Saya masih ingat,, kisah inspiratif guru saya semasa SD. Pak Parmin, guru pelajaran agama Islam. Penampilannya sederhana, wajahnya kalem sikapnya bersahaja.
15 menit sebelum kelas selesai, buku- buku tertata rapi dimasukkan ke tas. Kami murid kelas lima, tak sabar mendengar dongeng Pak guru kesayangan.
"Anak-Anak" Pak Parmin mulai berkisah
Pada suatu masa, ada anak, ayah
dan seekor keledai hendak ke pasar. Saat melintasi kampung, ayah dan anak naik ke punggung Keledai. Orang di kampung berujar, "kasihan sekali
keledai itu, sangat menderita mengangkat beban dua orang di punggungnya".
Si ayah
turun, membiarkan anaknya tetap di punggung keledai. Kemudian sekumpulan orang lain berujar, "Hai anak muda, tidak kasihan
ayahmu berjalan sementara kamu enak-enakkan"
Seketika posisi berubah, ayah di atas keledai anak berjalan. "wahai ayah, apakah engkau tidak sayang pada anakmu," ujar sekelompok orang
Akhirnya keduanya berjalan, Beberapa orang berujar, "apa
gunanya kalian punya keledai kalau tidak ditunggangi"
"Sekelumit mutiara kisah ini, sungguh
sarat hikmah" ujar Pak Parmin. "Apapun
perbuatan dilakukan, selalu tidak benar di mata orang lain. Tidak semua
omongan orang harus didengarkan, selama menghambat langkah dan keputusan".
Pungkas Pak Guru
-0-o-0-
Memetik penggalan dongeng guru desa, ada kalanya perlu menutup mata menutup telinga. Sifat dasar manusia, punya rasa iri dengki. Kadang cara mengekspresikan berlebihan, tak peduli akan menyinggung perasaan orang lain. Perubahan dimulai dari diri sendiri, dari putus asa menjadi pejuang kehidupan.
Saya pernah hadir, dalam sebuah acara tentang breast cancer. Kala itu hadir bintang film legendaris (almh) Rima Melati, pernah divonis kanker Payudara. Sang bintang kala itu 76 tahun, bisa bertahan dalam kondisi sehat.
Beliau berkisah tentang perjuangan sekaligus berbagi tips, "kuncinya jangan dibuat stress dan selalu berpikir positive" ujarnya. Sebagai faktor pendukung yang mujarab, adalah support orang-orang terdekat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA