Home

18 Okt 2022

Jakarta Film Fund Hingga Series on Screen Meriahkan Jakarta Film Week 2022

 

Penyelenggaraan Jakarta Film Week 2022 (JFW’22) hari kedua, memutar sejumlah film di CGV Grand Indonesia dan Kineforum Taman Ismail Marzuki. Salah satunya pemutaran film-film terpilih dari program Jakarta Film Fund.

Jakarta Film Fund adalah kompetisi ide cerita film pendek, yang tahun ini sukses diminati oleh para filmmaker. Sebanyak 214 proposal ide cerita didaftarkan pada kompetisi ini. Dari total proposal, tiga proposal ide cerita terpilih dalam Jakarta Film Fund 2022, yaitu; Bukan Anak Meriam (karya S. Gracious Prasetyo, Studio Teluk Tolo), Pesan(an) Terakhir (karya Hariz Soe’oed, Future Play) dan Sunat Racing (karya Muhammad Bayu Arief, Doa Ibu Frameworks).

Dengan bangga, ketiga film tersebut untuk pertama kalinya diputar di hari kedua JFW’22 di CGV Grand Indonesia.

"Jakarta Film Week dengan bangga mempersembahkan karya film pendek dari generasi film baru. Di tahun kedua ini, tiga film pendek dari program Jakarta Film Fund siap dipertontonkan ke publik, bahkan siap disandingkan dengan film-film pendek terbaik sebagai bagian dari perkembangan industri film,” ungkap Novi Hanabi, Program Manager Jakarta Film Week.

Selain pemutaran film-film Jakarta Film Fund, juga diselenggarakan program Series on Screen, salah satu program baru di tahun ini yang khusus diadakan untuk series lokal. Kali ini series Doa Mengancam dari Vidio.com karya Hanung Bramantyo terpilih untuk ditayangkan.

“Tentunya series yang terpilih tayang di Jakarta Film Week adalah series terbaik hasil kurasi dari orang-orang terpilih. Saya sangat bangga dengan capaian ini,” ujar Hanung Bramantyo.

Masih dari CGV Grand Indonesia, diputar juga film Mencuri Raden Saleh, film yang berumur panjang, walau sudah mendapat jutaan penonton tetap mendapat antusiasme tinggi. Usai pemutaran diadakan sesi tanya jawab yang dihadiri oleh Cristian Imanuell selaku produser, Aghniny Haque dan Angga Yunanda yang mewakili para pemain.

“Kami tentunya bangga dan senang sekali film Mencuri Raden Saleh bisa ditayangkan di Jakarta Film Week dan mendapat apresiasi yang luar biasa,” ungkap Cristian Imanuell.

Ia juga menyampaikan kepada penonton untuk sabar menunggu kelanjutan kisah film ini. Pasalnya pihak rumah produksi Visinema sudah berencana untuk membuat sekuel film Mencuri Raden Saleh. Sebagai informasi tambahan, film ini berhasil masuk ke dalam dua kompetisi yaitu film panjang internasional terbaik (Global Feature Award), penghargaan film panjang Indonesia terbaik (Direction Award).

Sekumpulan kegiatan lain juga diselenggarakan di hari kedua Jakarta Film Week 2022. Termasuk pemutaran sejumlah film pendek di Kineforum Taman Ismail Marzuki. Salah satunya pemutaran film-film kolaborasi dengan Cinemaworld. Film-film yang diputar antara lain Breakfast, Timun Mas, Impermanence, Cardboard House, dan We Look the Same.

Pemutaran film tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab yang dihadiri oleh Fritz Widjaja yang merupakan sutradara film Timun Mas. Dihadiri juga oleh Suarina Chua yang merupakan juri kompetisi di Jakarta Film Week dan Co-Founder Cinemaworld.

Kegiatan lain yang juga terselenggara di Kineforum Taman Ismail Marzuki adalah pemutaran film film kolaborasi dengan Madani Film Festival. Beberapa film yang diputar antara lain Scent of Life, Happy Land, Night dan Sheta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA