26 Nov 2019

Pentingnya Mengelola Keuangan untuk Meraih Goal

Acara FUNancial -dokpri
Sebagai freelance, saya belajar pengelolaan keuangan dari bebergai sumber dan pengalaman. Maka ketika hadir di acara FUNancial Talkshow bersama Home Credit Indonesia, saya jadi punya kesempatan mengoreksi apa yang perlu dibenahi dengan cara saya mengatur keuangan.


Tahu dong apa itu Home Credit, adalah Perusahaan multifinance berasal dari Ceko, yang menyediakan jasa pembiayaan untuk barang elektronik, smartphone, gadget dan sepeda motor. Home Credit Indonesia, berdiri sejak tahun 2013.

Beberapa point dari dua narsum FUNancial tidak jauh dengan yang sudah saya lakukan, tetapi ide dan masukan tentang tata kelola keuangan lebih jauh membuat saya introspkesi diri.
Bagaimana dengan teman-teman, mumpung masih sehat dan berkelapangan, tidak ada salahnya mulai membuat perencanaan keuangan. Karena kalau bukan kita sendiri peduli dengan masa depan, siapa lagi mau menanggung resiko di masa mendatang.
dokpri

-------
Menurut Freta Pradita dari Home Credit Indonesia, acara FUNancial bertujuan untuk memberikan literasi kepada masyarakat Indonesia. Menurut data OJK, lebih dari 70% masyarakat belum bisa mengelola keuangan dengan baik.

Mengawali presentasinya siang itu, Dipa Andika Nurprasetyo, Financial Planer dan Co Founder of Hahaha Group, yang menjadi narasumber pertama Talkshow, mengajak peserta mendefinisikan financial goal. Bahwa inti dari Financial Goal adalah sebuah perjalanan keuangan yang dibuat untuk menuju pencapaian hidup yang diinginkan.
Perencanaan pencapaian target hidup, biasanya dibagi menjadi tiga fase, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek misalnya pengin beli tas, jangka menengah misalnya mempersiapkan anak sekolah ke SMA (sekarang anak sudah SMP) , sedangkan jangka panjang misalnya merencanakan naik haji.

Apa itu kaya?” tanya Dipa “Membeli sesuatu tanpa mikir”, “Bisa mendapatkan apa yang dimau dengan mudah”, “Punya banyak uang, rumah dan mobil mewah” celetukan peserta bersahutan. 
Kali ini Dipa mengartikan dengan kalimat filosofis, bahwa kaya adalah “Bersyukur dengan yang sudah dipunya dan merencakan ke depan apa yang diinginkan serta memikirkan strategi meraihnya.”

Menyangkut perencanaan keuangan, memang sangat penting memahami kalimat “Nanti Bagaimana” bukan“Bagaimana Nanti”. Ya, memang kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Tetapi dengan perencanaan keuangan, akan membuat kita lebih siap dan jauh lebih baik.
Masih menurut Dipa, jangan abaikan dua hal, yaitu "mencatat dan memisahkan". Mencatat seluruh pengeluaran meskipun kecil sekalipun, sementara memisahkan adalah membagi keuangan berdasarkan post yang ditentukan.

Riana dan Dipa-dokpri

Nyaris, semua penjelasan Dipa, ternyata juga dilakukan Riana Bismarak, founder Belowcepek.com. Riana berbagai pengalaman cara mengelola keuangan. Ketika 16 tahun bekerja sebagai orang kantoran, dan hendak memutsukan resign (menjadi entrepreneur) dirinya berhitung biaya hidup.
Apabila dia tidak gajian (sebagai orang kantoran), setidaknya musti save money selama enam bulan ke depan. Apabila biaya hidup perbulan (misal) 15 juta, setidaknya sudah siap 90 juta untuk 6 bulan. Sambil terus membangun usaha sendiri, setidaknya selama enam bulan tidak pusing dengan pedapatan.

suasana talkshow

Selanjutnya Riana menyarankan, membeli sesuatu yang benar benar dibutuhkan, jangan mudah terpancing emosi akan komentar teman atau orang lain. Selebihnya focus pada tujuan hendak dicapai, dan melakukan apa yang dikerjakan dengan bahagia.
Pesan Riana, perlu dihindari bocor alus, yaitu pengeluaran yang kelihatannya kecil tapi kalau diulang-ulang akan besar juga, Misalnya nongkrong di cafe, atau misalnya lagi beli aksesoris penunjang hoby.

Pada saat beli kopi atau aksesoris, mungkin hanya lima puluh sampai seratus ribu saja. Tapi kalau hal yang sama diulang-ulang terus, maka lama kelamaan jumlahnya akan membengkak.. Pesan Riana, Mimpi boleh taou harus terukur dan kita tahu cara mewujudkannya.

Pengelolaan keuangan, adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Karena setiap orang punya goal dalam hidupnya, dan setiap goal perlu serta (tentu saja) biaya.- Ssmoga bermanfaat.

Komunitas ISB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya