Jumat, 13 April 2018

Yuk, Keliling Jakarta Gratis Bersama "Mpok Siti" !


Sambil menunggu “Mpok Siti” di Halte Monas, saya mencoba chek di Aplikasi Pencari Lokasi “Cari Aja.”
Karena belum tercantum, maka saya segera tambahkan lokasi “Halte Bus City Tour” melalui fitur “add place” di Aplikasi Cari Aja – cara tambah lokasi saya jelaskan nanti.
Halte Bus Wisata "Mpok Siti" ada di Aplikasi Cari Aja - dokpri

Apa itu Cari Aja dan Apa itu Mpok Siti ? Cari Aja, adalah aplikasi pencari lokasi, sangat membantu untuk menemukan berbagai tempat yang anda inginkan.

Seperti lokasi Kuliner, Hotel dan wisata, SPBU, ATM, Bank, Minimarket, Kesehatan, Belanja, Transportasi, Otomotif, Pendidikan, Hiburan, Kecantikan, Olah Raga dan Tempat.

Sedang “Mpok Siti” adalah sebutan akrab dari Bus City Tour, disediakan PT. Transportasi Jakarta dan Pemprov DKI, untuk Keliling Jakarta Gratis.

Pagi itu, saya bersama “Mpok Siti” untuk rute IRTI Monas- Masjid istiqlal. Anggara nama sang guide, membuat suasana di dalam bus menjadi cair.
“Bapak ibu, karcis bus Jangan sampai hilang, nanti bisa ditukar minuman botol, asal disertakan uang lima ribu,” sontak tawa penumpang pecah, sadar petugas sedang bercanda.

Bagi anda yang bingung alternatif wisata, bisa lho ikut keliling Jakarta gratis dengan “Mpok Siti.” Tidak musti menunggu akhir pekan, “Mpok Siti” beroperasi tujuh hari dalam seminggu.

Jadwal operasional bus, jam 10.00 sampai 17.00 pada hari kerja. Hari Sabtu, beroperasi dari jam tujuh pagi sampai sebelas malam. Khusus minggu, jam 12.00 sampai 20.00 Wib.

“Mpok Siti” merubah pandangan saya, bahwa liburan identik dengan biaya mahal. Ternyata wisata bisa dilakukan sangat murah, bahkan sangat bisa keliling Jakarta Gratis.

Sebagai warga seputaran Jakarta – tepatnya Tangsel--, saya berkesempatan merasakan fasilitas keliling Jakarta tanpa dipungut biaya.

"Mpok Siti” memiliki beberapa tema, “History of Jakarta” kemudian “Shopping Experience” dan wisata kuliner untuk tema “Art and Kulinery.”

Untuk menemui “Mpok Siti” cukup mudah, anda bisa mencari halte bertanda khusus “Jakarta Explorer” di beberapa lokasi.

Haltenya Jakarta Explorer ada di BNI 46, Pasar Baru (Gedung Kesenian Jakarta), Juanda (Istiqlal), Monas1, Monas2, Museum Nasional, Gedung Arsip, Museum Bank Indonesia, Sawah Besar, Pecenongan, Harmoni, Sarinah dan Plaza Indonesia.

Oke Perjalanan dimulai ! “Mpok Siti” dengan tinggi 4,2 m dan panjang 8.5 m, siap membawa penumpang menjelajah sebagian kota Jakarta.

Seputaran Monas
Begitu bus bergerak, kami mendapat pencerahan, bahwa di balik pagar besi monas ternyata ada tempat Penangkaran Rusa.
Semula hanya ada 2 pasang Rusa –atau empat ekor --, kini sudah 160 ekor Rusa yang didatangkan secara khusus dari Nepal.

Untuk melihat penangkaran Rusa, pengunjung bisa masuk tanpa dipungut biaya. Namun ada syarat dan ketentuan harus dipenuhi, jadi tidak asal masuk sesuka hati.
Gedung Perpusnas dari seberang - dokpri

Persis di seberang Monas, terdapat kantor Balai Kota yang dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu.
Nah, di Balaikota inilah terdapat “Jakarta Smart City,” ruang untuk memantau seluruh sistem layanan publik yang ada di Jakarta melalui CCTV.

Tak jauh dari Balaikota – lokasinya sejajar --, berdiri gedung Perpustakaan Nasional --  terbesar se Asia Tenggara.
Perpustakaan dengan 24 lantai ini mengoleksi 2.6 juta buku, bisa dikunjungi warga baik pada hari kerja atau akhir Pekan.

Bagi Anda yang belum tahu lokasi Perpustakaan Nasional, bisa mengetahui dengan Aplikasi Cari Aja.

Caranya mudah, cukup tulis “Perpustakaan Nasional” di kolom search.
Kemudian klik akan muncul lokasi Perpustakaan Nasional , di Jl Medan Merdeka Selatan no 11 Jakarta Pusat.

Uniknya Aplikasi Cari Aja, juga menunjukkan jarak Perpusnas dari lokasi anda berada. Kalau bingung menuju lokasi, klik kotak hijau bertulis “arahkan saya.”

Patung di Jakarta
Persis di pojok perempatan air mancur bundaran monas, anda bisa melihat Patung Muhammad Husni Thamrin (MH. Thamrin)— pertemuan jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka.

Patung Tokoh Betawi yang pernah menjadi Volksraad (Dewan Rakyat) ini, dibuat dengan dana 2 miliar dari para donatur –nama donatur ada diplakat belakang patung.
Gubernur Fauzi Bowo meresmikan Patung setinggi 5,3 meter, pada tanggal 3 Mei 2012— patung dibuat selama 6 bulan oleh Ketut Winata.
beberapa patung di seputar monas dan HI - dokpri

Bergeser ke perempatan Sarinah, di tengah terdapat Jam atau biasa disebut Tugu Jali-jali.
Konon Jam ini hadiah seorang turis Australia, yang gemar dengan kesenian Betawi.

Siapa tak kenal, dengan tugu selamat datang di bundaran HI. Rasanya belum ke Jakarta, kalau tidak berfoto dengan latar tugu monumental ini.
Tugu Selamat Datang dibuat menghadap arah Kemayoran, guna menyambut kontingen dan tamu Asian Games ke 4 yang mendarat di Bandara Kemayoran.

Kemudian ada Patung Arjuna Wiwaha atau dikenal dengan sebutan Patung Kuda, menggambarkan delapan filosofi kepemimpinan negara.
Patung karya pematung I Nyoman Nuarta ini, posisinya tidak jauh dari air mancur perempatan Medan Merdeka.

Bangunan Gedung dan Pusat Belanja
Seperti kita ketahui, sepanjang jalan protokol MH Thamrin berjajar gedung menjulang dan pusat perbelanjaan.

Sarinah adalah Mall pertama dan tertua di Ibukota. Nama Sarinah sendiri diambil, dari ibu asuh Presiden RI Pertama Ir Sukarno.

Banyak produk dalam negeri dijual di Sarinah, mulai dari barang kerajinan, kain batik, lukisan dan lain sebagainya.
Pusat Perbelanjaan SARINAH - dokpri

Persis di depan Mall dengan 15 lantai ini, terdapat Halte Pemberhentian “Mpok Siti.” Warga yang pengin mengeksplor Jakarta, bisa juga menunggu Bus Wisata di Halte ini.

Memutar di bundaran Hotel Indonesia, “Mpok Siti” berhenti sejenak di Halte Pemberhentian Bus Wisata yang tepat di depan Plaza Indonesia.

Sekitar Halte, bangunan bersejarah Hotel Indonesia berdiri, sejajar dengan Plaza Indonesia menyusul gedung kantor Kedutaan Besar Jepang –gedung tahan gempa dan bom.

Persis di sebelah Kedubes, sedang dikerjakan pembangungan “Indonesia Project 1.” Sebuah gedung mirip menara Petronas malaysia, rencana selesai dibangun pada tahun 2023.

Kantor Pemerintahan
Nyaris semua kantor Pusat Kementrian negara, berada di jalan Medan Merdeka dan MH Thamrin, “Mpok Siti” melewati gedung kokoh bernama Bank Indonesia

Bank Indonesia diarsiteki Frederich Silaban, seorang arsitek kelahiran Bonandolok Sumatera Utara yang juga Arsitek Monas, Gelora Bung Karno dan bangunan megah lainnya.

Bank Indonesia menerapkan prinsip arsitektur gaya modern, menekankan pada efisiensi, rasionalitas dan kesederhanaan.
Gedung Bank Indonesia (kiri) dan RRI (kanan) - dokpri

“Mpok Siti” terus melaju melintasi gedung Radio Republik Indonesia, RRI memiliki peran penting pada masa kemerdekaan.

Bapak Proklamator Muhammad Hatta, mengumumkan Kemerdekaan RI melalui siaran di Radio Republik Indonesia.

Di perempatan Medan Merdeka, terdapat Komplek Bina Graha, terdiri dari tiga bangunan yaitu; gedung Sekretariat Negara, Istana Negara dan Istana Merdeka.

Sebagian lahan Gedung Sekretariat Negara, dulu abad XVII dikenal dengan sebutan “The societeit Harmonie” semacam gedung perkumpulan sosialita Eropa.

Tahun 1985 dirobohkan, guna perluasan jalan dan lahan hijau serta pengembangan fasilitas dari gedung Sekretariat Negara.

Proyek MRT
Lima tahun terakhir, ruas jalan protokol Jakarta sedang dilakukan pembangunan sarana transportasi massal atau Mass Rapid Transit (MRT).

Nah, "Mpok Siti" mengajak wisatawan melewati proyek pembangunan MRT, yang berada di depan Plaza Indonesia.

Proyek yang diperkirakan rampung pada April 2019, akan diuji coba pada Bulan Desember 2018 – Januari 2019 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus PP.
Proyek MRT sedang dikerjakan -dokpri


Dua rangkaian kereta MRT sudah sampai di depo Lebak Bulus, masing masing terdiri dari 12 rolling stock (gerbong).

Sampai saya tulis artikel ini, --sumber dari sebuah portal—pengerjaan proyek MRT sudah mencapai 92.5 % --berarti sedikit lagi--, semoga bisa tepat waktu.

Sebagai warga Selatan ibukota –dekat dengan Lebak bulus--, tentu saya tidak sabar ingin merasakan naik MRT pada saat ujicoba nanti.

Kawasan Kuliner dan Tempat Peribadatan
“Mpok Siti” berhenti sejenak di Pecenongan, kawasan ini diambil dari bahasa Tiongkok “Cenong” artinya makanan.

Banyak kuliner pecinan dijajakan di daerah Pecenongan, termasuk martabak yang dibandrol seharga 120 – 180 ribu.

Martabak khas Peconongan, memang lebih mahal dibanding Martabak sejenis. Rupanya campuran cokelat jenis toblerone, yang membuat harga makanan ini dikategorikan mahal.

Tak Jauh dari Pecenongan adalah daerah Pasar baru, salah satu kawasan pasar tertua yang didirikan pada tahun 1820.

Dinamakan Pasar Baru, karena –konon-- barang yang dijual di pasar ini selalu update dan mengikuti tren jaman.
Masjid Istiqlal dan gereja Katedral berseberangan- dokpri

“Mpok Siti” berputar belok di Gedung Kesenian Jakarta, melaju perlahan menuju samping Gereja katedral Jakarta.

Gereja yang dibangun pada 1901, mengedepankan konsep arsitektur neo-gotik  Eropa – arsitektur yang lazim digunakan untuk gereja.

Yang membuat Gereja Katedral Jakarta cukup unik, adalah lokasinya yang bersebrangan dengan Masjid istiqlal Jakarta.

Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka, sebagai masjid terbesar se Asia Tenggara memiliki 7 gerbang dan 99 akses pintu yang melambangkan “Asmaul Husna.”

Akhirnya perjalanan kami selesai, persis di Halte Pemberhentian “Mpok Siti” yang berada di depan Masjid Istiqlal.

00o00
Sebelum mengakhiri artikel ini, saya akan melunasi janji di awal artikel. Tentang cara “add place” di aplikasi pencari lokasi “Cari Aja.” 

Langkah sangat mudah, pastikan di smartphone Anda sudah ada aplikasi Cari Aja ( Download SINI ) - bisa  download melalui Google Play Store.
Aplikasi Cari Aja -dokpri

Setelah selesai download, buka halaman utama cari fitur “Tambah/ add” berada di bagian bawah –sebelah fitur beranda.

Klik “Tambah” dan isi form, terdiri dari “kategori”,“Sub Kategori” , "Nama Tempat”, “Foto”, serta keterangan terkait lokasi. Akhiri  dengan klik “Tambahkan.”

Setelah beres, add place menunggu proses approval pengelola aplikasi. Sambil menunggu, Anda bisa menambahkan lokasi lain.

Fitur “tambah” aplikasi Cari Aja, bisa menjadi cara tepat untuk berbagi lokasi dengan orang lain. Atau kalau Anda punya usaha, sangat bisa ditambahkan di Cari Aja – itung-itung prmosi.

So, pergi kemana-mana tak perlu kawatir tersesat. Aplikasi pencari lokasi Cari Aja, bisa menjadi solusi andalan.

29 komentar:

  1. Jadi ini ceritanya keliling pake shuttle bus gitu ya pak Agung. Klo pas lengang sih enak ya, tp klo pas macetos, apa yg enak dilihat whwhwh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rutenya tidak panjang kak, monas - istiqlal, jd kemacetan dilewati ga terlalu panjang

      Hapus
  2. Wah, seru banget nih pak bisa keliling Jakarta gratis. kapan-kapan mau nyoba lagi ah naik bus Mpok Siti, kali-kali nemu yang ada guide-nya juga hihi

    terima kasih sudah sharing ya pak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada guidenya lebih seru jadinya kak :)

      Hapus
  3. Pas ke Jakarta kemarin lihat Mpok Siti jalan-jalan di kawasan Monas, Mas Agung. Si Mpok sibuk menembus kepadatan, jadi waktu saya sapa si Mpok cuek aja hehe..
    Satu rute kira-kira berapa jam perjalanan Mas, suatu hari nanti pengen ngerasain jalan-jalan sama Mpok Siti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu rute sekitar 45 menit kak, karena jarak Monas - Istiqlal juga ga terlalu jauh, busnya kecepatannya juga pelan

      Hapus
  4. pengen coba niii sama ponakan dari Jambi hihi

    BalasHapus
  5. Ah thanks banget mas infonya! Sudah 2x mau coba naik dan gagal karena selalu kehabisan jadwalnya. Sebel banget karena beberapa petugasnya nggak kasih informasi apapun :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. smoga next berhasil naik City Tour kakak

      Hapus
  6. Wah, menarik inii, aku mau ahh kapan kapan naik si Mpok Siti, belom pernah keliling2 pake bus. Ohh baiklah ntr mangkalnya si Mpok di PI, aku megat ahh!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi Jadwalnya juga musti diperhatikan kak

      Hapus
  7. Meski sudah sering puter Jakarta, tetap aja kalau dikelilingin bus wisata rasanya beda!

    BalasHapus
  8. Pernah juga nyobain rute ke history of Jakarta

    BalasHapus
  9. Keliling ibu kota naik bis gratis. Boleh dicoba nih buat staycation murmer..

    BalasHapus
  10. Aplikasi "Cari Aja" bisa nemuin berbagai lokasi yah. Ini berarti bisa sampai lokasi di seluruh Indonesia kah? Atau bahkan di luar negeri juga bisa?

    BalasHapus
  11. saya sudah 2x naik Mpok Siti bersama keluarga. Selesai tur, jajan di Sarinah :D

    BalasHapus
  12. Wah asyiknyaa, pengen coba keliling Jakarta naik ini. Aku tinggal di sekitar Jakarta, tapi perginya ke tempat yang itu-itu aja mulu hahaha.

    BalasHapus
  13. Mpok siti emang kren... hehe
    kebetulan saya akan ke Jakarta nih

    BalasHapus
  14. belum pernah nyoba mpok siti, padahal sering lihat bisnya wara-wiri...

    BalasHapus
  15. Asik bisa keliling jakarta dengan aplikasi ini, makasih sharingnya kakak

    BalasHapus
  16. jadi juga nyobain yaa mas... hahaha

    BalasHapus
  17. Aku belum pernah nyobain Mpok Siti. Huhuhuhu

    BalasHapus
  18. duhhh aplikasi apa lagi ini ?? cek ah di playstore

    BalasHapus
  19. Wah baru tau ada aplikasi ini, langsung donlot ah

    BalasHapus
  20. Aku pernah naik bus tingkat keliling Jakarta gratisan, baru tau namanya Mpok Siti. Semoga armadanya ditambah karena antrian yang mau naik panjang banget

    BalasHapus
  21. Applikasinya membantu banget nih mas kalau ke Jakarta. Semoga bisa ke sana bareng keluarga secara anak sulung saya pengen banget ke Jakarta

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya