Sabtu, 20 Oktober 2018

Saatnya Siapapun Bisa Happy Bersama happyOne.id

Perjalanan menjadi lebih Happy dengan HappyTrip- dokpri

Saya berani jamin, siapapun pasti ingin bahagia dalam hidupnya – anda setuju kan. Kerja dibela-belain pergi pagi pulang malam, demi menggapai kebahagiaan.

Tapi kalau dipikir-pikir, dalam hidup ini ada beberapa hal yang setidaknya membuat kita bisa tenang dan bahagia.

Adalah ketika beberapa urusan, seperti perlindungan atas resiko kecelakaan, perlindungan pendidikan anak, perlindungan tempat tinggal dan perlindungan saat perjalanan terpenuhi.

Kamis, 18 Oktober 2018

PAXEL Antarkan Kebaikan, Bukan Sekedar Jasa Logistik

Yeaay, Paket dari paxel tiba di rumah - dokpri

Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan” - Surat Huud 11;117

Saya pernah menyimak kajian seorang ustad, menyatakan, -- lebih kurang – bahwa bala atau bahaya akan ditangguhkan selama masih ada orang yang berbuat kebaikan di muka bumi.
Berarti seharusnya kita –mustinya -- berterimakasih, kepada mereka orang-orang yang tekun, menebarkan kebaikan tanpa pamrih.

Mereka – orang yang berbuat baik— menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dengan segenap jiwa dan raga demi kemanfaatan orang banyak.
Siapa nyana, satu surat dari Al Qur’an mulia ini, menjadi salah satu dasar berdirinya perusahaan logistik berbasis teknologi bernama PAXEL

Rabu, 17 Oktober 2018

Menelusuri Kekayaan Cagar Budaya di Kawasan Banten Lama

salah satu bangunan di Istana Kaibon - koleksi pribadi

(Artikel ini sudah tayang di Kompasiana dengan penulis yang sama)
Setiap berada di kawasan Cagar Budaya, saya seperti diajak memasuki lorong waktu. Mengayun langkah ke belakang, menyusuri celah relung masa lampau telah tertinggal, menyerap nilai-nilai budaya dan kemanusian pada tempo dulu.

Banyak hal saya petik menjadi suri tauladan, atas perilaku dan budi pekerti manusia pada setiap jaman. Seperti kisah Sultan Syaifuddin dari Keraton Kaibon di kawasan Banten lama, ternyata seorang yang sangat berbakti pada ibunya (Ratu Aisyah).  

Kamis, 11 Oktober 2018

Blogger Bicara, Menyoal Kental Manis Bukan Susu

gambar diambil dari beberapa sumber 

“Rasa Lezat, Hidup Sehat, Dunia Ceria, Susu Saya Susu Bendera - Susu Saya Susu Bendera”
Bagi generasi 80-an, --saya yakin— sudah tidak asing dengan jingle iklan tersebut. Bisa jadi, saat membaca kalimat di awal sambil bersenandung.

Semasa saya kecil, ibu menyediakan SKM saat sarapan. Kala itu sedang digaungkan slogan “4 sehat 5 sempurna”, dan susu (dalam hal ini SKM) adalah yang ke 5 atau sebagai penyempurna.

Jujur, Saya sendiri mengamini tindakan ibu. Karena memang di media pariwara (tv, koran, radio), minuman berwarna putih atau cokelat tersebut diclaim sebagai susu.

Minggu, 07 Oktober 2018

Peletakkan Baru Pertama GIPTI , BSD City Siap Menjadi Silicon Valley Indonesia

Peletakan batu pertama oleh Menristekdikti untuk pembangunan GIPTI- dokpri

Setiap kaki ini menjejak di BSD City, saya merasakan betapa dinamisnya kawasan ini. Inovasi seolah menjadi nafas, perubahan terus terjadi seiring kebutuhan jaman.
Ada satu kawasan di BSD City, dirancang dan dikembangkan menjadi proyek kawasan Digital Hub. Hal ini ditandai, dengan dibangunnya ekosistem di sektor teknologi.

Upaya ini semakin memperjelas, komitmen BSD City bertransformasi, menjadi integrated smart digital city. Saya  bekeyakinan, harapan BSD City menjadi Silicon Valley-nya Indonesia bukan hal yang mustahil.

Jumat, 05 Oktober 2018

BPJS Kesehatan Perpanjang Masa Ujicoba Rujukan Online

Arief Syaefudin - Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan- dokumentasi pribadi

Kalau kalian jeli, sejak bulan Agustus saya sudah mempublikasi tulisan tentang ujicoba sistem rujukan online dari BPJS Kesehatan. Sitem rujukan berbasis digital, yang membuat layanan peserta JKN-KIS semakin ringkas. 
Sehingga peserta JKN-KIS, dirujuk di faskes lanjutan secara tepat – sarana, prasarana, tenaga kesehatan-- dan tidak perlu antre.

Pada awal Oktober 2018, sistem rujukan online sudah selesai di tahap ketiga atau tahap terakhir. Demi penyempurnaan implementasinya, sistem rujukan berbasis digital diperpanjang masa ujicoba sampai 15 Oktober 2018.

Kamis, 04 Oktober 2018

Menikmati Dini Hari bersama Kehangatan Jahe


dokumentasi pribadi

Saya punya kebiasaan, bangun beberapa jam sebelum subuh. Sepulas apapun saya tidur malam, secapek apapun badan sebelum tidur, tubuh ini seperti punya alarm, otomatis terbangun sekitar jam tiga dini hari.

Kebiasaan bangun dini hari, saya lanjutkan dengan membuka laptop, mengerjakan artikel yang menjadi PR hari itu. Bagi saya, pagi adalah saat paling nyaman untuk menulis. Suasana sunyi di luar namun hiruk pikuk di benak, memantik lahirnya ide sebuah tulisan.

Rabu, 03 Oktober 2018

Nikmati Harimu, Masalah Lambung Ada Promag Solusi Sakit Maag

Racikan Kopi Latte dari Muhammad Aga - dokpri


Dua tangan lincah bekerjasama, paham apa yang harus dilakukan. Biji kopi sudah disangrai ditimbang – sekitar sepuluh gram--, disulap menjadi tumbukan halus. Air mendidih sampai 90 derajat, akan membuat seduhan kopi terasa pas.
Adalah Muhammad Aga – pemenang “Indonesia Barista Champion 2018” – , dihadapan blogger memperlihatkan kepiawaian meracik dan menyeduh kopi.

Sebagai owner dari tiga Coffeshop di Jakarta, setiap pagi Aga punya rutinitas yaitu kalibrasi mesin kopi – sebelum cafe buka. Minum beberapa gelas kopi saban pagi, tentu menjadi tantangan tersendiri buat lambung.

Senin, 01 Oktober 2018

KAFE BCA 9, Menyongsong Gelaran “Indonesia Knowledge Forum VII”

Narsum Kafe BCA9 (ki-ka) Onno W Purbo, Setiaji, Lena Setyawati,  Cyrllus Harinowo, moderator - dokumentasi pribadi

Mungkin kalian masih ingat, ada satu video viral di medsos. Anak yang ditanya Presiden Joko Widodo, perihal cita-cita setelah besar nanti. Kemudian si anak menjawab, “pengin jadi Youtuber” kalimat diucapkan dengan lantang tanpa ragu.

Perubahan tengah terjadi di hadapan kita, peradaban manusia bergeser sebegitu cepatnya. Kalau generasi saya– tahun 80-an--, penginnya menjadi Dokter, Polisi, Tentara, Guru, Perawat dan profesi antimainstream lainnya.
Generasi Milenials sudah berbeda, mereka tidak tertarik dengan profesi seperti jaman saya kecil. Cita-cita gen millenials, biasanya profesi yang mandiri tdak terikat (entrepreneur) dan atau berkaitan dengan dunia digital.

Daftar Blog Saya