Tampilkan postingan dengan label Kementrian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementrian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juli 2017

Cerdas Bermedsos Aksi Nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental



Cerdas Bermedsos aksi nyata GNRM -dokpri
Penggunaan internet dewasa ini, tak ubahnya seperti bagian dari kebutuhan pokok. Manusia millenial sangat tergantung dengan internet, demi kelancaran aktivitas dan kegiatan lainnya. Kehadiran Media Sosial menjadi turunan setelah ada internet, mulai dari Facebook, twitter, IG, Path dan sebagainya terbukti manjur menjadi penghubung satu dengan lainnya.
Bagai dua sisi mata uang logam, kehadiran media sosial memberi dampak positif dan atau dampak negatif. Setiap orang berbeda menyikapi medsos, tergantung tingkat pendidikan, emosional dan pemahaman masing masing.
Kamis, 27 Juli 2017, Blogger mendapat pencerahan dalam sosialisasi GNRM (Gerakan Nasional  Revolusi Mental) Melalui Medsos bersama Pelajar dan Netizen. Bertempat di Golden Boutique Hotel Kemayoran, hadir tiga narasumber yang siap menyampaikan pemaparannya.
Bapak Sorni Paskah dari Kemenko PMK RI, mengungkapkan presentasi pada sesi pertama, “ Revolusi Mental adalah program pemerintahan Jokowi dan JK, secara teoritik program ini pernah digagas presiden pertama Ir Sukarno. Pemerintah sekarang ingin melakukan sebuah perubahan, agar bisa mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain.”
Gerakan “Revolusi Mental”  terdiri dari dua suku kata, yaitu “Revolusi” untuk kata pertama dan kata kedua “Mental”.
Revolusi artinya perubahan secara cepat, diharapkan perubahan tidak terjadi nanti tapi sekarang. Sedangkan “Mental” adalah karakter atau sikap, sangat diyakini dapat mempengaruhi cara hidup dan cara kerja.
Perubahan diharapkan meliputi tiga hal, yaitu cara hidup,  cara berpikir dan cara bekerja, karena tiga hal ini menjadi problem bangsa Indonesia. Sampai saat ini etos kerja bangsa masih menjadi persoalan, kebanyakan dari kita bekerja masih ala kadarnya. Sehingga  hasil dicapai tidak maksimal, menyebabkan produktifitas otomatis menurun.
Padahal, kalau tiga nilai dilaksanakan dengan baik, niscaya akan memunculkan sebuah integritas.
Apa Integritas?
Sebuah kejujuran dan rasa tanggung jawab, berkarakter dan dapat dipercaya. Seseorang akan dianggap berintgritas, apalbila apa yang dikatakan sesuai dengan dikerjakan.
Dengan masyarakat yang berintegritas, akan menghasilkan karya inovatif yang berdaya saing tinggi. Menciptakan sikap tidak mementingkan diri sendiri, memupuk rasa gotong royong agar menjadi bangsa yang lebih maju.
5 Gerakan sedang digalakkan
Indonesia Melayani ;  gerakan ini lebih diutamakan pada aparatur negara, agar melayani warga dengan sebaik-baiknya. Tidak mempersulit atau mengulur waktu, sehingga warga bisa menggunakan waktu secara efisien.
Indonesia Tertib ;  kurang tertib dan disiplin masyarakat, sering kita lihat sendiri dalam keseharian. Budaya tertib berlalulintas sangat kurang, tidak disiplin masalah waktu dan tidak sabar dalam antrean.
Indonesia Mandiri ; indonesia berusaha berdiri di atas kemampuan sendiri, sehingga tidak selalu mengandalkan bangsa lain
Indonesia Bersih ; budaya bersih menjadi hal sangat penting, utamanya untuk mendorong sektor pariwisata agar menarik minat wisnus dan wisman.
Indonesia Bersatu;  gerakan digalakkan untuk menghilangkan perbedaan, dengan rasa persatuan bangsa kita tidak akan dipandang remeh bangsa lain.
-0o0-

Bapak Bambang Tri Santoso dari Kominfo sebagai narasumber kedua, menegaskan upaya Kominfo tidak setengah setengah dalam mengedukasi pentingnya revolusi mental dalam berinternet.
Sudah dibuatkan buku panduan cerdas bermedsos, peluncuran program “Incakap” atau internet cakap dan produktif dan juga mensyahkan UUITE serta kebijakkan lainnya.
Revolusi mental sendiri melibatkan tiga kementrian terkait, yaitu Kemenko PMK, Kominfo dan Kemendikbud. Gerakan revolusi mental bisa dimulai dari hal kecil, sekaligus diimplementasikan dari lingkungan terkecil.
Pak Bambang Tri Santosa sempat meminjam contoh dari Muhammad Sobari, sang budayawan kala itu ppernah menjadi pembicara di Festival TIK di Jogjakarta. Implementasi revolusi mental secara nyata, salah satunya bagaimana pentingnya kemandirian ekonomi rakyat.
Revousi mental bisa diwujudkan, ketika  masyarakat tidak terjajah oleh pemodal besar, cara paling sederhana adalah belanja di warung tetangga.
Terkait dengan kesadaran dan melek internet, Kominfo sedang membagi domain gratis selama 1 tahun. Mejadi sasaran program ini adalah sekolah pesantren dan UKM, serta menjaring fasilitator dalam hal ini relawan TIK.
Tercatat 438 relawan TIK tersebar 20 lokasi, tahun ini memasang target 40 ribu cyber content terlampaui dengan pendampingan dari relawan TIK.
Sorny Paskah, Unggul Sagena, Bambang Tri Santoso -dokpri
-0o0-
Relawan TIK di indonesia itu sudah ada bahkan sampai ke desa, justru di kota besar kurang terlihat.” Unggul Sagena sebagai Relawan TIK sebagai narasumber berikutnya.
Dunia sosmed berkembang sedemikian pesat, tak dipungkiri peran netizen sebagai gerbang informasi cukup besar. Ketika operator selular semakin marak dan persaingan semakin ketat, membawa dampak kemudahan masyarakat terkoneksi dengan internet.
Revolusi mental dalam bermedia sosial sangat penting, tak terkecuali generasi muda atau pelajar. Karena apapun yang telah diupload di internet tidak akan balik, meskipun sudah dihapus jejak digital tetap bisa dilacak.
Jangan gampang share berita hoax, sebaiknya melakukan chosh cek sebelum memberi tanggapan. Sampai saat ini Hoax politik paling tinggi (91.8%), menyusul Hoax SARA 88.6% dan Hoax kesehatan pada angka 42%.
Relawan TIK  hadir membantu pengguna cerdas bermedsos, termasuk mengarahkan kebebasan berekspresi di dunia maya. Relawan TIK sudah tersebar di 31 provinsi,  sampai penghujung tahun 2017 ditargetkan sampai 34 provinsi.
Siapa yang bisa menjadi Relawan TIK ?
Siapa saja bisa, saat ini sudah ada blogger, mahasiswa, dosen, guru, karyawan swasta, freelancer. Kalau anda mau mendaftar, pintu kesempatan masih terbuka lebar.
Coba bayangkan kalau anak muda bijak berinternet, niscaya bangsa ini semakin kreatif dan maju. Betapa Internet bisa dimanfaatkan untuk produktifitas, yang akan membawa dampak positif bagi masa depan bangsa. –salam-

Selasa, 13 Juni 2017

Subsidi Listrik Tepat Sasaran Menuju Tarif Keekonomian


Acara bincang Netizen -dokpri

Pernah gak membaca di media sosial, bertebaran status tentang kenaikan tarif listrik. Ada  seorang ibu kaget naik sampai limapuluh ribu, sembari bingung apa karena penggunaan yang boros atau memang tarifnya naik.
Temu netizen yang diinisiasi Kementrian ESDM, sedikit memberi pencerahan bagi blogger dan netizen yang saat itu hadir.
Apakah memang tarif listrik naik ?
Tarif listrik terjadi penyesuaian sejak januari 2017, menuju tarif keekonomian bagi masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi. Artinya tarif listrik tidak naik, khususnya diberlakukan bagi rakyat miskin.
Kebijakan ini dilakukan demi peningkatan pembangunan infrastruktur, sehingga pemerintah mempunyai ruang fiksal yang memadai. Subsidi energi pernah mencapai 342 T, kalau tidak dikelola dengan sebaik-baiknya akan menyebabkan pembangunan infrastruktur terhambat.
Masyarakat miskin tetap perlu dibantu, dengan cara mengurangi subsidi bagi masyarakat yang sudah mandiri. Jadi jelas subsidi listrik rakyat miskin tidak dicabut,  langkah pemerintah untuk pengalokasian subsidi yang tepat sasaran.
Saat ini 92 % wilayah di Indonesia sudah dialiri listrik, artinya masih ada 8 % belum tersentuh listrik atau 6 – 7 juta jiwa. Sementara wilayah Thailand sudah 99% berlistrik, negara Brunei dan Vietnam sudah sampai 98% wilayah terjangkau listrik.
Sebaran 8% wilayah belum terjangkau listrik, terdiri dari Papua, Sulteng, Maluku, NTT, Kalteng, target pada tahun 2019 listrik menjangkau 97% wilayah di Indonesia. Hal ini perlu biaya besar, membutuhkan investasi sekitar 1300 T sampai tahun 2019, untuk pembangunan pembangkit, transmisi, distribusi dan lain sebagainya.
Semakin banyak listrik digunakan, semakin besar subsidi diterima sementara pengguna subsidi justru dari kalangan masayarakat mampu. Pemerintah akhirnya mencari jalan keluar, sesuai Undang-undang tetap diberikan Subsidi pada masyarakat tidak mampu.
Program subsidi listrik tepat sasaran, memcakup subsidi listrik bagi rakyat miskin. Sementara yang mampu disesuaikan/ dipindahkan,  namun dilakukan secara bertahap dengan persetujuan pembuat kebijakan (DPR).
Subsidi listrik juga diberikan pada masyarakat kategori rentan miskin, karena pada golongan masyarakat kategori ini masih sangat perlu dikuatkan.
Dari data  yang tercatat 23.1 juta pelanggan 900 V, didalamnya terdapat 4.05 juta termasuk miskin dan rentan miskin. Artinya ada 19 juta harus mengalami penyesuaian, kalau dari 19 juta ini masih ada yang ternyata masuk kategori miskin dan atau rentan miskin, bisa mengajukan pengaduan melalui kelurahan.
Data per september 2016 terdapat 10.70 % atau 27 juta, intervensi subsidi diberikan pada rakyat miskin dan rentan miskin. Kategori rentan diperkirakan 40%, mereka yang rentan terhadap gagal panen, memiliki pendapatan dengan upah minimum.
So, sampai saat ini hanya berlaku dua tarif, satu tarif listrik bersubsidi dan tarif yang full keekonomian. Dengan pemberlakuan tarif keekonomian bagi masyarakat mampu, maka rakyat miskin tetap menggunakan hak sesuai amanat undang-undang.
Profil penerima subsidi listrik sama dengan profil penerima subsidi BBM, sayangnya masih banyak masyarakat mampu masih menerima karena yang diberlakukan subsidi komoditas. Jangan sampai hal ini terus terjadi, listrik rakyat miskin digunakan orang kaya.
Kriterianya kaya dan miskin didata dengan menggunakan komposit dari puluhan variabel, dengan datangnya petugas BPS mencacah data setiap warga. Mulai dari kondisi pekerjaan, kepemilikan asset dan sebagainya kemudian dimasukkan grafik dan di klasifikasikan dalam rangking. Cara untuk menentukan cukup komplek, menggunakan beberapa macam variable supaya objektif.
Makanya program subsidi tepat sasaran musti terus disosialilsasikan, melalui website dan medos termasuk melalui artikel dari blogger dan netizen.
Kalau ada yang bilang tarif listrik naik, bisa jadi petanda anda masuk kategori masyarakat mampu. Artinya sudah saatnya subsidi listrik dialihkan, bagi masyarakat miskin yang lebih berhak sesuai amanat undang undang.