Home

9 Okt 2019

Jangan Mager Karena Sehat Itu Murah dan Sakit Itu Mahal !

dokpri

Kalau ada pepatah, “mempertahankan lebih sulit dibanding meraih,” maka saya sangat menyepakati, karena pernah (dan tengah) mengalami.
Dan demi mempertahankan gaya hidup sehat, sepagi itu di hari weekend pula, saya sudah di kantor Kemenkes Jakarta Selatan.

Healthies Run 5K Kemenkes RI yang diadakan 6 Oktober 2019, menjadi agenda yang cukup saya nantikan. Pasalnya Blogger dan peserta runner dari Kemenkes, akan menempuh 5 K dan tentu sangat menyenangkan.

Lari (meski kecil) tanpa putus sejauh 5 Kilometer, adalah kesempatan yang tak ingin saya lewatkan.

Bagi saya, berlari adalah salah satu cara belajar mengalahkan ego. Karena kalau menuruti nafsu, dibanding lari maunya jalan saja agar tidak capek.
Tapi keengganan itu musti dilawan, dan berhasil melampaui jarak 5 K artinya saya telah menaklukan ego.

Start dari jalan depan kantor Kemenkes (arah menteng), belok kiri dan lurus sampai depan Mall Ambassador, belok kiri masuk kawasan Mega Kuningan, melewati The East NetTV, Ritz Carlton, berputar hingga melintasi jalan Denpasar keluar Rasuna Said, bagi saya rute cukup menarik.

Terbayang, keringat yang mengucur setelah sampai garis finish. Membuat aliran di pembuluh lancar, darah segar mengalir tanpa hambatan. Subhanalloh, maka nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.

-----
sebelum lari-dokpri

Semangat saya ikut dalam Healthies 5K pagi itu, sebenarnya tidak datang dengan tiba-tiba. Dulu saya sangat mager (alias malas gerak), penggemar  garis depan untuk makanan manis dan gorengan, sampai pernah masuk kategori obesitas.

Sampai pada tiga tahun silam (sekira agustus 2016) saya pernah jatuh sakit, badan ini kesakitan kalau digerakkan sedikit saja.

Setelah diperiksa dokter dan konsultasi dengan ahli nutrisi, saran yang harus ditunaikan adalah, bahwa saya harus diet dan merubah gaya hidup selama ini.
Maka semangat hidup sehat bertumbuh, jatuh dan bangun saya pertahankan sejauh ini.

Saya masih ingat di awal diet, nyaris setiap lepas subuh berjalan cepat. Pagi di akhir pekan, jogging di taman kota menempuh dua tiga kali putaran.
Aktivitas fisik yang cukup rutin, saya imbangi dengan pemilihan bahan asupan organic dan kaya serat, air putih (kadang dibuat infused water) menjadi teman sejati saat bepergian.

Satu tahun pertama, ikhtiar menerapkan gaya hidup sehat relatif berhasil. Beberapa teman yang lama tak bersua, kaget melihat perubahan tubuh ini.  Jujur, tujuan saya menerapkan gaya hidup sehat bukan semata ingin langsing.

Tetapi saya kapok, mengalami kesakitan yang pernah dirasakan. Tak ingin merepotkan istri dan anak-anak, mengurus si ayah yang sedang sakit. Dan sakit itu, sssst mahal (bener ini). Sementara sehat itu murah.

dokpri


Serunya Healthies Run 2019

Disiplin soal waktu saya pegang, dua kaki ini melangkah di pelataran kantor Kementrian Kesehatan saat adzan subuh berkumandang.
Sesusai undangan, jam 5 pagi Blogger sudah di lokasi acara. Saya menunaikan sholat subuh berjamaah, dan merasakan udara pagi yang bersih dan segar.

Pelataran kantor Kemenkes RI, mulai riuh runners, terdiri dari karyawan, member komunitas, Jurnalis dan Blogger serta masyarakat umum.
Sebelum lari diawali pemanasan, gerak badan membuat rileks dan melancarkan peredaran darah.

Ibu Mentri Kesehatan, Prof. Dr. Dr. Nila Faird Moeloek, Sp.M(K), berkenan melepas runner di garis start. Disambut gemuruh terompet, musik dan guntingan kertas warna-warni melayang memenuhi udara di pelataran kantor Kemenkes RI.

------
 
dokpri
Menyoal kebiasaan lari pagi, saya akui kini tidak serutin di awal diet. Tapi saya tetap berusaha, untuk aktif beraktivitas fisik. Maka pepatah di awal artikel, rasanya tidak berlebihan dan saya amini. Bahwa benar adanya, mempertahankan lebih sulit dibanding dengan meraihnya.
Healthies Run 5 Kemenkes RI, menjadi kesempatan dan upaya saya untuk mempertahankan gaya hidup sehat.

O’ya, event keren ini merupakan bagian dari rangkaian dari road to Hari kesehatan Nasional ke 55,  yang puncaknya pada bulan November.
Kemenkes mengajak masyarakat tidak mager, dengan membudayakan gerakan hidup sehat dan salah satunya dengan aktivitas fisik.

Seperti halnya seleksi alam, setelah satu KM dari garis start, terlihat mana runners yang sungguh-sungguh, mana yang setengah setengah dan mana yang hanya mengikuti arus euforia.

Banyak peserta memilih jalan kaki, beberapa kali saya melewati pelari yang berjalan berkelompok. Saya juga mendapati, runners yang memotong jalur.
Tetapi Healthies Run 5 K untuk fun bukan lari kompetisi, maka aturan tidak terlalu ketat bagi peserta.

Sejak awal, saya sudah niat lari dari garis start sampai finish, dan tidak untuk mengejar menjadi juara. Maka kesempatan baik ini, (lagi dan lagi) saya manfaatkan untuk belajar mengalahkan ego.

Setelah melintasi rute ditentukan, saya berhasil mencapai garis finish. Secara kasat mata, belum separuh runners yang sudah sampai. Dan panitia mengajak yang sudah datang, melakukan pendinginan dengan tarian zumba.

Kemudian bu Menkes didampingi pejabat Kemenkes RI, berkenan melepas balon sebagai tanda secara resmi dicanangkan gerakan "Jangan Mager".
Ibu Menkes melepas balon sebagai tanda dicanangkan gerakan Jangan mager-dokpri
 
Ibu Mentri Kesehatan bersama pejabat Kemenkes-dokpri
Keseruan belum tuntas, ada sesi kuis yang diisi dengan beberapa pertanyaan dari bu Menkes, peserta beruntung mendapatkan voucher belanja.
Sebelum acara berakhir ada pengundian doorprize, dan tidak ada satupun blogger yang beruntung— hiks, hehhehe.

Pagi beranjak siang, Healthies Run 5 K benar di ujung dan waktunya pulang. Saya cukup hapal kebiasaan tubuh ini, selepas duhur saya tidur sangat nyenyak sampai adzan ashar.
Begitu bangun, badan rasanya segar siap diajak beraktivitas pada keesokan hari.

Lari termasuk olahraga yang tak butuh biaya besar, tetapi manfaat diperoleh terbilang maksimal. Jadi saya makin sepakat, bahwa sehat itu murah dan sakit itu mahal ! 
dok WAG

4 komentar:

  1. Maka nikmat Tuhan mana yang kamu sustajan. Sehat dan bisa lari 5 K. Mantaps mas Agung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yogi adl contoh blogger yg gemar lari, makanya badannya singset

      Hapus
  2. Wah keren... Lain kali mau coba lari deh. Kemarin cuma jalan aja... Semangat sehat Kakak!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA