20 Mar 2019

Mengenal Tipes dan Penanganannya

sumber helodoc.com

Imam, sudah siang, kerja nggak? ” saya sentuh badan teman satu kost ini, sontak punggung tangan merasakan suhu panas.  Saya tak melanjutkan aksi, benak menebak sakitnya, dan penyakit tipes sekilas mampir di pikiran.

Lelaki muda ini badannya bergeming, dengan lemah membuka dua kelopak mata sesaat, kemudian kembali merem.
Sebagai sesama perantauan, rasa empati saya langsung mengemuka, melihat teman jauh dari sanak kerabat terkulai lemah tak berdaya.

Meski saya bukan ahli, bukan dokter atau bukan tenaga kesehatan, setidaknya saya mengenali hal mendasar perihal indikasi penyakit.
Imam, periksa dokter yuk” saya menawarkan bantuan.

Raganya lambat merespon, entah mendengar entah tidak, sesentipun bandannya tidak bergeser seperti sedang tidur pulas.

Apa itu tipes (atau tifus) ?
Penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi, menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Bagaimana gejala tipes?
Demam tinggi, diare (konstipasi), pusing, sakit perut (rasanya seperti melilit), biasanya muncul 1-3 minggu setelah terinfeksi (tergantung daya tahan tubuh).

Kejadian pada teman kost, benar-benar memberi pelajaran pada saya yang awam, meskipun bisa mendeteksi sebaiknya tetap ke dokter untuk memastikan penyakit.
Kalau sudah terdiagnosa jenis penyakitnya, maka lebih mudah menangani dan mengambil tindakan guna mencegah sakit tidak berkelanjutan.

Umumnya sih, sakit tipes pada tahap awal cukup diberi antibiotik, setelah itu sebaiknya penderita stop beraktivitas untuk bed rest.
Saya sendiri kalau sakit (apapun), benar-benar menepis semua pekerjaan, memberi waktu untuk tubuh agar total beristirahat.

Mengenai jenis penanganan (rawat jalan/ rawat inap), tergantung dari tingkat keparahan sakit dialami penderita, hal ini sebaiknya konsultasi dengan dokter.
Penanganan penyakit (apapun) di awal sangat penting, konon jika tidak segera dilakukan penanganan berdampak cukup fatal.

Pederita tipes, diperkirakan 1 dari 5 orang akan meninggal, apabila tidak ditangani dengan baik –saya pernah mendapati kasus meninggal karena tipes.
Tipes dengan stadium lanjut, apabila penderita tetap hidup, rentan beresiko mengidap komplikasi yang disebabkan infeksi.

Yuk, Cegah Tipus Sedini Mungkin !

Tiba-tiba di benak saya terlintas sebuah analogi sederhana, tentang virus (untuk penyakit apapun) yang menyerang ketika daya tahan tubuh sedang drop.
Persis seperti di medan pertempuran, ada dua pasukan yaitu pasukan virus datang untuk menyerbu benteng (tubuh) manusia.


Kekuatan yang dimiliki tubuh manusia adalah imun (daya tahan tubuh), apabila selalu dijaga dan fit otomatis manusia punya pertahanan kokoh.
Jadi ingat dengan pepatah latin ‘men sana in corpore sano’ atau “ di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.”

Menjaga daya tahan tubuh sangat penting, dengan cara memperhatikan asupan yang diserap tubuh dan pola hidup teratur yang diterapkan.
Kalau kita pilih makanan sehat (kaya serat, mengurangi gula, minyak, santan) dan makan teratur (tidak telat), maka zat dibutuhkan tubuh akan tercukupi.

Pola hidup sehat dan disiplin ditegakkan, dengan rutin beraktivitas fisik sehingga tubuh segar terjaga dan sirkulasi darah berjalan lancar.
Istirahat cukup juga sangat penting,  karena tubuh yang diforsir dengan pekerjaan dan kecapekan, membuat daya tahan tubuh otomatis menurun rentan terserang virus.

Pencegahan tipes,-- Vaksinasi tifoid adalah imunasi yang dianjurkan pemerintah, sebagai upaya pencegahan terserang tipes. 
Vaksin jenis ini, lazimnya diberikan secara berkala kepada anak-anak usia di atas dua tahun, dan akan diulang setiap tiga tahun.

Vaksin tifoid diberikan dengan cara disuntik pada balita, tersedia dalam bentuk oral khususnya untuk anak usia di atas enam tahun.
Anak dengan vaksin tifoid tetap dapat terinfeksi, namun tingkat infeski dialami tidak seberat anak yang belum divaksin sama sekali.
dokumentasi pribadi

Era digital sangat menguntungkan, memudahkan kita mengakses segala jenis informasi, termasuk informasi terkait kesehatan.

Bahkan kini sudah ada helodoc (ada aplikasi dan web), di aplikasi menyediakan fitur "Beli Obat","Bicara dengan dokter" dan "Pemeriksaan Lab". Pun informasi tentang tipes, saya dapatkan melalui website bermanfaat ini.

40 komentar:

  1. Zaman sekarang apa-apa serba dimudahkan ya, Mas.
    Saya juga dulu pernah tipus. sampai rambut pada rontok.
    Dan dulu itu memang obatnya adalah cacing dicampur dengan makanan.
    Tapi ada juga kapsulnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga seterusnya sehat mas, iya saya taunya diobati dg kapsul cacing.

      Hapus
  2. This info is worth everyone's attention. Where can I find out more?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank U,
      Please, klik word "Tipes" first paragraf in this artikel

      Hapus
  3. saya tuh kalo badan udah nggreges langsung deh istirahat.. dan gak keluar rumah dulu.. pertanda negara api ..eeehhhh virus menyerang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aku skrg ngga mau kecapekan, pernah pinya pengalaman ga enak soalmya :)

      Hapus
  4. Serba praktis ya, konsultasi sama dokter tidak perlu ke RS/klinik apalagi ngantri, tentunya bermanfaat ya.

    BalasHapus
  5. Aku sudah download Halodoc ini, praktis ya. Baru keingetan bulan kemarin kena tifus juga. Memang ga enak banget.

    BalasHapus
  6. Aku sekarang paling takut sakit mas agung. Aseli gak enak sakit tuh. Harus pinter2 jaga kesehatan deh. Apalagi sekarang serba mudah ya mas untuk konsultasi seperti ini ga perlu ke RS hehe

    BalasHapus
  7. Duuuh aku pernah nih kena tipes, gak enak banget rasanya
    Badan lemas, mual-mual, kepala pusing. Gak ada makanan yang bisa masuk
    Halodoc jadi salah satu acuanku juga nih buat nyari tips-tips kesehatan

    BalasHapus
  8. Halodoc tuh aplikasi yg bagus banget. Apalagi kalau sakit kita bingung tanyaa ke siapa. Jangankan pergi ke dokter, melangkah ke kamar mandi ajah lemes. Jadi kalau ada halodoc bs langsung tanya ahlinya dan nemu solusi pengobatannya

    BalasHapus
  9. Iya ya. Info penyakit dan kesehatan bisa dicek di halodoc ya

    BalasHapus
  10. Pernah tipees gegara kecapeean bikin gambar buat tugas akhir. Dan ga enak banget rasanya. Baru ketauan tipes setelah tepar, sblmnya dikuat-kuatin krn harus ujian. Btw, skrg enak ya, ada aplikasi gini, mempermudah nyari info juga

    BalasHapus
  11. Anak saya yang pertama udah 2x kena tipes. Padahal udah vaksin tifoid juga. Kayaknya memang daya tahan tubuhnya juga yang sedang lemah

    BalasHapus
  12. Dulu pas dengar cerita yang pernah kena tipes, kebayang nggak enak banget. Mending vaksin, deh.

    BalasHapus

  13. Era digital kian memudahkan untuk mengakses segala jenis informasi, termasuk terkait kesehatan bahkan apps nya bisa di unduh. Praktis

    BalasHapus
  14. Halodoc ini lengkap banget dari A-Z mengupas masalah kesehatan. Udah gitu kita bisa konsultasi langsung dengan dokternya. Aku install ah apps-nya.

    BalasHapus
  15. Vaksin tifoid..duh lupa puka, anak-anakku sudah dapat belum yaaa. Mesti ngecek nih. Vaksin bagus sebagai aksi antisipasi

    BalasHapus
  16. Aku sama Najwa yang setahun ini gantian kenak tipes. Ya emang gak enak sih, tapi sekarag kami mulai melakukan pencegahan. Termasuk perawatan saat muncul gejalanya kami pelajari banget. Intinya jangan capek aja.

    BalasHapus
  17. Enak yaa sekarang, mau cari info maupun tips seputar kesehatan udah ada yang namanya Halodoc.

    BalasHapus
  18. Benar sekali. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Keluarga saya sudah kena tipes semua. Duh Beneran gak enak banget.

    BalasHapus
  19. Ini nih lagi dialami sama adik hari ini, kasian sih kalau udah kena tipes, makan ga nafsu bawaannya pusing kepala dan badan jadi lemah.

    BalasHapus
  20. Harus aware nih sama ciri-ciri gejalanya,karena saat aku kena DBD, hampir rancu dengan gejala dari typus.

    BalasHapus
  21. Terima kasih, artikelnya bermanfaat kak :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya