21 Okt 2019

Dahsyatnya Kebermanfaatan Aset Wakaf Produktif

dokpri

Lanjutan dari artikel ini

"Wake Up Wakaf, wake up, wake up, wake up!!" yel yel ini sontak mulai akrab di telinga, sejak hadir di acara “Blogger Meetup Dompet Dhuafa (DD)” awal bulan oktober.
Selain tersemangati dengan yel yel, perspektif baru tentang wakaf mulai terkuak. Ternyata ada jenis wakaf, yang bisa dikelola untuk menjadi wakaf produktif surplus.

Wakaf produktif surplus berlaku sustainable, di dalamnya terdapat unsur sharing kemanfaatan yang berkeadilan baik bagi Pewakaf atau wakif, Nadzir selaku pengelola maupun penerima manfaat.

Menurut Boby P. Manulang, General Manager Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa dan Ketua Forum Wakaf Produktif Indonesia, aset tanah jangan dibiarkan tidur, karena tanah tidur rentan sengketa dan pencaplokan. Tanah adalah ruang hidup sehingga harus dipertahankan, secara hukum ekonomi tanah adalah aset paling strategis.

Sekarang, kalau pulang kampung bawaannya nyesel Pak” tukang cukur langganan saya berkesah,”soalnya tanah yang dulu dibeli pengembang dengan harga murah, sekarang sudah menjadi ruko bagus dan tempatnya ramai dan strategis.” Nada getir jelas terdengar di suara itu.

Mendengar penjelasan Pak Boby, saya berandai-andai jika si mamang mewakafkan tanahnya (misal) lima belas tahun saja.
Selain aset pokok (berupa tanah) tetap dimiliki, selaku wakif juga memiliki surplus yang menjadi sumber sharing profit.

Dalam pemaparannya, Bobby memberi contoh ada lahan tidur yang diwakafkan dengan berjangka (misal 5 tahun).
DD mengelola menjadi lahan produktif, setelah selesai jangka waktu wakaf,  maka lahan dikembalikan ke wakif.

------

Saya sangat menikmati, udara segar dan bersih di Desa Cingkarong Kec. Cijambe, Kab Subang Jawa Barat.
Saya sengaja menghirup dalam-dalam, berharap sekalian membersihkan paru paru (siapa tahu ada udara polusi di dalamnya).

Kebun Indonesia Berdaya-dokpri

Hari itu, saya bersama teman Blogger berada di lahan Indonesia Berdaya DD. Di atas tanah seluas 8 hektare, tumbuh dengan subur pohon buah naga dan buah nanas. Tampak beberapa pohon pepaya, dan berdiri saung untuk menginap, toilet dan musholla.

Siapa sangka lahan subur ini, dulunya adalah lahan mati alias lahan tidur alias tidak terurus.
Setelah menjadi aset Wakaf DD, disulap menjadi lahan produktif.  Sebelum beranjak dari kebun Indonesia Berdaya, saya membeli buah naga dan nanas untuk dibawa pulang.

Dokpri

Sore di perjalanan pulang, kami sempat mampir ke rumah produksi ekstrak buah nanas.
Do you know, ternyata ekstrak buah (essense) nanas adalah sumber citarasa dalam minuman kemasan. Pangsa pasar essense cukup tinggi, untuk dijual ke pabrik minuman dalam kemasan.

Selama ini, pabrik minuman kemasan dalam negeri, masih mengimpor essense dari Brazil. Coba kalau saja ada 200 hektare lahan ditanami nanas sebagai bahan essense, maka kita bisa memenuhi kebutuhan essense secara nasional.

dokpri

Selanjutnya,  Boby P. Manulang  mengabarkan, Kebun Indonesia berdaya DD kembali mengundang investor wakaf. Baik untuk wakaf perorangan atau kelompok, untuk per-seribu meter persegi tanah ditawarkan wakaf senilai Rp.125 juta.

Di atas aset lahan wakaf, nantinya akan ditanami 160 pohon buah naga, 2.500 pohon nanas,  15 pohon durian, kemudian alpukat, pepaya calina dan pisang ambon. Tak lupa dibangun Saung, toilet dan mushola.
Setiap tahun diadakan bagi hasil. Investasi Wakaf berjangka selama 15 tahun, wakif mendapat hasil berupa buah yang ditanam di lahan wakaf. 

Program pendidikan, SMART EKSELENSIA Dompet Dhuafa

Lima atau enam tahun silam, keponakan diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri.
Ayah dan ibunya menyediakan uang ratusan juta, untuk pembayaran uang pangkal perkuliahan. Saya menyadari betapa mahal biaya pendidikan, kasihan kalau anak cerdas tetapi orangtuanya tidak mampu.
Ustad Syafii-dokpri

Penjelasan Ustad Syafii El Bantani, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, di acara Blogger Meetup menjadi penawar ketidaktahuan saya. Ternyata ada lulusan Smart Ekselensia, yang diterima di Fakultas Kedoteran UI melalui jalur undangan. Ada siswa dhufa lain, diterima kuliah di salah satu Universitas di Roterdam.

Subhanalloh, saya merinding mendengar kisah ini. Anak- anak cerdas ini, yang kelak akan mengangkat harkat martabat keluarganya.

O’ya, kebetulan kami berada di salah satu ruangan di Sekolah Smart Ekselensia DD, salah satu aset wakaf yang dikelola menjadi wakaf pendidikan.
Di atas aset lahan wakaf ini, ada PAUD yang menarik bayaran 30-50 ribu/ bulan. Dan juga meluluskan 11 angkatan setingkat SMA atau sekira 440 anak dhuafa, dari berbagai provinsi di Indonesia.

Di artikel sebelumnya, saya ngobrol dengan Aris Nasution (Medan) dan Dede Ridwan (Pekanbaru) , keduanya siswa Smart Ekselensia.
Dulu Aris dan Dede (sangat mungkin siswa dhuafa lainnya) terkendala biaya, sempat kebingungan mau melanjutkan sekolah ke mana.

Dan beasiswa di Smart Ekselensia, mengantarkan mereka berani bercita-cita tinggi.
Betapa dahsyat kebermanfaatan aset wakaf pendidikan, sementara tanah dan bangunan masih tetap ada, tetapi siswa didik yang anak dhuafa berkembang dan tersebar di mana-mana.

Dalam perkembangannya, di tahun 2018 telah hadir Ekselensia Tahfids School. Tempat mengkader hafids qur’an dan leadership, sementara para wakif akan mengalir pahalanya dari hapalan qur’an.
dokpri

Mimpi Sekolah Smart Ekselensia DD adalah, semakin banyak Smart Ekselensia berdiri di daerah daerah di Indonesia.
Untuk itu perlu melakukan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, agar bisa mewujudkan harapan mulia ini.

Saat ini yang sudah berjalan, adalah 63 Sekolah Literasi Indonesia tersebar di 21 Kabupaten Kota di Indonesia. Ada juga “Etos dan Bakti Nusa”, khusus untuk mahasiswa/ wi diberi pendampingan karir.
Dan di Lido, telah berdiri Pesantren Hafids Village, siswa ditargetkan hafal 30 juz, menguasai ilmu keislaman, menguasai kepemimpinan, menguasai bahasa arab dan english, dan target kuliah di luar negeri.

Luar Biasa !

Mengunjungi Rumah Sehat Terpadu DD

Setelah visit Sekolah Smart Ekselensia, Blogger diajak menyeberang menuju Rumah Sehat Terpadu (RST) DD. Lagi- lagi, RST DD dibangun di atas aset tanah wakaf yang berfocus melayani kaum Dhuafa di bidang kesehatan.

Direktur Rumah Sehat Terpadu DD, dr. Muhammad Zakaria, menyampaikan, meskipun pasien Dhuafa, tetapi pelayanan RST DD mengedepankan pelayanan yang baik, telah diakreditasi nasional maupun internasional.
dokpri

dr Zakaria-dokpri

RST DD menanamkan mutu, agar kaum dhuafa nyaman, dan mengelola RS secara efektif, efisien, dan mandiri, sehingga berlangsung sustaintanble.
Melayani kaum dhuafa tidak mudah, tidak mudah secara ekonomi, pendidikan, dan penanganan penyakit,” ujar dr Zakaria.

Pelayanan RST DD masuk kategori type C, tetapi memiliki layanan yang lengkap, mencakup rawat jalan dan rawat inap, penunjang medis radiologi, city scan, farmasi, ruang isolasi, ruang bayi dan lain sebagainya.

Tersedia  juga taman aroma terapi, terapi kaki, arena bermain anak, musholla, sekurity 24 jam, lahan parkir murah, kantin sehat, layanan mobil jenazah dan lain sebagainya. Selain tenaga kesehatan yang mumpuni, RST DD menyediakan second opinion berupa bimbingan rohani oleh Ustad dan Ustazah.

Saat ini di RST DD Parung, baru tersedia 83 tempat tidur, uniknya setiap  kamar menggunakan nama wakifnya.
Berkah dari usaha mulia para wakif, di bagian belakang RST DD sudah berdiri bangunan baru megah diberi nama Qatar Charity.

-------

Blogger berkesempatan masuk ke ruang cuci darah, sependek pengetahuan saya, cuci darah butuh biaya mahal dan dilakukan secara rutin.
Kebetulan Paman saya di kampung, pernah diharuskan cuci darah rutin sampai akhirnya meninggal. Dan RST DD, memberi layanan cuci darah secara gratis kepada pasien dhuafa -- Subahanalloh.

Bagaimana cara menjadi pasien di RST DD?” tanya teman Blogger.
Caranya cukup mudah, calon pasien mendaftar sebagai member RST DD. Cukup membawa fotocopy KTP, KK dan mengisi formulir kepesertaan.
dokpri

Team RST DD akan memverifikasi, melalui survey dan wawancara, apakah calon pasien pantas atau tidak menerima bantuan kesehatan yang disediakan.
Misalnya, calon pasien adalah Kepala Keluarga dengan gaji bulanan dibawah UMP, tinggal di rumah kontrakan dan anaknya banyak, sangat mungkin mendapatkan layanan kesehatan di RST DD.

Masa keanggotaan berlaku selama 2 tahun, dengan harapan pada rentang waktu tersebut peserta bisa meningkatkan kondisi perekonomian.
Setelah dua tahun keanggotaan bisa diperpanjang, tentunya  dengan verifikasi ulang.

Metode diterapkan RST DD ada dua, yaitu dengan pembiayaan BPJS atau ke-member-an. Khusus metode BPJS, RST DD menyediakan team advokasi untuk membantu mengurus, apabila pasien dhuafa belum punya.
Bagi masyarakat umum (non dhuafa)  yang ingin berobat diperbolehkan, namun berlaku syarat membayar secara cash dengan tarif dhuafa yang dinaikkan sedikit ( misal 10%).

Kini penerima manfaat wakaf kesehatan DD, tercatat telah mencapai 65.607 pasien rawat inap, ratusan ribu pasien rawat jalan, sekira 400 pasien poliklinik.
Pasien tidak boleh ditolak, dokter mau pulang kalau ada pasien musti dilayani,” tambah dr Zakaria.  

Selain di Parung, suada ada dua RST di Lampung, dan sedang berlangsung, pembangunan RST DD di beberapa lokasi. DD juga mengelola aset wakaf di pilar kesehatan, misalnya 3 klinik, 2 optik  dan 1 apotik.

Aset Wakaf Lainnya di Zona Madina DD 

Berada di kawasan Zona Madina, saya seperti berada di miniatur sebuah kota mandiri. Nyaris semua kebutuhan utama tersedia, sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan.

Bediri megah masjid Al Madinah, di ruang bagian bawah ruang utama disewakan bagi masyarakat umum untuk menggelar hajatan pernikahan.
Di depan masjid ada Dayamart, minimarket yang digagas DD sebagai ikhtiar memandirikan masyarakat miskin.
Lapangan Panahan Zona madina-dokpri

Di sebelah kiri pelataran masjid, tersedia tanah lapang difungsikan untuk latihan memanah, dan di salah satu sudutnya berdiri beberapa saung.
Persis di pingir jalan raya (sejajar dengan Masjid Al Madina), berdiri beberapa ruko aset wakaf DD untuk program sosial bisnis.

-----

Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui “ (Qs Al Baqarah 261).


“Wake Up Wakaf, Wake Up, Wake Up, Wake Up” Yel Yel dadakan, membuat acara Blogger Meetup lebih semarak dan berkesan
WAG

12 komentar:

  1. Wakaf lahan produktif dan rumah sakit yang paling saya suka. Banyak manfaatnya, apalagi di RS. Dompet Dhuafa bisa untuk cuci darah gratis ya, sangat membantu sekali bagi yang tidak mampu

    BalasHapus
  2. Masya Allah, dahsyatnya potensi ekonomi ummat. Baru "sedikit" saja yang teraplikasikan, manfaatnya luar biasa. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kesadaran kepada kita semua akan potensi ummat Islam dalam hal Ekonomi, dan memudahkan untuk sinerginya. Aamiin...
    Maju terus Dompet Dhuafa!

    BalasHapus
  3. bermanfaat sekali wakaf lahan ini dan semoga semakin banyak wakaf wakaf lainnya terutama untuk pemberdayaan perekonomian juga

    BalasHapus
  4. dengan adanya wakaf ini lahan yang tidak produktif pun bisa berguna, menghasilkan dan produktif yaa..
    apalagi wakaf yang bisa membantu pendidikan dengan beasiswa.. itu luar biasa sekali.
    Saya jadi tertarik untuk berwakaf juga..
    kalau wakaf uang tunai bisa gak ya?
    minimal berapa?

    BalasHapus
  5. eh aku tertarik dengan investor wakaf dan ngewakafkan tanah. Dibahas gak gimana caranya jadi investor wakaf itu? lalU gimana detail bagi hasilnya ya?

    BalasHapus
  6. Konsep wakaf lahan produktif ini bagus sekali. Jadi lahan-lahan yg nganggur, bisa dimanfaatkan utk kegiatan yg lebig menghasilkan. Saya suka dg kebun buah naga di atas

    BalasHapus
  7. Mas Agung, baca postingan ini bikin saya berdoa, semoga suatu hari saya bisa mewakafkan Tanah agar jadi produktif dan menjadi berkah buat semua ya.... dan gerakan Wakaf produktif Dompet Dhuafa ini memang bikin sesuatu jadi lebih manfaat yaa...

    BalasHapus
  8. Saya senang banget bisa hadir di acara wakaf ini Kak. Jadi tau lebih dalam seputar wakaf dan alhamdulillah bisa berkesempatan menjadi wakif juga Kak.

    BalasHapus
  9. mantul, lahan tidur bisa jadi alokasi tempat produktif untuk kebermanfaatan banyak orang. Bagus banget sih program DD ini.

    BalasHapus
  10. Senang ya dapet pengalaman dan pengetahuan baru soal wakaf.

    Dompet Dhuafa memang paling peduli dalam memberdayakan umat, dengan adanya wakaf produktif tentu saja bakal banyak manfaat yang bisa diperoleh bagi masyarakat.

    Yuk wakaf sebagai bekal investasi akhirat.

    BalasHapus
  11. aku baru tau loh ternyata lahan tidur itu bisa dimanfaatkan dengan cara wakaf tapi hanya beberapa periode (tidak selamanya) dan untungnya untuk kedua belah pihak, keren sih asli..

    BalasHapus
  12. konsepnya menarik juga ya mas, semoga orang-orang yang punya lahan kosong bisamelihat program ini dari pada dibiarkan terbengkalai jadi hutan belantara ga terurus, bagus ni infonya mas

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya