Jumat, 29 Juni 2018

Punya Ide Cerita Anti Korupsi, Kirimkan ke ACFFest 2018 dan Raih Hadiahnya


ki - ka ; Sujanarko (direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat - KPK), Saut SItumorang (Pimpinan KPK), Jujur Prananto (penulis skenario) dan Kamila Andini (sutradara film) - dokpri


Sudah familiar dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dong, lembaga negara yang kerap melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) kepada para koruptor. Sebagai anggota masyarakat, saya turut bangga, mendengar berita KPK berhasil OTT koruptor.
Sudah semestinya, seluruh lapisan masyarakat mendukung kinerja KPK. Kita sangat bisa berpartisipasi, melalui hal- hal kecil dalam keseharian. Seperti mematuhi peraturan lalu lintas, tidak menyerobot antrean dan lain sebagainya.

Khusus bagi anda yang biasa bikin film, KPK menggelar ‘Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2018’. Program ini mengajak masyarakat, melakukan gerakan anti korupsi melalui film sebagai penyampai pesan. Seperti kita ketahui, film sebagai sarana cukup efektif, untuk menyampaikan pesan kepada khalayak umum.

ACFFest 2018, secara resmi dibuka oleh Saut Situmorang selaku Pimpinan KPK , pada kamis, 28 Juni 2018, di ruang pers gedung Merah Putih KPK. “Kami berharap akan banyak ide kreatif yang masuk, ini akan terlihat juga sebagai dukungan terhadap pemberantasan korupsi,” jelas Saut.

ACFFest 2018, mengusung tagline ‘Integrity Starts From You, Make Your Movie.” KPK ingin menekankan, bahwa integritas harus dimiliki semua insan tanpa kecuali. Termasuk penggiat di bidang kreatif, integritas dituangkan melalui karya kreatif mereka.

Focus ACFFest 2018, pada kompetisi ide cerita film pendek. Jadi, peserta bisa mengirim proposal semenarik mungkin. Tidak perlu melakukan proses produksi, tidak perlu memikirkan dana produksi. Peserta dipersilakan mengirimkan karyanya, mulai tanggal 28 Juni – 20 Agustus 2018.
suasana press confrence ACFFest 2018 -dokpri

Tiga dewan juri siap menilai karya yang masuk, mereka adalah Jujur Prananto (penulis skenario), Kamila Andini (Sutradara) dan satu orang juri dari KPK. Dari seluruh ide cerita yang masuk, akan dipilih tujuh ide yang paling menarik. Akan mendapat bantuan dana produksi, masing-masing 20 juta rupiah.
Selain bantuan dana, tujuh ide cerita terpilih berhak mengikuti movie camp selama tiga hari. Peserta akan mengikuti coaching clinic dari film maker proffesional, fasilitas online editing dan pendampingan mentor lokal.

Secara khusus, Jujur Prananto memberi tips agar cerita menarik. Yaitu membuat cerita yang dari dalam hati, sehingga membangkitkan keingintahuan penikmatnya. Sebuah film yang dari judul memantik rasa penasaran, biasanya akan menuntun penonton menikmati karya film tersebut.
Semetara Kamila Andini, menekankan aspek kejujuran dalam berkarya. Karya film atau cerita yang jujur, biasanya akan lebih menarik dan mengena di hati pemirsanya.

O’ya, bagi tujuh ide cerita terpilih dan berhak mengikuti movie camp. Akan diberikan waktu produksi selama tiga bulan (Agustus – November 2018), kemudian karya mereka diputar selama dua hari, ditutup dengan Malam Penganugerahan ACFFest 2018 di Jakarta. Untuk informasi lebih detilnya, silakan klik bit.ly/acffest2018   

1 komentar:

  1. film ya ini?
    kayaknya belum pada kapok para pemegang kekuasaan dalam melipat2 kepercayaan masyarakat.. :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya