27 Jun 2018

Layanan Digital Bagi Peserta JKN- KIS dengan Rujukan Zaman Now


sumber ; okezone.com/ Dede Kurniawan


Saya masih ingat kisah dua tahun silam, beberapa hari setelah ibu pulang opname dari Rumah Sakit. Masih ada jadwal kontrol dijalani, untuk beberapa bulan ke depan pasca kesembuhan. Untuk urusan kontrol, perempuan sepuh ini diantar anak mantu (istri dari anak sulungnya). Berangkat sekitar jam delapan, kembali ke rumah lebih kurang jam satu atau dua siang. Kontrol yang dilakukan sangat umum, seperti periksa tensi darah, kadar gula darah dan sebagainya, sekalian menebus obat.

Periksanya sih tidak sampai satu jam, yang  lama antrenya,” kisah ibu dari ujung telepon.

Masalah klasik kerap dihadapi pasien, adalah antrean lama untuk urusan administrasi. Pun saat menebus obat, antrean juga tidak kalah lama. Pernah satu pasien sudah di depan loket, kertas resep dokter keselip entah di mana – kasihan dan nambah stres pastinya.

Saya yakin, di masa mendatang masalah antrean ini dapat diatasi. Pasien datang tak perlu berlama-lama menunggu, hadir di rumah sakit rujukan serta poli sesuai jam ditentukan. Kok bisa ? ya bisa, karena ada sistem rujukan online.

-00o00-

Lalu lintas Jakarta mulai tersendat, setelah dua minggu terakhir jalanan relatif lengang. Diiringi rintik-rintik gerimis, tak menyurutkan langkah saya menuju kawasan Jakarta Timur. Datang dan mendapatkan update paling gress, di acara Ngopi Bareng JKN dan Halal Bihalal ‘Rujukan Zaman Now.’ Sudah hadir dua pembicara kredibel, ibu Maya Armiarny Rusady selaku Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan dan Ibu Dwi Martiningsing, selaku Direksi Jaminan Pelayanan Primer, BPJS Kesehatan

Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah berjalan 4 tahun lebih, terus melakukan terobosan dan inovasi untuk pelayanan optimal. Peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)  maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) kian dioptimalkan.  Tercatat di angka sekitar 198 jutaan peserta JKN-KIS, beringan dengan dengan partner Rumah Sakit dan Puskesmas yang jumlahnya kian bertambah.
ki-ka :  Moderator, Maya Armiarny Rusady, Dwi Martiningsih -dokpri

Pertumbuhan peserta JKN dan pertambahan faskes, tidak serta merta dibarengi dengan pertambahan pegawai BPJS. Animo masyarakat untuk mendapat layanan mudah dan cepat, memacu semangat BPJS terus berinovasi. Mau tidak mau, BPJS harus beradaptasi, tidak ada cara lain kecuali dengan sistem digital.
Pengadaan rujukan sistem online sangat dimungkinkan, karena didukung oleh regulasi yang mengatur perihal rujukan berjenjang. Mentri Kesehatan melalui Kepmenkes 514 tahun 2015, bahwa Faskes Primer harus bisa menuntaskan 144 diagnosa, kecuali kondisi tertentu dengan indikasi medis.

Bukan BPJS yang mengatur tetapi sudah ada regulasi,” Jelas Maya Armiarny

Sistem rujukan online, menjadi solusi mengatasi keterbatasan SDM di BPJS Kesehatan. Sistem onilne sangat memungkinkan, untuk bisa memberikan pelayanan administrasi lebih baik kepada peserta JKN-KIS. Selain terjadi simplifikasi administrasi, juga mengintegrasikan informasi dari Faskes primer ke Faskes rujukan.

Keuntungan lain diterima pasien, merujuk hasil diagnosa akan mengetahui ke rumah sakit mana akan dirujuk, datang jam berapa serta ke poli apa. Rujukan online memberi dampak, pada otomatisasi proses informasi dan komunikasi. Sehingga kualitas layanan administrasi semakin lebih baik, memudahkan layanan bagi peserta JKN-KIS serta faskes.
Dampak domino sistem rujukan online, adalah terjadinya papperles atau meminimalisir penggunaan kertas. Saya jadi nyambung dengan kisah di awal tulisan, pasien yang kebingunan mencari kertas resep dari dokter. Serta ibu saya yang antre lama, karena semua proses dilakukan masih manual. Tranformasi manual ke digital, meminimalisir penolakan pasien karena kelupaaan membawa kertas rujukan.

“Dengan memanfaatkan teknologi, akan memudahkan dan menyamankan peserta JKN-KIS, kuncinya di layanan tingkat primer,” ujar Dwi Martiningsing

Selain memudahkan pasien, pihak rumah sakit juga diuntungkan. Rumah sakit rujukan ootmatis bisa mengetahui, berapa jumlah pasien yang dirujuk pada hari tertentu. Sehingga bisa menyiapkan jumlah dokter dan perawat standby, serta jenis obat mana yang perlu ditambah stoknya. Dampak proses komunikasi  digital dan realtime, niscaya akan memangkas proses manual yang selama ini cukup menghambat.

Proses online tidak merubah prosedur mendasar, tapi memindahkan sistem manual menjadi digital,” tegas Maya Armiarny
Ngopi Bareng BPJS dan Halal Bihalal Rujukan Zaman Now -dokpri

Aplikasi Primary Care (Pcare) BPJS -- yang sudah ada sejak tahun 2014 --, mewajibkan FKTP yang ada Jaringan Komunikasi Data (jarkomdat) melakukan sistem rujukan online. Begitu menginput nama Rumah Sakit dan nomor rujukan online, semua data peserta JKN-KIS langsung dapat ditangkap. Melalui  Pcare dan nomor rujukan online, data riwayat kesehatan pasien akan bisa diketahui.

Terhitung sampai bulan Mei 2018, BPJS sudah bekerjasama dengan 20.975 FKTP dan 2.367 FKRTL- terdiri dari rumah sakit dan klinik utama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.737 FKTP sudah terintegrasi dengan Jaringan Komunikasi Data (Jarkomdat).

Ibu saya yang berusia 72 tahun, punya jadwal kontrol sebulan sekali ke Rumah Sakit. Besar harapan, Rumah Sakit di kota Kabupatan – tempat ibu kontrol - terintegrasi Jarkomdat. Saya jadi tidak sabar, mendengar kisah ibu perihal tidak perlu antre lama saat jadwal kontrol tiba.

18 komentar:

  1. Semoga bisa dipakai dengan baik pelayanan onlinenya. Kalau sudah ngomongin BPJS banyak cerita2 yang bikin miris. Semoga kedepannya bisa dipikirkan pelayanan yang lebih baik ya oleh pihak manajemen BPJS

    BalasHapus
  2. Semoga layanan onlinenya jalan lancar ya. Terakhir pakai April 2018 sistemnya masih manual, harus fotokopi berulang-ulang.

    BalasHapus
  3. Smg bisa diaplikasikan hingga ke pelosok. Jadi kl berobat, tdk perlu banyak bawa kartu.

    BalasHapus
  4. BPJS bener2 ngebantu banget ya. Kalau sudah ada online mudah2an makin gampang nih.

    Emang bener lo klau pakai BPJS ngantrinya tuh lama dan panjang. Bahkan ada yang subuh2 datang ke RS ( RS negeri).

    BalasHapus
  5. Mashaa Allah, dimudahkan banget ini. Kudu aku infoin ke keluarga yang menggunakan BPJS. Makasih mba buat sharingnya

    BalasHapus
  6. semoga bisa berjalan lancar untk sistem barunya dan bisa diterapkan di semua daerah, bpjs sudah banyak membantu masyarakat dengan adanya peningkatan kualitas semoga makin memudahkan masyarakat untuk urusan kesehatan.

    BalasHapus
  7. Wah jadi gak perlu antrri lagi ya. Semakin baik ya pelayanan bpjs ini. Keren.

    BalasHapus
  8. Setuju banget. BPJS harus terus berinovasi. Sistem pajak skrg semua serba online. Bahkan laporan juga online. Puskesmas di Surabaya bisa melakukan pendaftaran online. Semoga setelah ini keluhan tentang BPJS semakin minim.

    BalasHapus
  9. Waaaah keren nih program BPJS. Pelayanan nya maskin oke, jadi gak perlu ngantri dong ya mas agung. .Thanks informasinya mas agung

    BalasHapus
  10. semoga semakin lebih baik lagi program programnya. dan amanah

    BalasHapus
  11. Era teknologi memang akhirnya memudahkan semua ya. Semoga membantu banyak orang deh. Aamiin

    BalasHapus
  12. Sepertinya progran JKN-KIS sudah semakin maju dan baik ya. Duh, saya belum punya BPJS. Setelah baca ini saya akan daptar. Cuuus.

    BalasHapus
  13. semoga semakin maju programnya dan bermanfaat buat semua masyarakat :)

    BalasHapus
  14. Inovasinya keren nih mas, dengan adanya layanan digital tak cuma menghemat tenaga tapi juga waktu ya, baik disisi sdm BPJS juga pasiennya.

    BalasHapus
  15. Keren banget nih rujukan zaman now dari BPJS memudahkan para pesertanya

    BalasHapus
  16. semoga prosesnya semakin mudah dan membantu masyarakat terutama yang kurang mampu.

    BalasHapus
  17. BPJS sangat bermanfaat, aku sudah merasakannya. semua orang baik miskin maupun punya kemampuan wajib memiliki BPJS ini.

    BalasHapus
  18. sebagai penggunaBPJS ngerasain banget manfaatnya..semoga sistem online ini lebih mempermudah dari sistem manual sebelumnyaa

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA