4 Jul 2022

Siapapun Bisa Bergaya Hidup Sehat

 

Ketika memulai diet (tahun 2016), saya berhasil mengurangi berat badan (sekira 25 kg) dalam  18 bulan. Melunturkan lemak di tubuh, butuh usaha yang tidak sedikit. Saya musti rajin mengonsumsi asupan kaya serat, rutin minum air putih ( 2 liter/hari ), serta  banyak beraktivitas fisik.

Berat pasti. Karena perang paling rumit, adalah perang mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga saya memerangi, keinginan – keinginan yang sejak lama digemari.

Saya musti melawan, kebiasaan makan gorengan. Sebelumnya nyaris saban pagi dan sore, empat atau lima gorengan tandas. Belum lagi kalau nonton teve, baca buku, makan tiga kali sehari, serasa tak lengkap tanpa bakwan, tahu isi, tempe tepung dan semacamnya.

Minuman kesukaan menemani makan besar, biasanya teh manis hangat, sesekali kopi susu. Kalau sedang iseng, suka membeli es kelapa muda plus syrup vanilanya. Kadang nongkrong, di warung es campur atau warung bubur kacang ijo.

Camilan favorit saya, masih berhubungan dengan minyak dan atau manis. Adalah kacang telor, rengginang, jenang dodol, tape ketan. Untuk kategori cake, saya suka brownis rasa cokelat atau banana cake—yummy semua.

----


Dan setelah memutuskan diet,  setengah mati meninggalkan kebiasaan lama. Memang, saya tidak langsung putus dengan semua makanan tersebut? Seratus persen tidak putus sih tidak, tapi bisa mengurangi lumayan banyak.

Kalau sebelumnya, makan gorengan bisa setiap hari. Maka digeser, menjadi seminggu hanya sekali dua kali makan gorengan. Semakin lama, saya hanya makan satu dua potekan untuk menghilangkan rasa kepingin.

Soal minuman manis berasal dari gula, saya mengganti dengan konsumsi buah kaya air. Misalnya minum kelapa muda original, yang kalau pintar memilih bisa dapat yang manis.

Memilih camilan yang diolah selain digoreng, misalnya ubi, singkong atau jagung rebus, atau dimsum, somay yang diungkep, dan seterusnya.

Awal melakukan kebiasaan baru, kepala sempat agak pusing dan kliyengan. Tetapi saya bersikeras, demi kesehatan diri sendiri. Dan lama kelamaan, kliyengan dan atau pusing hilang dengan sendirinya.

Kuncinya satu, musti konsisten dan komit dengan pilihan telah diambil. Apalagi menerapkan gaya hidup sehat, keuntungan yang didapat untuk diri sendiri.

Perubahan mulai terasa, terutama di perut bagian depan. Dulu, kalau memakai kaos, sering diledek, “tas pinggang- tas pinggang”. Kini tidak ada yang meledek seperti itu. Beberapa saudara dann atau teman pangling, minta tips mengikis lemak bagian perut.

Badan menjadi lebih segar, tidak mudah capek dan atau masuk angin. Dulu dua atau tiga minggu sekali kerokan, kini lumayan berkurang banyak.

Siapapun, sangat bisa menjadi fruitaholic lho.

Syaratnya sangat mudah, cukup rajin mengonsumsi buah setiap hari. Tak ada cara lain membuktikan, kecuali langsung praktek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA