Home

30 Okt 2022

Gemuk Membuat Wajah Terlihat Lebih Tua ?

 

 

Dulu saya pernah overweight, bobot ini nyaris diangka satu kuintal. Dengan badan sedemikian gemuk, saya pernah mengalami hal kurang mengenakkan . Ketika menjadi karyawan baru di sebuah kantor media, kali pertama ikut meeting dan memperkenalkan diri.

Satu teman yang usianya sepantaran, sempat bingung memanggil saya. Pertama kali kalimat diucap adalah mas, tetapi langsung dikoreksi dengan Pak.  Padahal waktu itu saya bujangan, dan teman ini sudah menikah dengan satu anak.

Selepas meeting saya mengakrabi teman ini, dalam keadaan becanda saya mencari tahu alasan koreksi sebutan. Teman ini mengira usia saya jauh lebih tua, dari kesan pertama melihat tampilan saya.

Saya sempat kesal, tetapi menjadikan moment ini untuk introspkesi diri. Apakah muka ini tampak sebegitu tua, sehingga musti ada kejadian ralat penggilan.  Saya yang keteika itu belum genap tigapuluh tahun, masih sangat pantas dipanggil mas atau nama saja.

Kejadian semisal, sebenarnya tidak hanya sekali saya alami.  Pernah saat mengurus STNK di kantor Samsat, ibu petugas semula memanggil mas, setelah melihat saya langsung diganti Pak. Pernah waktu di angkringan pinggir jalan, abang penjual melakukan koreksi panggilan.

Cukuplah saya paham sebab, salah satunya adalah perawakan yang stereg. Kemudian saya kurang mengikuti gaya berpakaian, sehingga  tampak lebih tua.

Anehnya, tak ada niat diet sama sekali. Saya bertahan sebagai pengonsumsi segala makanan, tanpa pilih dan pilah , tanpa peduli jam makan. Rasa jengkel soal ralat panggilan, hanya sesaat dan tidak mengubah apapun. Alhasil badan ini semakin melar,  sampai akhirnya mengalami kejadian sangat tak mengenakkan.

Suatu malam badan ini tumbang, sangat sakit saat digerakkan. Saya berusaha sekuat tenaga bergerak, agar darah bisa mengalir dengan lancar. Dan siapa sangka, justru sakit di malam itu membuahkan semangat berubah.

----- 

Saya pernah membaca artikel bagus, salah satu intinya, bahwa usia bisa dilihat dari aspek kronologis dan fisiologis.  Usia kronologis, usia berdasarkan tahun kelahiran. Sedangkan usia fisiologis, usia didasarakan fungsi tubuh yang masih baik.

Ada orang dari sisi kronologis (misal) 25 tahun, tetapi dari fisiolgis tampak lebih tua.  Saya mengaitkan hal ini, dengan pengalaman ralat panggilan.

Menurut dr. Ulfi Umroni, pengasuh rubrik tanya jawab di portal kesehatan.  Bahwa tubuh gemuk bisa menyebabkan metabolisme kurang seimbang, peredaran darah kurang optimal, dan  suplai oksigen kurang optimal. 

Kelebihan berat badan menyebabkan penurunan fungsi otak, gangguan tidur, kurang bergerak dan meningkatkan stress. Dari artikel ini saya menemukan benang merah, atas rentetan kejadian-kejadian pernah saya alami dan rasakan sendiri.

Gemuk Membuat Wajah Terlihat Lebih Tua ?


Semesta bekerja demi kebaikan manusia, setiap orang akan dipertemukan dengan kejadian yang menuntun kepada kebaikan. Tinggal si manusianya sendiri, apakah bisa menangkap isyarat semesta. Termasuk kejadian saya alami, di malam yang memilukan. Diagnosa dokter menyatakan, bahwa saya memiliki potensi pelemakan hati.

Setahun setelah diet ---

Setelah melewati kejadian demi kejadian itu, kini bersyukur atas yang pernah dialami. Rasa sakit menyadarkan, penting menjaga pola makan dan aktif bergerak (sesuai usia), Dan dengan penuh perjuangan, saya mulai mengatur pola makan serta memilih asupan sehat. Siapa sangka, semua upaya berbuah hal yang menyenangkan.

Di sebuah acara, dari arah belakang dikejutkan oleh sebuah sapaan. “Ini Agung kan” dia melihat saya dari ujung rambut sampai ujung kaki, “sekarang kok muda-an”. Kejadian serupa terulang, pun pada teman yang pernah mengoreksi sebutan di kantor media massa. 

Banyak yang mengatakan, bahwa penampilan baru saya (dengan tubuh lebih kurus) membuat tampak lebih muda. So, apakah tubuh gemuk membuat boros muka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA