6 Jan 2026

Segala Kebaikan Takkan Terhapus oleh Kepahitan


 

Saya kerap nemu ide menulis, dari medsos. Entah konten sedang ngetren, musik pengiring, atau dari kejadian yang sedang naik. Misalnya tren ‘Hi kid, this is you’re mom/dad’, saya bisa menjadikan dua artikel.

Dan artikel ini terinspirasi, dari penggalan lagu yang dibawakan group band Padi. Adalah lagu Harmony, yang liriknya sangat melodius. Berhasil membuat saya merenung, memahami kandungan dibalik kata-kata puitis ini.

-----

Saya beruntung, punya banyak teman orang baik. Satu diantaranya, pemrakarsa bubur ayam gratis di pintu tol kukusan Depok. Ide berbagai burayam gratis ini unik, ketika viral mural di salah satu titik di Jakarta.

Saat pandemi, viral tulisan “Aku Lapar” membuat orang kepikiran. Kegelisahan itu diejawantahkan dengan berbagi, dipilih bubur ayam bisa untuk sarapan.

Besar harapan, setelah sarapan siap menjemput rejeki hari itu. Untuk melanjutkan hidup, meraih mimpi untuk masa depan. Jatuh bangun dialami, demi keberlangsungan burayam gratis. Untuk pengadaan bahan mengandalkan donatur, meski seringnya ditomboki sendiri.

Siapa sangka, burayam gratis menuju tahun ke empat. Selain donaur ada relawan, membantu keberlangsungan burayam gratis. Saya sesekali datang, membuatkan konten.

Segala Kebaikan Takkan Terhapus oleh Kepahitan

Segala kebaikan takkan terhapus oleh kepahitan

Kulapangkan resah jiwa, karena kupercaya kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini

Kita terlahir  bagi selembar kertas putih

Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai

Dan terwujud harmony

Lirik sebuah lagu, memberi ruang bebas berinterpretasi. Saya mengintepretasi lagu harmony, related dengan berbagi burayam gratis. Bahwa kebaikan penggagas kegiatan, tak terhapus oleh kesulitan dialami.

Beberapa kali beliau mengaku, terkendala dalam pendanaan. Nyatanya, kesulitan tak menghentikan niat, dan burayam gratis berjalan sampai hari ini.

Buah dari kegiatan baik ini, ada banyak perut diselamatkan di pagi itu. Konon dalam sehari, membagikan sampai 120 porsi. Kalau akhir pekan lebih banyak, bisa 150 porsi bubur ayam dibagikan.

Betapa mulia penggagasnya, telah menuliskan pesan damai pada hidup banyak orang. Sehingga menjadikan harmony yang indah, melalui senyum yang terbit di wajah penerimanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA