16 Agu 2015

Cita Rasa Jawa by Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski



Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski (dokpri)
Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 70, serta ulang tahun Hotel ke 53. Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menghadirkan, pesta beragam kuliner Indonesia selama 5 minggu. Hidangan dengan rasa autenthic dipersembahkan oleh chief profesional dan berpengalaman, mengajak pengunjung menjelajahi cita rasa yang sesungguhnya.
Masakan yang berasal dari setiap pulau di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh bahan alami (rempah) yang ada di pulau tersebut. Tak mengherankan setiap pulau di Indonesia memiliki ciri, dan  ke-khas-an tersebut justru menjadi kekuatan yang musti ditonjolkan. Dari kekayaaan kuliner pula menjadi potensi wisata, untuk menarik wisatawan domestik dan macanegara.
Posisi Hotel ternama ini sangat strategis, berada persis berhadapan dengan Ikon Ibukota yaitu bundaran HI. Hotel Indonesia Kempinski menawarkan fasilitas lengkap, untuk pernikahan, meeting  dan kegiatan bergensi lainnya, juga terintegrasi dengan Grand Indonesia Shopping Town.  Tentu tak terlalu sulit menjangkau lokasi ini, bagi pengunjung yang ingin menikmati fasilitas istimewa.
Sebagai blogger saya tak mau menyia-nyiakan kesempatan, turut mengambil bagian dalam event "Indonesia Food Writing Competition". Pada hari Jumat 14 agustus 2015  secara khusus datang, menikmati sajian dari Signature Restaurant dengan Tema Pulau Jawa. 
Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski (dokpri)

Panganan Jajan Pasar (dokpri)
Siang itu....
Memasuki Signature Restaurant yang nyaman, saya merasa terserap dalam atmosfir Jawa Tengah/ Jawa Timur. Ruangan resto dipenuhi dengan suara langgam Jawa, yang sudah akrab di indera pendengaran sejak kecil. Sapaan ramah dari petugas restaurant, membuat kami berlima team blogger merasa diterima dengan baik.
Saya yang memang berdarah Jawa terpana melihat jajanan pasar, yang ditata apik tak jauh dari pintu masuk.  Jajanan yang sangat akrab saat di kampung, seperti klepon, jadah (ktean uli), kue lapis, bolu kukus, apem dan masih banyak jenisnya. Kesemua makanan khas ini ditata menarik, dipadu dengan hiasan patung abdi kraton berpasangan. Warna-warni panganan yang dipadu padan, menampilkan pemandangan yang cantik.
Dkumen Pribadi

Dokumen Pribadi
Menu yang saya pilih sebagai pembuka, makanan yang sudah famous adalah bakwan Malang. Komposisi tahu, bakso rebus, krupuk pangsit, bakso goreng, somay, di guyur kuah kaldu ayam.  Mencecap rasa kuahnya memang bumbunya terasa pas tak berlebihan, pun isi dari bakwan Malang juga empuk saat digigit. Sensasi rasa nyuss menguasai indera perasa, menjadi pembuka makan siang yang sempurna. Tak lupa memasan ice tea lecy yang segar, disajikan dengan tambahan potongan kecil coco.
Salmon e Courte menjadi pilihan berikutnya, rasa ikan salmon nempel di lidah. Tekstur daging sangat lembut, dilapisi kulit yang garing dan juga empuk. Sekali sendok daging salmon langsung ngepyur, tak perlu usaha ekstra menguyah sajian ini.  Rasa khas seafood yang menonjol, mengalihkan lidah dari rasa Bakwan Malang.
Baru makanan utama segera saya santap, sengaja hanya mengambil beberapa menu. Semur lidah sapi dan tempe orek, menemani nasi uduk dengan taburan bawang goreng. Untuk semur lidah "very recomended", sangat empuk dan tak ada serat yang alot. Penikmat makanan tak bersusah payah, menikmati sajian khas yang njawani ini.
Aneka menu (dokpri)

Aneka Slad (dokpri)
Melengkapi makan siang hari itu, saya mengambil salad Solo. Salad terdiri dari  potongan selada segar, berbaur dengan kentang potong dadu dan wortel potong panjang. O'ya kentang dan wortel dimasak setengah matang, dilengkapi telor rebus dipotong separuh. Setelah semua bahan diletakkan di piring saji, baru diguyur dengan kuah (seperti semur) lengkap dengan irisan daging sapi.
Menutup menjelajahi kenikmatan masakan jawa, saya kembali memesan juice Kiwi yang segar.  
-0-o-0-
Yusak Yaniardi  (Signature Restaurant Manager)
Bapak Yusak Yaniardi beliau Signature Restaurant Manager, dengan ramah menghampiri kami para blogger. Menjelaskan bahwa untuk event khusus pulau- pulau ini, komposisi makanan 40% sesuai tema dan 60% sisanya dibagi menu yang lain. Menu international tetap dipertahankan, seperti Japanese, Chinese dan western food.
Sementara menu makanan favorit pengunjung, adalah bubur ayam, sop buntut dan nasi goreng selalu disediakan.
Siganture Resaturant sendiri didirikan 5 tahun yang lalu, dengan mempertahankan sudut-sudut khusus pada hotel Indonesia. Secara historis hotel Indonesia tak lepas dari perjalanan sejarah bangsa, dibangun dalam rangka menyambut Sea Games di Jakarta 1962. Gambar presiden pertama RI dengan ukuran besar, menghiasi dinding Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski.
Bagi kawan's blogger dan Journalist yang ingin bergabung, masih tersedia jelajah cita rasa dengan tema pulau-pulau lain di Indoensia. (salam)

10 komentar:

  1. Wah. Mas Agung dah nulis aja. Saya yang tgl 5 k sana blm nulis hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heehee iya Mas Febriyan soalnya besok ada acara lain,
      Kalau gak segera ditulis ntar numpuk PR-nya
      apalagi rencana mau daftar lagi di Kempinski utk Pulau lainnya :)

      Hapus
    2. Saya banget tuh... PR buanyakkkk :D

      Hapus
    3. ayo mas semangat menulis :)

      Hapus
  2. Hotel dengan nuansa tradisional, uniik ya. Foto2 makanannya tampak menggiurkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Mbak Rahmi berkenan berkunjung
      salam :)

      Hapus
  3. Aishh... Om AGung makan ga ngajak2 sayah... Jd pengen ke sana. Ada nasi liwet ga ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ety monggo bisa daftar by email di acara ini, minggu depan sudah ganti tema Bali Lombok
      terimakasih sdh berkunjung
      salam :)

      Hapus
  4. jadi seperti kembali ke masa lalu Indoensia ya desain interiornya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terutama pada foto-fotonya mbak Lidya
      trimakasih dan salam :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA