Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2018

Siap-Siap “SIAP GAN !” Siap Tayang 13 September 2018

sumber Muara Prima Entertainment


 “Memang tantangan anak muda sekarang ini cukup berat. Apalagi di era digital, mereka asyik dengan kehidupannya sendiri tanpa melihat kanan kirinya.  Padahal kita bisa hidup seperti sekarang ini tidak lepas dari perjuangan panjang para pahlawan kita, orang tua kita dan guru-guru kita. Karenanya saya berharap anak muda harus nonton film ini agar tahu dari mana kita berasal dan bagaimana pengorbanan kita untuk merah putih,” Menpora Imam Nahrawi


Perfilman Indonesia, kembali akan diramaikan dengan film komedi “SIAP GAN”. Film SIAP GAN diproduksi oleh PT. Muara Prima Entertainment, dengan Ramos Sihombing bertindak sebagai Executive Producer.
Film komedi remaja bertema nasionalisme, disutradarai oleh Ody Chandra Harahap, sekaligus sebagai penulis cerita.

Jumat, 27 Juli 2018

“Sara & Fei, Stadhuis Scandaal” Menandai Kembalinya Sutradara Adisurya Abdi


Staddhuis Scandaal - Xela Pictures


Dewasa ini iklim perfilman tanah air semakin marak, terbukti banyak judul film bermunculan dalam hitungan minggu. Bukan hanya dari segi kuantitas, dari sisi tema juga semakin beragam. Bahkan dari sudut kualitas dan teknologi, film Indonesia sudah mampu ‘berbicara’ di kancah international.

Sudah tidak terbantahkan, beberapa judul film Indonesia mampu bersaing dan meraih penghargaan internasional. Hal ini tentu membanggakan, sekaligus mengangkat derajad bangsa di mata dunia.

Kamis, 19 Juli 2018

Kisah Teror Bom Thamrin dalam Film "22 Menit"


Aryo Bayu dalam 22 Menit - dok Buttonijo


Masih terekam jelas di ingatan, peristiwa bom di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, terjadi pada januari 2016 silam.
Kala itu bangsa ini terkaget-kaget, sontak linimasa media sosial tak kalah gempar. Sampai muncul hastag #KamiTidakTakut , untuk melawan teroris yang sedang menyerang.

Kisah tragis dan memilukan, kemudian diangkat ke layar bioskop, oleh Rumah Produksi Buttonijo Film bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Film ini mengangkat tema, keberanian warga Jakarta dan sekitarnya, serta kesigapan aparat kepolisian mengatasi serangan teroris.

Sabtu, 30 Juni 2018

Film Indie 'Nyanyian Anak' Hadir di Layar Lebar


sindonews.com


Satu terobosan dipersembahkan Mini_Onstream, yaitu memproduksi film pendek Nyanyian Anak dan diputar di layar lebar. Team Mini_Onstream sendiri, adalah para pemenang LA Indie Movie. Sebelum Film Nyanyian Anak, team keren ini pernah membuat film pendek ‘Seeking Soulmate’ berdurasi tigapuluh menit.

Jumat, 29 Juni 2018

Punya Ide Cerita Anti Korupsi, Kirimkan ke ACFFest 2018 dan Raih Hadiahnya


ki - ka ; Sujanarko (direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat - KPK), Saut SItumorang (Pimpinan KPK), Jujur Prananto (penulis skenario) dan Kamila Andini (sutradara film) - dokpri


Sudah familiar dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dong, lembaga negara yang kerap melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) kepada para koruptor. Sebagai anggota masyarakat, saya turut bangga, mendengar berita KPK berhasil OTT koruptor.
Sudah semestinya, seluruh lapisan masyarakat mendukung kinerja KPK. Kita sangat bisa berpartisipasi, melalui hal- hal kecil dalam keseharian. Seperti mematuhi peraturan lalu lintas, tidak menyerobot antrean dan lain sebagainya.

Khusus bagi anda yang biasa bikin film, KPK menggelar ‘Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2018’. Program ini mengajak masyarakat, melakukan gerakan anti korupsi melalui film sebagai penyampai pesan. Seperti kita ketahui, film sebagai sarana cukup efektif, untuk menyampaikan pesan kepada khalayak umum.

Sabtu, 09 Juni 2018

Buttonijo Rillis Thriller dan Poster Resmi Film “22 Menit”

Crew and Cast 22 Menit -dokpri

Melihat antusiast sineas Indonesia, rasanya patut diacungi jempol. Dalam hitungan minggu, banyak judul film bermunculan dan diputar di Bioskop terkemuka. Hal ini pasti sebanding, dengan antusiast penikmat film Indonesia. Sebagai gambaran, betapa kondusif iklim perfilman di Indonesia.

Satu film baru kini sudah mengantre di bioskop, adalah hasil karya dari rumah produksi film Buttonijo. Official trailler film “22 Menit,” diluncurkan di hadapan media dan blogger pada kamis 7 Juni 2018. Film 22 Menit adalah film besutan dua sutradara muda, Eugene Panji dan Myrna Paramita Pohan, direncanakan serentak tayang pada tanggal 19 Juli 2019, di bioskop seluruh Indonesia.

Rabu, 21 Februari 2018

Channex Ridhall Pictures dan bank bjb, Meluncurkan Poster, Triller dan Original Soundtrack Fillm “Guru Ngaji”



Dony Damara sebagai Mukri - dok Chanex Ridhall Pictures

Film Guru Ngaji,  segera rilis di bioskop pada 22 Maret 2018. Film drama keluarga ini, sangat layak tonton bagi movie enthusiast film Indonesia.

Film “Guru Ngaji” dikemas dengan cerita ringan, namun sarat dengan pesan kemanusiaan. Berisi kisah keseharian seorang guru ngaji di desa, pada satu sisi juga bekerja sebagai badut di pasar malam. 

Jumat, 26 Januari 2018

Inspirasi Ketangguhan Perempuan dalam “Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi”



Adegan Film " Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi" - Inspira Picture

Membaca kata “2 kodi,” dalam judul film “Bunda ; Kisah Cinta 2 Kodi,” pikiran saya tertuju pada dua tumpukan pakaian terikat tali rafia.

Perkiraan saya tidak meleset, 2 kodi di film ini adalah dua kodi untuk busana muslim. Film Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi, mengangkat kisah nyata dari Tika Saputra. Sosok perempuan, yang berperan besar dibalik suksesnya brand busana muslim “Keke Collection.”

Bersama Komunitas BloMil, saya berkesempatan hadir dalam Screening Film Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi. Bertempat di Epicentrum XXI, sekaligus digelar press confrence.

Kisah perempuan tangguh ini sangat menginspirasi kami untuk diangkat ke layar lebar.” Ujar Rendy Saputra, selaku Produser Inspira Picture.
Tika Saputra menjadi sosok menarik di mata Rendy, selain seorang pengusaha sukses, juga perempuan menarik di masa kini.

Minggu, 14 Januari 2018

Pentingnya Peran Serta Masyarakat dalam Industri Perfilman Nasional


Sarasehan Peranserta Masyarakat Film yang diadakan di Gedung PPHUI Jakarta Selatan -dokpri

Dewasa ini, dunia perfilman tanah air sedang marak. Nyaris dalam hitungan hari, selalu bermunculan judul baru dilaunching.
Kenyataan ini menggembirakan, sebagai indikasi, meningkatnya produktifitas sineas tanah air, sekaligus respon positif dari masyarakat.

Beberapa judul film Indonesia, mencetak box office. Menembus angka jutaan penonton, berkat kerja keras dan kerja kolektif para pelaku film.
Secara kualitas juga dapat dibuktikan, dengan diraihnya berbagai penghargaan baik di dalam atau di luar negeri.

Keadaan ini tidak boleh diabaikan, musti dimbangi dengan peran serta masyarakat dan penggiat perfilman.
Satu diantaranya, dengan menggelar forum-forum diskusi dan kegiatan pendukung dunia perfilman tanah air.

Pada minggu kedua Januari, Masyarakat Perfilman mengadakan Sarasehan. Acara digelar di Gedung PPHUI (Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail), berlangsung dengan format santai namun serius.

Senin, 04 September 2017

Perjuangan Mengenyam Pendidikan dalam Film Jembatan Pensil


Pressconf Jembatan Pensil -dokpri

Masih ingatkah anda, peristiwa putusnya jembatan kayu di daerah Dusun Krikilan, Desa Gratituton, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Jawa timur. Peristiwa terjadi awal tahun 2017, sempat mendapat perhatian masyarakat Indonesia.
Kondisi putusnya jembatan memaksa warga, turun ke sungai untuk menyebrang ke desa seberang.  Anak anak berseragam Sekolah Dasar, rutin membelah air mencapai tempatnya menuntut ilmu.
Sungguh peristiwa ini membuat miris, sekaligus pada sisi lain menumbuhkan haru. Putra-putri tunas bangsa, rela menempuh apa saja demi belajar. Pendidikan menjadi barang berharga, diyakini akan melepaskan dari keterkungkungan.
Hal krusial menjadi koreksi pemerintah, betapa pemerataan pembangunan infrastruktur harus mendapatkan perhatian lebih.
Saya kok yakin, minim sarana prasarana belajar masih banyak dialami saudara kita di sudut negeri. Program pemerintah yang dikenal dengan Nawacita, semoga bisa menjadi ikhtiar bersama. Bahwa pembangunan berhak dirasakan oleh masyarakat, bahkan yang berada di daerah terpencil, pelosok dan perbatasan.
Semoga bisa menjadi kenyataan, Amin.
-0o0-
Akhir pekan di awal bulan maret, Gala Premiere Film berjudul Jembatan Pensil dihelat di IMAX XXI Gandaria City. Film keluarga berlatar persahabatan, pendidikan dibalut cinta, mengambil lokasi shooting di Muna Sulawesi Tenggara.
Tak ayal pemandangan laut indah membentang, sangat memanjakan indera penglihatan. Tampak nelayan sibuk menjala ikan, demi pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. selain melaut, Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna juga terkenal dengan kain tenun.
Adalah Inal, Nia, Aska, Yanti dan Odeng, lima sahabat yang berjuang demi mendapatkan pendidikan. Setiap hari menempuh perjalanan panjang, demi mencapai sekolah sederhana berada di pinggir pantai.
Satu paling epic saat pergi dan pulang, empat sahabat harus menyebrangi jembatan kayu yang sudah mulai lapuk. Odeng (diperankan Didi Mulya) anak berkebutuhan khusus, setia menunggu empat karibnya di ujung jembatan.
Odeng dengan segala keterbatasan dimiliki, ternyata punya kelebihan dalam bidang menggambar dan berhati mulia. Gambar laut yang dihasilkan, menjadi persembahan bagi ayah dikasihi yang juga seorang nelayan.
Melihat usaha keras teman-teman dicintai, Odeng menyimpan tekad membuat jembatan kayu baru. Serupiah dua rupiah uang jajan dari ayahnya ditabung, demi mewujudkan cita cita mulianya.
Odeng dan sang ayah tinggal bersama Gading (diperankan Kevin Julio), pemuda putus kuliah ikut melaut karena orang tuanya meninggal. Setiap malam Odeng tinggal di rumah sendiri, sementara ayah dan Gading kakaknya pergi melaut.
Malam naas akhirnya terjadi, petir menyambar ombak besar dan cuaca sangat tidak bersahabat. Keesokkan pagi ketika  sampan merapat, terlihat Gading pingsan di atasnya sementara ayah tidak tampak. Odeng dan Gading masing masing menjadi anak yatim piatu, Gading berjanji akan menjadi kakak dan menjaga Odeng.
Foto Session bersama cast Jembatan Pensil - dokpri
Bagaimana Odeng menghadapi kenyataan pahit, sekaligus cara mewujudkan mimpi membangun jembatan. Film Jembatan Pensil, akan menjawab rasa penasaran penonton bioskop di tanah air.
Film Jembatan Pensil ditulis oleh Exan Zen, sedikit banyak diadaptasi dari kisah masa kecil sang penulis. Semasa sekolah dasar, Exan berjalan jauh ke sekolah. Menempuh puluhan kilometer dengan sepatu dijinjing, berseragam kedodoran agar awet.
Hasto Broto selaku Sutradara jeli memilih lokasi, sepanjang film penonton benar benar dimanjakan dengan pemandangan indah. Musik yang ditata Anwar Fauzi, berhasil membuat penonton baper pada adegan sedih.
Tampak penonton di kursi sebelah saya, beberapa kali mengusap mata ketika tokoh Odeng menangis. Kisah cinta yang menjadi bumbu dalam film ini, tidak terlalu diangkat hanya sekedar lewat sekilas.
Selebihnya, silakan saksikan sendiri ya. Film Jembatan Pensil akan tayang serentak, pada 7 September 2017. Saya berani menjamin, film ini aman untuk semua umur. – salam-

Jumat, 04 Agustus 2017

Film Nyai Ahmad Dahlan Segera Tayang di Bioskop


Press Confrence Film Nyai Ahmad Dahlan -dokpri

Nama siti walidah mungkin masih asing di telinga, tetapi ketika menyebut Nyai Ahmad Dahlan saya yakin pasti sudah sangat familiar. Nyai Ahmad Dahlan adalah pahlawan perempuan asal Kauman Jogjakarta, yang memiliki peran besar dalam sejarah bangsa ini.
Nyai Ahmad Dahlan lahir pada tahun 1872, beliau adalah pendiri gerakan perempuan ‘Sopo Tresno’ yang kemudian bernama Aisyiyah. Pada awal kemerdekaan, Nyai Ahmad Dahlan menggerakkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum. Beliau rajin bertukar pikiran, dengan dua tokoh besar negeri ini yaitu Presiden Sukarno dan Jendral Sudirman.
“Beliau merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin kongres Muhammadiyah tahun 1926” Ujar Ibu Irawati Mochtar Asrul selaku Executive Produser film Nyai Ahmad Dahlan bersama H.Azrul Azis Taba.
IRAS FILM mengangkat sosok istimewa ke dalam layar lebar, persembahan bagi bangsa Indonesia, bagi Muhammadiyah, Aisyiyah dan keluarga besar Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Secara keseluruhan, proses syuting dilakukan di kota asal sang tokoh yaitu Jogjakarta. Memasang nama bintang Tika Bravani sebagai Nyai Ahmad Dahlan, berpasangan dengan David Chalik sebagai Kyai Ahmad Dahlan.
Berderet nama bintang ternama lainnya juga ikut bermain dalam film ini, seperti Cok Simbara, Della Puspita, Rara Nawaningsih, Egi Fedly, Malvino Fajaro, Inne Azri.
Dalam press confrence Film Nyai Ahmad Dahlan, Dyah Kalsitorini selaku produser sekaligus penulis skenario Film Nyai Ahmad Dahlan mengungkapkan, “ Bagi kami membuat film ini adalah amanah luar biasa, sosok beliau sangat hebat. Setiap perjalanan hidup Nyai Ahmad Dahlan sangat inspiratif, beliau benar benar uswatun hasanah bagi umat. Dalam durasi 98 menit, insyaallah kami berusaha menggambarkan siapa beliau. Sosok Nyai Ahmad Dahlan baik sebagai istri, ibu, guru, sahabat dan pejuang.”
Tika Bravani pemeran Nyai Ahmad Dahlan -dokpri
Niat baik mengangkat sosok Nyai Ahmad Dahlan bergayung sambut, mendapat dukungan penuh dari keluarga besar Kyai Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dan Aisyiyah. Bahkan 90% pemainnya dari keluarga besar Muhammadiyah, Aisyiyah, dan keluarga Kyai Ahmad Dahlan, semua bermain total sangat baik dan menjiwai.
Beberapa nama penting di juga hadir di Film ini, seperti Dahnil Anzar Simanjutak, ketua umum PP Muhammadiyah beliau memerankan tokoh Kyai Fakhrudin, juga nama Diyah Puspitarini Ketua Nasyiatul Aisyiyah beliau memerankan Munjiyah.
Bertindak sebagai penata musik adalah Tya Subiakto, film ini semakin keren dengan soundtrack berjudul ‘Cinta Melampaui Jaman’ dinyanyikan Rara Tarmizi penyanyi peraih piala AMI Awards 2016.
Pada kesempatan berbeda, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bapak Muhadjir Efendi menyatakan, “Film Ahmad Dahlan hadir pada saat yang tepat, ketika bangsa ini merindukan sosok yang bisa menjadi teladan yang bersedia mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan umat dan bangsa.”
Anda bisa menunggu Film Nyai Ahmad Dahlan di bioskop, ditayangkan pada pekan ketiga bulan Agustus 2017.

