17 Apr 2019

“Huk Family Resto & Bebek Bentu”, Merangkum Konsep Keluarga dalam Sebuah Restoran

Pak Bangkit dan Ibu Zulfa, bersama Blogger dan karyawan Huk Family Resto and Bebek Bentu - dok WAG

Senang pastinya, ngumpul bareng keluarga komplit (ayah, ibu, anak, kakek, nenek), sambil makan dan ngobrol dengan suasana santai.
Di tempat nyaman seperti di rumah sendiri, menu disajikan adalah makanan rumahan, harga dibandrol terjangkau baik individu atau group.

-----

Huk Family Resto and Bebek Bentu, restoran milik pasangan suami istri Bangkit Kuncoro dan Siti Zulfa mengusung konsep keluarga.
Semua tentang keluarga, mulai dari (3 utama) menunya (termasuk rasa), tempatnya dan harganya. Eit’s, ada satu lagi tentang keluarga diterapkan dan membuat saya terkesan.


Saya sampai berspekulasi, karena tambahan konsep yang satu ini, (bisa jadi) yang membuat HUK Family Resto and Bebek Bentu bisa bertahan selama 12 tahun.
Memang selain tiga keunikan, apa sih satu konsep lainnya? untuk menjawab rasa penasaran, baca artikel ini sampai tuntas ya.

--------

Sebagai warga Ciputat Tangsel, saya tidak asing dengan kawasan Bintaro dan sekitarnya, kota mandiri dengan fasilitas lengkap dan modern.
Mau wisata alam tersedia, mau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan tak perlu kawatir, apalagi sekedar berwisata kuliner sangat banyak pilihan.

Tapi kalau mau restoran dengan konsep unik, kita musti pintar pilih dan pilah, dan saya berani rekomendasikan Huk Family Resto and Bebek Bentu - cabang Bintaro.
Lokasi restoran ini cukup strategis, berada di Raya Jombang 68 Pondok Aren, Bintaro, bisa diakses dari Stasiun Sudimara atau lebih dekat lewat Bintaro Sektor VII.

Melalui acara "Blogger Gathering Huk Family Resto and Bebek Bentu", saya mendapat banyak insight dan pencerahan, dari dua owner yang ramah dan rendah hati ini.
Pak Bangkit dan Ibu Zulfa, berkenan berbagi pengalaman tentang mengelola bisnis kuliner, termasuk menjawab keingintahuan Blogger.
Acara Blogger Gathering - IG Huk Family & Resto

Nama “Huk” yang artinya sudut atau pojok, dipakai karena restoran pertama yang berdiri di Cempaka Putih Jakarta Pusat posisinya berada di pojok.
Sementara nama bebek bentu, dari dulu Pak Bangkit adalah penggemar olahan bebek sedang bentu singkatan (bahasa jawa) ben tuman artinya biar ketagihan.

Seperti disebutkan di awal artikel, konsep keluarga di restoran unik ini diterapkan pada tiga hal utama yaitu, menu/rasa, tempat dan harga.  Oke, kita bahas satu persatu ya !

Menu atau Rasa ---, Saya berani menjamin, dalam satu keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak, pasti berbeda selera dalam hal menu.
Misalnya, ayahnya lebih suka sayur-sayuran yang direbus, si ibu suka olahan seafood atau sayur oseng-oseng, sementara anak suka makanan kekinian.

Huk Family Resto and Bebek Bentu menyediakan aneka rupa menu (tradisonal dan internasional), demi memenuhi selera berbeda pilihan setiap anggota keluarga.

Seperti olahan bebek, tersedia Bebek Cemeng Dada. Bebek Cabe Ijo Paha, Bebek Muda setengah ekor sambal kecombrang, ada juga Ayam Bakar Paha, Gurame Hantu Petir dan masih banyak lagi.
Untuk konsumen pecinta sayuran, ada Sop Tom Yum, Sapo Tahu Seafood, Brokoli Cah Sapi, Sop Buntut, Cah Kangkung dan lain sebagainya.

Konsumen millenials dan anak-anak, bisa memesan Beef Stroganof, Pizza Spesial, Spagheti AOP Smoked Beef, Chicken Teriyaki dan menu yang menjadi kegemaran khas anak-anak.


Berikut sebagaian daftar minuman, diantaranya Kedondong Juice, Hot Capucino, Ice Blend Capucino, Milkshake Starwbery, Cincau Kelapa Selasih dan sederet minuman mengundang selera.
Aneka menu di Huk Family Resti and Bebek Bentu

Variasi dan inovasi menu, menjadi alasan Huk Family Resto and Bebek Bentu banyak diminati konsumen dari segmen keluarga.
Meski ada yang berkomentar tidak focus terhadap menu, Pak Bangkit geming dengan pendirian, bahwa menu di restorannya musti mengakomodir selera seluruh anggota keluarga.

Menurut Ibu Zulfa, selalu diadakan evaluasi menu secara berkala, jadi kalau ada menu yang kurang diminati konsumen otomatis dicoret dari daftar.
Soal rasa, di semua cabang Huk Family Resto dan Bebek Bentu sudah ada standartnya, meski di setiap cabang biasanya ada kekhasan.

Perihal pemilihan menu, bisa dari masukan konsumen, atau hasil diskusi dengan keluarga atau karyawan, atau juga melihat animo konsumen.

Tempat yang nyaman--, Dulu, Pak Bangkit dan Bu Zulfa, suka mengajak dua anak mereka, makan di restoran sambil ngobrol aneka macam topik.
Rupanya kebiasan ngobrol ini sangat bagus, untuk mempererat hubungan orangtua dan anak, kini pasangan ini sudah memiliki satu cucu sedang bungsunya sedang menyelesaikan kuliah S2.

Huk Family Resto and Bebek Bentu, menerapkan tempat yang nyaman, agar keluarga yang datang betah dan merasa seperti di rumah sendiri.
Di restoran cabang Bintaro, saya bisa melihat design yang unik, melalui pemilihan wall paper yang diaplikasikan di lantai satu dan lantai dua.
Sudut yang ini pasti digemari anak-anak -dokpri

Ngaririung bareng di sini pasti enak ya

ada space khusus didesign khusus khas anak-anak. ada ruang tertutup cocok untuk acara keluarga semisal arisan, ada smoking area dan tersedia musholla yang bersih dan luas. “Huk Famili Resto terus diperbaiki terutama dari dekorasi” ujar Pak Bangkit

Komunikasi setiap anggota keluarga, sangat bisa dibangun dengan cara makan sambil ngobrol, sehingga sekat pemisah itu bisa cair.
Musholla - dokpri


Harga Terjangkau—, Menyoal harga menu, cukup menjadi perhatian dua owner Huk Family Resto and Bebek Bentu.
Harga yang wajar diterapkan, tidak hanya berlaku untuk harga individu tapi juga harga secara group (misalnya untuk makan bersama satu keluarga).

Harga memang terkait dengan jenis menu, maka dibuat pilihan menu tradisional dan menu internasional sebagai cara untuk memberi pilihan.
Ternyata ada alasan, dibalik penyajian variasi menu, kalau satu menu sepi peminat maka masih ada menu lain disukai, sementara dari menu yang ramai bisa belajar berinovasi.
Ibu Zulfa -dokpri

Siapa sangka, pilihan menu yang unik, tempat yang nyaman dan harga terjangkau, sebenarnya berangkat dari apa yang dulu Pak Bangkit dan Bu Zulfa pernah rasakan sebagai konsumen.
Keinginan demi keinginan sebagai konsumen, diwujudkan melalui  Huk Family Resto dan Bebek Bentu, kemudian ditawarkan kepada konsumen untuk segmen keluarga.

“Kuliner adalah bisnis yang bagus, tingkat kegagalannya juga tinggi, tetapi kalau tahu caranya bisa diminimum kegagalan” jelas Pak Bangkit.
Segmennya jangan melenceng dari jiwa owner” tambah Bu Zulfa.

Sekarang, saatnya saya memenuhi janji, untuk menjawab satu lagi konsep keluarga diterapkan, selain menu, tempat dan harga.
Adalah crew yang sudah dianggap sebagai keluarga, mereka dilibatkan dalam diskusi tentang pemilihan menu dan inovasinya.

Dan satu hal yang membuat saya salut, ketika owner menjawab pertanyaan teman blogger, “mengapa semua karyawan laki-laki?”
Pertimbangan confinience management” jawab Pak Bangkit

Karyawan Huk Family Resto and Bebek Bentu, sebagaian besar adalah perantau dan sudah berkeluarga (mereka adalah pahlawan keluarga)
Para karyawan disediakan tempat tinggal, sekaligus makan dan secara berkala ada kegiatan outing bersama – pergi berwisata (sungguh, saya merinding menuliskan bagian ini)

Siapa tidak senang, sudah bekerja dan dapat gaji, tidak bingung mencari kost dan tidak repot urusan makan sehari-hari masih ada hiburan bareng.
So, komplit sudah konsep keluarga ada di Huk Famili Resto and Bebek Bentu, kalau boleh saya simpulkan “All About Family
sebisa mungkin karyawan nyaman” ujar Bu Zulfah

-----
Pak Bangkit Kucoro -dokpri

Siapapun pasti sepakat, bahwa inovasi adalah sebuah keniscayaan, agar sebuah usaha bisa bertahan dan berkembang.
Selain menjual menu makan rumahan, di setiap Huk Family Resto and Bebek Bentu, ada space untuk menjual bakery.

Ide ini, (lagi-lagi) tercetus dari kegemaran Pak Bangkit dan Bu Zulfa, yang suka membawa kue saat bersilaturahmi kepada tetangga dan kerabat.
Pernah ada kejadian, ketika bersua teman lama, dulu satu kantor dan sudah resign, dan ternyata yang diingat teman ini adalah bingkisan roti yang pernah diberikan Pak Bangkit.

Sungguh, saya kagum dengan sosok Pak Bangkit dan Bu Zulfa, sebagai suami istri keduanya kompak dan saling mengisi.
Pak Bangkit begitu menghargai sang istri, untuk hal-hal menyangkut restoran, kerap menyerahkan kepada Bu Zulfa untuk menjelaskan.

Jadi ownernya bu Zulfa, saya sebagai pendukung saja” tutup Pak Bangkit.
dokumentasi pribadi

3 komentar:

  1. Ini memorable banget ya mas, bingkisan roti yang pernah diberikan Pak Bangkit ke temennya itu ... berkesan!

    BalasHapus
  2. Aku juga baru tahu kalau Bentu itu Ben Tuman. Hahaha. Terus, kapan om agung traktir aku tomyam? ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya