Home

26 Feb 2020

Menjelajah Ruang dan Waktu


dokpri
Waktu dan ruang datang bertubi, raga dan ruh masih diperkenankan menyatu. Semakin memperjelas identitasku, untuk terus berjibaku menyesuaikan satu sama lain.
Peperangan kecil pun besar (antara raga dan ruh) terus berlangsung. Semua menghadirkan kenyataan indah pun pahit ketika kumemutuskan memenangkan raga atau sebaliknya.


Betapa benar adanya, satu riwayat ketika Rasululloh kembali dari perang badar. Beliau bersabda, bahwa kita akan menghadapi peperangan yang lebih dahsyat dr perang badar (padahal perang badar adalah perang terbesar saat itu). 
Sahabat dibuat bingung dan bertanya, “wahai rasullulloh adakah perang yang lebih besar”. Dan Rasullulloh menjawab, bahwa perang yang lebih besar dari perang badar adalah perang melawan hawa nafsu.


Yah perang melawan diri sendiri, perang agar tak bermalas malas, agar menyingkirkan segenap ego, agar setiap keputusan baik baut diri atau orang lain, agar setiap tindakkan selaras dengan alam.

--------



Kujalani kesibukan demi kesibukan, dengan sungguh, kuresapi nikmatnya, kuhayati maknanya sehingga setiap yang kulakukan memiliki makna.
Aku syukuri setiap kesempatan ini, sebagai anugrah pun amanah dari-MU, dan terus berharap semoga nilai kemanfaatanku akan bertambah.


Gusti, karunia-MU tak habis habisnya mengalir. Semuanya menghantar pada pengalaman, pada kesempatan, pada kemengertian demi kemengertian. Sedang muara dari semua itu, adalah kepasrahan. 
Keajaiban demi keajaiban yang KAU tunjukkan padaku semakin mengokohkan keyakinan, bahwa janji-MU tak ada yang dusta.


Aku manusia berlumur dosa, ketika mulut mengucap doa, tapi mata telinga tangan kaki masih saja mendusta. Hanya padaMU sujud kupersembahkan sebagai bukti penyeselan. Adakah semua kerepotan ini, kelak bisa kupertanggungjawabkan di hadapanMU.
Menelusuri setiap jengkal waktu dan ruang, adalah menyulam benang cita cita kehidupan yang (mustinya) mulia. Ketika termanguku disudut hari, semua tiba2 menyadarkan akan banyak hal yg sempet kusalah langkah.


Setiap manusia mempunyai sisi gelap, sehingga fitrah menuntunnya tuk mengejar cahaya. Nur-MU ya Rabb, yang akan menjadi penerang sisi sisi suram yang kuciptakan sendiri.

Menjelajah waktu dan ruang dengan segenap tetek bengek urusannya, sejatinya adalah cara meraup seberkas demi seberkas cahayaMU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA