Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

IPEKA IICS Jakarta Hadirkan Transformasi Pendidikan Abad XXI ‘Digital Classroom’


IPEKA Digital Classrom -dokumentasi pribadi

Era digital, membawa dampak perubahan di semua sektor kehidupan. Tak hanya di sektor ekonomi, sosial, budaya atau politik, sektor pendidikan juga mulai bertransformasi.
Konsep belajar digital menjadi sebuah keniscayaan, mendorong pengembangan kemampuan siswa dan guru, baik dalam komunikasi, komputasi, kolaborasi dan berpikir kritis serta kreatif.
Teknologi memiliki peranan penting, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Teknologi di dunia pendidikan, mampu menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi siswa dan atau guru sekaligus.
Berdasarkan survey yang dilakukan Deloite pada Oktober 2016, 75% guru percaya, bahwa konten pembelajaran digital akan menggantikan buku teks cetak dalam sepuluh tahun ke depan.
Sementara 81% guru juga meyakini, bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membuat perbedaan positif pada pembelajaran.
IPEKA INTEGRATED Christian School (IICS) Jakarta, menghadirkan solusi implementasi Digital Classroom. Didukung perangat Chroomebook dan ekosistem Google, memberi ruang bagi siswa dan guru berdiskusi secara real time.
Bayangkan, belajar tak lagi membawa buku fisik yang tebal dan berat, tapi sudah berbasis digital, semua materi disulap dalam notebook.
Bapak Handoyo, selaku Chief Executive Officer IPEKA, dalam sambutan di acara launching IPEKA Digital Classroom menyampaikan, “ Kalau melihat perkembangan dunia pendidikan begitu cepat, artifisal intelegent (kecerdasan buatan) sudah dibahas sejak 20 tahun lalu. Saat ini, artifisal intelegent berkembang begitu cepat, di Jepang ada satu test, robot bisa diprogram mendapat informasi dari internet. IPEKA memikirkan yang terbaik untuk anak didik, setiap anak diharapkan tidak hanya pintar menghapal dan memahami  tapi juga bisa berpikir kritis,  kreatif dan berkolaborasi dengan teman.”
IPEKA IICS Jakarta, menyadari pentingnya peranan teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pengaplikasian metode blended learning dalam Digital Classroom, memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang dinamis, tak ada batasan waktu dan tempat dalam belajar.
IPEKA bersama Accer, bekerjasama memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Didukung google classroom, sebagai sarana untuk penyampaian materi. Hal ini tentu perlu persiapan matang, tidak hanya dari sisi perangkat teknologi tapi juga pendidiknya.
Accer, Google bersama IPEKA IICS bekerjasama, pada masa mendatang setiap anak yang masuk IICS mendapat satu unit chromebook, sebagai media pembelajaran. Media ini bisa dipakai sekolah atau rumah, akan dimulai dari kelas 7 dan kelas 10.
Dukungan ekosistem gogle dan perangkat Chromebook, memungkinkan siswa menyimpan dokumen dengan aman di cloud dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
Herbet Ang, selaku President Director Accer Indonesia, pada kesempatan yang sama menyampaikan,” IPEKA adalah salah satu yayasan sekolah di indonesia, memiliki 13 sekolah salah satunya IICS. Tiga brand ternama bersinergi untuk dunia pendidikan, membawa teknologi terbaru untuk dunia pendidikan agar lebih maju. Pendidikan adalah tulang punggung perkembangan bangsa, Accer bekerjasama dengan dua partner hebat, menerapkan teknologi paling mutakhir kepada siswa di IPEKA.”
Launching IPEKA Digital Classroom -dokpri
Mengapa Accer memilih IPEKA ?
Mencermati hasil Ujian Nasional (UN),  beberapa kejuaran di Olympiade nasional dan international, nama IPEKA tercatat sebagai salah satu pemenang.
Dengan track record seperti itu, Accer yakin, implementasi teknologi akan membuat IPEKA menjadi lebih baik,” tambah Herbert Ang.
Dalam Digital Classroom di IICS, seluruh unit Acer Chromebook yang digunakan, telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung dari google. Seperti Google Chrome Gmail, Google Drive tanpa batas kapasitas memori, Google Search, App List Button, Youtube, Hangout, Classroom, Calender dan Sites.
Bapak Johan Wijdaya perwakilan dari Accer of Intel Indonesia menyampaikan, “Sebagai perusahaan teknologi, Accer of Intel terus melakukan inovasi banyak bidang terutama pendidikan. Sebagai salah satu the biggest player di dunia pendidikan, Accer of Intel mewujudkan program CSR dalam bentuk program edukasi.”
Digital classroom di IPEKA, menjadi paling pertama menawarkan solusi ini. Hal ini membuktikan, bahwa IPEKA berani melakukan gebrakan dan inovatif. 
Suasana Belajar di 'IPEKA Digital Classroom' -dokpri
Pendidikan adalah pondasi, agar bangsa ini bisa achieve di masa depan. Tidak hanya pada tingkat global, tapi juga tingkat nasional indonesia.
Saya bayangkan, kalau langkah ini diikuti institusi pendidikan lain di Indonesia. Masa depan bangsa ini, pasti lebih berkualitas dengan generasi yang punya daya saing hebat.

Jumat, 06 Oktober 2017

Kampanye Philips Lighting ‘Terangi Masa Depan’ Dukung Program UNICEF ‘Kembali ke Sekolah’



Ki-Ka: Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia Lim Sau Hong, Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar, Deputy Representative UNICEF Indonesia Lauren Rumble dan Chief of Partnership UNICEF Indonesia Gregor Henneka saat seremoni penandatangan nota kesepahaman untuk “Kampanye Terangi Masa Depan Periode 2017-2018” oleh Philips Lighting Indonesia dan UNICEF, di Jakarta, Selasa (3/10). Dalam kemitraan ini, Philips Lighting berkomitmen untuk menggalang dana sebesar 2 miliar rupiah dari penjualan bohlam Philips LED dalam kemasan “Beli 3 Gratis 1” yang berlogo UNICEF. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung program “Kembali ke Sekolah” UNICEF. 


Tak bisa dipungkiri, pendidikan ibarat kunci gerbang menuju kualitas hidup lebih baik. Semua kegelapan pengetahuan terjadi, sejatinya bermula dari ketiadaan pendidikan.
Siapa nyana, meski sudah 72 tahun Indonesia merdeka, tercatat 4.6 juta lebih anak usia sekolah, belum memiliki kesempatan mengeyam pendidikan dasar. Menurut Survey Sosial Ekonomi Nasional 2016 (Susenas), alasan anak-anak tidak bersekolah atau putus sekolah, lazimnya terkait kondisi ekonomi keluarga, terbatasnya akses pendidikan, disabilitas fisik atau mental dan budaya.
Kepedulian kita semua sangat dibutuhkan, demi membantu mengurangi angka anak yang belum bersekolah.  Anak-anak, kelak menjadi penerus pembangunan bangsa ini, kalau tidak dikader mulai saat ini, bagaimana nasib bangsa ini di masa depan.
Philips Lighting meluncurkan kampanye ‘Terangi Masa Depan,’ mendorong konsumen untuk mendukung program ‘Kembali ke Sekolah’ dari UNICEF.
Kampanye yang digagas Philips Lighting ini, melibatkan peran serta konsumen untuk berbuat mulia dan bermanfaat. Hanya dengan pembelian paket khusus, yaitu membeli Philips LED ‘Beli 3 Gratis 1’ berlogo UNICEF.
Lampu yang konsumen beli, adalah jenis bohlam LED Philips, dijamin bisa memberikan pencahayaan yang sejuk di mata. Selain tidak membuat silau, sebaran cahaya lebih merata, sehingga mata bisa lebih nyaman dan rileks.
Dengan cahaya lampu yang nyaman, niscaya membantu mengurangi stress pada mata, terutama bagi siswa yang harus belajar untuk jangka panjang, atau bagi orang dewasa yang gemar membaca.  Wah keren ya, selain mengajak konsumen beramal, sekaligus bisa menikmati LED Philips berkualitas tinggi.
Hanya dengan membeli paket Philips Lighting tersebut, konsumen bisa berpartisipasi, membantu demi keberlangsungan pendidikan anak Indonesia. Kampanye ‘Terangi Masa Depan’, menargetkan mengumpulkan dua miliar dari penjualan paket Philips bertanda khusus.
Kampanye serupa sebelumnya, yaitu tahun 2016-2017, saat itu Philips Lighting memasang target,  mengumpulkan dana sebesar 1 miliar rupiah, juga untuk mendukung program UNICEF “Kembali ke Sekolah.”
Antusias konsumen yang luar biasa kala itu, dana yang dikumpulkan berhasil melebihi angka dua miliar rupiah —wah keren.
Lauren Rumbie selaku Deputy Representative UNICEF Indonesia, menyampaikan, “Dukungan Philips Lighting, untuk program ‘Kembali ke Sekolah,’ akan membantu kami menyediakan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak, yang nantinya akan meningkatkan peluang mereka lepas dari kemiskinan, memperoleh pekerjaan, tetap sehat dan berpatisipasi penuh dalam masyrakat di masa depan. Sektor swasta dapat membuat perubahan nyata dalam kehidupan anak-anak ini. ”
Bayangkan kawan, betapa partisipasi kita sebagai konsumen Philips Lighting, ternyata memberi efek domino yang luar biasa. Dari anak-anak yang mengeyam pendidikan, berdampak pada terbukanya peluang lebih luas di masa mendatang.
Ki-Ka: Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia Lim Sau Hong, Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar, Deputy Representative UNICEF Indonesia Lauren Rumble dan Chief of Partnership UNICEF Indonesia Gregor Henneka
Target kampanye ‘Terangi Masa Depan,’ mengumpulkan dana hingga dua miliar rupiah dari penjualan paket Philips LED khusus berlogo UNICEF. Bagi anda yang ingin berpartisipasi, silakan membeli paket khusus ini, pada periode penjualan Oktober 2017 hingga Maret 2018.
Hasil yang terkumpul, akan diteruskan kepada anak-anak kita, yang ada di Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan Mamuju Sulawesi Barat. Diperkirakan dana terkumpul, akan membantu sekitar 5.000 anak usia sekolah untuk mendaftar ulang atau mendaftar sekolah.
Di Philips Lighting, Kami percaya bahwa kami dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan kontribusi sosial kami kepada masyarakat. Tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia adalah tanggung jawab kita semua, dan hanya dengan bekerja sama, kita dapat membuat perubahan. Kerjasama lintas sektoral, seperti kemitraan kami dengan UNICEF, akan memastikan bahwa Philips Lighting Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Kemitraan Philips Lighting dengan UNICEF, memungkinkan brand kami untuk menginspirasi konsumen, tidak hanya produk kami, tetapi juga mendorong mereka untuk berkontribusi demi kehidupan yang lebih cerah untuk dunia yang lebih baik,’ Jelas Mr. Rami Hajjar selaku Country Leader Philips Lighting Indonesia.
Benak ini langsung membayang, betapa senyum anak-anak di Brebes dan Mamuju akan mengembang. Cahaya dari bohlam Philips, menerangi malam saat mereka semua belajar. Kemudian kontribusi Philips Lighting bersama konsumen tentunya, menerangi anak-anak dari kegelapan pengetahuan.

Senin, 04 September 2017

Perjuangan Mengenyam Pendidikan dalam Film Jembatan Pensil


Pressconf Jembatan Pensil -dokpri

Masih ingatkah anda, peristiwa putusnya jembatan kayu di daerah Dusun Krikilan, Desa Gratituton, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Jawa timur. Peristiwa terjadi awal tahun 2017, sempat mendapat perhatian masyarakat Indonesia.
Kondisi putusnya jembatan memaksa warga, turun ke sungai untuk menyebrang ke desa seberang.  Anak anak berseragam Sekolah Dasar, rutin membelah air mencapai tempatnya menuntut ilmu.
Sungguh peristiwa ini membuat miris, sekaligus pada sisi lain menumbuhkan haru. Putra-putri tunas bangsa, rela menempuh apa saja demi belajar. Pendidikan menjadi barang berharga, diyakini akan melepaskan dari keterkungkungan.
Hal krusial menjadi koreksi pemerintah, betapa pemerataan pembangunan infrastruktur harus mendapatkan perhatian lebih.
Saya kok yakin, minim sarana prasarana belajar masih banyak dialami saudara kita di sudut negeri. Program pemerintah yang dikenal dengan Nawacita, semoga bisa menjadi ikhtiar bersama. Bahwa pembangunan berhak dirasakan oleh masyarakat, bahkan yang berada di daerah terpencil, pelosok dan perbatasan.
Semoga bisa menjadi kenyataan, Amin.
-0o0-
Akhir pekan di awal bulan maret, Gala Premiere Film berjudul Jembatan Pensil dihelat di IMAX XXI Gandaria City. Film keluarga berlatar persahabatan, pendidikan dibalut cinta, mengambil lokasi shooting di Muna Sulawesi Tenggara.
Tak ayal pemandangan laut indah membentang, sangat memanjakan indera penglihatan. Tampak nelayan sibuk menjala ikan, demi pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. selain melaut, Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna juga terkenal dengan kain tenun.
Adalah Inal, Nia, Aska, Yanti dan Odeng, lima sahabat yang berjuang demi mendapatkan pendidikan. Setiap hari menempuh perjalanan panjang, demi mencapai sekolah sederhana berada di pinggir pantai.
Satu paling epic saat pergi dan pulang, empat sahabat harus menyebrangi jembatan kayu yang sudah mulai lapuk. Odeng (diperankan Didi Mulya) anak berkebutuhan khusus, setia menunggu empat karibnya di ujung jembatan.
Odeng dengan segala keterbatasan dimiliki, ternyata punya kelebihan dalam bidang menggambar dan berhati mulia. Gambar laut yang dihasilkan, menjadi persembahan bagi ayah dikasihi yang juga seorang nelayan.
Melihat usaha keras teman-teman dicintai, Odeng menyimpan tekad membuat jembatan kayu baru. Serupiah dua rupiah uang jajan dari ayahnya ditabung, demi mewujudkan cita cita mulianya.
Odeng dan sang ayah tinggal bersama Gading (diperankan Kevin Julio), pemuda putus kuliah ikut melaut karena orang tuanya meninggal. Setiap malam Odeng tinggal di rumah sendiri, sementara ayah dan Gading kakaknya pergi melaut.
Malam naas akhirnya terjadi, petir menyambar ombak besar dan cuaca sangat tidak bersahabat. Keesokkan pagi ketika  sampan merapat, terlihat Gading pingsan di atasnya sementara ayah tidak tampak. Odeng dan Gading masing masing menjadi anak yatim piatu, Gading berjanji akan menjadi kakak dan menjaga Odeng.
Foto Session bersama cast Jembatan Pensil - dokpri
Bagaimana Odeng menghadapi kenyataan pahit, sekaligus cara mewujudkan mimpi membangun jembatan. Film Jembatan Pensil, akan menjawab rasa penasaran penonton bioskop di tanah air.
Film Jembatan Pensil ditulis oleh Exan Zen, sedikit banyak diadaptasi dari kisah masa kecil sang penulis. Semasa sekolah dasar, Exan berjalan jauh ke sekolah. Menempuh puluhan kilometer dengan sepatu dijinjing, berseragam kedodoran agar awet.
Hasto Broto selaku Sutradara jeli memilih lokasi, sepanjang film penonton benar benar dimanjakan dengan pemandangan indah. Musik yang ditata Anwar Fauzi, berhasil membuat penonton baper pada adegan sedih.
Tampak penonton di kursi sebelah saya, beberapa kali mengusap mata ketika tokoh Odeng menangis. Kisah cinta yang menjadi bumbu dalam film ini, tidak terlalu diangkat hanya sekedar lewat sekilas.
Selebihnya, silakan saksikan sendiri ya. Film Jembatan Pensil akan tayang serentak, pada 7 September 2017. Saya berani menjamin, film ini aman untuk semua umur. – salam-