8 Feb 2026

Dorong Kesetaraan Kerja, Institut Kemandirian Buka Pelatihan Digital Live Selling bagi Penyandang Disabilitas.

 


Karawaci, 27 Januari 2026 — Institut Kemandirian Dompet Dhuafa kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan akses kerja melalui pembukaan Pelatihan Digital Live Selling penyandang disabilitas yang diselenggarakan di Kampus Institut Kemandirian Karawaci. Program ini merupakan hasil kerja sama Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian dengan MPZ Yayasan Indonesia Setara, serta didukung oleh mitra Inklusi dan Yayasan disabilitas Mandiri.

Sebanyak 14 peserta penyandang disabilitas usia produktif mengikuti pelatihan ini, terdiri dari tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk membuka peluang kerja yang inklusif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis digital bagi penyandang disabilitas.

Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa kesetaraan bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan melalui akses nyata terhadap peningkatan kapasitas diri.

“Institut Kemandirian meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi yang setara untuk tumbuh dan berdaya. Penyandang disabilitas bukan kelompok yang harus dikasihani, melainkan perlu diberikan akses, kepercayaan, dan ruang yang adil untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Abdurrahman.

Ia menambahkan, pelatihan Digital Live Selling menjadi salah satu solusi atas keterbatasan akses kerja formal yang masih dihadapi penyandang disabilitas, khususnya di tengah pesatnya transformasi digital.

Seiring berkembangnya sektor retail digital, Digital Live Selling hadir sebagai bidang kerja baru yang menjanjikan. Selain membuka peluang bekerja di industri kreatif dan retail, bidang ini juga memungkinkan penyandang disabilitas untuk berwirausaha secara mandiri dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital.

General Manager Pengembangan Jaringan Cabang dan MPZ Dompet Dhuafa, Bobby Manulang, menilai program ini sebagai langkah strategis yang patut disyukuri dan dikembangkan secara berkelanjutan.



“Lebih dari 50 persen keputusan konsumen dipengaruhi oleh kemasan dan cara produk dipresentasikan. Di sinilah peran digital dan kreativitas menjadi sangat penting. Bersyukurlah, hari ini keinginan teman-teman bertemu dengan lembaga yang siap merangkul dan mendampingi. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah awal untuk mandiri dan berdaya,” ungkap Bobby.

Pelatihan Digital Live Selling disabilitas ini dirancang secara komprehensif dengan pembekalan hard skill dan soft skill. Materi hard skill meliputi Live Streaming Foundation, Algorithm & Visibility, Product & Audience Strategy, Tools & Setup, serta Live Management & Analytics. Sementara itu, materi soft skill mencakup Career Preparation, Personal Branding & Communication, serta Selling and Interaction Techniques.

Selain menyiapkan peserta untuk memasuki dunia kerja formal, program ini juga membuka wawasan kewirausahaan digital yang berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, Institut Kemandirian berharap dapat melahirkan talenta disabilitas yang kompeten, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi wujud nyata pemenuhan hak kesetaraan di sektor industri kreatif dan retail digital.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA