4 Nov 2019

Hujan di Awal November

dokpri

Bulan sebelas baru saja datang, jari di satu tangan belum juga genap untuk menghitung. Tiba-tiba pikiran ini melayang, ke hari di masa awal tahun tengah berlangsung. Ya Rab, begitu cepat waktu berjalan. Dan tanpa terasa, satu putaran bumi nyaris terpenuhi.
Begitulah kehidupan berlaku, hari ke hari beranjak mengantarkan bumi bergerak dan beranjak pada putaran berikutnya. Matahari terbit dan tenggelam, menghantarkan kisah dan cerita baru lainnya.

Bagaimana kabar resolusi kalian, resolusi yang dulu di awal tahun pernah dipatri di benak. Smoga banyak cita cita telah tercapai, smoga banyak hikmah ketika belum tergapai. Sementara tanpa kompromi usia terus bertambah, tentunya semakin banyak PR musti diselesaikan.

Pada usia di 40 dan ke atas, seperti saya dan kawan sebaya semestinya sudah mulai berbeda. Terjadi pergeseran dalam memandang satu kejadian, tidak mudah mengambil kesimpulan sesaat. Usia empatpuluh, adalah masa tidak berpikir tentang diri, tetapi berpikir tentang istri, anak-anak, orang sekitar dan masa mendatang.

Apa yang dicari manusia dalam hidup, toh pada akhirnya semua ditinggalkan dan ditanggalkan. Bukankah menjadi manusia penuh manfaat, adalah sebaik warisan adalah sebaik peninggalan.

------

Beberapa hari belakangan Jabodetabek dilanda panas, saking panasnya kulit terasa kering dan gosong ketika sedang berada di luar rumah. Status di medsos berseliweran, mempersoalkan panas tak kunjung berlalu.
Tetapi alam selalu setia dengan keseimbangan, yang gersang akan disampaikan ujung, yang panas disegerakan berganti dingin. Dan bulan sebelas adaalah jawaban, ketika semua serasa berada di pucuknya.

Hujan di Awal November, seperti menjadi jawaban atas pengharapan setiap insan. Air tumpah dari langit, membawa berita suka cita, disambut senyum mengembang di setiap bibir. Hujan ibarat kehidupan itu sendiri, akan datang dan pergi pada saat yang ditentukan.

Pun kita manusia, kedatangan di bumi sudah digariskan. Mengarungi masa demi masa, sepanjang hayat masih dikandung badan. Kita terdewasakan, oleh peristiwa dan keadaan hingga paham esensi kehidupan. Setelah masa senja tiba, tinggal menunggu saat kepulangan menjemput.


Hujan di Awal November, adalah berkah tak terkira diantara berkah lainnya. Karena kemaraupun juga berkah, yang mengirimkan pemahaman baru tentang rindu pada hujan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA