Home

20 Des 2020

Danone Inisiasi Program GESID untuk Remaja SMP - SMA


Kalau diperhatikan, belakangan ini kita semua cukup familiar dengan istilah istilah bonus demografi. Bahwa Indonesia di tahun 2035- 2040, diprediksi mengalami bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif cukup mendominasi.

Indikasi ini setidaknya terlihat dari sekarang,  mengacu data BPS (SUPAS 2015) kelompok penduduk usia 10-24 tahun berjumlah 61.484.630 jiwa atau setara dengan 25.63%.

Anak saya sekarang masuk masa remaja, terbayang limabelas tahun mendatang ada di fase usia produktif. Anak-anak kita yang sekarang usia SMP, sangat mungkin menjadi pengganti para pemegang kebijakan publik.

Sangat perlu dipersiapkan dari sekarang, tentang kesadaran hidup sehat agar menjadi pribadi berkualitas. Edukasi gizi dan kesehatan, pendidikan karakter remaja bisa menjadi hal yang krusial. Mengingat saat sekarang, persoalan malnutrisi, anemia, body image, perilaku pola makan salah masih banyak ditemui.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Danone Indonesia, menyampaikan bahwa Stunting menjadi masaalah bangsa. Danone Indoensia sejalan dengan visi “One Planet One Health” turut bergerak terlibat dalam penanganan pencegahan stunting, salah satunyamengemabkan program inspiratif dan mengintegrasikan semua elemen.

------

Saya cukup antusias, ketika mengikuti launching GESID (Generasi Sehat Indonesia)  yang diadakan secara virtual. Menurut ibu Vera Galuh Sugianto, dari Danone Indonesia, bahwa persoalan nutrisi dan remaja di Indonesia mengalami banyak tantangan selama pandemi. Anak anak kita yang SD SMP SMA berubah cara belajar, komunikasi interaksi.

Tugas kita orangtua saat ini, bagaimana menjaga remaja indonesia sehat dan mendapat akses nutrisi yang cukup. Danone telah melakukan edukasi gizi 1000  Hari Pertama Kelahiran (HPL),  melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Setelah edukasi menyasar orangtua atau calon ibu, nyatanya belum banyak edukasi yang menyasar remaja.

Akhirnya Danone menginisiasi peluncuran GESID,  program yang dirancang sedemikian rupa supaya remaja SMP –SMA memahami kebutuhan gizi. Dan untuk memudahkan penyampaikan, maka dibuatlah buku panduan GESID dikemas dengan bahasa sederhana.

Saat ini sudah ada sepuluh SMp SMA menjadi Pilot project, merangkul total 60 siswa sebagai Duta GESID dan 20 guru pendamping sebagai fungsi monitoring. Buku panduan GESID memberi kesempatan siswa siswi untuk dibina dengan baik, berupa kemampuan memadai untuk mengedukasi diri dan teman teman di sekitarnya.

Dalam sambutan Rektor IPB, Prof Dr Arif Satira, yang dibacakan Prof Dr ir Ujang  Sumarwan, bahwa GESID sebagai salah satu kegiatan guna mencapai Sustainabel Develpoment Goal (SDG). Pencapaian SDG bukan saja tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Untuk menghilangkan kemiskinan dan kekurangan pangan untuk mencapai kesehatan yang baik perlu kolaborasi semua pemangku kepentingan.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan,” Prof Ujang menegaskan.

 


Sementara drg. Kartini Rustandi, M Kes, Setdijen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam UU 36/2009 Kesehatan  arah perbaikan gizi adalah bagaimana meningkatkan mutu gizi baik perseorangan maupu masyarakat melalui pola konsumsi makanan sesuai gisi seimbang dan perbaikan perilaku sadar gisi dan   ativitas fisik dan kesehatan peningkatan akses dan mutu pelaanan gizi sesuai ilmu teknologi yang saat ini dikembangkan. Di ujung sambutan, drg Kartini memencet tombol sebagai tanda diluncurkan program GESID.

 

O’ya, turut hadir anak-anak remaja keren yang menjadi Duta GESID , mereka adalah Syarla Martiza pemenang The Voice Kds 2017 dan Influencer, Cahaya Listiani Putri mewakili duta GESID untuk  SMA, dan Jeremy Ranadelat Ginting mewakili duta GESID SMP.

Sebagai orangtua saya turut gembira, anak-anak yang seusia anak saya ini telah dibukakan kesempatan untuk ilmu gizi. Kalau saja setiap anak sadar tentang gaya hidup sehat, niscaya pada saat bonus demografi datang, bangsa Indonesia sudah siap bersaing secara global.

Sukses untuk Danone Indonesia dan GESID.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA