Home

2 Feb 2020

Mewujudkan Pertanian Indonesia yang Maju Mandiri Modern

Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (tengah pegang mike) sedang konpres-dokpri

Menurut Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa lapangan kerja yang pasti adalah sektor pertanian, kalau ingin membuat tambang, setidaknya perlu 10-20 th ke depan baru ada hasilnya. Di bidang industri, lebih kurang  perlu 5-6 th depan baru menuai hasil. Sementara di sektor pertanian, hari ini ditanam tunggu seratus hari akan tumbuh.

Saya menyimak penjelasan ini sembari manggut-manggut, membenarkan sekaligus mengamininya. Mendadak terbersit rasa bersalah, mengapa saya mengabaikan bidang pertanian. 

Apa terbersit di benak, ketika mendengar kata pertanian?
Mungkin yang terbayang adalah area persawahan, kemudian tumbuh padi menghampar hijau. Bapak dan ibu petani sibuk bekerja, dengan kerbau sebagai binatang pembajak.  
Ketika musim panen datang, si anak petani diberi tugas menunggu padi agar tidak dimakan burung. Duduk di gubug beratap jerami, dengan tangan memegang tali bersambung orang-orangan sawah.

Duh, kangen rasanya dengan suasana desa.
----

Saya lahir dan besar di kampung, sawah dan ladang sangat akrab dengan keseharian saya di masa lampau. Meskipun ayah bukan petani, saya kerap turun bertani membantu di sawah kakek.
Mulai dari bertugas ngurut banyu (memeriksa air), ikut membantu nguntil pari (mengikat padi setelah panen), menjemur gabah dan sebagainya.

Namun selepas SMA, seperti sebagian besar pemuda di kampung. Saya memilih merantau, meninggalkan dunia sawah dan ladang. Saya lebih terpana dengan lampu warna warni di kota, dan bangunan megah yang mempesona.

Tanpa terasa seperempat abad merantau, ketika pulang kampung saya kaget mendapati kenyataan di depan mata.  Hamparan sawah yang dulu menghijau, tempat saya bermain bersama teman sebaya.
Kini berubah menjadi lahan gersang, bertumbuh ilalang dan pepohonan besar dengan dahan kering. Pemandangan ini berbalik seratus delapan puluh derajat, dibandingkan masa kecil dulu.
“Lha piye, anak-anaknya tidak ada yang mau ngurus sawah,” ujar ibu.
Pic by Imawan


Sinergi Pertanian Maju Mandiri Modern

Seratus hari pemerintahan Presiden Jokowi, Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menunjukkan prestasinya. Menyimak pemaparannya di hadapan Jurnalis dan Blogger, saya bisa membayangkan cerahnya masa depan pertanian Indonesia.

Yasin bertekad mencipatkan pertanian maju, sehingga  membuat petani dan masyarakat kuat. Kalau sudah kuat akan menjadi manusia kreatif, membuat bangsa Indonesia percaya diri bersaing dengan negara lain.
Pertanian yang maju, menjadi musabab sebuah kemandirian. Mandiri artinya tidak bergantung dengan bangsa lain, bisa melakukan apapun di atas kemampuan sendiri.
dokpri

Negara berkewajiban melakukan “intervensi”, demi kebaikan sektor pertanian dengan kebijakan yang pro pertanian.  Dari Aceh sampai Papua, tanah kita subur dengan kultur aneka warna ada yang hijau, cokelat, putih.
Indonesia memiliki dataran rendah, bukit, lereng, pegunungan, semua menjadi kekuatan sumber daya alam. Tak heran kalau ada yang menyebut, Indonesia adalah tanah surga.

Hasil pertanian berupa beras, bisa diproduksi menjadi aneka turunan bahan olahan. Kemudian dari hasil pertanian jagung, bisa diolah menjadi pakan ternak, minyak jagung, tepung, bahan kosmetik dan (sekira) 42 turunan lainnya.
Agar bisa maksimal diperlukan pengelolaan hasil pertanian secara modern, yaitu dengan sentuhan riset dan teknologi yang modern.

------

Coba kita pikir bareng-bareng, jaman sekarang produk barang dan jasa apa, yang tidak dipasarkan melalui aplikasi. Mulai dari jasa keuangan, jasa tenaga kesehatan, penyewaan rumah singgah, hotel, jasa antar makanan dan lain sebagainya semua memakai aplikasi.

Gagasan Pak Mentri Pertanian sangat kekinian, yaitu memanfaatkan aplikasi untuk pengelolaan proses tata kelola sektor pertanian. Pemanfaatan stratup, menjadi aspek modern dalam pertanian maju.

Dengan pemanfaatan teknologi, memungkinakan semua lahan yang ada di sudut negeri bisa dipantau dari satu tempat. Melalui satelit dengan resolusi 12-6 meter, kemudian masuk litbang untuk dilakukan analityc birokratik agricukture.

Dengan cepat bisa dideteksi, lahan pertanian di daerah mana yang perlu mendapat perhatian lebih dan daerah mana yang aman. Saat ini sedang dibuat kreasikan, pupuk dengan barcode atau chip. Sehingga pengawasan menjadi transparant, dan hasilnya rakyat yang menikmati.
“Tidak ada pura-pura dan bohong mengurusi rakyat yang begitu besar,”tegas Yasin Limpo.
dokpri


Masih menurut Mentri Pertanian, bahwa lapangan kerja yang pasti adalah sektor pertanian, kalau ingin membuat tambang, setidaknya perlu 10-20 th ke depan baru ada hasilnya. Di bidang industri, lebih kurang  perlu 5-6 th depan baru menuai hasil. Sementara di sektor pertanian, hari ini ditanam tunggu seratus hari akan tumbuh.

Pertanian maju, tidak hanya berfocus pada kuantitas dan kualitas saja, tetapi juga aspek kontinuitas. Kalau hasil pertanian terjadi kesinambungan, maka masa depan anak cucu kita kelak terjamin.
Menyoal alih fungsi lahan, Pak Mentri sangat tegas, bahwa ada undang-undang no 41 tahun 2009 yang mengatur. (lebih kurang) barang siapa mengalih fungsikan lahan existing pertanian, akan dijatuhi hukuman 5 tahun. Apabila ada pejabat yang berkonspirasi, terbukti ikut tanda tangan hukumannya 7 tahun.
“Kalau tidak tegas, kita hanya main main urus negeri,” imbuh Yasin Limpo.
-----
Blogger Foto Session- koleksi pribadi

Acara “Membangun Sinergi Pertanian Maju Mandiri Modern” yang dipandu Prita Laura, terasa semarak dan kocak dengan kehadiran komika Mongol. Celetukan stand up komedi ini, dengan piawai diimbangi lontaran Pak Mentri yang tak kalah mengundang tawa.

Hati-hati makan buah impor, kemarin ada orang makan buah impor kemudian mati” seluruh hadirin hening menunggu lanjutannya”soalnya, setelah makan buah ketabrak mobil”.

“GRRRRR,”sontak seisi ruangan tertawa.

Apabila sektor Pertanian menjadi Maju mandiri Modern, saya meyakini akan menarik minat generasi millenials melirik sektor pertanian. Dan masa depan pertanian yang cerah, niscaya akan kita jelang bersama.

Smoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA