Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2018

Mengapa Telat Ketemu Jodoh?

Illustrasi- dokpri

Kalau ada teman cewek, kenalin ya.” satu pesan masuk ke HP
Sepuluh tahun silam,  ada teman --  semasa masih kuliah--, sudah masuk umur tigapuluhan. Beberapa kali mengirim pesan, minta tolong dicarikan kenalan yang bisa diajak serius (untuk menikah pastinya).

Jumat, 02 November 2018

Percepatan Pembentukan Sekolah Ramah Anak, Melalui “Hari Belajar di Luar Kelas”


Anak sedang berangkat sekolah - dokpri


“Main mulu, kapan belajarnya”
Sewaktu saya masih seragam merah hati putih, kalimat di atas kerap diucapkan para orang tua.
Termasuk ibu saya, mengucapkan kalimat serupa kepada anak-anaknya (biasanya sambil marah).

Asumsi belajar kala itu adalah, si anak duduk di kursi sambil memegang buku di tangan. Termasuk di dalamnya, terdapat kegiatan menulis dan atau membaca.

Sementara aktivitas selain itu (tidak seperti asumsi di atas), tidak masuk dalam kategori belajar. Bermain ya bermain, belajar ya belajar.

Rabu, 31 Oktober 2018

Kisah Tentang Sepotong Kesabaran

Suasana kota Jeddah - dokumentasi pribadi

Saya pernah menerima sebuah surat elektronik, dari satu alamat yang sebelumnya tidak saya akrabi.
Kemudian si pengirim mengenalkan diri, mengatakan mengetahui saya dari artikel yang saya publish.

Email yang dikirim bercerita perihal kisah yang telah dilalui, sembari menitip pesan agar saya menuliskan ulang di blog.

Membaca cerita teman ini, menyadarkan saya pada satu hal. Bahwa setiap kita, sejatinya telah terbentang jalan musti dititi satu persatu bagai anak tangga.

Kesabaran adalah senjata tidak ditawar, sabar yang berbatas cakrawala, sabar tak bersangka ujung pangkal.
Kalau ada yang bilang "sabar ada batasnya", sejatinya cermin seberapa sanggup si manusia bertahan sabar.

Jumat, 02 Maret 2018

Rencanakan Ibadah Kurban Mulai Sekarang !



Tabungan Kurban 2018 - sumber gambar Banten Farm

Setiap muslim, pasti ingin bisa menunaikan ibadah kurban. Untuk meluluskan niat ibadah tersebut, Banten Farm siap memberi penawaran istimewa.

Masih ingat kisah Mak Yati ? Perempuan pemulung usia 65 tahun yang tinggal di kawasan pinggiran Tebet Jakarta Selatan. 
Tekad menjalankan ibadah kurban, dilampaui dengan menyisihkan penghasilan tak seberapa (dari memulung) selama tiga tahun.

Harapan mulia itu terwujud, pada Oktober 2012 dua ekor kambing –senilai Rp 2 juta—diserahkan pada panitia Kurban di masjid setempat.
Sontak, kabar ini menghentak publik. Salim Segraf Al-Jufri Mentri Sosial kala itu, bertandang ke gubug reyot Mak Yati.

Melalui Mensos, nenek asal Pasuruan ini mendapat ganjaran berlipat. Sebuah rumah di kampung halaman, serta sejumlah uang modal usaha, diserahkan untuk menjalani hari tua.

Daftar Blog Saya