Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan

13 Feb 2019

Upayamu Memiliki Andil Terhadap Nasib Tulisanmu

dokpri

Saya meyakini, setiap tulisan membawa nasib sendiri, tulisan ibarat hasil kontemplasi, kelahirannya dipengaruhi oleh banyak faktor.
Setiap tulisan, baik yang baru terbetik ide, masih dalam bentuk konsep, sudah ditulis awal  atau draft (harus direvisi), masih tersimpan di dashboard, esensinya adalah tulisan juga.

Untuk topik yang sama, tulisan setiap orang dijamin berbeda, dipengaruhi proses tengah berlangsung dibalik tulisan tersebut.
Ada tulisan yang hasilnya biasa saja, ada yang mengesankan dan diingat pembaca, ada yang menginspirasi, bahkan ada yang diviralkan.

11 Jan 2019

Kapan Sebuah Ucapan Menjelma Nyata ?

Illustrasi - dokpri

Seseorang dalam menjalani hidupnya (misalnya sudah 40 tahun), saya yakin tidak semua kisah bisa direkam dengan kuat di benak yang bersangkutan.

Saya berani jamin, kebanyakan kita tidak bisa mengingat dengan detil, semasa SD berapa kali jajan dan makanan apa saja sudah dibeli.

Kalau jaman masih SD terlalu lama, sekarang kita geser waktunya, mulai dari anda memutuskan untuk merantau (misal usia 18- 19).
Saya yakin anda kesulitan mengingat jumlah dengan persis, (bagi yang merantau di Jakarta) berapa kali melewati jalan protokol ibukota.

9 Jan 2019

Sikap Konsisten Memang Tidak Mudah, Namun Bukan Berarti Tidak Bisa


sumber ; arifkancil.com


Sewaktu masih SD di tanah kelahiran, saya punya tukang pecel Madiun langganan. Seorang ibu paruh baya berbadan sedang, biasa memakai kain panjang dengan kebaya kembang-kembang.
Setiap pagi, si ibu rutin menggelar dagangan di samping pos kamling, dari senin sampai minggu, artinya tidak mengenal hari libur.

Setelah tamat sekolah menengah atas dan merantau, sesekali pulang kampung saya masih menjumpai penjual nasi pecel.
Sampai terdengar kabar meninggalnya ibu penjual, setiap mudik saya melihat samping pos kamling tidak ada lagi yang berjualan.

7 Jan 2019

Memberi ‘Nilai’ di Setiap Jerih Payah

Illlustrasi -dokumen pribadi

Anda pasti sudah hafal, bagaimana suasana pagi di Ibukota pada hari kerja. Sebagian besar warga tumpah, bergegas menuju tempat aktivitas masing-masing.
Suasana pagi yang sama dapat kita jumpa, di kota-kota lain bahkan sampai pelosok kampung terpencil sekalipun.

Saya ingat satu puisi “Sang Nabi” karya Kahlil Gibran, mengatakan bahwa kerja adalah cinta yang mengejawantah.
Dengan bekerja, manusia menyesuaikan dan menyatukan diri dengan pergerakan alam semesta, dari perputaran menyebabkan bumi  memiliki energi.

5 Jan 2019

Berkaryalah dan Genggamlah Ilmunya

Ibu penabuh gamelan yang setia dengan profesinya - dokpri

Setiap kita setiap hari, menjalani waktu beriring urusan demi urusan. Mulai dari urusan sepele hingga sangat penting, mulai yang remeh temeh sampai yang cukup serius.
Masing-masing kita menjalani hidup dan mengatasi permasalahan, sesuai takaran yang ada dalam setiap diri.

Ya, setiap kita memiliki kapasitas, bebas memilih cara hidup dengan polanya. Dan lazimnya akan selaras, dengan kadar pemikiran yang dimiliki.
Pada titik ini, kualitas seseorang akan terdeteksi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan akan tampak saat menyelesaikan masalah dihadapi.

3 Jan 2019

Ternyata Keajaiban Bisa dijemput

Illustrasi-dokpri
Saya ingat dua tahun silam, ketika bulan Januari masih hitungan hari. Berkesempatan mengunjungi sebuah yayasan, yang membantu anak-anak penderita kanker dari keluarga prasejahtera.
Anak-anak dalam masa pengobatan kanker (rata-rata selama dua tahun), dipersilakan tinggal bersama pendamping (biasanya ibunya) di rumah singgah.

Lokasi yayasan di daerah Percetakan Negara - Jakarta Timur, dengan pertimbangan dekat RSCM – kalau sewaktu waktu penderita butuh penanganan medis tidak terkendala jarak.
Fasilitas disediakan terbilang cukup lengkap, seperti makan tiga kali sehari, tempat tidur, ruang bermain, tempat belajar, alat peraga pelajaran dan sebagainya.

1 Jan 2019

Lakukan Pekerjaanmu dengan Dedikasi



foto Ihsan dari Gozzip.id
Mungkin anda pernah melihat  (atau masih ingat) penampilan Muhamad Ihsan Tarore, kontestan ajang pencarian bakat ‘Indonesian Idol’.
Pada babak spekta II kala itu, Ihsan membawakan lagu berjudul ‘Untuku’ ciptaan Yovie Widianto – lagu ini pernah dipopulerkan alm Chrisye dan dirilis ulang Kahitna.
Kemana langkahku pergi

Selalu ada bayangmu

Kuyakin makna nurani

Kau takkan pernah terganti



Saat lautan kau seberangi

Janganlah ragu kau bersauh

Kupercaya hati kecilku

Kau tak akan berpaling


31 Des 2018

Jadikan Tulisanmu Sebagai Doa


Illustrasi - dokumentasi pribadi

Saya pernah bergabung, dalam sebuah kelas menggambar bersama Dik Doank di Kandang Jurang Doank Ciputat- Tangsel.
Om Ganteng (sapaan akrab Dik Doank) terbilang jago melukis, hasil karyanya diperlihatkan kepada peserta kelas menggambar kala itu.

Sebuah sketsa gambar rumah, dengan halaman luas dan pernak-pernik, mirip rumah yang ditempati Dik Doank bersama keluarga.
Menurut pengakuan presenter bola ini, lukisan tersebut digambar jauh sebelum membeli tanah dan membangun rumah diatasnya.

22 Nov 2018

Mengapa Telat Ketemu Jodoh?

Illustrasi- dokpri

Kalau ada teman cewek, kenalin ya.” satu pesan masuk ke HP
Sepuluh tahun silam,  ada teman --  semasa masih kuliah--, sudah masuk umur tigapuluhan. Beberapa kali mengirim pesan, minta tolong dicarikan kenalan yang bisa diajak serius (untuk menikah pastinya).

2 Nov 2018

Percepatan Pembentukan Sekolah Ramah Anak, Melalui “Hari Belajar di Luar Kelas”


Anak sedang berangkat sekolah - dokpri


“Main mulu, kapan belajarnya”
Sewaktu saya masih seragam merah hati putih, kalimat di atas kerap diucapkan para orang tua.
Termasuk ibu saya, mengucapkan kalimat serupa kepada anak-anaknya (biasanya sambil marah).

Asumsi belajar kala itu adalah, si anak duduk di kursi sambil memegang buku di tangan. Termasuk di dalamnya, terdapat kegiatan menulis dan atau membaca.

Sementara aktivitas selain itu (tidak seperti asumsi di atas), tidak masuk dalam kategori belajar. Bermain ya bermain, belajar ya belajar.

31 Okt 2018

Kisah Tentang Sepotong Kesabaran

Suasana kota Jeddah - dokumentasi pribadi

Saya pernah menerima sebuah surat elektronik, dari satu alamat yang sebelumnya tidak saya akrabi.
Kemudian si pengirim mengenalkan diri, mengatakan mengetahui saya dari artikel yang saya publish.

Email yang dikirim bercerita perihal kisah yang telah dilalui, sembari menitip pesan agar saya menuliskan ulang di blog.

Membaca cerita teman ini, menyadarkan saya pada satu hal. Bahwa setiap kita, sejatinya telah terbentang jalan musti dititi satu persatu bagai anak tangga.

Kesabaran adalah senjata tidak ditawar, sabar yang berbatas cakrawala, sabar tak bersangka ujung pangkal.
Kalau ada yang bilang "sabar ada batasnya", sejatinya cermin seberapa sanggup si manusia bertahan sabar.

2 Mar 2018

Rencanakan Ibadah Kurban Mulai Sekarang !



Tabungan Kurban 2018 - sumber gambar Banten Farm

Setiap muslim, pasti ingin bisa menunaikan ibadah kurban. Untuk meluluskan niat ibadah tersebut, Banten Farm siap memberi penawaran istimewa.

Masih ingat kisah Mak Yati ? Perempuan pemulung usia 65 tahun yang tinggal di kawasan pinggiran Tebet Jakarta Selatan. 
Tekad menjalankan ibadah kurban, dilampaui dengan menyisihkan penghasilan tak seberapa (dari memulung) selama tiga tahun.

Harapan mulia itu terwujud, pada Oktober 2012 dua ekor kambing –senilai Rp 2 juta—diserahkan pada panitia Kurban di masjid setempat.
Sontak, kabar ini menghentak publik. Salim Segraf Al-Jufri Mentri Sosial kala itu, bertandang ke gubug reyot Mak Yati.

Melalui Mensos, nenek asal Pasuruan ini mendapat ganjaran berlipat. Sebuah rumah di kampung halaman, serta sejumlah uang modal usaha, diserahkan untuk menjalani hari tua.

Daftar Blog Saya