FILM NYAI AHMAD DAHLAN
Executive Producer ; H. Asrul Azis Taba, Hj. Irmawati Mochtar
Producer ; Dyah Kalstorini, Widyastuti
Line Producer ; Rifat Rasjim, Ririn Fx
Skenario ; Dyah Kalstorini
DOP ; Zetta Alpha Maphilindo
Art ; Opung cs
Make Up ; Ocha, Atiel
Kostum ; Rifa
Pimpro ; Agus Wahyudi
Talent ; Ponco, Mahfud
Editor ; Bimmo DJ, Safira, John Wayne
Music ; Tya Subiakto
Sound man ; Oedin, Rizky
Mixing ; Mangkil
Grading ; Pulung Studio  

Kamis, 06 Juli 2017

OPPO F3 Limited Collection Pack Spider-Man ; Homecoming



OPPO F3 regristasi -dokumentasi pribadi
Suasana XXI Gandaria City sore (4- Juli'17) cukup semarak, menjelang pemutaran film Spider-Man ; Homecoming. Pada sudut kiri XXI terdapat banner bertulis Spider-Man, dilengkapi beberapa manusia berbaju karakter Spider-Man.

Karakter ini cukup menyita perhatian, menjadi incaran pengunjung diajak melakukan swafoto. Beberapa gambar langsung upload di medsos, Timeline IG dan FB terpasang pemilik akun berdampingan dengan karakter Spider-Man. 

Selasa, 06 Juni 2017

‘Insya Allah, Sah !’ Film Pilihan Saat Lebaran



eflyer Insya Allah Sah

Sepertiga bulan Ramadan sudah dijalani, semoga tetap semangat sampai akhir puasa ya. Mungkin diantara anda sudah siap ticket mudik, sekalian memikirkan hiburan apa yang tepat saat lebaran.
Pada 5 Juni 2017, Blogger's hadir dalam meet and Greet film ‘Insya Allah, Sah !’, bertempat di gedung MD entertainment.
Film terbaru MD diyakini bisa menjadi alternatif, untuk melewatkan waktu bersama orang-orang terkasih. Film Layar Lebar diproduksi MD Pictures ini, mengusung genre drama komedi. Menampilkan bintang Titi Kamal, Panji Pragiwaksono dan Richard Kyle, serta sederet nama top menjadi cameo seperti Dedi Mizwar, Prilly Latuconsina, Tanta Ginting, Lidya Kandau, Ira Maya Sopha, Fitri Tropika.
‘Insya Allah, Sah !’ lahir dari tangan dingin sutradara Benni Setiawan, diproduseri oleh Manoj Punjabi.
Adalah Silvi (diperankan Titi Kamal) terjebak di dalam lift, bersama seorang lelaki bernama Raka (diperankan Pandji P). Raka adalah pemuda religius, aneh dan menyebalkan. Sementara Silvi, perempuan judes dan ceplas ceplos serta menunjukkan ketidaksukaan kepada Raka.
Silvi bersama Dion (diperankan Richard Kyle) keduanya kerap berhadapan, dengan sikap Raka yang memuakkan. Namun pada satu sisi, Silvi yang wanita karir tertangkap punya Nazar.
Nah dari konflik sikap inilah, film ‘Insya Allah, Sah !’ diramu dengan penuh kelucuan. Apa yang sebenarnya menjadi Nazar Silvi, bagaimana Silvi menuntaskan nazarnya.
"Saya yakin,  setiap orang akan punya adegan favorit di film ini" ujar Pandji di sela acara meet and greet. 
Bagi yang sudah penasaran, film ‘Insya Allah, Sah !’ akan tayang di bioskop tanggal 25 Juni 2017.  

Daftar Blog Saya