14 Nov 2019

Kamar Keluarga, Saatnya Mengelola Sewa Hunian Tanpa Repot dan Ribet

dok WAG

Seorang teman karib pernah berkisah, dirinya punya lima kamar kost terletak di daerah Jakarta Timur (teman ini rumahnya di Jaksel).
Karena kendala jarak, maka empunya susah mengontrol atau mengawasi setiap hari. “Masak, pas waktunya ditagih, penghuninya  malah kabur, ini kejadian nggak sekali dua kali” curhatnya pilu.

Teman ini merasa berada pada posisi dilematis, kalau rumah kost dianggurin lama-lama bisa rusak karena tidak ada yang merawat.
Tetapi kalau disewakan, dirinya musti siap dengan segala resiko, salah satunya menghadapi penghuni nakal.

Tekadnya tetap bulat dan tak mau kalah dengan keadaan, ulah satu dua penghuni nakal tidak menyurutkan semangat mengelola rumah kost-kostan.

Sampai di kemudian hari, saya mendapatkan jawaban untuk mengatasi keresahan kawan karib ini, yaitu Kamar Keluarga !
Ya, saya berjanji akan sampaikan kepada teman ini, perihal Kamar Keluarga.

Mengenal Kamar Keluarga

Kalian yang tinggal di daerah Tangerang, pasti tidak asing dengan Mall Tangerang City dong. Nah, persis di seberang Mall ternama ini, adalah lokasi Kamar Keluarga, tepatnya Jl Perintis Kemerdekaan no 1, Babakan Cikokol, tak jauh dari tugu gajah.

Bisa dibayangkan, betapa strategisnya lokasi Kamar Keluarga di sini. Sudah dekat dengan Mall kemudian mudah dengan akses transportasi publik, sehingga tak perlu kawatir pulang kemalaman.
Bersama teman Blogger, saya berkesempatan bertandang ke Kamar Keluarga di Tangerang.

suasana gathering Kamar Keluarga- dokpri


Kamar Keluarga adalah startup properti di bawah naungan PT. Hoppor International, yang mengubah aset non produktif menjadi aset produktif dengan passive income. Menyediakan hunian co-living, dengan jaringan layanan terlengkap dan nyaman, tentunya dengan harga terjangkau.

Sejak beroperasi pada tahun 2011, Kamar Keluarga telah melayani sebanyak 156,294 tamu, dengan memiliki 2.041 kamar yang tersebar di 75 lokasi strategis di Jabodetabek dan Bandung.
Saat ini tengah dikembangkan, Kamar Keluarga di 9 kota besar yaitu, Jogjakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Solo, Medan, Makassar, Malang dan Semarang.

Kehadiran Blogger malam itu, kebetulan bersamaan dengan jadwal gathering penghuni, sehingga saya bisa melihat bagaimana  hangatnya interaksi antar penghuni.
Mereka ngobrol cukup cair dan bisa saling mengenal, terdengar celetukan kocak yang membuat suasana jauh dari kesan kaku.

Setidaknya ada satu stigma di benak saya terpatahkan, bahwa ngekost identik dengan sikap indvidualis dan  ternyata hal ini tidak ada di Kamar Keluarga.

Ferry Lucak-dokpri


Ferry Lucas, satu dari dua founder Kamar Keluarga (bersama Charles Kwok) menyampaikan, bahwa di kamar Keluarga ingin membangun komunitas.
Seperti kegiatan gathering dengan penghuni, sebagai sarana untuk saling kenal dan akrab sesama penghuni.  “Jadi yang tinggal di sini nggak hidup sendiri-sendiri,” ujar Ferry

Lima Pilar Bisnis Kamar Keluarga
  • Kamar Keluarga BOT (build operate transfer), membantu pemilik tanah kosong namun belum memiliki dana untuk pembangunan. Pilar Kamar Keluarga BOT, membantu membangun hunian yang menghasilkan dengan sistem bagi hasil.
  • Kamar Keluarga Operator adalah core bisnis Hoppor International, yakni pengelolaan co- living/kost dengan konsep sebagai keluarga sendiri. Kamar Keluarga memberikan seminar edukasi dengan berbagai tema setiap bulannya tanpa dipungut biaya. Konsep ini merupakan salah satu nilai tambah untuk co-living Kamar Keluarga, untuk memberikan edukasi kepada penghuninya. (Seperti kegiatan gathering yang saya lihat malam itu)
  • Kamar Keluarga Lini yaitu vertikal bisnis yang memanfaatkan lokasi dan demand dari konsumen Kamar Keluarga yang dibangun di atas properti tersebut yang terdiri dari: (1). Laundry keluarga bagi seluruh tamu dan tenant kost (2). Warung keluarga yang terletak di setiap lokasi kosan/ property Kamar Keluarga (3). Restaurant, salah satunya resto seafood di Fatmawati (4). Laundry untuk linen, dikembangkan untuk membantu hotel-hotel di sekitar lokasi
  • Kamar Keluarga Development adalah pilar yang memaksimalkan sisa ruang yang diakuisisi oleh Kamar Keluarga untuk pembangunan kost, dengan membangun rumah minimalis seluas 3 x 12 meter hingga 3 x 15 meter di lahan yang tersisa setelah pembangunan kamar kost. Dengan demikian, memberi peluang kepada para milienial ini untuk memiliki rumah pribadi, yang murah, minimalis dan terjangkau.
  • Kamar Keluarga Asset adalah pilar yang membantu para investor baru yang muda maupun tua yang belum pernah berbisnis properti, yakni dalam memilih lahan, membangun dan mengelola properti tersebut hingga menghasilkan passive income untuk para investor.

Untuk pengembangan ke depan, Kamar Keluarga menerapkan strategi dengan pengembangan Teknologi, Pengembangan Jangkauan (ekspansi di kota besar lain), mengembangkan layanan dan mengembangkan kualitas.

Charles Kwok -dokpri
-----

Blogger sempat diajak melihat fasilitas di Kamar Keluarga, yaitu kamar dengan televisi, Wifi, kamar mandi shower dan double bad, tersedia dapur umum dengan wastafel.
Kamar Kekuarga di Tangerang (yang kami datangi)  ada tiga kategori Kamar Keluarga, yaitu Pria, Wanita dan Keluarga.

Tapi jangan coba coba ngaku-ngaku ya, karena semua penghuni harus tervalidasi datanya (salah satunya melalui Kartu Keluarga).


Kamar Keluarga

Kalian yang ingin tinggal di Kamar Keluarga sangat simpel, silakan instal dan membuka aplikasi Kamar Keluarga nanti akan ada whatsapp baru melakukan pemesanan atau pesan via websitenya di www.kamarkeluarga.co.id

Bisa juga pesan melalui berbagai aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, Agoda, Booking.com, Airy Rooms, PegiPegi dan Mister Aladin.

Btw, saya tak sabar mengabari teman pemilik kost. Saya yakin dengan bergabung di Kamar Keluarga, teman ini tak akan dibuat repot dan ribet.

dopri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya