Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Agustus 2017

Menikmati Malam di Pinggir Pantai Tanjung Layar Bersama Pak Andre Vincent Wenas



Foto by  Nugraha Amijaya

Saya punya kegemaran berguru, pada siapa saja tanpa pandang bulu. Karena setiap orang memiliki keunikan, bisa menjadi tambang ilmu kalau kita mau menggalinya.
Pada program ‘Blogger on Vacation’ Semen Merah Putih, hari ketiga blogger melewatkan jelang malam di pinggir pantai Tanjung Layar di Bayah Banten. Suasana pantai dengan ombak tenang, semakin seru dengan obrolan bersama Pak Andre Vincent Wenas, selaku Direktur Human Capital PT Cemindo Gemilang.
Obrolan berlangsung santai, sambil menikmati menu sea food di saung beralas tikar. Suara angin darat tidak terlalu besar, kerlip bintang membuat malam semakin sempurna.
Pak Andre telah menapaki karir cukup panjang, dimulai tahun 1989 sambil menyelesaikan skripsi di Universitas Padjajaran Bandung. Kala itu Andre muda, bekerja sebagai copy writer di advertising Agency bernama Hakuhodo.
Saya dulu pernah ke Pantai di Bayah, mencari lokasi untuk shooting iklan. Saat itu akses ke pantai masih susah, infrastrukturnya jauh berbeda dengan sekarang” kenang Pak Andre.
Sejenak saya membayangkan,  hari pertama perjalanan dari Rangkasbitung menuju Bayah. Jalanan beton membelah hutan, mengantar rombongan blogger menuju Pabrik Semen Merah Putih (SMP). Pada hari kedua saat menuju Pantai Sawarna, seorang tukang ojek berujar jalanan semen yang kami lewati adalah kontribusi SMP.
Setelah berkiprah di advertising agency, Pak Andre hijrah ke Astra International selama 7 tahun. Peraih gelar MBA, Bussines Administration dari Monash University ,  juga pernah berkarya di Group Salim kemudian di Garuda Food sampai tahun 2015.
Pak Andre pernah menjadi penulis tetap, di kolom global marketing majalah bulanan Marketing. Selama dua tahun menyapa pembaca tabloid Kontan, menggawangi kolom konsultasi usaha. Pada 5 Oktober 2015 ditarik Semen Merah Putih, sehingga bisa bersua dengan blogger malam ini.  
Ilmu management intinya sama, mau mobil, minuman, karet, makanan dan sebagainya hanyalah komoditi, prosesnya adalah bagaimana produk bisa dijual. Bisnis itu sederhana, bagaimana bisa mendapat revenue finance dan bagaimana harus menang di komponen market.” “Ujar Pak Andre Vincent Wenas.
Saya jadi ingat kelas ekonomi makro, ketika masih di bangku kuliah puluhan tahun silam. Agar sebuah product menang di komersial market, maka proses bisnis sebuah organisasi harus bagus. Mulai dari perencanaan, ekseskusi, proses review, proses check ricek baik di ruang rapat atau lapangan kemudian action.
Sebagai Direksi Human capital SMP, Pak Andre bertugas memastikan orang  yang punya kompetensi ada di SMP.  Setiap personal memiliki motivasi, sehingga bisa menjalankan bisnis proses dengan baik supaya bisa memberi service pada pasar.  Kalau konsumen puas, otomatis akan memberi revenue yang baik,” tegas Pak Andre.
Bapak Andre Vincent Wenas -dokpri
-0o0-
Industri semen sudah ada mulai tahun 1900-an, saat itu Belanda memproduksi Semen Padang. Kemudian terus berkembang seiring perkembangan jaman, saat ini menduduki 4 besar adalah Semen Indonesia Group, Indocement, Holcim dan Semen Merah Putih.
Produksi semen di Indonesia sebesar 100 juta ton/ tahun, dengan angka penerimaan pasar 65 -70 juta ton – artinya ada kelebihan kapasitas.
Anomali, investor asing tetap mau investasi, karena per kapita konsumsi sangat rendah dibawah 200 kilometer per kapita per tahun.  Konsumsi per kapita, menggambarkan potensi pembangunan fisik masih sangat besar terutama infrasturuktur. Seperti jalan, bangunan, bendungan, pelabuhan” penjelasan ini benar-benar merefleksikan keluasan pengetahuan beliau. 
Setiap yang disampaikan Pak Andre, seketika mencerahkan ruang gelap di benak saya. Banyak pengetahuan baru saya raup, mengantar saya pada teori yang baru kali pertama didengar.
Keberadaan Jalan seperti teori belalai, kalau ada jalan apapun bisa dialirkan. Dengan adanya jalan, otomatis akan menyusul ada market dan akan terjadi transaksi ekonomi. Dengan membuka jalan, maka terjadi efek traffic ekonomi di kanan kirinya. Ada yang bikin hotel, sekolah, rumah sakit, ada perumahan, perkampungan, semua pembangunan membutuhkan semen
Sejarah industri semen sendiri dimulai sangat lokal, karena masalah utama semen adalah persoalan logistik, sehingga dibangun pabrik yang dekat dengan market.
Seperti Semen Padang memenuhi market Sumbar dan sekitarnya, pasar jawa Timur dikuasai Semen Gresik dan Semen Tonasa untuk pasar di Makassar. Semen Merah Putih mendekat dengan market Banten,  mulai mengatasi persoalan logistik.
SMP mempunyai pelabuhan laut dalam, sangat memungkinkan kapal besar bisa bersandar. Dengan menyediakan kapal besar sendiri, otomatis bisa membawa semen dalam jumlah besar.
Masalah marketing sebenarnya bukan market tapi logistik, tantangan pengiriman adalah kapasitas angkut yang terbatas dan jadwal kapal yang tidak cocok. Dengan memiliki kapal sendiri, kita tidak tergantung jadwal kapal sehingga bisa melakukan pengiriman lebih banyak. Semen Merah Putih mencari pasar yang belum dilirik brand lain,  sehingga dari sisi logistik bisa menang lebih dulu.” ujar peraih MM, Management Science Institut Pengembangan Managemen Indonesia. 
Obrolan Santai Pak Vincent bersama Blogger -dokpri

Ketimpangan antara daerah di negeri ini, bisa diterobos melalui pembangunan infrastrukur, selain akan menaikkan perekonomian juga  memeratakan keadilan sosial.
Pak Andre  terlihat bersemangat, ketika mengisahkan rencana Pemda Lebak melakukan reaktifasi jalur kereta. Rel kereta jalur Bayah, Saketi, Malimping, dibangun masa pendudukan Jepang dengan memperkerjakan romusha. Kalau jalur kereta sudah diaktifkan, niscaya akses perekonomian semakin terbuka dan membawa dampak pada sosial dan budaya masyarakat setempat.
Malam semakin meninggi, hembusan angin darat semakin kencang dan terasa dingin menyentuh pori pori. Butiran butiran ilmu yang saya reguk, bagai pelita yang berpendar menuntun dari kegelapan.

Senin, 17 April 2017

‘Satu Indonesia Award’ Ajang Unjuk Diri Penempuh Jalan Sunyi

Kick off 'Astra Satu Indonesia Award 2017 - dok Astra Satu Indonesia
Pada perayaan ulang tahun Astra ke 60, bersamaan dengan gelaran ‘Satu Indonesia Award’ ke 8. Satu Indonesia adalah semangat Astra terpadu untuk indonesia, merupakan langkah nyata group astra untuk berkontribusi dan berperan aktif serta meningkatkan kualitas masayarakat indonesia. Melalui karsa cipta dan karya terpadu, memberi nilai tambah untuk kemajuan
Satu Indonesia merupakan program pemberian apresiasi, kepada pemuda pemudi yang memiliki semangat sejalan dengan Astra. Berkarya memberi manfaat kepada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, wirasuaha, teknologi serta kelompok.
Satu Indonesia Award dilaksanakan sejak 2010, tercatat sudah ada 39 generasai muda penerima apresiasi Satu Indonesia Award. Pemuda pemudi penerima apresiasi tidak berhenti, memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Astra sudah berkiprah selama 4 dekade dalam bidang CSR, sekarang sudah punya 9 yayasan yang berkontribusi di bidang sosial. Kontribusi sosial bukan sekedar lips service, tapi bagaimana bisa sejalan dengan nafas Astra “sejahtera bersama bangsa”.
39 penerima satu indonesia award, mereka bekerja dari hati tanpa pamrih. Sebagian besar mendaftar karena didaftarkan orang lain, mereka tidak mendaftar atas kemauan sendiri. Mereka adalah anak-anak muda, yang menerapkan kemanfaatan dengan prinsip  Your First not Me First’.
Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia, meluncurkan ‘Satu Indonesia Award’ dengan 4 bidang CSR.
  • Kesehatan “Astra untuk Indonesia Sehat”
  • Pendidikan “Astra untuk Indonesia Cerdas”
  • Pemberdayaan Masyarakat “Astra untuk Indonesia Kreatif”
  • Lingkungan “Astra untuk Indonesia Hijau”
Astra Satu Indonesia diikuti pemuda pemudi, dengan usia maksimal 35 tahun baik individu atau kelompok (min 3 orang). Kegiatan yang dilakukan original, sudah berlangsung minimal 1 tahun berjalan berkesinambungan. Peserta belum pernah menerima penghargaan, baik untuk skala Nasional atau International.
-0o0-
Risma Hasannudin - dok Astra Satu Indonesia
Ada tamu yang cukup menyita perhatian, pada acara kick off  ‘Astra Satu Indonesia 2017’ adalah Risna Hasunuddin.
Risna berasal dari Banda Naira Maluku, mengabdikan dirinya untuk masyarakat di Manukwari Papua. Perempuan muda lulusan FKIP Universitas Patimura Maluku, tergerak hatinya setelah mengetahui kondisi masyarakat Manukwari khususnya suku anfak.
Manukawari memiliki angka partisipasi rendah pada kisaran 60-70%, memiliki angka buta huruf sangat tinggi, angka kematian ibu anak tinggi, angka kematian kanker payudara sangat tinggi.
Risna bertekad  bulat pergi ke Manukwari Papua, ingin merasakan sendiri apa yang terjadi di daerah tersebut. Setelah beberapa waktu berbaur, Risna berkesimpulan masyarakat Papua memang membutuhkan sentuhan.
Pada dasarnya masyarakat Papua adalah pekerja keras, namun mereka belum melek pengetahuan. Seperti pengelolaan satu lahan sawah, aneka tanaman seperti tomat, cabe dan terong ditanam dan dicampur dalam satu lahan. Seharusnya dalam satu lahan ditanam satu jenis tanaman, agar hasil panen tanaman tersebut optimal.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan sangat rendah, daripada sekolah anak anak diajak bercocok tanam. Risna memutuskan untuk merintis PAUD, untuk pembentukan karakter harus dimulai dari anak-anak. Sistem pembelajaran juga sederhana, menerapkan kurikulum keseharian dengan fasilitas sangat minim.
Inti dari permasalah di Manukawari adalah pendidikan dan masalah perempuan. Masih banyak terjadi pernikahan di usia muda, sehingga anak-anak tidak bisa sekolah” Jelas Risma dengan raut muka prihatin.
Perjuangan tak selalu berjalan mulus, Risna sempat mendapat perlakuan kasar secara fisik. Kaum lelaki umumnya dan tokoh adat, menggangap Risna sebagai penyebab adat tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena anak perempuan makin cerdas, sehingga mereka tahu hak mereka sebagai manusia. Karena geram, Risna pernah nyaris diperkosa namun upaya tersebut bisa digagalkan.
Mendapati dala, bahaya, orang tua di Banda Naira tidak tinggal diam. Sempat membujuk dan mengajak Risna pulang, namun di kampung halaman nurani merasa gelisah. Risna meyakinkan diri dan orang tua, bertekad kembali dan mengabdi di Manukwari.
Melihat kedatangan Risna kembali ke Manukwari, terutama kaum perempuan dan anak-anak bersuka cita. Mereka bersedia pasang badan, apabila Risma mendapat perlakuan tak baik dari warga.
Risana sendiri sangat memaklumi, mengapa sebagaian besar warga belum bisa menerima kehadirannya. Tidak lain karena mindset warga yang belum paham, tidak tahu apa tujuan diselenggarakan pendidikan.
Kalau semua upaya dilakukan sementara, semua upaya akan cepat hilang. Risna dengan tekun menjemput anak-anak, agar tidak malas ke sekolah dan balik bekerja membantu orang tua.
Metode belajar mengajar dibuat semenarik mungkin, sebagai pengantar menggunakan bahasa Papua. Secara perlahan dan bertahap, beralih daengan menggunakan bahasa Indonesia.
Perihal keikutsertaan dalam ‘Satu Indonesia Award, Risna tidak tahu dan tidak terbersit ingin mendaftar. Namun berkat bujukan teman, dengan setengah paksaan sang teman akhirnya luluh. Risma mendaftar tanpa berharap terlalu besar, agar teman yang memaksa berhenti membujuk dan merayunya.
HIngga langkahnya sampai sejauh ini, Risna mendapat award ‘Astra Satu Indonesia’ kategori pendidikan. Risma adalah penempuh jalan sunyi, apa yang dikerjakan lahir dari lubuk hati. Tak haus puja puji atau apresiasi, kebahagiannya terletak pada kebahagiaan orang lain.
Tiba tiba saya merasa sangat yakin, banyak Risna lain di belahan bumi pertiwi tercinta. Mereka yang bekerja tanpa pamrih, tujuannya hanya satu demi kemanfaatan sesama. Semoga ajang “Satu Indonesia Award”, menjadi pembuka pintu peraih award untuk kelancaran usaha rintisannya.
Risna Hasannudin hadir di kick off 'Astra Satu Indonesia Award 2017' -dokpri
Pendaftar ‘Astra Satu Indonesia’ , tercatat 2.341 sampai tahun 2016. Bagi anda yang hendak mengikuti, atau memiliki calon pantas diikutkan di Astra Satu Indonesia tahun 2017. Pendaftaran bisa diakses, melalui website www.satu-indonesia.com .
Tahun ini Astar Satu Indonesia memberi apresiasi tingkat Provinsi, tahap penjaringan peserta sampai 10 Agustus 2017. Penjurian tahap pertama sampai bulan September, kemudian dilakukan vote publik melalui website sampai Oktober. Puncak pemberian Satu Indonesia Award, akan dilaksakan pada bulan Oktober.
Saatnya anak muda Indonesia berprestasi, menebar kemanfaatan untuk lingkungan sekitar dan sesamanya. -salam-

Selasa, 11 April 2017

Bekatul Cryspy Unjuk Diri di BFF 2017


BBF 2017 di Ecopark Ancol-dokpri
blibli.com Fun Festival (BFF) 2017, baru saja usai digelar di Ecopark Ancol pada 8,9 April 2017. Menjadi ‘showroom’ strategis Industri kreatif dan kekinian, sekaligus sebagai ajang menikmati festival musik dan festival seni.
Sepanjang rangkaian BFF 2017, diselenggarakan workshop karya seniman lokal, games, produk karya anak bangsa sampai kuliner. Panggung besar dan megah di central area, diramaikan penampilan musisi lokal dan international.
Sebagai Blogger saya merasa beruntung, berkesempatan hadir pada hari kedua pagelaran BFF 2017. Cuaca Ancol yang cukup terik tak menyurutkan semangat, mengetahui lebih dekat kegiatan super keren memantik penasaran.
Spanduk dan umbul umbul terlihat semarak, dipasang panitia mulai jelang pintu gerbang utama Ancol. Pengunjung dengan mudah dipandu, sampai lokasi diselenggarakan event akbar BFF 2017.
Setelah menuju ke Ticket Box, saya melakukan proses regristasi dan diberi gelang khusus. Gelang warna biru tua yang melingkar di pergelangan, sebagai alat untuk melewati pintu utama BFF 2017. Sungguh rasanya sudah tidak sabar, ingin segera menjejakkan kaki di arena BFF 2017.
Pada pintu gerbang tampak petugas standby, mempersilakan pengunjung dengan identitas resmi masuk. Kesan yang berhasil saya ditangkap, pengamanan yang dilakukan begitu ketat. Pengunjung tanpa gelang resmi, dijamin tidak bisa melenggang masuk ke arena BFF 2017. 
Booth yang berpartisipasi di BFF 2017-dokpri
Dari pintu utama, saya berjalan sekitar seratus meter ke tempat acara. Benar saja yang ada di benak, brand ternama dan industri kreatif turut meramaikan ajang bergengsi ini. Mulai dari Polytron, BCA, Go-Jek, Maxim, Telkomsel, Celebrity Fitness, Philips, Intel, Susu Milo, POS Indonesia dan masih berjajar brand terkenal lainnya.
Namun ada stand yang berhasil menyita perhatian, adalah brand lokal unik yang dihasilkan oleh anak muda keren. Posisinya tak jauh dari pintu masuk, tepatnya di deretan “The Big Start booth”.
Nampak  booth Wakatobi Eyewear, sedang menggelar program buy 1 get 1. Setiap pembelian satu kacamata Wakatobi, pembeli berhak menyumbangkan satu kacamata pada pihak membutuhkan. Mekanisme penyaluran kacamata, dikoordinasikan oleh Wakatobi Eyewear.
Masih berada di jajaran Big Start booth, terdapat  Savis Tea, Klen and Kind, Olmatix,  Cool Sugar Wax, Amazara, Stereo Dessert, Potme Farm, Leon Papperwork dan banyak industri kreatif lainnya. Jujur ada yang mengusik rasa penasaran, saat melintasi booth Joyciacookies yang memajang biscuit berbahan bekatul. 
Joyciacookies -dokpri
Anda tahu bekatul kan?
Bekatul adalah sisa kulit padi yang terbuang dari proses pemdesan atau pengosongan beras. Kalau di kampung halaman saya di Jawa Timur (atau dimanapun), bekatul biasanya dijadikan makanan ternak.
Bekatul kaya Vitamin B Kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B 15), serta tinggi kandungan antioksidan. Manfaat bekatul membantu menurunkan kolesterol jahat, membantu metabolisme lemak, memperlancar proses pencernaan dan masih banyak lainnya.
Anak muda kreatif bernama Yeziel, menghampiri ketika saya menyambangi booth. El sapaan anak kuliahan di Surabaya, menjelaskan singkat tentang rintisan usaha keluarga ini. Kebetulan dari keluarga besar, memiliki usaha mesin pengupas padi (slep). Kemudian setelah memutar ide, ketemu inisiatif membuat Bekatul Crispy.
Joyciacookies berdiri sekitar tiga tahun, memiliki empat pilihan rasa yaitu Natural, Coklat, Reselve dan green tea. Ada produk diberi label Vitjes Koekjes, dengan produksinya Bekatul oatmeal dan Bekatul Crispy.
Semua produk dibuat dari bahan pilihan, non MSG dan non pengawet melalui proses dipanggang. Karena mengusung konsep healthy, untuk gula diganti dengan palm dan mentega diganti butter.Masalah citarasa jangan diragukan lagi, antara renyah, gurih, sedikit manis dan lezat berpadu di lidah. 
El dengan Bekatul Cryspi - dokpri
Saat ini menjadi pemikiran adalah pengemasan, kemasan yang ada membuat biscuit rentan pecah saat pengiriman. Area pemasaran masih di Semarang, sekaligus sebagai pusat produksi. Saat ini menjadi target adalah Jakarta, sehingga terbuka peluang bagi yang bersedia menjadi stockies.
Tak jauh dari booth Joyciacookies, terdapat booth Olmatix dengan inovasi kekinian banget. Temuan tentang pengendalian perlatan eletronik, dengan memanfaatkan signal wifi. Perangkat pengontrol elektronik ini tepat, bagi keluarga sibuk yang jarang di rumah.
Karena bisa memantau lampu rumah, dari kantor atau perjalanan melalui smartphone. Sistem kerjanya cukup simple, tinggal download aplikasinya di smartphone. Kemudian bisa disetting dan dioperasikan.
-o0o-
Sebagai pengunjung sekaligus penikmat, saya merasa ajang sekeren BFF ini musti sering diadakan. Menjadi kesempatan industri kreatif tanah air unjuk diri, agar lebih dikenal dan ter-blow up.
Terus terang, seumur umur saya baru tahu ada biscuit berbahan bekatul. Saya yakin seyakinnya di daerah lain di Indonesia, pasti banyak inovasi makanan lain yang belum terangkat.
Apabila event semacam ini dibuat lebih banyak dan lebih sering, niscaya akan bermunculan anak- anak muda bertalenta lainnya. Pada saat bonus demografi tahun 2025 mendatang, bangsa kita akan menjadi kuat dan kokoh dari sektor ekonomi.

Rabu, 08 Februari 2017

[Launching Buku] Telah Kupilih Jalan Hidupku yang Baru untuk Jakarta

Suasana Launching Buku AHY -dokpri
Mungkin anda pernah membaca atau mendengar, sebuah quote pernah diungkapkan penulis ternama alm Pramoedya. “Orang boleh pintar setinggi langit, tapi selama tidak ditulis maka akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”.
Saya yakin setiap orang memiliki jalan hidup, akan menarik apabila direkam dalam bentuk tulisan. Apalagi bagi orang yang sudah dikenal masyarakat, kisah hidupnya menarik minat masyarakat mengetahui.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), nama yang tidak asing di tengah masyarakat luas. Dalam kesibukan yang segudang, ternyata masih menyempatkan diri menulis. Menulis yang bermanfaat untuk warga Jakarta, tentang apa yang dilihat dan dirasakan.  
Selama kurang lebih tiga bulan, bertemu warga dari berbagai sudut kota Jakarta. Semua dilakukan dengan penuh semangat, melintasi terik panas atau lebatnya hujan demi mendengarkan aspirasi warga. Banyak kejadian menarik dialami, bisa dikisahkan ulang dalam bentuk buku.
Sebagai calon Gubernur, AHY ingin memberi harapan baru dengan semangat perubahan Jakarta bisa lebih  baik. Semangat perubahan menjadi cara mengajak warga Jakarta, bisa mengambil bagian dari perubahan tersebut.
Telah Kupilih Jalan Hidupku yang Baru untuk Jakarta”, menjadi judul yang dipilih untuk buku yang ditulis AHY. Buku dengan cover foto penulisnya, berisi hal hal yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat luas.
Seperti saya dan anda ketahui,  AHY telah mengambil keputusan besar dalam perjalanan hidupnya. Berpindah haluan dari karir militer yang 16 tahun dibangun, dengan memutuskan jalan pengabdian di bidang politik. Tak dipungkiri, latar belakang pendidikan kemiliteran akan mempengaruhi segala sikap dan tindakan.
Buku setebal 281 halaman ini, terdiri dari 24 Chapter ditulis dengan gaya bertutur mengalir seperti aliran air.
Chapter satu “Menjadi Jendral adalah Mimpi Setiap Taruna”, mimpi ini adalah sebuah keniscayaan.  Namun jalan hidup ditempuh AHY, mengambil pilihan tersulit yaitu keluar dari dunia kemiliteran.
Banyak orang memprediksi, bahwa AHY akan memiliki karir cemerlang di masa mendatang. Namun bagi AHY setiap pilihan hanya “One Way Ticket”, artinya tidak ada ticket kembali.
Chapter kedua “Pengabdianku di Dunia Militer”, mengisahkan pengabdian selama bertugas di dunia militer. Ketika menjalankan tugas baik di dalam atau luar negeri, termasuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia.
Chapter ketiga “Setiap Masa Ada Pemimpinnya”, diakui bahwa sejarah menorehkan nama AHY menjadi salah satu alternatif pemimpin saat ini. Secara runut diuraikan, bagaimana AHY keluar dari militer dan reaksi orang di sekitarnya. Sebagai pembaca saya merasakan, rasa haru pada ibunda Ani Yudhoyono dan kesetiaan sang istri.
Kemudian pada Chapter keempat “Hembasan Badai Pada Hari Pertama”, menggambarkan gejolak dihadapi setelah AHY berpindah haluan ke dunia politik. Sesaat setelah mendatangi KPUD Jakarta untuk pencalonan sebagai Gubernur, ada yang anggapan AHY sebagai anak ingusan. Banyak cibiran dilamatkan pada AHY, tak jarang diungkapkan dengan kalimat kasar baik langsung atau sindiran. Semua dihadapi dengan lapang dada, AHY menganggap semua adalah cara orang mengekspresikan rasa sayang padanya.
Banyak bangsa di dunia melahirkan generasi muda, yang mempengaruhi sejarah bagi negerinya. Muda bukan berarti miskin pengalaman, justru yang muda yang berkarya akan membawa perubahan.
Chapter 5 "Menjadi Kuda Hitam" -dokpri
Chapter lima “Menjadi Kuda Hitam”,  pentingnya memiliki semangat underdog. Orang yang tidak diperhitungkan, namun justru yang meraih kemenangan. Pada Chapter keenam “Semangat Harus Bisa”, diteruskan chapter ketujuh berjudul “Gerilya si Kecil Melawan si Besar”.
Taktik Panglima Besar Jendral Sudirman memilih jalan gerilya, rupanya mengisnpirasi AHY. Bahwa dengan segala keterbatasan logistik, ternyata bisa dikalahkan dengan semangat yang besar.
Chapter ketujuh berkelanjutan dengan chapter ke delapan, yaitu “Gaya Baru kampanye Pilkada”. Chapter sembilan “Learning by doing”, ini sebagai pengakuan bahwa AHY adalah pekerja keras dan pembelajar cepat.
AHY tidak pernah malu bertanya dan mencatat, bahkan saat AHY bisa menjelaskan secara terstruktur dibilang orang sebagai penghapal. Walaupun seorang penghapal sekalipun, sangat dibutuhkan memori yang baik. AHY tetap punya kekhasan sendiri, meski secara DNA ada kesamaan dengan Pak SBY sang ayahanda.
Chapter ke sepuluh “Politik Akal Sehat ; Lentur dalam Strategi dan Teguh dalam Prisip”, kekuatan dalam memegang prinsip sesuai karakter, diyakini akan meraih harapan yang dicanangkan.
-0o0-
Selain sepuluh chapter diuraikan, masih ada chapter sebelas sampai duapuluh empat. Satu chapter ke chapter berikutnya berkaitan, gaya tulisan mengajak pembaca seperti mengikuti aliran air.
Bahwa setiap perjuangan butuh pengorbanan, hal ini tengah dilakukan AHY. Tantangan yang datang dan tidak masuk akal,  justru menjadi batu asah menapaki lahan perjuangan. Musuh dalam dunia politik sangat tidak jelas, hari ini menjadi kawan esok bisa menjadi lawan.
Namun dengan tantangan yang dihadapai, AHY belajar untuk memperbaiki diri setiap hari.
Ada kalimat bisa menjadi bahan renungan,  pada Epilog di halaman menjelang akhir buku AHY.
AHY bersama istri -dokpri
Kita tidak pernah tahu kapan harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Sejarah mengajarkan tentang orang- orang yang menjadi besar karena berani mengambil keputusan yang besar dengan segala resikonya. Saya sudah berani mengambil keputusan yang besar dalam hidup saya dan tidak mungkin saya kembali lagi”.
Perjuangan menjadi gubernur Jakarta bukanlah hasrat untuk meraih kekuasaan, tetapi semata-mata merupakan panggilan jiwa untuk membela, memajukan dan menyejahterakan seluruh rakyat Jakarta”.

Bagi anda yang mulai penasaran, silakan mendatangi toko buku terdekat. Bisa menyerap inspirasi dari buku terbitan Expose, “Agus Harimurti Yudhoyono, Telah Kupilih Jalan Hidupku yang Baru untuk Jakarta”. 
AHY sedang memberi tanda tangan untuk bukunya -dokpri

Senin, 16 Januari 2017

Binatang Kutub Pindah ke Jakarta

Piquin di Jakarta Aquarium -dokpri

Anda pasti tahu Pinguin !
Binatang berpenampilan khas, dominasi warna putih di badan, pada bagian tertentu berwarna hitam.  Paruhnya mungil, berjalan tertatih menahan bobot badan, memiliki sayap bak dua tangan. Biasanya binatang jenis ini muncul, di daerah beriklim dingin.
Karena pinquin hidup di daerah bersalju, mustahil bertahan Indonesia yang memiliki dua musim. Etapi tunggu dulu, kini sudah hadir Jakarta Aquarium.
Apa itu Jakarta Aquarium?
Destinasi baru untuk rekreasi keluarga, merupakan lembaga konservasi Ex- Situ persembahan Taman Safari Indonesia Group berkolaborasi dengan Aquaria Sdn. Bhd.
Apa Lembaga konservasi Ex- Situ?
Adalah lembaga konservasi yang melakukan aktivitas konservasi di luar habitat alaminya.

Nah kalau anda penasaran melihat pinguin asli, tak perlu berkunjung ke kutub utara. Jakarta Aquarium bisa menjadi alternatif jujukan, demi menepis keingintahuan binantang lucu dan menggemaskan.
Saya berkesempatan, berdekatan dengan pinguin dari jarak sangat dekat. Tapi tak sembarang mendekat, melalui prosedur yang harus dilewati. Karena sekali kunjungan, hanya untuk dua orang plus satu petugas maka harus antri.
Saya masuk dalam ruangan berpendingan, melalui dua lapis pintu yang disediakan pengelola. Dua tangan musti dicuci agar steril, kemudian telapak sepatu dibersihkan pada tempat berisi air.
Bersama satu teman blogger, membawa kotak isi makanan pinguin. Hanya sekitar satu sampai dua menit, kami ada di ruang kaca bersama pinguin. Tak lupa kami mengabadikan, kebersamaan langka bersama binatang lucu ini.
Bloger di Jakarta Aquarium -dokpri

Memberi makan Pinguin -dokpri
Saat saya berkunjung di Jakarta Aquarium, memang belum semua wahana beroperasi. Blogger diajak menikmati santap siang di Pingoo Restaurant, sembari melihat tingkah lucu pinguin di aquarium raksasa.
Sementara pada lantai di atas restaurant, terpasang tulisan besar "Jakarta Aquarium". Nah pada lokasi yang belum dioperasikan ini, di lanta LG akan ada teater 5D. Pengunjung ditantang, memasuki dunia bawah laut dengan kapal selam mutakhir.
Akan ada atraksi "Pearl of The South Sea", pertunjukkan yang menggabungkan aksi panggung pemain profesional. Berkisah tentang raja yang sangat sayang putrinya, menyababkan ratu (yang ibu tiri) cemburu dan berniat menyingkirkan sang putri.
Masih ada aktivitas "Touch Pool", yang mengajak pengunjung melihat satwa laut dari jarak dekat. Pengunjung wajib membersihkan tangan, sebelum menyentuh satwa yang ditampilkan.
Masih ada aktivitas menarik lainnya, seperti "Otter Tunnel", "Kids Clasroom", "Diving" , "Seatrek" yang menambah pengalaman berpetualang di dunia laut. Fasilitas yang disediakan juga lengkap, ada akses masuk untuk kursi roda, ruang ganti bayi, wifi, cafetaria, souvenir, loker, dan semua fasilitas demi kenyamanan pengunjung.
Kalau anda semakin penasaran, kunjungi media social Jakarta Aquiarium.
FP ; Jakarta Aquarium
IG ; @jakartaaquarium
Twitter ; @jaq_id

Google + ; Jakarta Aquarium

Sabtu, 08 Oktober 2016

Think Fresh, Mantra Meyakinkan Diri Dari Danny Oei Wirianto

Danny Oei Wirianto  - dok penyelenggara
Bagi saya pribadi, nama Danny Oei Wirianto sudah tidak begitu asing. Sosok di balik suksesnya komunitas terbesar Kaskus, selain itu beliau berperan dalam pengembangan belasan perusahaan digital. Sebut saja Semut Api Colony, Klix Digital, MediaXasia, MerahPutih Inc., Mindtalk, Bolabob, DailySocial, Infokost.net, KrazyMarket, Kincir, Lintas.me, OneBit, semua nama yang saya sebutkan di bawah bendera Merah Cipta Media Group (MCM). 
Melalui beragam upaya dan kerja keras, apa yang disentuh tangan dingin Danny seolah berubah menjadi emas. Perjalanan untuk menjadi "seseorang" bukan hal yang mudah, ada proses luar biasa dibaliknya. Pun Danny melalui kawah candradimuka, membuatnya bisa sekokoh karang.
"Tahun pertama membangun bisnis, saya tidur di kantor" Ujar Danny saat acara Launching buku Think Fresh di Kinokinuya Plaza Senayan pada kamis 29/9'16.
Apapun Yang Instan Itu Tidak Baik (inspirasi satu - Buku Think Fresh - hal. 152 )
Lihat saja, bahkan mi instan tidak diproses secara instan. Begitu pula kesuksesan, tidak mungkin diraih secara instan. Untuk sukses, seorang akan melalui masa-masa sulit yang penuh kerja keras dan pengorbanan. Banyak yang tidak melihat bahwa keberhasilan dia adalah berkat adanya persiapan, kerja keras, dan belajar dari kegagalan.

Cuplikan satu paragraf dari buku Think Fresh ini, bukan sekedar omong kosong atau sekedar teori belaka. Kalimat ini terasa dalam, karena ditulis/ dikisahkan oleh orang yang mengalaminya sendiri,
Danny menuntut ilmu di Kendall College of Art and Design, Michigan, Amerika Serikat. Untuk membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah, mengambil pekerjaan sampingan sebagai Office Boy.
Bayangkan kawan, menjadi office boy, saya yakin tak semua orang sanggup melakoni. Apalagi bagi seorang berpendidikan, pasti ada pergolakan ego. Mungkin masih ada sebagian orang menganggap, OB jenis pekerjaan dalam kasta tak diperhitungkan. Tapi siapa nyana, Danny Oei Wirianto dengan gagah menjadikan batu pijakan. Kelak lelaki rendah hati ini, bisa membuktikan bahwa seorang office boy pun bisa sukses.
Danny Oei Wirianto  - dok penyelenggara

Hidup itu seperti bola tennis, kata salah seorang rekan kerja saya, David Wayne Ika (inspirasi dua- buku Think Fresh hal. 38 )
Jika dijatuhkan ke sofa yang empuk, bola tennis tidak akan melambung tinggi. Tetapi jika dijatuhkan ke tanah yang keras, dia akan melambung tinggi. Hidup kita pun demikian, akan melambung tinggi atau rendah mengikuti lingkungan yang kita pilih untuk kita tempati. Keberhasilan kita juga tergantung pada kekuatan tekad serta usaha keras kita untuk mencapai hasil yang kita inginkan.


SURROUND YOURSELF WITH POSITIVE PEOPLE

Danny melentingkan dirinya, melalui tempaan hidup satu diantaranya pilihan sebagai office boy. Ketekunan bekerja dan belajar, menjadikannya mahasiswa yang cerdas. Akhirnya banyak teman kampus yang ingin belajar darinya, Danny memutuskan berhenti sebagai office boy. Kemudian Danny mendapat penghasilan lebih, melalui pekerjaan yang baru sebagai pengajar.
Lihatlah hukum bola tenis sedang terjadi, Danny membenturkan diri pada kerasnya hidup. Bola itupun mengikuti sunatullah (hukum alam), melompat tinggi bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Inovasi, tidak hanya perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan produk yang bisa menjawab kebutuhan orang banyak. Sebagai individu, kita pun perlu ber- INOVASI. (Inspirasi tiga - buku Think Fresh hal. 57)
Kita perlu sadar bahwa kemampuan untuk ber-INOVASI bukanlah hal yang kita bawa sejak lahir. Kemampuan itu tercipta dari kemauan kita mencari tahu.

Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, Danny mengirim lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan. Kala itu lamaran masih difotocopy, sehingga kalkulasi biaya  cetak portfolio lumayan besar. Pada tahun 1997, Indonesia baru beradaptasi dengan internet (btw saya masih ingat, dulu menjamur kursus komputer)
Nah, Danny putar otak menyiasati kondisi. Akhirnya menyajikan sesuatu yang beda, yaitu membuat portfolio dalam bentuk softcopy. Sehingga bisa lebih efisien, tak makan banyak budget untuk membuat lamaran.

Launching Buku Think Fresh, di Kinokinuya Plaza Senayan (ki-ka ; Rene H, Danny Oei. W, Giring G -dokpri
Beruntung saya bisa hadir, di acara peluncuran Buku Think Fresh. Saat mengisi buku tamu di meja regristasi, disodori air mineral bertutup orange dengan tempelan Think Fresh. Dominasi warna orange terus berlanjut, mulai dari backdroup, ornamen di atas panggung, sampai pernik- pernik di meja narasumber.
Kehadiran Rene Suhandono sebagai pemandu acara, sungguh membuat acara hidup. Selain Danny Oei Wirianto sebagai penulis, hadir Giring Ganesha penyanyi sekaligus sahabat Danny.
Sepanjang acara launching buku, sejak mulai sampai penutup hanya satu kata dapat saya simpulkan "FRESH".
Seolah tak sabar, saya membaca buku yang sudah ditandatangani sang penulis. Lembar demi lembar saya buka, membaca kata demi kata seperti sebuah rangkuman perjalanan penulisnya.
Think Fresh, menurut saya bukan sekedar kumpulan kalimat motivasi/ mantra. Namun kalimat yang diolah, buah dari sebuah perjuangan panjang yang telah dilalui. Kalimat per kalimat terasa dalam, sungguh itu benar saya rasakan sendiri.
Saya jadi ingat sebuah tausiyah dari ustad ternama, "Apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati." itulah perumpamaan, yang bisa saya gambarkan dengan buku bercover orange ini.
Ilustrasi dan warna yang diterapkan setiap halaman lain dari yang lain, sehingga mata ini tidak cepat lelah saat membaca. Bayangkan saja, halaman per halaman dibuat berwarna-warni (tidak monoton). Misalnya ada satu lembar, didesign dasar hitam dengan tulisan putih. Lembar berikutnya, dasar merah dengan tulisan putih, begitu seterusnya. Tulisan tidak hanya dituang dalam halaman biasa, tapi dibingkai dengan bulat, kotak, disertai ilustrasi pendukung yang begitu menarik.
Pemilihan front huruf juga beda-beda, menyesuaikan tema yang sedang dibahas.  Ukuran huruf juga tak seragam, bisa jadi, satu halaman isinya hanya satu kalimat terdiri empat kata. Saya berhasil dibuat penasaran, kira-kira apa yang akan terjadi di halaman berikutnya.
Tak perlu waktu panjang membaca, karena kalimatnya ringkas dan mengena di hati.
Dengan ukuran yang mungil, buku ini praktis dibawa kemana-mana. Readable pokoknya, baik sambil nunggu di halte, naik commuter line sambil berdiri juga oke. 
Buku Think Fresh - dokpri

Saya sengaja mencuplik, hanya tiga kalimat inspirasi pada Buku Think Fresh. Padahal masih banyak kalimat lain, bertebaran di 177 halaman di buku ketjeh ini.
Sungguh, menurut saya buku ini terlihat dipersiapkan dengan sangat teliti dan detil. Sampai-sampai mengajak pembaca berpartisipasi, memberi tanda sticker apabila menemukan 5 kejanggalan. Buku Think Fresh seolah representasi perjalanan hidup Danny Oei, berproses menjadi pribadi yang luar biasa.
Kiprahnya dibidang advertising yang digeluti, telah membawanya meraih beragam penghargaan. Prestasi terbaru diukir dibidang bisnis dan investasi, yaitu Top 3 Best Mentors of Founder Institute in Asia (2013)
Jadi kalau anda ingin merasakan sensasi lain membaca buku, beli deh Think Fresh. Saya menjamin anda merasa beruntung, membeli sekaligus mengoleksinya. 
"Royalti dari buku Think Fresh, akan digunakan untuk mewujudkan mimpi anak negeri"Ujar Danny saat acara (keren kan).
So jangan lama-lama, segera ke toko buku. Jangan sampai kehabisan, ntar nyesel lho ! -salam Think Fresh-