
Ariyo Wahab ; wakil pria macho dan matang, berorientasi keluarga. (gue banget nih #Halah  hehehe)
Billy Davidson ; Pria muda, casual, dinamis dan bergaya
Dian Sastrowardoyo ; Perempuan Indonesia matang, keibuan dan menginspirasi
Ridho Hafiedz ; Musisi Rock dinamis santai, namun memiliki karakter yang kuat.
Rinni Wulandari ; Fasionable, sexy, chic dan simple
Tatjana Saphira ; Innocent, Fragile namun sangat fun
Tiara Westlake ; berbakat doodling dan ilustrasi gambar yang mengesankan.
Dan terakhir....
Anda Sendiri ; silakan diisi descripsinya sendiri- sendiri.
Blogger hadir di utees.me
-0-o-0-
Pada saat sesi perkenalan personel dibalik nama utees.me, saya sangat terkesan dan angkat topi. Generasi muda siap menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Lho kok sampai MEA ??
Saya sempat hadir dalam sebuah acara dan menyimak, bahwa pasar bebas lintas negara bisa dihadapi dengan mengedepankan industri kreatif. utees.me menjawab tantangan tersebut, bahkan melibatkan orang lain (pemilik akun utees.me). 
Sukses selalu dan jujur saya akui sangat menginspirasi. (salam)

Senin, 24 Agustus 2015

Dilmah "Real High Tea Challenge" Cafes & Restaurants [Pressconf RHTC]


Dilmah High Tea (dokpri)
Teh menjadi bagian keseharian masyarakat Indonesia, sudah menjadi tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Saya pribadi memiliki kebiasaan minum teh, terutama ketika pagi hari menjelang datang ( Breakfast Tea). Teh hangat dilengkapi dengan penganan kecil, membuat suasana pagi begitu sempurna. Namun karena minimnya pengetahuan tentang teh, maka tidak paham tehnik meracik dan menikmati secangkir teh yang benar.
Dilmah perusahaan teh milik keluarga yang berbasis di Srilanka, didirikan Merril J. Fernando. Merril pemilik kebun teh pertama didunia menawarkan teh yang ditanam, dipanen dan diproses secara tradisional langsung dari sumbernya. Dibantu dua anaknya (Dilhan dan Malik disingkat menjadi DILMAH) terus berusaha mewujudkan impian membangun bisnis yang berfocus pada manusia, sekaligus membagi kebahagiaan dalam menikmati teh kepada seluruh penyuka teh di seluruh dunia.
Pertumbuhan Cafe dan resto di Indonesia yang cukup pesat, berdampak pada ketatnya persaingan di industri ini. Cafe sebagai tempat interaksi dan bersosialisasi, menjadi ceruk untuk memasyarakatkan budaya high tea di sore hari. High Tea sendiri biasanya disajikan dalam rentang waktu antara pukul 15.00 - 18.00, di Indonesia sebagai waktu yang identik dengan capek dan ngantuk. Maka upaya menghidupkan budaya high tea, sebagai gerakan mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Tak dipungkiri efek budaya ini akan menambah jam kunjungan customer, untuk menikmati high tea pada jam-jam tersebut.
Bpk. Daniel Pranoto - Head of Marketing (dokpri)
-0-o-0-
Dilmah " Real High Tea Challenge Cafes Restaurants Indonesia 2015 , menjadi Kompetisi teh paling menantang untuk menyajikan teh bagi Cafe dan Restaurant khususnya di Jakarta dan Bandung. Acara RHTC merupakan gelaran perdana di Indonesia, diselenggarakan dengan mitra PT. David Roy Indonesia. Sementara kompetisi serupa sudah berlangsung di beberapa negara, seperti Thailand, Singapore, Uni Emirat Arab dan Srilanka sebagai Negara asal Dilmah.
RHTC terbuka semua professional Kuliner, bertujuan mengombinasikan teh dengan tradisi lokal serta menonjolkan seni gastronomi. Serta diharapkan menginspirasi professional kuliner berkreasi, menjadikan teh sebagai bahan baku di industri food and beverages
Panel Juri RHTC Cafes & Restaurants Jakarta dan Bandung terdiri atas; Ibu Eliawati Erly beliau sebagai Brand Ambassador Dilmah Indonesia sekaligus mewakili PT. David Roy Indonesia dan Celebrity Chef (TBC). Adapun kriteria penilaian kompetisi ini sangat ketat, menggunakan standart penilaian RHTC Dilmah.
Almond tea dicombain Cheeze (dokpri)


Dilmah RHTC Cafes & Restaurants akan diselenggarakan, pada 31 agustus sampai 2 September 2015 untuk Jakarta dan 7 -8 September untuk Bandung. Akan diikuti proffesional kuliner di Jakarta dan Bandung, dengan 10 peserta Cafe/ Resto setiap kota. Bandung dan jakarta sebagai play off city pertama, akan dilanjutkan di beberapa kota besar di Indonesia. Harapannya budaya afternoon tea Jakarta/ Bandung bisa menjadi pioner, kemudian menyusul kota lainnya. Adapun tujuan diselenggarakan acara Dilmah RHTC Cafes & Resto, meningkatkan apresiasi akan teh dan menciptakan karya-karya gastronomy dan mixologi luar biasa dengan bahan dasar teh. 
Adapun item perlombaan yang akan dinilai para juri yaitu, Hot Tea Pairing Dish (Sweet or Savory) ; Mocktail or Cocktail Pairing Dish (Sweet or Savory) ; Tea Inspire Cuisine (Food with Ingredients Tea). Peserta juga harus mempromosikan item yang dilombakan, kepada konsumen selama dua minggu dimulai dari hari perlombaan.
Dokumen Pribadi
Pemenang kompetisi ini akan mendapat sejumlah hadiah, berupa uang cash sertifikat, spesial samovar dan product dan aksesoris Dilmah. Kreasi pemenang akan dipromosikan dan dimasukkan, dalam buku resep Real Hight Tea yang dijual dan didistribusikan ke seluruh dunia. Pemenang uga dapat mempromosikan resep mereka, juga diikutsertakan dalam daftar menu di berbagai acara yang diselenggarakan di Indonesia. (salam)

Daftar Blog Saya