Home

15 Mar 2019

Yuk, Ambil Bagian dalam Mengatasi Kemacetan Ibukota

MRT di Stasiun Lebak Bulus -dokpri

Yeaay, setelah ditunggu-tungu, akhirnya saya bisa merasakan naik MRT di Jakarta, untuk rute Lebak Bulus - Bundaran HI (P-P).
Saya cukup exited, mengingat kehadiran Moda Raya Terpadu (atau Mass Rapit Trans) sudah digaungkan sejak lama dan diyakini menjadi solusi kemacetan.

Kali pertama pengalaman naik MRT, justru saya rasakan di Kuala Lumpur melalui stasiun bukit bintang menuju KLCC.
Maka ketika membaca, mendengar dan melihat bahwa MRT segera hadir di Jakarta, saya termasuk orang yang antusias dan tak sabar menanti terwujudnya MRT di Ibukota.

Ketika masa ujicoba dibuka, saya segera mendaftar via online, mengambil rute keberangkatan dari Lebak Bulus, mengingat stasiun ini paling dekat dari tempat tinggal.
Sembari membatin, smoga untuk perencanaan selanjutnya, sebaiknya disediakan bus pengumpan dari titik keramaian menuju stasiun MRT.

-----

Oke, akhirnya saya sampai di Stasiun Lebak Bulus, motor saya parkir di pusat perbelanjaan terdekat (nah penyediaan tempat parkir juga menjadi PR buat pengelola)
Layaknya seorang mendapat suprise, memasuki terminal MRT Lebak Bulus saya benar-benar dibuat terkagum-kagum.
Siap siap naik MRT

dokpri

“Modern dan berkelas” kesan pertama saya tangkap.
Saya sangat menikmati fasilitas serba baru, tangga escalator dari beberapa pintu masuk, permukaan lantai mengkilap, kaca-kaca bersih, ruangan nyaman, semua sedap dipandang mata.
Petugas tersebar di setiap sudut ruangan, menyambut ramah, memberi informasi yang sangat membantu para calon penumpang.

O’ya, sampai sekarang saya adalah pengguna transportasi publik (commuter line atau Bus TransJakarta), kehadiran MRT tentu sangat menguntungkan.
Saya (dan tentu pengguna lainya) kini punya pilihan moda transportasi, tinggal mempertimbangkan jarak, waktu dan lokasi tujuan bepergian.

Kalau saya bepergian ke daerah Jakarta Pusat, MRT benar-benar sangat efektif dalam memangkas waktu tempuh.
“Belum juga sempat tidur, ee udah sampai” celetuk penumpang sebelah saya. 
di dalam MRT -dokpri

Bayangkan, naik MRT rute Lebak Bulus - Bundaran HI hanya memerlukan (sekitar) 30 menit waktu tempuh.
Lumayan hemat waktu, dibandingkan kalau naik Bus TransJakarta, pengalaman saya butuh satu setengah jam dengan tujuan sama (dari Ciputat)

Sepanjang perjalanan dengan MRT, penumpang terbebas dari gerah, pendingin ruangan bekerja sangat optimal (mungkin karena masih baru ya)
Terbebas dari simpul kemacetan, tak perlu berhenti karena melintasi lampu lalu lintas, tak perlu bersinggungan dengan kendaraan lain.

Dari Lebak Bulus, MRT berhenti di beberapa stasiun, Fatmawati, Cipete Raya, Hj Nawi, Blok A, Blok M, Asean, Senayan, Istora, BenHil, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.
Banyaknya stasiun disedakan, sangat memudahkan penumpang, naik MRT melalui stasiun terdekat dengan tempat tinggal.
Statsiun Lebak Bulis -dokpri

Stasiun Lebak Bulus sampai Asean, kita bisa menikmati pemandangan Jakarta dari atas, sembari berfoto dan upload di medsos
Siap-siap saja signal handphone hilang, ketika MRT berada di stasiun bawah tanah (dari Istora sampai Bundaran HI).
Stasiun Bundaran HI-dokpri

So Far, saya beri acungan empat jempol, atas upaya dan kerja keras pemerintah, demi mengurai kemacetan yang ada di ibukota.
Kerja nyata ini perlu diapresiasi, dengan cara masyarakat ikut memanfaatkan fasilitas publik agar berdaya guna.


Selamat buat warga ibukota dan kota penyangga, semoga MRT bisa menjadi solusi.

6 komentar:

  1. Agree mbak, emang, ini berkelas banget, apalagi kalau sepanjang perjalanan di Jkt kita bsa merasa free dari gerah...Btw, thanks info nya

    BalasHapus
  2. Hi there colleagues, how is the whole thing, and what you
    wish for to say about this paragraph, in my view its really remarkable in support of me.

    BalasHapus
  3. Appreciating the time and effort you put into your blog and detailed
    information you provide. It's nice to come across a blog every once in a while that isn't the
    same outdated rehashed material. Excellent read! I've saved your site
    and I'm adding your RSS feeds to my Google account.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA