10 Sep 2019

Cukup Rp 7.000,- Per-Hari, Kini Bisa Nabung Emas di Tabungan Emas Pegadaian Syariah

dokumentasi pribadi

Ketika membahas generasi Millenials, sontak terlintas di benak saya adalah bonus demografi sekira tahun 2030 ke atas. Artinya anak-anak puber dan remaja saat ini (termasuk anak saya), yang nanti akan memegang posisi penting dan secara kuantitas mereka adalah mayoritas.

Dan Pegadaian Syariah menangkap fenomena ini, dengan menginisiasi aneka produk dan program yang ramah dengan Gen Y dan Gen Z.  Sebagai upaya meningkatkan awarnes millenials, tentang indeks literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menanamkan prinsip halal lifestyle.

Tak tanggung-tanggung, agar semakin dekat dengan millenials, Pegadaian Syariah menggandeng influencer dari berbagai platfom media sosial, termasuk blogger dan vlogger pastinya.

Pegadaian Syariah dan Generasi Millenials

Sabtu, 7 September 2019, Hari itu, kali pertama saya menginjakkan kaki di kantor PT. Pegadaian (Persero) Unit Usaha Syariah, yang berlokasi di Kramat Raya Jakarta Pusat. Kesan pertama, saya tidak meyangka bahwa tampilan salah satu kantor BUMN ini cukup kekinian.

Dari depan tampak tulisan “The Gade Coffe and Gold,” kemudian di halaman tertata meja bundar dikelilingi empat kursi. Waaw, cocok banget buat janjian dan nongkrong ala millenials.

Acara Talkshow bertajuk “Halal Lifestyle ala Millenials Pegadaian”, menjadi alasan saya datang.
Empat narsum kredibel siap saya serap ilmu dan pengalamannya, yaitu Beni Martina Maulan (Kepala Divisi Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero), Ustad Ahmad Ifam, serta dua influencer Aliah L Sayuti dan Majda Jedda.

Bicara syariah, memang tidak bisa dilepaskan dari kata Halal. Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim, selalu concern dengan semua produk yang berlabel halal.
Yang pasti dimulai dari makanan dan minuman, kemudian komestik, obat-obatan, sekarang mulai ada hotel syariah, Perbankan dan lembaga keuangan non bank syariah, bahkan saya pernah hadir pada peluncuran lemari es berlabel halal—keren kan.

Pegadaian dengan layanan Syariah dibuka 2003, awalnya memiliki market sebesar 5%, kemudian saat ini sudah mendekati 20%, hal ini menjadi alasan Pegadaian untuk terus meningkatkan layanan.” Ujar Beni Martina Maulana,
Kemudian sebagai entitas bisnis, Pegadaian Syariah mengikuti perkembangan jaman, diantaranya memberi layanan secara digital. Di era serba digital, nasabah bisa memanfaatkan dan menggunakan fitur-fitur layanan Pegadaian Syariah, cukup melalui layar sartphone.
Dari kebutuhan pembiayaan, investasi tercover di Pegadaian Syariah,” imbuh Beni.

Apa saja produk berbasis Syariah di Pegadaian Syariah ? Ada Tabungan Emas, Arrum Haji, Amanah, dan Rahn Tasjily Tanah.

Dan tanpa membuang kesempatan, saya dan teman-teman Blogger sudah membuka tabungan emas di Pegadaian Syariah. Lumayan juga, dengan duaratus lima puluh ribu rupiah, sudah bisa dikonversikan dengan emas menyesuaikan nilai yang berlaku.

Ki-Ka,  Ustad Ahmad Ifam,  Beni Martina M,  Aliah,  Majda J bersama Arif Budiman -=Dirut Sharianews (dokpri) 

------

Menyoal emas, kita semua pasti sangat sepakat, bahwa investasi di Logam Mulia (LM) memiliki keuntungan.
Semisal pada tahun 90-an ongkos naik haji setara dengan 100 gram LM (7 juta-an), pada tahun 1997 turun menjadi 80 gram (24 juta). Sekarang, kita bisa menunaikan rukun islam ke lima, setara dengan Logam Mulia seberat 60 gram.

Pegadaian Syariah memudahkan dan memungkinkan millenials, berinvestasi sedini mungkin dalam bentuk kepingan emas, mulai dari 0,01 gram atau setara dengan 7 ribu saja.
Alia L, Sayuti mengamini hal ini, dan menyatakan bahwa dirinya sudah memiliki Tabungan Emas Pegadaian Syariah. Bahkan dirinya memanfaatkan produk Arrum Haji, yaitu dengan menggadaikan emas 24 karat seberat 3,5 gram, bisa mendapatkan seat kuota haji.

dokpri

Hal yang sama dilakukan Majda Jedda, yang telah mengenal investasi sejak 2012. Uang hasil berbisnis kecil kecilan, digunakan untuk mengembangkan usahanya yang kini sudah bebentuk butik.

Selanjutnya, investasi melalui Tabungan Emas di Pegadaian Syariah, juga dipilih oleh Majda.
Baik Alia mapun majda, mengakui bahwa investasi dalam bentuk emas di Tabungan Emas Pegadaian cukup menguntungkan. Selain aman arena disimpan di tempat aman, emas terbilang nihil inflasi.

Alia yang mensupport adiknya dalam biaya sekolah, dan Majda yang bercita-cita mengumrohkan umi-nya (panggilan untuk ibunda), merasa terbantu dengan Tabungan Emas Pegadaian Syariah.
Untuk transaksi juga mudah, tinggal datang ke kantor pegadaian terdekat, yang kini telah tersebar 4.177 outlet Pegadaian konvensional yang melayani produk syariah.

Secara khusus Alia dan Majda mengajak millenials, berinvestasi dari sekarang, mulai dari menyisihkan uang saku.
Bkogger's - dok Lidya Fitrian

Apakah Pengadaian Syariah Terbebas Riba ?

Sebuah riwayat menceritakan, Rasulullah pernah me-rahn kan baju besi beliau ke Yahudi, senilai tiga puluh sha’ gandum (satu sha’ terdiri empat mud atau dua telapak tangan).
Sampai Baginda Rasulullah wafat, Aisyah belum bisa menebus baju besi. Tetapi karena akad di awal, bahwa barang tersebut di rahn-kan (digadaikan) maka dianggap tidak masalah.

Menurut beberapa ahli sejarah dan tafsir, alasan Rasul menggadaikan ke Yahudi, saat itu tidak ada yang memiliki kelebihan makanan selain Yahudi. Kemudian sahabat tidak mau menerima gadai dari Nabi, dan Nabi tidak mau menerima pembayaran dari sahabat.

Nabi memilih rahn ke Yahudi, agar tidak memberatkan para sahabat, sekaligus bisa menjadi contoh bagi umat hingga akhir jaman, bahwa bermuamalah yang dilakukan dengan orang kafir bukan sebagai bentuk kecenderungan membela mereka.

Ustad Ahmad Ilham dan Madja Jedda- dokpri

Selaras, disampaikan Ustad Ahmad Ilham Solihin, bahwa dalam urusan muamalah, sepanjang hukum asalnya boleh alias tidak ada larangan, maka hukum menggadaikan diperbolehkan.
Menyoal biaya administrasi yang ditimbulkan dari rahn, sebenarnya ada kalkulasinya dan tidak sembarangan menentukan besaran.

Tapi perlu digaris bawahi, bahwa mekanisme beda dijadikan pijakan antara konvensional dengan syariah, terutama dari istilah (dan ini pengaruhnya pada hukum dan esensinya).
Pada Pegadaian Syariah, setelah emas ditaksir , mengacu fiqih gadai emas/ rahn emas, baru akan dihitung dan ditentukan biaya gadai, sementara untuk konvensional berbeda sistemnya.

Dalam gadai emas terdapat biaya titip atau sewa, sementara dalam konvensional ada kredit dan bunga.
Prinsip dasar dianut syariah, bahwa pinjam 5 juta maka bayar juga 5 juta, kalau ada biaya lain ditimbulkan itu karena ada variabel seperti ongkos titip.

Apabila masih ada salah pemahaman di tengah masyarakat, adalah tugas stake holder di lembaga keuangan syariah non bank untuk melakukan edukasi. Dan event “Halal Lifestyle ala Millenials Pegadaian” adalah bentuk dari edukasi tersebut.


Kalian, yang penasaran tapi masih banyak pertanyaan tentang Tabungan Emas Pegadaian Syariah, monggo berkunjung ke web www.pegadaiansyariah.co.id  atau bisa kepo akun medsos
IG @pegadaiansyariahpusat
FB, PegadaianSyariahPusat
Twitter @PEGADAIANSYARIA
Pic by Imawan

6 komentar:

  1. Wah dapat insight baru aku tentang tata cara nabung emas nih
    Kapan-kapan aku mau coba ah
    Selama ini aku beli emasnya langsung aja trus simpan di deposit box

    BalasHapus
  2. Nah saya lagi mempertimbangkan tentang tabungan emas. Pas banget deh baca ini. Nanti saya ke website pegadaian syariah, deh

    BalasHapus
  3. Aku pernah nih mas, cicilan emas di pegadaian. Bahagianya tuh luar biasa ketika cicilan selesai dan terima emasnya dalam bentuk fisik. Tapi sekarang belum nyicil2 lagi, mungkin sekalian aja buka tabungan kali yaa. Apalagi kalau cuma 7 ribu sehari hitungannya terjangkau sekali .

    BalasHapus
  4. Investasi lewat emas masih marak dan cukup diminati saat ini, medianya pun lebih banyak. Itu kalau nabung di pegadaian ada biaya admin juga ga seperti tabung biasa di bank ??

    BalasHapus
  5. Makin banyak cara utk memudahkan kita berinvestasi ya

    BalasHapus
  6. Sekarang makin banyak produk buat nabung emas ya.. Tapi memang emas bagus juga buat investasi, apalagi lebih midah buat dijual kembali dibanding misalnya properti. Tapi iya kadang ragu apa termasuk riba juga atau nggak. Begitu baca soal pegadaian syariah ini jadi tercerahkan..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya