Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2018

Imbangi Berita Hoax, Polda Metro Jaya Luncuran Portal dan Aplikasi PMJNews

 
peluncuran PMJNews -dokpri
Pesan ini sebarkan, jangan berhenti di HPmu, maka dua hari lagi engkau akan mendapat rejeki. Apabila tidak kau teruskan, maka jangan kaget kalau seminggu lagi engkau dihampiri nasib sial

Pernah nggak, menerima pesan berantai seperti contoh diatas? Biasanya pesan seperti ini, dibagikan melalui WA Group. Kemudian (anehnya) kita menuruti saja perintah tersebut, tersebab yang menyebar orang kita kenal.
Pesan serupa ditulis melalui status di medsos, pada ujung kalimat minta kita untuk komment “Amin” lalu klik “Like” dan silakan “Share.” (anehnya kita menurut juga- hehehe).

Logikanya, bagaimana mungkin rejeki bisa datang, hanya dengan membagi pesan melalui aplikasi chatting dan atau medis sosial. Dan, bagaimana mungkin (juga) bala bencana datang, hanya gara-gara kita mengabaikan pesan.

Rabu, 21 Februari 2018

Channex Ridhall Pictures dan bank bjb, Meluncurkan Poster, Triller dan Original Soundtrack Fillm “Guru Ngaji”



Dony Damara sebagai Mukri - dok Chanex Ridhall Pictures

Film Guru Ngaji,  segera rilis di bioskop pada 22 Maret 2018. Film drama keluarga ini, sangat layak tonton bagi movie enthusiast film Indonesia.

Film “Guru Ngaji” dikemas dengan cerita ringan, namun sarat dengan pesan kemanusiaan. Berisi kisah keseharian seorang guru ngaji di desa, pada satu sisi juga bekerja sebagai badut di pasar malam. 

Kamis, 08 Februari 2018

[Review Buku] Mengaplikasikan “Aplikasi Pencari Rejeki” dalam Keseharian



membaca buku "Aplikasi Pencari Rejeki - dokpri
  “Rezeki datang karena kita berusaha mencintai Sang Pemilik Rezeki. Rezeki model ini datang tanpa diduga, berlimpah dan terkadang tidak sesuai logika manusia. Mari berlomba mencapainya” – Jamil Azzaini

Buku berjudul “Aplikasi Pencari Rejeki” ditulis
Wusda Hetsa dan Achi TM, memilih kalimat kekinian yang sedang happening.
Aplikasi, sebagai representasi kehadiran era digital saat ini. Kita manusia modern, pasti tidak asing dengan kata “Aplikasi.”

Nyaris semua urusan hidup kita, dipermudah dengan kehadiran Aplikasi, yang dilahirkan oleh perusahaan start up.
Mulai pesan alat transportasi, pesan antar makanan, jual beli online, pengepakan dan pengiriman barang, antar jemput sekolah, dan lain sebagainya.

Pendek kata, teknologi telah menghadirkan budaya kehidupan baru. Konon,  semua yang semula manual bertransformasi menjadi digital.
 
Lalu apa, hubungan Aplikasi dengan rezeki ?
Rezeki, merupakan hak prerogatif Sang Pemilik Rejeki. Terdapat strategi mendatangkannya, sehingga rejeki yang diterima berkah.

Senin, 04 September 2017

Perjuangan Mengenyam Pendidikan dalam Film Jembatan Pensil


Pressconf Jembatan Pensil -dokpri

Masih ingatkah anda, peristiwa putusnya jembatan kayu di daerah Dusun Krikilan, Desa Gratituton, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Jawa timur. Peristiwa terjadi awal tahun 2017, sempat mendapat perhatian masyarakat Indonesia.
Kondisi putusnya jembatan memaksa warga, turun ke sungai untuk menyebrang ke desa seberang.  Anak anak berseragam Sekolah Dasar, rutin membelah air mencapai tempatnya menuntut ilmu.
Sungguh peristiwa ini membuat miris, sekaligus pada sisi lain menumbuhkan haru. Putra-putri tunas bangsa, rela menempuh apa saja demi belajar. Pendidikan menjadi barang berharga, diyakini akan melepaskan dari keterkungkungan.
Hal krusial menjadi koreksi pemerintah, betapa pemerataan pembangunan infrastruktur harus mendapatkan perhatian lebih.
Saya kok yakin, minim sarana prasarana belajar masih banyak dialami saudara kita di sudut negeri. Program pemerintah yang dikenal dengan Nawacita, semoga bisa menjadi ikhtiar bersama. Bahwa pembangunan berhak dirasakan oleh masyarakat, bahkan yang berada di daerah terpencil, pelosok dan perbatasan.
Semoga bisa menjadi kenyataan, Amin.
-0o0-
Akhir pekan di awal bulan maret, Gala Premiere Film berjudul Jembatan Pensil dihelat di IMAX XXI Gandaria City. Film keluarga berlatar persahabatan, pendidikan dibalut cinta, mengambil lokasi shooting di Muna Sulawesi Tenggara.
Tak ayal pemandangan laut indah membentang, sangat memanjakan indera penglihatan. Tampak nelayan sibuk menjala ikan, demi pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. selain melaut, Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna juga terkenal dengan kain tenun.
Adalah Inal, Nia, Aska, Yanti dan Odeng, lima sahabat yang berjuang demi mendapatkan pendidikan. Setiap hari menempuh perjalanan panjang, demi mencapai sekolah sederhana berada di pinggir pantai.
Satu paling epic saat pergi dan pulang, empat sahabat harus menyebrangi jembatan kayu yang sudah mulai lapuk. Odeng (diperankan Didi Mulya) anak berkebutuhan khusus, setia menunggu empat karibnya di ujung jembatan.
Odeng dengan segala keterbatasan dimiliki, ternyata punya kelebihan dalam bidang menggambar dan berhati mulia. Gambar laut yang dihasilkan, menjadi persembahan bagi ayah dikasihi yang juga seorang nelayan.
Melihat usaha keras teman-teman dicintai, Odeng menyimpan tekad membuat jembatan kayu baru. Serupiah dua rupiah uang jajan dari ayahnya ditabung, demi mewujudkan cita cita mulianya.
Odeng dan sang ayah tinggal bersama Gading (diperankan Kevin Julio), pemuda putus kuliah ikut melaut karena orang tuanya meninggal. Setiap malam Odeng tinggal di rumah sendiri, sementara ayah dan Gading kakaknya pergi melaut.
Malam naas akhirnya terjadi, petir menyambar ombak besar dan cuaca sangat tidak bersahabat. Keesokkan pagi ketika  sampan merapat, terlihat Gading pingsan di atasnya sementara ayah tidak tampak. Odeng dan Gading masing masing menjadi anak yatim piatu, Gading berjanji akan menjadi kakak dan menjaga Odeng.
Foto Session bersama cast Jembatan Pensil - dokpri
Bagaimana Odeng menghadapi kenyataan pahit, sekaligus cara mewujudkan mimpi membangun jembatan. Film Jembatan Pensil, akan menjawab rasa penasaran penonton bioskop di tanah air.
Film Jembatan Pensil ditulis oleh Exan Zen, sedikit banyak diadaptasi dari kisah masa kecil sang penulis. Semasa sekolah dasar, Exan berjalan jauh ke sekolah. Menempuh puluhan kilometer dengan sepatu dijinjing, berseragam kedodoran agar awet.
Hasto Broto selaku Sutradara jeli memilih lokasi, sepanjang film penonton benar benar dimanjakan dengan pemandangan indah. Musik yang ditata Anwar Fauzi, berhasil membuat penonton baper pada adegan sedih.
Tampak penonton di kursi sebelah saya, beberapa kali mengusap mata ketika tokoh Odeng menangis. Kisah cinta yang menjadi bumbu dalam film ini, tidak terlalu diangkat hanya sekedar lewat sekilas.
Selebihnya, silakan saksikan sendiri ya. Film Jembatan Pensil akan tayang serentak, pada 7 September 2017. Saya berani menjamin, film ini aman untuk semua umur. – salam-

Minggu, 27 Agustus 2017

Memamah Kisah dalam Novel Janadriyah - Sebuah Perjalanan –



Novel Janadriyah , Sebuah Perjalanan -dokumentasi pribadi

Coba bayangkan di benak anda, sebuah keluarga muda yang tengah hidup di negara orang.  

Tinggal di kontrakkan atau flat sederhana, hanya ada perabot minim dimiliki seperti karpet gulung dan kasur tiup.
Hidup jauh dari sanak saudara, kalau ada masalah tak bisa berkesah pada orang terdekat.

Rahmat nama ayah muda, mengajak istri dan anaknya pindah karena bekerja di Riyadh Qatar.

Mai sang istri, sedang mengandung buah hati kedua. Masalah serius tiba-tiba menghampiri, ketika usia kandungan masih delapan bulan.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sebuah Ajakan Memaafkan dari Novel “Anak Rantau” Karya A. Fuadi



Novel Anak Rantau -dokpri

Bagi kutu buku dan pecinta novel, saya yakin nama A.Fuadi sudah tidak asing lagi. Novel Triloginya yaitu ”Negeri 5 Menara”, “Ranah 3 Warna” dan “Rantau 1 Muara”, berhasil melejitkan namanya sebagai penulis serta masuk rak best seller.
Sabtu siang (5/8’17) bertempat di Gedung Pos Kota Tua Jakarta, Blogger hadir dalam acara soft launching novel terbaru A. Fuadi berjudul Anak Rantau. Suasana dan atmosfir masa lalu di Kota Tua begitu terasa, seolah mengajak saya naik mesin waktu ke masa silam.
Kebetulan saya sendiri seorang perantau, dunia rantau turut membenturkan saya menjadi pejuang setidaknya bagi diri sendiri. Bayangkan saja, dalam perantauan kita musti belajar tentang banyak hal. Mulai mengatasi  masalah keseharian, perlahan-lahan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Ada yang istimewa lho, acara soft launching novel Anak Rantau dihadiri banyak peserta. Ada yang datang dari Malaysia, Karawang, Jogjakarta, Padang, Bogor, Tangerang Selatan dan banyak tempat jauh lainnya.
Begitu tersanjung dengan antusiame peserta, Fuady mengutip sebuah hadist sekaligus kepercayaan anak pesantren, “orang yang berjalan jauh untuk menuntut ilmu akan didoakan Malaikat bahkan ikan di laut.” (cuplikan hadis ini pernah ditulis dalam novel negri 5 menara)
Menurut saya buku ini semakin keren, meskipun baru dijual secara online ternyata sudah ada yang membajak. Artinya buku ini calon best seller dong, terbukti pembajak sudah mengendus gelagat tersebut.
-0o0- 
A. Fuadi dan Miftah Sabri - dokpri
Kisah dalam Novel Rantau sangat kekinian, bisa menjadi representasi dengan kondisi yang terjadi di negara kita.
Sejak Pilpres dan Pilkada yang begitu heboh, menyisakan luka yang tidak kunjung sembuh sampai sekarang. Ada dua pihak yang saling berseberangan, selalu melihat satu peristiwa dari dua sudut pandang.
Kalau luka fisik bisa diobati, kalau luka hati dan luka batin susah diobati,” ujar Fuady.
Tokoh utama dalam novel Anak Rantau bernama Hepi, seorang anak kota yang diajak pulang ke kampung ayahnya untuk diproses menjadi orang baik. Namun kenyataan di kampung si ayah, Hepi menemukan teman baru dan orang orang yang terluka.
Salah satunya adalah kakeknya sendiri, yang dulunya seorang pejuang dan dilukai oleh kebijakan negara sendiri. Pada akhir novel, si kakek menemukan pencerahan bahwa sakit hati hanya menambah luka, obatnya hanya satu adalah memafkan dan lupakan.
Tema merantau bermula dari kampung halaman, yaitu romantisme Fuady akan danau Maninjau, kemudian dibalut tema detektif yaitu kisah datuk dan anak muda terkena narkoba.
Namun pesan kuat novel ini, sangat mendasar adalah mengobati luka untuk menumbuhkan banyak maaf pada masa silam.
Buku setebal 370 halaman ditulis selama 4 tahun, karena proses pengeraman ide dan riset membutuhkan waktu tidak sebentar. Sempat kesulitan mengembangkan cerita, namun setelah riset, wawancara dan permenungan akhirnya ketemu ruh cerita.
Untuk melancarkan proses penulisan, Fuadi menempel mind map di dinding guna membantu garis besar tulisan. Demi munculnya ide, si penulis tinggal beberapa waktu di kampung halaman, ngobrol dengan alim ulama, tokoh adat dan perantau yang sudah kembali ke kampung.
Untuk memperkuat kisah tetang narkoba, tak tanggung tanggung Fuady melakukan riset kepada intel BNN.
Soft Launching Anak Rantau semakin lengkap dan keren, dengan kehadiran Miftah Sabri CEO Selasar. Miftah adalah orang yang membaca Anak Rantau  sejak dalam bentuk draft, sehinga Fuady merasa ada sidik jari Miftah di novel terbarunya.
saat membaca tokoh Hepi, saya seperti membaca diri sendiri” ujar Miftah.
Miftah Sabri adalah seorang piatu, tak lama setelah lahir ke dunia ibunda langsung berpulang. Kemudian dibawa ayahnya ke kampung, sangat bisa merasakan bagaimana suasana hati Hepi.
Miftah kagum dengan penulis yang bisa menulis dengan sederhana, novel Anak Rantau ditulis dengan gaya bahasa sederhana. Berangkat dari point of view seorang Hepi yang anak puber, benar benar keluar dari pengalaman pribadi Fuady yang pernah dituangkan dalam Novel sebelumnya.
Potret yang ada di buku ini, bisa terjadi dan ada di seluruh daerah di Indonesia. Fuady bagaikan sosiolog, memotret sebuah kampung yang mewakili kampung di negeri kita,” tambah Miftah.
Blogger dalam Soft Launching Anak Rantau -dokpri
-0o0-
Dalam commuter line menuju stasiun Manggarai, Novel Anak Rantau saya baca baca sekilas. Dalam kereta merenungkan perjalanan hidup, pada usia yang kepala empat banyak sudah peristiwa dihadapi.
Pada kisah yang menyesakkan berpuluh tahun silam, rasanya sulit sekali menghapus dalam ingatan. Memaafkan memang butuh perjuangan, namun kalau tidak dilakukan hanya menambah luka semakin dalam.
Ternyata, saya masih harus banyak belajar memaafkan pada orang yang pernah melukai diri sendiri.

Minggu, 02 April 2017

Tips Membeli Mobil Bekas #mobil123

Ki- ka ;   Joe Dische (Chief Finance Officer dari PT iCar Asia), Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director dari PT. Hyundai Mobil Indonesia, Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operational Officer dari  Mobil 88,  ammish Stone (Chief Executive Officer dari PT iCar Asia)

Pasar mobil bekas tidak ada matinya, karena kebutuhan akan kendaraan juga tak ada habisnya. Sebagian besar orang memilih keputusan, membeli mobil bekas dengan aneka pertimbangan. Meski begitu harus mempertimbangkan, kelebihan dan kekurangan sebelum membeli mobil bekas.
Saya masih ingat, saat berniat membeli mobil pada enam tahun lalu. Bersama istri berunding, membeli mobil baru atau bekas. Karena baru pertama hendak memiliki mobil, kami putuskan membeli mobil second.
Pertimbangan terbetik saat itu, saya belum lancar stir mobil dan menghemat dana. Dengan membeli mobil bekas, dana di tabungan masih bisa disimpan. Kebetulan kami beli dari saudara ipar, jadi lebih mudah kalau ada masalah dengan roda empat.
Sungguh, keputusan saat itu berdasarkan isnting dan feeling saja. Tak ada pertimbangan lain, mengingat saya dan istri awam. Setelah tahun demi tahun berjalan, tindakan yang kami lakukan ternyata tidak salah. Pencerahan saya dapati, saat mengikuti acara Blogger Gathering mobil 123 Portal Otomotif no 1.
Pak Haloman Fischer Lumbantoluan, selaku Direktur Perseroan mobil 88 memberi pemaparan dalam acara Blogger Gathering.
Mobil 88 berdiri pada tahun 1988, merupakan bagian dari Astra Group yang kita kenal sebagai perusahaan besar dibidang otomotive. Mobil 88 melayani customer di 21 cabang, tersebar di 9 kota besar di suluruh Indonesia. Terbanyak ada di Jakarta 10 cabang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Pakembang, Pekanbaru, Denpasar dan Balikpapan.
Mengapa mobil bekas?
Ada 3 alasan utama mengapa konsumen membeli mobil bekas

  1. Harganya lebih murah ; bisa mendapat mobil dengan fitur yang sama dengan harga lebih murah.
  2. Kendaraan bisa langsung pakai ; Kalau sudah cocok dan dibeli cash , kendaraan bisa langsung pakai. Hal ini tidak bisa pada mobil baru, karena musti menunggu proses pengurusan dokumen.
  3. Tingkat depresiasi rendah ; Penyusutan harga mobil dari tahun ke tahun semakin kecil. Misalnya pada tahun pertama pembelian turun 20 juta, maka pada tahun berikutnya harga turun lebih kecil. Tingkat depresiasi ini biasanya dimanfaatkan, sehingga penjual tidak terlalu menanggung rugi.
Namun membeli mobil bekas ada resiko.

  1. Sudah dipakai orang sebelumnya ; akibat pemakaian tersebut ada resiko yang timbul. Misalnya dari pemilik sebelumnya, ternyata mobil bermasalah dengan hukum pemilik ( seperti kriminal, penyucian uang) maka mobil bisa disita pihak berwenang.
  2. Kerugian Material ; Pada saat membeli mobil bekas dengan harga normal, tetapi ternyata mobil pernah (misal) tabrakan atau eks terkena banjir. Kejadian seperti tersebut, membuat struktur mobil berubah, harga bisa jatuh sampai 60%.
  3. Ancaman Keselamatan, mobil yang trekena struktur kehilangan kenyamanan, biasanya keseimbangannya tidak stabil,
  4. Balik Nama Terblokir,  Apabila tersangkut kasus kriminal, akan bermasalah saat balik nama. Misalnya, tanpa diketahui mobil yang dibeli ternyata mobil curian.
Sampai hari ini pasaran mobil bekas masih besar, tetap harus dijaga dan berhati hati sehingga benefit didapat dan resiko dihindari” Pesan Haloman.
Hendrik Wiradjaya (duduk) dan Haloman -dokpri
Hadir sebagai pembicara kedua, Bapak Hendrik Wiradjaya selaku Deputy Marketing Director PT. Hyundai Mobil Indonesia.
Saya yakin anda pasti mengenal  nama Hyundai, perusahaan otomotive ternama. Autosafe Hyundai Used Car, berada dbawah naungan PT. Hyundai Motor Indonesia. Memberi kenyamanan konsumen yang membutuhkan mobil second.
Jaminan beli kembali mobil Hyundai selama tiga tahun, terhitung sejak tanggal terjadi pembelian. Patokannya adalah waktu dan batasan kilometer, tinggal melihat mana yang dicapai lebih dulu.
Autosave memberi kepercayaan dan rasa aman pada pelanggan, yang akan resale value used car Hyundai. Hal ini dilakukan Hyundai, demi meningkatkan credit value bagi brand Hyundai. Selain itu mendukung penjualan kendaraan baru, sebagai sebuah akseletrasi marketing.
Sebagai price setter untuk harga pasar mobil bekas Hyundai, serta menjadi pilihan alternatif konsumen yang menginginkan used car Hyundai.
Pasar mobil bekas yang kian marak, tak bisa dipungkiri ada “permainan” oknum. Konsumen teruatama yang awam, bisa menjadi “sasaran” orang yang tidak bertanggung jawab. Membayar uang lebih, dengan benefit yang sangat timpang.
Autosafe Hyundai Used Car, mempersembahkan program “Buy Back Guarante Hyundai”. Program yang mampu mengontrol harga jual beli, sehingga market tidak semena menentukan harga. Endingnya customer tidak dirugikan, medapat harga yang pantas dengan mobil yang sesuai.
Buy Back Guarantee dijalankan sejak 2005, dengan mengkategorikan beberapa type. Manfaat bagi calon pembeli, bisa memprediksi value mobil bekas pada tahun pertam kedua dan seterusnya.
Bagi anda yang hendak membeli mobil bekas, ada baiknya mempraktekkan tips yang dipaparkan narsum. Kalau tidak mau ambil resiko, sebaiknya membeli di tempat yang sudah terpercaya.-salam-
Blogger Gathering mobil123 -dokpri

Daftar Blog Saya