Kamis, 05 Juli 2018

Cara Sederhana, Agar Anak Lahap Makan


sumber ; hellosehat.com
“Pokoknya adik sudah kenyang..!” sambil menutup mulut dengan dua tangan

Saya sudah sangat hapal, kebiasaan gadis kecil di rumah. Satu suap makanan, kalau tidak cocok di lidah, sepiring menu lainnya bisa diabaikan. Susah mencabut kalimat ini, meski dibujuk dengan aneka mainan disukai. Padahal, bagaimana bisa bilang “sudah kenyang.” Kalau baru sesendok makanan, masuk ke lambung dan sedang dicerna. Kalau katanya sudah tidak suka, tetap tidak suka !

Berada dalam situasi seperti ini, orang tua seperti dipersimpangan jalan. Membiarkan tidak makan, tentu kasihan si anak kelaparan. Tetap memaksakan makanan yang ada, anaknya keukeuh tidak mau membuka mulut.

"Adik maunya makan pakai apa?"
Si ayah akhirnya mengalah, demi buah hati mau makan. Terpaksa menyingkirkan sepiring makanan –biasanya makanan dihabiskan ayah--, mengganti dengan menu lain yang disuka. Dari pada anak mogok makan, gara-gara lauk diberikan tidak digemari.

Lazimnya anak-anak, sangat pemilih dalam hal makanan. Kalau sudah tidak suka, susah sekali digoyah keputusannya. Sebagai orang tua, kadang dibuat pusing dengan ulah anak-anak. Kalau menu diminta mudah disiapkan, tentu bukan masalah. Tapi kalau harus mengolah secara khusus, tentu timbul masalah baru lagi. Apalagi kalau ibunya sedang tidak di rumah, saya yang tidak bisa masak, dibuat double pusing.

Beruntung, lauk kegemaran anak saya termasuk tidak ribet. Maksudnya, untuk menyediakan dan menyajikan, tidak perlu meracik bumbu dan mengolah secara khusus. Cukup dikeluarkan dari kulkas, digoreng beberapa saat, siap deh disajikan dan disantap. Pun untuk membelinya juga sangat mudah, tersedia dan bisa didapatkan di minimarket terdekat.

-00o00-

“Adik maunya nugget ayam !” jawabnya singkat jelas.

Si ayah melangkah ke dapur, membuka kulkas mencari stok yang ada di kulkas. Kebetulan ibunya rutin membeli So Good Chicken Nugget, daging dada ayam olahan dibalut dengan tepung roti yang renyah.  Kebiasaan si ibu menyetok, meringankan tugas si ayah yang tidak bisa masak. Tinggal buka plastiknya dan goreng, siap santap dalam hitungan menit.

Sebagai ayah yang tidak jago masak, bahan makanan siap olah benar-benar menjadi solusi. Dengan bantuan petunjuk cara masak – ada di bungkus plastik bagian belakang--, permasalahan lauk anak dengan mudah bisa diatasi.
nugget ayam matang siap diangkat -dokpri

Kreasi Masakan ala Ayah

Meski  bisa masak ala kadarnya, saya termasuk penyuka tampilan sajian yang sedap dipandang mata. Menurut saya, kesan pertama sebuah masakan itu sangat penting. Meski dengan bahan dan rasa yang sama, tampilan bisa memunculkan persepsi berbeda soal makanan.
Contoh paling sederhana adalah nasi putih,  rasa nasi pasti sama saja di mana-mana. Tapi kalau disajikan dengan unik, seperti berbentuk bulat atau lonjong tentu lebih menarik perhatian. Apalagi ditempatkan dalam wadah keren, seperti piring lonjong atau persegi, niscaya menarik selera penikmatnya.

Pun dengan olahan kesukaan anak, saya berkreasi dengan sangat simpel sesuai kapasitas di bidang masak memasak -hehehehe. Cara masak sih tetap sama, chicken nugget di goreng seperti biasa, tidak perlu dicampur ini dan itu (kawatir diprotes anak, nah loh).
Etapi, kan ada varian nugget ayam rasa pizza berbentuk animal. Ada yang berbentuk ikan lumba, kuda laut, domba, dinosaursus dan beberapa binatang lainnya.  Inovasi bentuk hewan yang lucu, dijamin menambah cantik tampilan sajian di atas piring.
kreasi sederhana ala ayah -dokpri

Dan, Ini dia kreasi ala ayah. Chicken Nugget digoreng seperti biasa, di dalam minyak panas selama 2-3 menit. Pastikan selama menggoreng, seluruh permukaan Chicken Nugget terendam minyak. Setelah berubah kecoklatan dan mengambang – tanda sudah matang -, segera angkat dan tiriskan. Kemudian ditusuk dengan bambu tipis tusuk sate – bisa dibeli di minimarket--, satu tusuk bisa diisi dua nugget ayam bentuk berbeda. Agar cita rasa lebih sedap, sediakan saos sambal dan atau mayonise.

Ternyata, tidak seperti yang saya bayangkan. Betapa menyiapkan masakan untuk anak, relatif cepat dan tidak pakai ribet. So, para ayah pasti bisa melakukan.

“Ayah, adik mau nambah lagi,” ujarnya semangat.

1 komentar:

  1. Sebagai orang tua memang harus pintar dan kreatif membujuk anak makan. Ponakan saya susah sekali makan, dibujukin orang tuanya nggak mau makan pakai apa aja. Saya kasih trik mau jalan - jalan kalau dia makannya habis, malah lahap sepiring habis cuma nasi doang hahaha.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya