Tampilkan postingan dengan label KemenKes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KemenKes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Blogger Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)



Blogger Kesehatan saat melakukan KunLapTik di Sidorejo Kidul Salatiga - dok WA Group
Kesehatan menjadi harta paling mahal bagi kita semua, saking mahalnya sampai tidak terbeli oleh apapun. Orang rela menjual semua kepemilikan, demi mendapatkan badan sehat dan segar bugar.
Kemenkes sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, selalu berupaya memberi pelayanan terbaik dalam pembangunan kesehatan. Termasuk menggagas program yang mudah diingat dan mudah diaplikasikan, sehingga setiap individu dalam masyarakat semakin aware terhadap kesehatan.
Anda mungkin tak asing dengan program CERDIK, terdiri dari (C)ek kondisi kesehatan secara berkala, (E)nyahkan asap rokok, (R)ajin aktifitas fisik, (D)iet sehat dengan kalori seimbang, (I)stirahat yang cukup dan terakhir (K)endalikan Stress.
Menjaga kesehatan jauh lebih penting, dibarengi dengan upaya preventif sehingga kesehatan meningkat. Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini, dipengaruhi oleh perilaku dan atau gaya hidup tidak sehat.
Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, adalah sebuah gerakan solutif dari Kemenkes.
Apa itu GERMAS ?
Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat adalah tindakan sistematis dan terencana dilakukan bersama sama oleh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan beperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.  
(Sesuai dengan instruksi presiden nomor 1 tahun 2017)
Apa Tujuan GERMAS ?
Agar masyarakat berperilaku hidup sehat, sehingga berdampak pada kesehatan badan dan terjaga. dengan badan sehat maka kita menjadi produktif, sehingga biaya berobat bisa ditekan.
Apa Saja Bentuk kegiatan GERMAS ?
  • Melakukan aktivitas fisik
  • Mengonsumsi sayur dan buah
  • Memeriksa kesehatan secara rutin
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Membersihkan lingkungan
  • Membersihkan jamban
Kemenkes mulai focus pada tiga hal, yaitu pada ajakan melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah dan memeriksa kesehatan secara berkala.
Sedang untuk empat hal GERMAS selanjutnya, membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Semua Kementrian ikut terlibat dan mendukung GERMAS, bahkan melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Masyarakat Sehat, sejatinya sangat sederhana bisa dilakukan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
Contohnya, membiasakan bepergian dengan kendaraan umum. Coba kalau kita mau naik transportasi publik, bisa jalan cepat atau naik turun tangga sehingga tubuh menjadi sehat. Setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka, otomatis akan mengakibatkan pengeluaran energi.
Pola makan tidak usah ikut trend makan junk food, cukup konsumsi sayur buah-buahan. Jangan salah lho, buah dan sayur bisa ditanam dan dipetik  di pekarangan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di rumah, kita bisa konsumsi makanan real food.
So, segera konsumsi makanan seimbang, dalam setiap makan jangan lupa sertakan buah dan sayuran  
Setelah aktivitas fisik dan makan buah sayur, jangan lupa chek tekanan darah, kadar gula darah, cek kolesterol setiap enam bulan sekali. Ingat ya, tubuh gemuk tidak identik dengan kemakmuran. Bisa jadi simpanan lemak dan daging berlebih di badan, justru menjadi awal mula datangnya penyakit.
Menurut Data Riskesda, terjadi kenaikan prosentase pada penyakit tidak menular. Masih dari data yang sama. kanker adalah penyakit tidak menular paling tinggi. Hal ini disebabkan, karena gaya hidup serta pola konsumsi makanan tidak sehat.
Terus, apa hubungannya dengan Blogger ?
Negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta, hampir 40% dari total penduduk atau sekitar 106 juta penduduk aktif bermedia sosial.
Maka jangan heran, kalau banyak simpang siur berita bermula dari medsos. Berita fakta atau Hoax tumpang tindih, masyarakat awam susah membedakan sumber kredibel.
Acara Temu Blogger Kesehatan di Santika Hotel Semarang -dokpri
Peran Netizen atau Blogger dimulai !
Blogger dan atau netizen sebagai penggiat medsos, mempunyai peran dan fungsi penting dalam mengelola wall medsos.
Blogger dipandang sebagai medium tepat, bisa mempublikasikan program kesehatan sekaligus menyebarkan informasi positif. Blogger perlu mendapat informasi yang tepat, tentu berasal dari sumber yang tepat. Sekali sebuah isu diangkat dimedsos, relatif susah untuk ditarik atau dihapus. Jadi perlu hati-hati mengangkat isu di medsos, apalagi hoax kesehatan paling banyak,” Jelas Bapak Indra Rizon, SKM, M, KES selaku Kabag Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI .
Berkaitan dengan peran serta Blogger di media Sosial, Kemenkes menggerlar acara ‘Temu Blogger Kesehatan, Mari Hidup Sehat dengan GERMAS’. Acara yang berlangsung di Semarang, pada  28 – 30 Agustus 2017, melibatkan Blogger kesehatan dari Jakarta dan Semarang.
Saya merasa beruntung, bisa terlibat didalamnya melalui Komunitas Blogger Cihuy. Pada hari pertama acara full di hotel Santika, membahas seputar GERMAS dari narsum kredibel. Hal ini tentu menjadi pembekalan bagi blogger, untuk memviralkan GERMAS di lini masa masing masing.
Pada hari kedua, Blogger melakukan kunjungan Lapangan Tematik ke Puskesmas Sidorejo Kidul berlanjut ke B2P2VRP Salatiga. -Salam GERMAS-

Rabu, 18 Mei 2016

Gaya Hidup Sehat Masa Kini

Temu Media Kemenkes (ki-ka) dr. Lily .S. Sulistyowati MM (Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kemenkes RI ; Mr. Sharad Adikary (Tech. Advisor of NCD, WHO Representative fo Indonesia ; dr. H . Muhamad Subuh, MPPM (Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemnekes RI ; Dr dr Ismoyo Sunu SpJP (K), FIHA , FICA (Presiden Elec PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) - gambar dokpri 
Gaya hidup sangat mempengaruhi kondisi badan seseorang?
Seorang perokok, tentu kondisi kesehatannya berbeda dengan bukan perokok. Peminum alkohol juga pasti tak sama, dengan kesehatan orang peminum air putih.
Pengetahuan saya tentang penyakit Hipertensi masih sangat minim, kini tercerahkan dengan hadir di acara Kemenkes dalam rangka Hari Hipertensi Sedunia.
Peringatan Hari Hipertensi Sedunia bukan berarti ajakan menyambut hipertensi, tapi lebih pada ajakan sekaligus mengingatkan akan bahaya Hipertensi.
"Tema -Ketahui Tekanan Darahmu- bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencegah dan megendalikan Hipertensi". Jelas dr H. Mohamad Subuh, MPMM selaku Direktur Jenderal Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI.
Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2011 menunjukkan, dari 1 milyar orang penderita Hipertensi 2/3 berada di negara berkembang dengan penghasilan rendah - sedang.
Prevalensi Hipertensi diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2025, sebanyak 25% orang dewasa di seluruh dunia terkena Hipertensi. Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang/ tahun, dimana 1,5 juta terjadi di Asia Tenggara.
Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik, menyebabkan komplikasi seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Diabetes, Gagal Ginjal dan kebutaan (ngeri ya). Berdasarkan prosentase penyakit penyebab kematian tertinggi, 51% karena Stroke dan 45% Penyakit Jantung Koroner.
Prevalensi Hipertensi Nasional berdasarkan Riskesdas 2013 sebesar 25,8% , tertinggi di Pulau Bangka Belitung 30,9% dan terendah di Papua 16,8%. Menurut data Sample Regristation System (SRS) Indonesia 2014, Hipertensi dengan komplikasi (5,3%) merupakan penyebab kematian nomor lima pada semua umur.
Penyebab Hipertensi, dapat dibagi menjadi dua kelompok
  • Hipertensi Essensial atau primer yang tidak diketahui penyebabnya (90%)
  • Hipertensi Sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan (10%), antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme) dan lain-lain.
Promosi Kesehatan berupa CERDIK dan PATUH, kini mulai digalakkan Kemenkes.
CERDIK, merupakan singkatan dari
  • C ; Cek kondisi kesehatan secara berkala
  • E ; Enyahkan asap rokok
  • R ; Rajin aktifitas fisik
  • D ; Diet sehat dengan kalori seimbang
  • I ; Istirahat yang cukup
  • K ; Kendalikan Stress
Program Cerdik ini untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian hipertensi, berbasis masyarakat dengan self awareness melalui pengukuran tenanan darah secara rutin di Posbindu PTM.
Sementara PATUH singkatan dari
  • P; Periksa kesehatan Secara Rutin dan Ikuti Anjuran Dokter
  • A ; Atasi Penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • T ; Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
  • U ; Upayakan beraktifitas fisik dengan aman
  • H ; Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
Pengobatan hipertensi merupakan pengobatan lama, dilakukan berkesinambungan/ terus- menerus sepanjang hidup. Bagi orang awam seperti saya (atau anda), beberapa hal sederhana bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Pola Hidup untuk mencegah dan mengontrol Hipertensi ;
1. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan lemak
2. mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
3. gaya hidup aktif/ olah raga teratur
4. Stop Merokok
5. Membatasi konsumsi alkohol (bagi peminum)
Ketahui Tekanan Darahmu (dokpri)

Asupan yang masuk dalam tubuh kita, tentu akan mempengaruhi metabolisme tubuh. Tak ada salahnya setiap diri membuka wawasan, tentang kandungan yang terdapat pada makanan yang hendak dikonsumsi. Tak lupa pola hidup sehat harus diterapkan, demi menjaga kesehatan badan (Salam) #SayaLangsungIntrospeksi.