8 Mar 2019

Menikmati Ombus-ombus di Pelataran Bandara Silangit Siborongborong

di pelataran Bandara Silangit Sibrorongborong - dokpri
Setelah satu jam dan empatpuluh lima menit, bersama penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno- Hatta Jakarta.
Akhirnya kaki ini, kesampaian juga menjejak tanah di Bandara International Silangit Siborongborong Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Pendaratan yang cukup mulus, dari balik jendela pesawat, saya bisa menyaksikan pepohonan hijau disela-sela rumah penduduk berdinding papan.
Keluar dari perut burung besi dan menyapu pandangan ke sekitar, baru sekali saya mendapati bandara berpagar pemandangan alam indah.

Bandara Silangit dengan landasan pacu 2400 meter, rupanya sedang gencar dalam pengadaan fasilitas di sana-sini.
Terminal kedatangan masih berupa tenda putih, pengambilan bagasi seadanya, perpindahan bawaan penumpang dari pesawat ke conveyor bisa saya lihat.

Terlepas dari minimnya fasilitas disediakan, sebenarnya saya justru menikmati suasana Bandara dan alam sekelilingnya.
Saya cukup exited,  mendapati situasi antimainstream, keindahan bandara pada umumnya karena megah dan mewahnya sarana prasarana disediakan.

“NYEESS” udara dingin Siborongborong seperti menembus pori-pori, padahal matahari sedang cerah tak terhalang mendung.
Menghirup udara bersih segar tanpa polusi di siang hari, menjadi kemewahan langka, terutama bagi warga yang tinggal di daerah sekitar ibukota.

Keadaan serupa mengingatkan saya pada daerah Dieng, Trestes Pasuruan, Bandung dan dataran tinggi lain pernah saya kunjungi.
Dan tentunya, mengajak kembali ke kampung halaman di lereng gunung lawu, tempat masa kecil saya ditunaikan.
Di Landasan Pacu Bandara Silangit- dokpri

Mungkin karena minimnya jadwal penerbangan, hiruk pikuk dan kesibukan di seputaran bandara tidak begitu saya rasakan.
Bahkan ketika saya dan beberapa penumpang, berlama-lama di landasan pacu untuk berfoto, tidak terdengar teguran dari petugas.

Dalam sehari (sampai artikel ini saya tulis), hanya sekali jadwal penerbangan Garuda baik ke atau dari Bandara Soetta – Silangit.
Pagi sekitar jam 07.35 berangkat dari bandara Soetta, kemudian dari Silangit pesawat Garuda kembali ke Jakarta pukul 10.40 wib.

Dan untuk mendapatkan tiket pesawat Garuda dengan harga spesial, jangan pikir panjang kalian musti kunjungi web Pegipegi.
Pasalnya kerap memberi promo garuda, sehingga anda bisa mendapatkan harga tiket pesawat Garuda yang terbaik.

Kalian bisa merencanakan perjalanan lebih rapi, dengan membaca referensi melalui kanal khusus di Travel Blog Pegipegi.

Do you know, Bandara Silangit sedang dipersiapkan, menyambut dan melayani peningkatan wisatawan ke Danau Toba di Tapanuli Utara.
Karena sangat efektif memangkas jarak dan waktu tempuh, menuju Danau dengan Pulau samosir di tengahnya, dibanding menempuh jalur darat dar Bandara Kualanamu Medan.

Apalagi Danau Toba Sumatera Utara, kini ditetapkan oleh Kemenpar sebagai 10 destinasi prioritas pariwisata unggulan.
Pemerintah sedang giat-giatnya, melahirkan Bali Baru di beberapa tempat wisata, agar wisman dan wisnus punya banyak pilihan tujuan wisata.
  
Sektor pariwisata adalah sektor yang strategis, dianggap mampu menarik minat wisatawan datang berkunjung.
Saya yakin, apabila permintaan penerbangan tujuan Siborongborong meningkat, Garuda Indonesia akan menambah jadwal.

Apalagi didukung penawaran tiket pesawat dengan harga terjangkau, bisa menjadi magnet calon wisatawan berdatangan ke Danau Toba.
Smoga sepuluh, duapuluh tahun mendatang, wisawatan mancanegara tidak kenal Indonesia hanya Bali tapi melalui daerah wisata yang lainnya.

Menikmati Panganan Ombus-ombus

Keluar dari dari Bandara Silangit, saya melihat seorang dengan rompi berbahan kain ulos, memakai topi hitam bundar sedang bertengger di kepala.
Sepeda kumbang kokoh (model lama) ditopang standart di roda belakang, pada bagian belakang menopang kotak bertulis “Ombus- ombus” dengan design unik bermotif khas batak.
Ombus-ombus

Makanan apa Bang
Ini Ombus-ombus, panganan Khas Siborong-borong” jawabnya singkat

Abang L. Siahaan (saya lupa bertanya singkatan huruf L di depannya), sudah dua tahun berjualan Ombus-ombus di depan Bandara Silangit.
Tanpa saya tanya, si abang menjelaskan, Ombus-Ombus terbuat dari tepung beras, diberi gula merah dan gula putih ditengahnya, dibungkus daun pisang dan dikukus.

Masih menurut abag penjual, Ombus-ombus diambil dari kata ‘hembus’, menikmati kue sebaiknya pada saat masih hangat.
Sehingga perlu dihembus-hembus (seperti meniup lilin), dalam kondisi hangat menuju dingin kue ombus-ombus terasa lebih nikmat.

Sebungkus kue ombus-ombus, hanya dihargai dua ribu rupiah saja (tidak mahal kan), saya membeli lima sekalian biar si abang tidak repot cari kembalian.
Menilik bentuk dan rasanya, saya jadi ingat kue sejenis di kampung halaman (sayangnya sampai artikel ini ditulis saya lupa namanya)
dokumentasi pribadi

Panganan khas Tapanuli Utara ini, selain mudah diolah, bisa ditemui nyaris di semua kegiatan dan upacara adat Batak.
Ombus-ombus menjadi panganan wajib ada, cocok dijadikan makanan pendamping saat minum secangkir kopi atau teh hangat.

Ada tehnik menikmati panganan ini,  sebaiknya bungkus tidak langsung dibuka semua (alias separuhmya saja)

Sisa daun yang masih melapisi sebagian kue, bisa dijadikan pegangan sehingga ujung jari tidak lengket karena olahan tepung beras rentan menempel.

32 komentar:

  1. Touche. Great arguments. Keep up the good effort.

    BalasHapus
  2. perjalanan yg amazing tentunya ya mas agung
    jangan lupa konsumsi buah ya :)

    BalasHapus
  3. Saya blm pernah ke bandra silangit. Tapi kalo polonia sdh pernah

    BalasHapus
  4. belum ngerasin nih kayak apa ya ombus-ombus

    BalasHapus
  5. Belum pernah ke sini. Nampaknya kakak jalan jalan terus ya

    BalasHapus
  6. Ombus-ombus itu semacam kue ya mas? Pastinya pengalaman yang tak terlupakan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, panganan tradisonal Siborongborong

      Hapus
  7. Penasaran jadinya sama kue ombus-ombus... Itu terbuat dari apa sih Mas Agung?
    Serunya ya bisa jalan-jalan ke Siborongborong. Semoga suatu hari sayanya ada kesempatan juga nyobain langsung kue ombus-ombusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari tepung beras dikukus dalamnya dikasih parutan kelapa campur Gula :) 🙏

      Hapus
  8. Panganan ombus ombus yang membuat penasaran mau coba

    BalasHapus
  9. Denger nama siborong-borong saya malah jadi keinget lagu 'Sayur Kol'
    Ini bandara baru sumut yg mau di operasikan ya ?? Lokasinya denger2 cukup jauh dari pusat kota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandara lama dioperasikan lagi untuk menunjang wisata Danau Toba :)

      Hapus
  10. Wah asik banget siy jalan-jalan terus dan aku jadi penasran sama ombus-ombus namanya unik banget ya!

    BalasHapus
  11. Penasaran bagian dalam ombus-ombus seperti apa. Kira-kira mirip seperti kue putu, gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalamnya parutan kepala dikasih gula mbak

      Hapus
  12. Entah kenapa, ombus ombus ini kok mengungatkan aku akan lepet ya? Hehehe sama-sama berisi gula merah.
    Oohhh bandara silangit tu belum selesai pembangunanannya ya?
    Tiket ke silangit lebih mahal tapi ya mas dibanding medan. Jadi ada bbrp orang yang memilih turun di medan lanjut jalan darat. Tapi lumayan jauh juga jarak jalan daratnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke TOba lebih deket landing Silangit mbak :)

      Hapus
  13. Wah, aku baru tau ada yang namanya ombus-ombus nih. Jadi penasaran pengen coba~

    BalasHapus
  14. kalau aku ngeliat ombus kayak ngeliat kelepon minus kelapa :)

    BalasHapus
  15. AAKKKKK, INI MAKANAN FAVORIT AKOOHHH... SUKA DEH! KALO MAKAN INI GA CUKUP TIGA!

    BalasHapus
  16. Aku baru dengan tentang Ombus ombus ini mas, jadi penasaran seperti apa rasanya. Hanya ada disana saja ya? Wooww... Harga tiker Garuda suka promo ya di PegePegi? Lumayan nih liburan sebelum puasa

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya