3 Jul 2020

Pentingnya Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting

Dokumetasi Pribadi

Bagi saya, peran menjadi ayah itu adalah anugerah luar biasa. Pada pundaknya, telah dipercayakan amanah kehidupan yang dahsyat.

Ayah dengan tugas mengayomi belahan jiwa dan buah hati, tentu bukan tugas main-main yang diberikan secara sembarangan.

Jadi para ayah (sambil nunjuk diri sendiri), pintu menuju kemuliaan sudah ada di depan mata. Please, jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan semesta.

Pantang ayah menelantarkan keluarga, fitrah kehidupan tidak menggariskan demikian. Ayah harus rela dan direlakan, agar kehidupan menghebatkannya.

-----

Sudah pada tahu kan, masalah stunting menjadi masalah serius di Indonesia. Prevalensi stunting Indonesia, hingga akhir 2019 berada di angka 27,7%.

Secara angka memang turun tiga persen (dibanding tahun sebelumnya), tetapi dari standart WHO tetap tinggi mengingat batas atas di 20%.

Tak ada cara lain mencegah stunting, kecuali membekali calon ibu dengan edukasi tentang persiapan melahirkan generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas.

Eits, tapi bukan hanya calon ibunya saja yang diedukasi, calon ayah tak kalah penting peranannya dalam pencegahan stunting.

 

flyer kegiatan

Saya beruntung, bisa bergabung dalam webinar “Siap Menjadi Ibu Pencetak Generasi Emas Bebas Stunting” yang diadakan “ M.Kes PP Aisyiah” dan “Nutrisi Keluarga”.

Menurut dr Tria Astika Endah Permatasari (SKM. M.KES PP Aisyiah), stunting anak di Indonesia ada pada perbandingan 1 dari 3. Dan stunting adalah dampak dari kekurangan gizi secara kronis.

Indikasi stunting sangat mudah dikenali, masyarakat awam bisa mengidentifikasi  pada tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya.

Ciri lebih lanjut perkembangan kognitif dan motorik terhambat, dan dampak gangguan metabolik pada masa dewasa. Pemicu terjadinya obesitas, diabetes, stroke, PJK.

Hal ini bisa diantisipasi, sejak masa remaja seorang calon ibu, yaitu mengonsumsi asupan yang cukup serat dan zat yang dibutuhkan tubuh.

Paling mudah berpatokan pada “Isi Piringku”,  yaitu 2/3 dari ½ piring untuk makanan pokok , 1/3 dari ½ piring  untuk lauk pauk, sementara ½ piring sisanya untuk buah dan sayuran.

Sementara menurut, DR.TB.Rachmat Sentika Sp.A.,MARS, Dokter Spesialis Anak IDAI Banten. Perlu calon ibu melengkapi kebutuhan gizi seimbang, terdiri dari Karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan air ( 2 liter / hari).

Dan masuk pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), kecukupan gizi calon ibu harus diperhatikan. 1000 HOK dihitung, sejak janin sampai bayi usia dua tahun.

ASI exclusive punya peran penting, dalam tumbuh kembang bayi. Kandungan ASI tidak terganti, bahkan oleh asupan apapun.

Dr. TB Rachmat Sentika, sumber | sehatq.com

Maka kondisi kesehatan fisik dan mental ibu sangat perlu dijaga, sehingga bisa mencukupi kebutuhan ASI sesuai umur buah hati.

Tapi setelah balita perlu makanan pendamping, jangan sampai salah memberi asupan dengan kental manis.

Sebagain masyarakat salah perepsi, menganggap kental manis adalah susu, Kandungan 80% gula pada kental manis, sangat tidak baik untuk balita.

Balita yang terlalu banyak konsumsi gula, berpotensi enggan mengonsumsi asupan lain karena merasa cepat kenyang dan berpotensi obesitas

-----

Menyoal ketersediaan ASI, parenting influencer Ratu Anindita, berbagi pengalaman tentang pentingnya peran suami sebagai support system istri.

Ibu muda yang belum lama ini melahirkan anak ketiga, merasa sangat beruntung disupport Mario Irwinsyah sang suami yang membuatnya happy menjalani tugas sebagai ibu.

Keterlibatan sang suami, bisa diwujdukan seperti memberi kesempatan istri untuk “me time”, ternyata berdampak pada produksi ASI.

 Ratu Anindita dan Mario Irwinsyah - sumber | grid.id

Makanya saya heran, kalau mendapati suami yang bersikap aniaya pada istri. Padahal sikap suami, baik langsung ataupun tudak akan berpengaruh pada buah hati. So, para suami. Baik-baiklah kalian dengan ibu anak-anakmu.

Pernyataan Ratu Aninditas, diamini oleh Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjoyo, S,PSI. Peran suami sangat penting dalam menghadirkan perasaan nyaman pada istri.

Psikologis ibu adalah salah satu aspek, yang turut mempengaruhi produksi ASI yang tentunya didukung asupan yang memadai.

-------

 

Webinar -dokpri

Meningkatkan status gizi calon ibu dan anak, sebagai langkah efektif pencegahan stunting. Maka edukasi pada calon orangtua, harus digalakkan menyambut generasi emas 2045.

Masyarakat usia produktif dan pasangan muda calon orangtua, musti mempersiapkan diri sedini mungkin agar paham akan kebutuhan gizi untuk anak dan ibu.

 

Dan utamnya bagi calon ayah, jangan sia-siakan kesempatan menjalani tugas mulia kehidupan. Yaitu mempersembahkan sikap terbaik, kepada belahan jiwa dan buah hati.

 

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA