Tampilkan postingan dengan label Instansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Instansi. Tampilkan semua postingan

26 Des 2019

Sukses Pemilu di Kepulauan Seribu dan Partisipasi Warganya


dokpri


Sudah pada tahu dong, pelaksanaan dua kali Pemilu di Kepulauan Seribu sukses. Tepatnya pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, pelaksanaa di Kepulauan Seribu nihil pelanggaran.
Hal ini bisa terwujud, salah satunya berkat partisipasi aktif warga dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu. Atas prestasi membanggakan ini, rasanya sangat patut kita berikan apresiasi.

18 Des 2019

BPJS SATU !, Program BPJS Kesehatan untuk Peningkatan Kualitas Layanan


dok BPJS


Ibu, saya mau curhat” ujar seorang emak siang itu, ketika acara BPJS SATU bersama Blogger.
Perempuan paruh baya, memulai mengisahkan pengalaman pahit satu setengah tahun silam. Ketika membawa ayahnya, berobat ke salah satu rumah sakit di daerah Jakarta Timur.
Sebagai peserta BPJS Kesehatan, si emak merasa tidak diprioritaskan dalam pelayanan. Kamar kelas satu dinyatakan penuh, padahal ketika dichek banyak yang kosong. Beberapa kejadian lainnya, benar-benar memancing emosi.

16 Des 2019

Menyemai Nilai-nilai Pancasila dengan Cara Kekinian

dok WAG

Generasi 80-an dan 90-an awal, saya yakin tidak asing dengan Penataran P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila). Penataran yang diadakan bagi siswa baru, yang hendak masuk SMP, SMA dan Perguruan tinggi.
Dulu, saya dan teman sekelas, diminta menghapal butir-butir Pancasila. Kebayang dong, bagaimana kening berkerut-kerut menyimpan kata per kata. Sampai saya membuat rumus, untuk memudahkan hapalan. Yaitu mengambil suku kata paling awal di setiap butir, kemudian digabungkan dengan suku kata di awal butir berikutnya.

8 Des 2019

Menyoal Perspektif Perempuan dan Perannya bagi Kemajuan Bangsa

WAG Vivatalk

Kalian pasti ingat dong, kalimat “Perempuan adalah Tiang Negara”. Memang begitu kenyataannya, bahwa kita anak –anak bangsa (tak bisa menyangkal) lahir dari rahim seorang perempuan. Kalau selama masa kehamilan sang ibu sehat lahir dan batin, niscaya akan melahirkan anak-anak yang sehat.
Saya membayangkan, bagaimana kalau anak-anak sekarang tumbuh sehat dan kuat. Mereka akan bersemangat belajar, mewujudkan mimpinya masing-masing. Maka pada beberapa masa ke depan, bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat dan disegani bangsa lain di dunia-amin.

2 Des 2019

Semarak Edukasi Pengawasan Pemilu Oleh Bawaslu, dengan Pendekatan Budaya


gambangg kronong-dokpri


Serunya atraksi palang pintu, baru sekali saya menikmatinya langsung—kemana saja saya, selama 17 tahun berkegiatan di Jakarta.
Budaya Betawi yang sudah melegenda ini, dijadikan tanda pembuka acara – Bawaslu, Pengembangan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan – Bawaslu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu –“Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu

1 Des 2019

Jangan Pernah Meremehkan Penyandang Disabilitas


ANgkie Yudistia-dokpri

Belakangan sedang viral dan heboh, kabar tentang penunjukkan staf khusus Presiden Joko Widodo. Mereka adalah anak muda kalangan millenial, yang mendapat perhatian dari orang nomor satu di Republik ini.
Dan satu diantara tujuh nama stafsus hebat ini, tersebut nama Angkie Yudistia, beliau adalah penyandang tuna rungu.

Jauh hari sebelum namanya menanjak, saya pernah hadir dalam sesi sharing bersama Angkie.
Menyimak pemaparanya kala itu, saya menangkap dalam keterbatasannya, memiliki semangat yang luar biasa. Begitu antusias dan menggebu, ketika menularkan semangat kepada peserta yang hadir.

5 Nov 2019

Lebih Dekat dengan BPIP (Badan Pembinaan Idelogi Pancasila)

dokpri

Konstelasi Pilpres di awal tahun 2019, (menurut saya) memberikan pembelajaran berharga bagi bangsa besar ini. Rakyat (seolah) terbelah. karena perbedaan pilihan politik. Perseteruan terjadi di medsos, nyaris di sepanjang pesta demokrasi dilangsungkan.
Hujatan cemoohan dua kubu bersebrangan memanas, seakan tidak menyadari bahwa kita bersaudara. Sampai saya sempat terpikir dan prihatin, di mana nilai-nilai Pancasila yang mulia itu, Pancasila yang notabene adalah dasar negara. Perilaku yang jauh dari nilai Pancasila, berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

18 Okt 2019

Saatnya Kita Peduli, Penyelamatan Air Tanah di Jakarta !

dokpri

Saya turut prihatin, mendengar dan membaca berita, bahwa kota Jakarta mengalami penurunan tanah 7 – 12 cm/ tahun. Kalau hal ini terus dibiarkan, betapa ngerinya kondisi Jakarta pada sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang. Kepedulian kita sangat dibutuhkan, karena kalau bukan kita siapa lagi.
Kementrian ESDM RI melalui Badan Geologi, melakukan kampanye penyelamatan air tanah Jakarta. Diantaranya melalui Car Free Day (CFD) pada minggu 15 September 2019, kemudian juga mengundang awak media dan Blogger pada Media Gathering Penyelamatan Air Jakarta pada 15 Oktober 2019.

14 Sep 2019

Tampil dengan Wajah baru, Website SETKAB.GO.ID Usung Tema “Milenial Berwibawa”

warga net dalam acara peluncuran web setkab.go.id - dok WAG

Kalau saya ditanya, apa yang terlintas di benak kesan tentang website lembaga pemerintahan secara umum. Hmmm, menurut saya nih, bahasanya terlalu formal dan baku, tampilannya (maaf ya) kaku dan monoton, kalau membaca bawaannya jadi serius.
Dan saya nggak terlalu yakin, millenials bakal tertarik dan betah mantengin website lembaga atau instansi pemerintahan secara umum.

13 Sep 2019

Mengenal "Administrasi Hukum", Sekilas Tak Tampak Tapi Penting Bagi WNI


 
sumber tribunnews.com
Masih ingat dong, kasus Gloria Natapradja Hamel, gadis blasteran Prancis- Indonesia yang batal bertugas menjadi salah satu pasukan pengibaran bendera pada HUT ke 71 RI. Sedih pastinya, hal ini bisa terjadi karena statusnya bukan WNI (Warga Negara Indonesia).
Ada beberapa kasus terkait kewarganegaraan, juga terjadi pada atlet-atlet asing yang mengabdi di tanah Nusantara, kemudian  memilih untuk naturalisasi menjadi WNI. Misalnya paling gress, kisah Otavio Dutra pesepakbola Persebaya yang berdarah Brazil.

10 Sep 2019

Cukup Rp 7.000,- Per-Hari, Kini Bisa Nabung Emas di Tabungan Emas Pegadaian Syariah

dokumentasi pribadi

Ketika membahas generasi Millenials, sontak terlintas di benak saya adalah bonus demografi sekira tahun 2030 ke atas. Artinya anak-anak puber dan remaja saat ini (termasuk anak saya), yang nanti akan memegang posisi penting dan secara kuantitas mereka adalah mayoritas.

Dan Pegadaian Syariah menangkap fenomena ini, dengan menginisiasi aneka produk dan program yang ramah dengan Gen Y dan Gen Z.  Sebagai upaya meningkatkan awarnes millenials, tentang indeks literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menanamkan prinsip halal lifestyle.

Tak tanggung-tanggung, agar semakin dekat dengan millenials, Pegadaian Syariah menggandeng influencer dari berbagai platfom media sosial, termasuk blogger dan vlogger pastinya.

29 Mei 2019

KPK Luncurkan Anti-Corruption Film Festival 2019

ACFFEST 2019

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan Anti-corruption Film Festival – ACFFest 2019. Acara ini secara resmi diluncurkan oleh Pimpinan KPK, Saut Situmorang di Gedung Pusat edukasi Antikorupsi KPK pada Selasa (28/5).

Melalui penyelenggaraan ACFFest 2019 KPK mengajak generasi muda untuk bersama-sama membuat media kampanye antikorupsi yang menarik, yaitu melalui film pendek. KPK menilai karya film merupakan salah satu media kampanye yang efektif dalam menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat.

1 Apr 2019

Ketika "4 Pilar MPR" Benar Nempel di Perangko

penandatanganan Perangko 4 Pilar MPR, oleh Ikhsan Baidirus dan Ma'ruf Cahyono -dokpri

Kita mungkin, sering sekali mendengar 4 Pilar MPR, meskipun (bisa jadi) belum terlalu mengenal dan memahami lebih dalam apa saja isinya.
Bagaimana jadinya, kalau 4 Pilar MPR ditampilkan dan dibingkai dalam sekeping Perangko. Waaw, pasti keren, bisa menjadi alat edukasi untuk masyarakat awam.

Generasi 80-an, pasti tidak asing dengan perangko. Saking akrabnya, pernah ada iklan televisi, berkisah tentang pasangan dimabuk asmara, kemudian ada narasi “kemana-mana lengket kayak perangko”

7 Jun 2018

Progam Pengawasan Semesta BPOM RI, Mengajak Konsumen untuk CekKLIK Sebelum Membeli Barang

Ingat CekKLIK -dokpri

Siapa tidak kesal, mendapati barang tidak layak konsumsi dalam parcel yang diterima. Saya sendiri pernah punya pengalaman kurang mengenakan, menemukan barang kedaluwarsa, serta produk dengan kemasan penyok dalam satu bingkisan parcel.

Bagi Anda yang biasa menyiapkan parcel lebaran, untuk dikirim ke kerabat dan teman dekat. Pastikan membeli di tempat terpercaya, untuk mendapatkan barang sesuai standart konsumsi. Malu dong, memberi parcel ke orang, tapi isinya barang tidak layak konsumsi. Selain tidak pantas, dampak terhadap kesehatan akan terjadi dalam jangka panjang.
Kalau mau lebih aman, saya punya trik yaitu membeli bahan parcel secara satuan. Kemudian ditata sendiri, atau kalau tidak mau ribet cukup dimasukkan tas plastik.

4 Jan 2018

JKN- KIS Proteksi Kesehatan Bagi Masyarakat Tanpa Kecuali



beritamandiri.com

Sejak mengurangi asupan karbohidrat dan gula, saya mengganti dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat (buah dan sayur). Satu warung gado-gado langganan dekat rumah, milik seorang ibu usia 60 tahunan. Nyaris seminggu tiga kali, saya rutin menyambangi warung sederhana ini.

Sekitar dua minggu warung tutup, membuat saya kerepotan mencari penjual gado-gado lain. Baru minggu ketiga, ibu yang ramah ini tampak berjualan. Saya senang, tidak perlu jauh-jauh membeli gado-gado.

“Nyariin ibuk ya” si ibu menebak isi hati pembelinya
“Emang Ibu pulang kampung”
“Abis opname, dua minggu di rumah sakit.” Tuturnya sambil menyiapkan bahan sambal kacang “Alhamdulillah, ibu pakai BPJS, jadi ga usah mikir buat bayar rumah sakit”

Saya membayangkan, empatbelas hari opname di Rumah Sakit, pasti membutuhkan dana tidak sedikit. Tabungan berjualan gado-gado, bisa-bisa ludes untuk membayar biaya pengobatan.
Namun mendengar cerita, melihat wajah cerah si ibu, setidaknya pengeluaran berobat, sudah ditanggung oleh negara.

13 Jun 2017

Subsidi Listrik Tepat Sasaran Menuju Tarif Keekonomian


Acara bincang Netizen -dokpri

Pernah gak membaca di media sosial, bertebaran status tentang kenaikan tarif listrik. Ada  seorang ibu kaget naik sampai limapuluh ribu, sembari bingung apa karena penggunaan yang boros atau memang tarifnya naik.
Temu netizen yang diinisiasi Kementrian ESDM, sedikit memberi pencerahan bagi blogger dan netizen yang saat itu hadir.
Apakah memang tarif listrik naik ?
Tarif listrik terjadi penyesuaian sejak januari 2017, menuju tarif keekonomian bagi masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi. Artinya tarif listrik tidak naik, khususnya diberlakukan bagi rakyat miskin.
Kebijakan ini dilakukan demi peningkatan pembangunan infrastruktur, sehingga pemerintah mempunyai ruang fiksal yang memadai. Subsidi energi pernah mencapai 342 T, kalau tidak dikelola dengan sebaik-baiknya akan menyebabkan pembangunan infrastruktur terhambat.
Masyarakat miskin tetap perlu dibantu, dengan cara mengurangi subsidi bagi masyarakat yang sudah mandiri. Jadi jelas subsidi listrik rakyat miskin tidak dicabut,  langkah pemerintah untuk pengalokasian subsidi yang tepat sasaran.
Saat ini 92 % wilayah di Indonesia sudah dialiri listrik, artinya masih ada 8 % belum tersentuh listrik atau 6 – 7 juta jiwa. Sementara wilayah Thailand sudah 99% berlistrik, negara Brunei dan Vietnam sudah sampai 98% wilayah terjangkau listrik.
Sebaran 8% wilayah belum terjangkau listrik, terdiri dari Papua, Sulteng, Maluku, NTT, Kalteng, target pada tahun 2019 listrik menjangkau 97% wilayah di Indonesia. Hal ini perlu biaya besar, membutuhkan investasi sekitar 1300 T sampai tahun 2019, untuk pembangunan pembangkit, transmisi, distribusi dan lain sebagainya.
Semakin banyak listrik digunakan, semakin besar subsidi diterima sementara pengguna subsidi justru dari kalangan masayarakat mampu. Pemerintah akhirnya mencari jalan keluar, sesuai Undang-undang tetap diberikan Subsidi pada masyarakat tidak mampu.
Program subsidi listrik tepat sasaran, memcakup subsidi listrik bagi rakyat miskin. Sementara yang mampu disesuaikan/ dipindahkan,  namun dilakukan secara bertahap dengan persetujuan pembuat kebijakan (DPR).
Subsidi listrik juga diberikan pada masyarakat kategori rentan miskin, karena pada golongan masyarakat kategori ini masih sangat perlu dikuatkan.
Dari data  yang tercatat 23.1 juta pelanggan 900 V, didalamnya terdapat 4.05 juta termasuk miskin dan rentan miskin. Artinya ada 19 juta harus mengalami penyesuaian, kalau dari 19 juta ini masih ada yang ternyata masuk kategori miskin dan atau rentan miskin, bisa mengajukan pengaduan melalui kelurahan.
Data per september 2016 terdapat 10.70 % atau 27 juta, intervensi subsidi diberikan pada rakyat miskin dan rentan miskin. Kategori rentan diperkirakan 40%, mereka yang rentan terhadap gagal panen, memiliki pendapatan dengan upah minimum.
So, sampai saat ini hanya berlaku dua tarif, satu tarif listrik bersubsidi dan tarif yang full keekonomian. Dengan pemberlakuan tarif keekonomian bagi masyarakat mampu, maka rakyat miskin tetap menggunakan hak sesuai amanat undang-undang.
Profil penerima subsidi listrik sama dengan profil penerima subsidi BBM, sayangnya masih banyak masyarakat mampu masih menerima karena yang diberlakukan subsidi komoditas. Jangan sampai hal ini terus terjadi, listrik rakyat miskin digunakan orang kaya.
Kriterianya kaya dan miskin didata dengan menggunakan komposit dari puluhan variabel, dengan datangnya petugas BPS mencacah data setiap warga. Mulai dari kondisi pekerjaan, kepemilikan asset dan sebagainya kemudian dimasukkan grafik dan di klasifikasikan dalam rangking. Cara untuk menentukan cukup komplek, menggunakan beberapa macam variable supaya objektif.
Makanya program subsidi tepat sasaran musti terus disosialilsasikan, melalui website dan medos termasuk melalui artikel dari blogger dan netizen.
Kalau ada yang bilang tarif listrik naik, bisa jadi petanda anda masuk kategori masyarakat mampu. Artinya sudah saatnya subsidi listrik dialihkan, bagi masyarakat miskin yang lebih berhak sesuai amanat undang undang.

8 Apr 2017

Atasi Depresi dengan Curhat



Depresi- dok kaskus
Setiap manusia pasti punya masalah, entah masalah besar atau kecil, entah masalah sepele atau serius. Namun setiap orang memiliki cara berbeda, baik cara menghadapi atau mencari jalan keluar. Sehingga setiap orang memiliki output berbeda, atas setiap keputusan yang diambil bagi hidupnya.
Menurut saya sih, masalah adalah cara kehidupan mendewasakan manusia. Tinggal manusia mengelola masalah, sehingga mendapat benefit dari setiap peristiwa.
Atas setiap situasi yang tidak seideal harapan, tak jarang kesedihan berkelanjutan membuat depresi datang. Mempengaruhi kondisi kesehatan jiwa, akhirnya bermuara pada kesehatan raga/ badan.
Blogger diundang Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, hadir dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia (World Health Day). Tahun 2017 WHO mengangkat tema “Depresion : “Let’s Talk”, seolah menegaskan curhat bisa menjadi solusi sederhanda mengatasi depresi.
Apa itu Depresi?
Adalah sebuah keadaan/penyakit dengan gejala rasa sedih yang berkepanjangan, serta hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya disukai. Keadaan ini diikuti dengan ketidakmampuan menjalankan kegiatan, yang biasa dilakukan sehari hari setidaknya selama dua minggu.
Saya bisa bayangkan, bagaimana lenyapnya indah dunia kalau seseorang kehilangan semangat. Menjalani hari demi hari tanpa pengharapan, sehingga apa yang dilakukan tidak maksimal. Tak punya pemantik, agar setiap kegiatan dikerjakan memiliki goal.
Depresi sebagai penyebab kurang aktif/ energi menurun, nafsu makan menurun, mengalami kecemasan dan gangguan tidur, kurang mampu konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan, merasa tidak berharga dan bersalah, putus asa, diikuti dengan terlintasnya pemikiran untuk melukai diri sendiri.
Depresi bisa terjadi pada siapapun, penyebabnya bukan karena kelemahan watak/ mental. Namun depresi bisa disembuhkan, baik melalui terapi atau pengobatan anti depresian atau gabungan keduanya.
Acara temu blogger di P2P Kemenkes -dokpri
Siapapun tidak lepas dari potensi depresi, setiap periode usia akan mengalami jenis depresi berbeda. Depersi pada anak-anak terjadi, misalnya merasa selalu disalahkan oleh orang tedekatnya. Pun bisa terjadi pada usia remaja sampai masa tua, depresi bisa terjadi bisa dengan atau tanpa ditenggarai.
Kemenkes mulai mengadakan penanggulangan depresi, dengan melalui pendekatan dan pemberdaan ‘Usaha Kesehatan Sekolah’ (UKS). Perhatian pada UKS mampu menjadi strategi, menyentuh anak dan remaja  sekaligus guru BP demi menghindari depresi.
Layanan UKS adalah tempat terdekat komunitas sekolah, diberikan mulai level SD sampai SMA. Pola yang diterapkan yaitu “Let’s Talk” atau Curhat, agar bisa mengurangi tekanan masalah dalam kehidupan.
Apabila hal ini dilakukan secara kontinyu, niscaya orang yang curhat terlepas beban masalah. Endingnya lebih semangat menjalani kegiatan, lebih produktif dalam setiap aktivitas yang dijalani.
Ada tips nih kawan’s, untuk menghindari depresi.
  • Cari waktu dan tempat yang tenang, bicara dengan orang yang dapat dipercaya
  • Bila masih merasa mengalami depresi, carilah bantuan profesional, bisa dimulai dengan menemui tenaga kesehatan atau dokter setempat.
  • Terus lakukan kegiatan- kegiatan yang selama ini dinikmati, atau cari alternatif kegiatan lain apabila kegiatan sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
  • Tetaplah menjaga hubungan baik denga orang lain.
  • Tetap berhubungan dengan keluarga dan teman
  • Makan secara teratur dan tidur yang cukup
  • Berolah raga secara teratur
  • Menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan, bicaralah dengan tokoh agama yang dipercaya.
  • Bergabung dengan kelompok swa-bantu (yang memandu anda untuk membantu diri menyembuhkan depresi) atau kelompok bagi mereka yang memiliki pengalaman melukai diri. Sehingga bisa membantu satu sama lain, sehingga bisa merasa lebih baik.
Banyak kegiatan bisa kita lakukan, untuk tetap menjaga kesehatan mental. Karena semakin kita larut dalam masalah yang sama, semakin besar potensi terkena depresi. Kekuatan pikiran sendiri menjadi kunci, untuk menanggulangi musabab terjadinya depresi.
“Depresi ; Yuk Curhat”

16 Nov 2016

Prioritas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan Konstruksi

Proyek dalam pengerjaan -dokpri
Jakarta dan kota penyangganya, setiap hari ada saja bangunan gedung bertingkat sedang dikerjakan. Pengerjaan proyek infrastruktur kerap ditemui, baik di dalam atau di pinggiran Ibukota. Apalagi saat ini bisa kita lihat, sedang gencar pengerjaan proyek MRT di jalan protokol.
Sebagai orang awam di bidang konstruksi, sungguh saya kagum dengan pelaksana pekerjaan proyek besar inni. Mereka  yang terlibat dari semua tingkatan, tenaga pekerja sampai pengendali pekerjaan adalah orang-orang hebat. Dari tukang angkat adukan semen, tukang pasang besi, mandor, sampai kepala proyek  bekerja sangat terkoordinasi.

31 Agu 2016

Netizen Ngobrol Bareng MPR

Suasana acara Netize Ngobrol Bareng MPR -dokpri
Saya yakin anda pernah mendengar MPR, atau kepanjangan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR sudah saya ketahui sejak Sekolah Dasar, saat menyimak pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kala itu. -eh jangan bayangin umur yak, please, hehe-
Namun terus terang, saya pribadi belum terlalu mengenal secara dekat. Apalagi kalau belajar Bab MPR, biasanya banyak yang harus dihapalkan. Baik tugas, wewenang, tanggung jawab dan masih banyak hal lainnya.
Acara Netizen Gathering bersama MPR, menjadi moment berharga bagi bloggers. Kembali mengenal lebih dekat dengan MPR, langsung dari sumber yang kredibel dan di tempatnya langsung. Bertempat di lantai dua ruang delegasi Nusantara V, diselenggarakan Netizen Ngobrol Bareng MPR.
Bapak Cahyo Ma'aruf selaku Sekjen MPR-RI, menjelaskan dengan serius tapi santai. Setelah Pak Andy dari Sekretariat Jendral MPR-RI, memberi prolog singkat.
Kawan's sebenarnya apa Visi MPR ?
MPR menjadi Rumah kebangsaan, Pengawal ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat. Pada kalimat tersebut ada tiga Point, yaitu Rumah Kebangsaan, kemudian Pengawal Ideologi Pancasila, terakhir adalah Kedaulatan Rakyat.
Yuk kita ikuti satu persatu ulasannya :
1. MPR Menjadi Rumah Kebangsaan
Bahwa MPR adalah representasi Majelis kebangsaan yang menjalankan mandat konstitusional guna menjembatani berbagai arus perubahan pemikiran aspirasi masyarakat dan daerah dengan mengedepankan etika politik kebangsaan yang bertumpu pada nilai-nilai permusyawaratan perwakilan kekeluargaan toleransi kebhinekaan dan gotong royong dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. MPR Sebagai Pengawal Ideologi Pancasila
Memiliki makna bahwa MPR sebagai satu-satunya lembaga negara pembentuk konstitusi (the making constitution) adalah pengawal ideologi negara (the guardian state of ideology) Pancasila agar tetap hidup menjadi bintang pemandu dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan tujuan bernegara.
3. MPR sebagai Pengawal Kedaulatan Rakyat
Memiliki makna bahwa MPR adalah lembaga negara pelaksana kedaulatan rakyat yang memiliki wewenang tertinggi untuk mengubah dan menetapkan Undang- Undang Dasar. Menjamin tegaknya kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi dalam penyelenggaraan kenegaraan dan kemasyarakatan sesuai dengan dinamika aspirasi masyarakat dan daerah perkembangan politik dan ketatanegaraan yang berdasarkan pada nilai nilai Pancasila.
Visi MPR -dokkpri-
 Sudah seharusnya MPR lebih dikenal oleh masyarakat, terkait dengan fungsi, tugas dan kewenangan. Mungkin selama ini saya, anda atau sebagian besar masyarakat, hanya sekedar mengetahui tanpa mengenal.
Bahkan ada lho, yang masih salah menyebut MPR dengan Majelis Perwakilan Rakyat. Hal ini tentu menjadi introspkesi, sekaligus melakukan upaya pendekatan pada masyarakat.
Upaya MPR menggandeng netizen adalah sebuah langkah nyata, untuk menyosialisasikan MPR pada masyarakat luas.

Misi MPR -dokpri-
MPR terdiri dari 592, anggota DPR 560 dan anggota DPD 132 orang. Anggota MPR bukan bagian dari anggota DPR, tentu juga bukan bagian dari anggota DPD. Harapan masyarakat sangat besar, untuk tercapai aspirasi dari rakyat paling bawah.
Nah, kita lanjut dengan MISI MPR (secara garis besarnya)
1. Melaksanakan wewenang dan tugas konstitusional Majelis Permusyawaratan Rakyat sesuai dengan ketentuan UUD NRI tahun 1945 dan Peraturan Perundang-undangan dengan berlandaskan Azas Legalitas, azas kekeluargaan, musyawarah dan gotong royong.
2. Melaksanakan revitalisasi nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun  1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta ketetapan MPR dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
3. Mengawal penataan sistem ketatanegaraan, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pelaksanaannya
4. Memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah tentang pelaksanaan UUD NRI tahun 1945 dalam setiap kebijaksanaan nasional.
5. Memperkokoh prinsip permusyawaratan kerukunan nasional, persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indinesia berdasarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
6. Menegakkan etika kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya serta pertahanan keamanan
7. Meningkatkan akuntabilitas kinerja lembaga negara dalam melaksanakan wewenang dan tugas yang diamanatkan oleh UUD NRI Tahun 1945 dalam rangka memenuhi hak kedaulatan rakyat untuk meningkatkan partisipasi dan akses informasi kepada masyarakat
8. Mewujudkan harmonisasi hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan wewenang dan tugas yang diamanatkan oleh UUD NRI Tahun 1945
9. Memperkuat harmonisasi dalam hubungan diplomatik antar parlemen dan antar negara sahabat dalam rangka mendukung pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif serta fungsi diplomasi parlemen.
Sudut dari gedung MPR -dokpri
Rasanya tak cukup mengenal MPR dalam waktu dua - tiga jam, namun pertemuan siang ini sebagai penanda. MPR membuka diri, untuk lebih dekat dengan netizen dan blogger. Kemudian kami penggiat media sosial, meneruskan informasi kepada masyarakat. -salam-

18 Mar 2016

"New Bali" Strategi Mendongkrak Kunjungan Wisatawan


Udara Puncak Bogor terasa segar, sekali menarik nafas  terasa "nyeeees" menyentuh paru paru. Semburat sinar matahari pagi, terasa hangat saat menyentuh pori- pori kulit. Panitia Workshop "Standarisasi Penyediaan Informasi Pariwisata", secara khusus menyiapkan acara senam pagi.

Senama Pagi - Workshop "Standarisasi Penyediaan Informasi Pariwsata" di Avia Hotel & Resort Puncak Bogor (dok Panitia Workshop)
Lagu dangdut dengan irama cepat, mengiringi kegiatan senam pagi. Gerakan dari kepala, pundak, tangan, pinggang sampai kaki. Secara terintegrasi, sanggup melemaskan otot melancarkan peredaran darah. Sekitar 45 menit olah raga pagi, lumayan keringat keluar siap menyambut kegiatan.

Daftar Blog Saya