Bahwa impact digitalisasi, satu
diantaranya manusia dimungkinkan terbebas dari ruang. Artinya keterhubungan
satu dengan yang lain, tidak mutlak harus berada di satu tempat atau lokasi
yang sama.
Misalnya mau meeting
berkelompok, akan lebih fleksibel kalau dilakukan via online saja. Yang mau
diskusi, tak perlu repot mengatur janjian datang ke satu tempat.
Yang penting waktunya
bersamaan, ketemuannya bisa melalui daring (dalam jaringan). Era digitalisasi
membawa perubahan signifikan, pada kebiasaan manusia masa kini.
Kalau saya tidak salah ingat, pemicunya adalah masa pandemi covid- 19. Kala itu terjadi larangan pergi keluar rumah, kecuali kondisinya urgent. Kalaupun terpaksa ke tempat umum, harus tetap menjaga jarak.
Kendala bekerja secara langsung
di kantor, akhirnya ditemukan solusinya yaitu WFH alias work form home. Kala
itu saya kerap mengikuti webinar, cukup dari dalam kamar .
Selanjutnya tren berkembang sesuai kebutuhan, diterapkan bahkan setelah pandemi mereda. Kita mengenal istilah WFA atau work from anywhere, menyiasati tetap produktif meski libur panjang. Dan kini mulai ngetren, bekerja dari caffe atau WFC alias work from caffee.
Trend WFC membuka peluang
baru, khususnya bagi pelaku usaha di bidang caffe. Mempersembahkan layanan
terbaik, berinovasi sesuai ciri khas caffe tersebut.
The Flag Caffee, unggul dengan
kopi-nya. Biji kopi murni berkualitas, dipadu suasana caffee yang nyaman.
Rasanya pas banget, guna mendukung produktifitas.
Karena The Flag Caffee, ketika kopi menjadi pemantik inspirasi.
---- ---- ---
Jujurly, saya termasuk orang
yang jarang ke Bekasi. Sebagai warga Tangerang Selatan, Sebagian besar kegiatan
di seputaran Jakarta. Tetapi bahwa
perkembangan kota Bekasi sangatlah dinamis, tidaklah saya memungkiri.
Maka ketika ada janji di Bekasi, dengan beberapa teman kami sepakat memilih daerah Jatibening Bekasi. Teman paham lokasi representative, yaitu lokasinya mudah diakses mengingat kami dari wilayah jabodetabek.
Kemudian menyediakan ruangan
meeting, dengan fasilitas komplit sesuai kebutuhan. Dan soal menu tentu menjadi
pertimbangan, terutama kopi-nya. Setelah
direkomendasikan, kami searching di beberapa platform dan teryakinkan.
The Flag cafee menjadi pilihan, apalagi setelah membaca ulasan google map, menengok ke medsos. Yes, ini tepat yang mengakomodir kebutuhan kami.
Co-Working di The Flag Caffee,
selain mendukung untuk bekerja sendiri juga nyaman kerja berkelompok. Salah
satu dari kami paham per-kopi-an, mengakui biji kopi di The Flag Caffee tak
perlu diragukan.
The Flag Coffee Ketika Kopi Menjadi Pemantik Inspirasi
The Flag Coffee di daerah Jatibening Bekasi, berjarak sekira 1 km dari Stasiun LRT Cikunir 1. Saya yang anker alias anak kereta, sangat terbantu dengan pilihan ini. Mau lanjut naik ojol sangat bisa, kalaupun jalan kaki tidak terlalu jauh.
Kami bersepuluh janjian jam sebelas, saya dan dua orang teman datang 30 menit lebih awal. Meski baru kali pertama, saya sangat mudah menemu kenali The Flag Caffee.
Dari depan tampak bagunan
modern klasik, dengan pintu dan jendela dominan kaca. Sehingga pencahayaan
alami bisa menjadi andalan, terkesan hangat, bersih dan elegan.
Masuk ke dalam caffee, saya disuguhi pemandangan natural yang kental. Cat dinding kombinasi warna putih, cokelat dan krem, terasa menyatu dengan meja kursi berbahan kayu.
Yaitu unik adalah deretan
toples kaca ukuran besar, berisi aneka biji kopi berkualitas. Biji kopi best
seller ditata di rak di sudut, adalah Honey blend, Arabica Papua Wamena,
Premium blend, Arabica Mekarwangi, Arabica Mandailing sp dan Arabica anaerob
Aceh.
Selain biji kopi unggulan, terdapat 15 jenis biji kopi yang tak kalah nikmat. Pengunjung bisa melihat proses by proses, mulai menimbang sampai menggiling biji kopi.
Saya sengaja melihat proses
penggilingan, bisa mencium aroma wangi khas kopi yang khas. Badan yang semula dihampiri
capek, mendadak dipenuhi mood positif. Beban dipundak terasa ringan, siap meeting
dengan teman- teman.
Lantai satu Flag Caffee, terasa
sangat hoomy sekaligus classy. Pemilihan bahan kayu pada rak, meja dan kursi,
memberi kesan natural dan kokoh.
Sembari menunggu order kopi
dan snack disiapkan, kami ke ruang meeting di lantai dua. O’ya, ruang meeting
kapasitas 10- 12 orang, dilengkapi fasilitas penunjang meeting. Yaitu smart tv
55 inch, air conditioner, mesin printer, akses WIFI yang stabil. Kalau penat
setelah meeting, bisa karaokean.
Yang mau kerja sendiri dan
sambil ngerokok, tak perlu kawatir. Ada meja panjang menghadap jendela, di bagian
depan dipisah dinding dengan meeting room lantai dua. Ruang kerja perorangan
ini, dibatasi partisi untuk musholla.
Co-working The flag disewakan, dengan rate 30K/ jam perorangan, sementara untuk kelompok 80K/ jam atau 200K/ 8 jam kerja.
Selain memesan aneka kopi
sesuai selera, kami juga memesan aneka camilan. seperti donat, brule, dimsum
mentai, french fries, risol mayo dan lain sebagainya. Harganya relative
terjangkau, yaitu mulai 6ribu.
Alhasil, meeting berjalan lancar. Selain menyepakati beberapa pekerjaan, kami puas dengan layanan The Flag Caffe. Setiap tegukan kopi, sangat membantu mengalirkan ide- ide baru.
Ya, The Flag Coffee, ketika
kopi menjadi pemantik inspirasi.
--- ---
Alamat: Jl. Raya Panggung No.27, RT.005/RW.003,
Kel. Jatibening, Kec. Pondok
Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412
Jam buka: 07.00 - 22.00 WIB




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA