13 Jan 2024

Bahkan Bertahan Saja Sudah Cukup


Kompasianer’s, kita sudah berada di tahun 2024. Terhitung hari ini, kita sudah masuk di sepertiga bulan satu. Sehingga suasana tahun baru memudar, rutinitas keseharian sudah dijalani seperti biasa. Saya team tidak riuh di pergantian tahun, tidak terlalu terbawa euforia itu.

Saya sangat yakin, pasti banyak catatan perjalanan terjadi di tahun 2023. Kejadian di sepanjang tahun, yang membuat hidup sedemikian dinamisnya. Catatan yang membekaskan pengalaman, entah pahit ataupun manis menjadikan bahan introspeksi.

Setiap orang mempunyai jatah, mengalami fase pahit dan pilu di perjalanan hidup. Masa-masa yang cukup sulit, masa-masa yang menguji kesabaran. Tetapi apa kuasa manusia, kecuali (mau tak mau) musti menjalani menghadapi.

Tidak nyaman memang, tetapi demikian hukum kehidupan berlaku. Ada kalanya senang kan berganti sedih, tiba masa suka bergilir duka, dan rasa bahagia kan disusul nestapa. Semua keadaan itu, akan dialami setiap orang dalam hidupnya. 

Tetapi kalau kita berpikir jernah, betapa tidak ada yang sia-sia setiap kejadian. Karena semua keadaan yang terjadi, demi kebaikan kita manusia. Kesenangan yang berlebihan tidak baik, berpotensi mengeraskan hati. Pun kesedihan yang berkepanjangan, akan melunturkan semangat dan pengharapan.

Kita sangat bisa, belajar dari senang dan sedih. Mengambil hikmat dari setiap kejadian, agar nurani terus terasah. Terutama pengalaman yang pahit, umumnya akan memberi kontibusi lebih. Bisa menjadi moment pembentukan diri, menjadi pribadi yang bijaksana.

----


Tahun 2023 bagi saya, adalah salah satu tahun yang cukup menantang. Rasanya tak kalah challenging, dengan dua tahun lebih masa pandemi. Jatuh bangun, tersungkur dan bangkit, sungguh saya mengalami dan merasakan.

Doa pengharapan tak berputus, dibarengi ikhtiar sebagaimana umumnya manusia. Tetapi bahwa tidak semua hal ideal, tidak bisa terjadi menuruti si manusia. Bahwa tidak semua keadaan, datang menuruti keinginan setiap orang. 

Saya meyakini, kehidupan memiliki mekanisme yang sangat detil dan jeli. Bahwa semua kejadian, berjalan selaras dengan sunatullah. Dan Sang khaliq tak akan mengingkari, dengan apa yang telah ditetapkan-NYA sendiri.

Tinggal manusianya, terus membenahi diri dan terus berbaik sangka. Mengakui diri sebagai sosok lemah, bahkan tiada daya upaya. Semoga keadaan sempit, semakin mendekatkan diri pada hal-hal baik.

Bahkan Bertahan Saja Sudah Cukup

“Ketika hidup terasa berat, yang perlu kita lakukan hanyalah bertahan. Iya, bertahan saja. Sampai ketika melihat ke belakang, masalah tersebut sudah kita lewati berbulan-bulan” Panji Pragiwaksono

Pagi ini saya scrolling medsos, dan mendapati video yang menginsipirasi tulisan ini. Quote menarik dari pesohor Panji Pragiwagsono, yang sangat relate dengan keseharian.

Bahwa ada satu kondisi, ketika (rasanya) segala cara dan tenaga sudah dikerahkan. Tetapi nyatanya, hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Kegagalan seolah selalu berpihak, padahal sekuat upaya sudah diupayakan. 

Dalam keadaan demikian, saya seperti berada di titik nadir. Titik yang benar-benar menguji pertahanan diri, seolah ada bisikan untuk menyerah dan kalah. Saya memilih diam dan bertahan, seperti quote yang disampaikan Panji di atas.

-----

Setiap manusia, telah dibentangkan jalannya sendiri-sendiri. Setiap jalan pasti unik, terjal berliku ada kalanya menurun dan lancar. Sangat mungkin, jalan itu akan bersinggungan dengan orang lain.

Manusia dengan segala kekurangnnya, akan disampaikan pada titik keberserahan. Titik yang membuka pintu kesadaran, bahwa manusia sangat kecil di hadapan Dzat yang Maha Tinggi. Akan menjadi moment pencerahan, bagi orang yang sedemikian rupa menyiapkan diri.

Ya, tidak ada yang sia-sia, dalam kasih penciptaan-NYA. Bahwa semua pergiliran keadaan, demi kebaikan manusia itu sendiri. Agar fitrah kemanusiaannya terjaga, agar berproses menjadi sebaik-baik manusia. Manusia dengan tugas kekhalifahan yang mulia, diamanahi tugas memakmurkan semesta.

Maka ketika kesempitan sedang mendera, sementara segala upaya telah dikerahkan. Ada saat, bahkan bertahan saja itu cukup. – semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA