Tak dipungkiri, tnis Thionghoa, menjadi bagian dari masyarakat
Indonesia. Perbedaan budaya dan keyakinan, bukan halangan berbaur dan menyatu dengan budaya lokal.
Kalau ke Pangkalpinang, tak ada salahnya mampir ke Pekuburan Cina Sentosa atau atau Tjung Hoa Kung Mu Yen.
Kuburan ini dibangun pada tahun 1953, terletak di Jalan Soekarno- Hatta
Pangkalpinang. Memiliki luas sekitar lebih dari 19 ha, saat ini terdapat
sekitar 12.950 makam.
Saya berkesempatan, mengunjungi area Pekuburan Sentosa. Jangan pikirkan seram atau menakutkan, kuburan sentosa jauh dari image tersebut.
Penataan yang rapi dan rutin dibersihkan, membuat suasana menakutkan terkikis.
Jalanan menuju makam sudah beraspal, jadi kendaraan bisa masuk tanpa parir
terlalu jauh. Kantor yayasan Sentosa berada di tengah area, berdampingan dengan
Paithin atau tempat berdoa bagi keluarga yang yakin makam leluhurnya ada di
pekuburan sentosa namun tidak menemukan fisiknya.
Makam tertua
adalah makam keluarga Boen, pernah dipugar pada tahun ke empat pemerintahan Sun
Yat Sen sekitar tahun 1915. Makam dibangun dalam bentuk dan arsitektur unik,
dihiasi dengan tulisan aksara Cina. Pemilihan tulisan secara tidak langsung,
menunjukkan kelas sosial ekonomi jasad yang dimakamkan.
Berlokasi di perbukitan,
sebagai wujud pernghargaan dan penghormatan orang Cina terhadap leluhurnya.
Lokasi Pekuburan adalah sumbangan marga Boen, bisa dilihat dari tugu pendiri
yang dibangun pada 1935. Pekuburan ini didirikan oleh empat orang, Yap Fo Sun
tahun 1972, Chin A Heuw tahun 1050, Yap Ten Thiam tahun 1944 dan Lim Sui Chian (wafat pada masa penjajahan Jepang).
Komplek
pemakaman ini terbesar se Asia Tenggara, memiliki arsitektur berbeda di setiap
makam. Ada makam yang dibangun dengan batu granit, konon untuk membangun
menghabiskan dana ratusan juta. Bahan bangunan berkualitas tinggi sebagai
komponennya, bahkan ada batu marmer yang didatangkan khusus dari Itali.
Tak hanya keturunan
Thionghoa bisa dimakamkan disini, umat dari agama katholik juga ada. bahkan
dari seluruh makam, terdapat dua makam
yang beragama muslim semasa hidupnya. Secara tidak langsung menggambarkan,
terjadi toleransi beragama pada masyarakat Pangkalpinang. Pihak pengelola
mempersilakan bagi warga disemayamkan di Pekuburan Sentosa, bagi masyarakat
yang tidak mampu tidak dipungut biaya
Setiap tahun
diadakan tradisi Ceng Ben/ Sembahyang Kubur, lazimnya seluruh keluarga
berkumpul. Baik yang ada di perantauan mudik, memberi penghormatan pada puncuk
perayaan Ceng Beng pada 5 April.
Karena pekuburan
ini ditata rapi, berikut arsitekturnya klasik dan kekinian. Tak heran menjadi
tempat favorit, khususnya bagi penggemar fotografi. Sessi pengambilan gambar,
dijamin kaya sudut pandang. Apalagi kalau menyertakan model, berdandan lengkap
dengan busana Cheonsam (busana tradisional Cina). Tak mustahil hasil jepretan,
akan bercerita dan menyatu dengan lokasi Pekuburan Sentosa.
Anda Penasaran?
Kalau ada waktu
berlibur, segera jadwalkan mengunjungi Pangkalpinang dan singgah di Pekuburan
Sentosa. (salam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA