Jumat, 21 September 2018

Asian Para Games 2018 Melejitkan Potensi Tanpa Kata Tapi

sumber gambar dari akun twitter @GPRindonesia


Perhelatan event akbar Asian Games 2018- Jakarta Palembang, baru saja berlalu dan memberi kesan sangat mendalam. Bangsa Indonesia menjadi pusat perhatian, sekaligus perbincangan masyarakat di Asia maupun di dunia. Target yang dicanangkan dicapai, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses infrastruktur.

Saya sempat menyaksikan pertandingan bulu tangkis di istora, turut merasakan getar semangat dan haru saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Souvenir dan pernak pernik Asian Games 2018, di beberapa tempat ludes diserbu peminatnya. Upacara pembukaan dan penutupan spektakuler, begitu mencengangkan dan menjadi pembicaraan.

Tapi ibarat pepatah “tidak ada pesta yang tidak usai”, maka pesta Asian Games 2018- Jakarta Palembang yang menyedot perhatian dunia telah usai. Kini bangsa Indonesia bersiap dengan hajatan akabr berikutnya, yaitu menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018.

Apa itu APG? adalah event olah raga akbar, yang diselenggarakan khusus atlet penyandang disabilitas.  APG sendiri baru diselenggarkan tiga kali (berkala setiap 4 tahun sekali), APG pertama diselenggarakan di China kedua di Korea dan sekarang di Indonesia.

Sebagai rakyat Indonesia, tentu saya ikut bangga Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah APG 2018. Artinya, negara tercinta akan kembali menjadi pusat perhatian negara di Asia.

APG 2018 akan mempertandingkan 18 cabang olahraga (cabor), dengan 582 nomor pertandingan yang dilagakan selama delapan hari (6 s.d 13 Oktober 2018).
APG mengusung slogan ‘The Inspiring Spirit and Energy of Asia’ dengan mengemban 4 misi, yaitu, determination ; courage ; equality dan Inspiration. Empat misi yang diyakini akan mengantar atlet disfabel –khususnya -- Indonesia, bertekad kuat dan percaya diri menghadapi tantangan baik secara fisik maupun mental.

Kalian sudah tahu kan, maskot APG 2018 adalan Momo yang terinspirasi Elang Bondol. Konon elang bondol, pernah dijadikan simbol masyarakat Jakarta – khususnya daerah condet.

***

Menyaksikan video durasi dua menit, tayangan atlet basket kursi roda sedang giat berlatih, sungguh saya dibuat takjub tak berkesudahan.
Bagaimana tidak takjub, aksi tiga pebasket andalan Indonesia tampak lihai memainkan bola sambil duduk di kursi roda. Dua tangannya sangat tangkas bekerjasama, mengatur kapan harus menggerakkan roda kursi dan kapan saatnya membawa dan memasukan bola ke dalam jaring.
source dari website bola.com

Adalah Gusti Putu Putra Adnyana (point guard timnas basket kursi roda), yang mengaku nervous karena baru kali pertama main untuk event sekelas Asian.
Edy Johan (Shooting guard timnas basket kursi roda), meski diakui ada perasaaan nervous tetap bertekad berusaha dan bermain yang terbaik.  Sementara Donald Santoso, selaku Kapten timnas basket kursi roda, berusaha focus pada target yaitu menang minimal satu babak.

Timnas basket kursi roda Indonesia, memang baru kali pertama berlaga di event level Asia, secara pengalaman masih kalah dengan tim basket kursi roda dari beberapa negara di Asia. Donald dengan pernyataan rendah hati-nya, meyakinkan bahwa team telah siap baik dari sisi personal maupun secara team.

Itu baru tim basket kursi roda lho, masih banyak atlet disfabel Indonesia dari cabor lain, seperti Panahan, Para Atletik, Badminton, Balap Sepeda, Goal Ball, Judo, Lawn Ball, Para Renang, dan sederet cabor lainnya.

Saya yakin para atlet tengah berlatih keras, demi mempersembahkan prestasi terbaiknya. Kalau atlet disfabel saja begitu optimis, tugas kita – masyarakat Indonesia—memberi dukungan, dalam bentuk doa atau support (seperti) menyaksikan langsung di lapangan pertandingan.
dokumentasi pribadi

Belajar dari semangat atlet disfabel,  jauh di relung sanubari saya melahirkan inspirasi baru. Bahwa setiap kita manusia, sejatinya memiliki kesempatan sama untuk berkembang dan berprestasi. Tidak peduli latar belakang, kondisi fisik, sosial ekonomi, tidak menjadi hambatan mewujudkan mimpi.

Kuncinya adalah kegigihan, ketekunan dan keyakinan, yang akan mengantarkan kita sampai pada harapan hendak dicapai.
Yuk, support semampu kita, demi prestasi atlet disfabel Indonesia. Saya yakin dan optimis, euforia kemenangan Asian Games 2018 akan berulang di Asian Para Games 2018- Amin.

11 komentar:

  1. Allah memang maha adil, kekurangan manusia pun tetap ada kelebihannya, manusia hanya bertugas usaha, ikhtiar, dan tdk mudah menyerah :D

    BalasHapus
  2. Terharu sekali melihat semangat mereka, semoga semangat yang tinggi ini menular ke semua orang. Termasuk saya...

    BalasHapus
  3. Semangat para atlet Asian Para Games ini sangat luar biasa. Mereka saja bisa kenapa kita ga?

    BalasHapus
  4. Semangat para atlet Asian Para Games ini sangat luar biasa. Mereka saja bisa kenapa kita ga?

    BalasHapus
  5. Lihat mereka saya jadi malu sama diri sendiri. Semangat mereka benar benar memberi inspirasi

    BalasHapus
  6. Semoga semua atlet asian para games diberi kesehatan agar dapat bertanding dengan kondisi 100% amiin....

    BalasHapus
  7. Semoga para atlet bisa mencapai kemenangan dan membawa medali emas. Aamiin

    BalasHapus
  8. Tiap kali baca kisah mereka, aku pasti ngembeng. Ya apa deh aku senangnya ngeluh. Mereka bisa berprestasi, lah aku apa...

    BalasHapus
  9. suka merinding melihat semangat para atlet difabel bertanding. nggak sabar menantikan APG 2018, semangaaatt, kami mendukungmu

    BalasHapus
  10. Mereka memang inspiratif banget mas, salut sama keteguhab hatinya. Bikin takjub banget, bisa menekuni olahraga dan berprestasi

    BalasHapus
  11. Sungguh mereka luar biasa ya. Saya membayangkan mereka menggerak-gerakkan kursi roda ke sana-ke mari sembari bermain basket, pasti tak mudah itu.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya