6 Feb 2020

Menikah Itu Mendewasa Bersama [Review Film “Nikah Yuk!”]

dokpri

Pecinta film Indonesia, jangan sampai lupa ya. Hari ini tanggal 6 Februari, film “Nikah Yuk!” tayang serentak di bioskop  kesayangan kalian. So, ajak serta teman, sahabat, kerabat, saudara, untuk berbondong nonton bareng.
“Nikah Yuk !” adalah film perdana produksi Lens Cinema, garapan Sutradara Ade Dharmastriya, diproduseri Dwi Akraniza Aprilia dan Andri Cahyadi. Memasang dua nama bintang bersinar, yaitu Marcell Darwin dan Yuki Kato.

O'ya, film "Nikah Yuk!" menjadi debut perdana sutradara Ade Dharmastriya, setelah sebelumnya menjadi astrada di beberapa judul film.

Sesuai judulnya, film “Nikah Yuk!” merupakan representasi keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya. Pertanyaan “Kapan Nikah”, seperti menjadi momok bagi yang sudah cukup umur.
Pertanyaan itu datang bertubi-tubi, biasanya ketika musim pulang kampung datang.

Mulai dari saudara dekat (garis ibu dan ayah) tetangga, teman semasa kecil dan seterusnya, menanyakan hal senada. Alhasil, yang ditanya musti siap mental dan telinga tebal.
Karena apapun yang dilakukan mendadak serba salah, mau membela diri salah, mau diam apalagi, duh pokoknya serba tidak mengenakkan.

Nah, melalui film “Yuk Nikah!”, kita bisa mendapat insight tentang menghadapi lingkungan sekitar. Bagaimana dua pemeran utama film ini, menyikapi desakan menikah dari orang terdekat.
Penulis dan Sutradara Ade Dharmastriya


Sinopsis
Adalah Arya (diperankan marcell Darwin) seorang fotografer, selain tampan karyanya tak bisa disepelekan. Dan di satu sisi, dipaksa menikah muda oleh ayah (diperankan Roy marten) dan ibunya (diperankan Ivanka Suwandi).
“Aku ingin menikah seumuran ayah,” jawabnya tegas
Arya menolak dengan terang-terangan, karena masih ingin mengejar karir dan mempertahankan hubungan dengan pacar pilihannya. Sikap keras kepalanya, tak menyurutkan dua orangtuanya.
Hingga pada suatu hari, tanpa sengaja Arya bertemu dengan Lia (diperankan Yuki Kato). Seorang komikus muda, yang memendam cita-cita tinggi meski terbentur keadaan (ekonomi keluarga).
Siapa sangka, pertemuan dengan Lia membuat Arya bimbang. Dan ternyata yang dialami arya bersama Lia, ada rahasia di balik yang akhirnya terkuak.

-----
Goodwork

Film drama remaja ini, sangat cocok ditonton untuk 13 tahun ke atas. Tidak mengumbar tangisan, dan ada unsur komedi di beberapa adegan. Mengambil lokasi Shoting di Jakarta dan Jepang, membuat film ini sesuai  dengan jiwa muda yang haus dengan impian ke luar negeri.
Jepang adalah begara yang identik dengan Komik, sehingga pas dengan tokoh Lia yang Komikus dan bermimpi sekolah di Jepang.

Dan ada pesan kuat, yang saya tangkap dalam film “Nikah Yuk!”. Bahwa menikah, tidak hanya sekedar menjalani hal-hal yang indah saja.
Tetapi dalam pernikahan, sangat banyak perbedaan terjadi dan itu musti dikelola. Suami dan istri akan terjadi perseberangan pemikiran, salah satu musti mau mengalah.

Karena menikah adalah perjalanan untuk mendewasa bersama, baik suami ataupun istri musti siap dengan kekurangan dan kelebihan pasangan. Kalau keduanya kompak, maka cita-cita pernikahan niscaya dapat direngkuh.
dokpri

Marcel Darwin dan Yuki Kato bermain sangat natural, keduanya seperti menemukan chemistry sehingga saling mengisi.  
“Nikah Yuk !” semakin seru, dengan didukung sederet bintang ternama lainnya. Seperti Aliyah Faizah, Dwi Akraniza Aprilia, Jesica Veranda, Ike Muti, Agung Sadana, Kevin Bzezovsky Taroreh, Messi Gusti, Ananta Rispo dan Fico Fachriza.

O’ya, ada kabar gembira nih. Buat kalian yang ada di daerah Bekasi, Tangerang, Bandung, Makassar, nantikan roadshow promo film Nikah Yuk. Dan akan ada tiket ‘Spesial Screening”, bisa didapatkan langsung di web CGV Indonesia dan Cinema XXI.

Sekali lagi jangan sampai ketinggalan, hari ini tanggal 6 February, datang ke bioskop terdekat dan saksikan film “Nikah Yuk!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA