Home

1 Mei 2016

Menuju Batam Sehat dan Tantangan [Sebuah Catatan Perjalanan]

Menuju Pulau Penawar Rindu Kec. Belakang Padang Batam (dokumentasi pribadi)
Batam terletak di Provinsi Kepulauan Riau, dikelilingi selat Singapura dan Malaka. Menjadi Kota terbesar di Kepri, berpenduduk 1.153.860 jiwa ( data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam).  Kota Batam letaknya sangat strategis, berada di jalur perdagangan International dan sangat dekat dengan Singapore dan Malaysia. Kota ini memiliki luas 1.575 KM Persegi, terdiri dari daratan seluas 715 KM persegi sisanya lautan. Daratan berbukit dan berlembah, tanahnya kurang subur dan cuaca sering berubah.  
Menikmati Kota Batam di malam hari, tak disia-siakan oleh Blogger apalagi yang baru sekali ke Batam seperti saya. Usai acara resmi di malam pertama kedatangan, kami menuju restoran Wey Wey 2 di daerah Harbour Bay.  Menikmati suasana malam hari, ditemani makanan khas Batam yaitu gonggong (keong laut). Untuk mengambil daging gonggong dari cangkang, dibutuhkan sedikit kesabaran dan ketelatenan. Dengan menarik ujung kaki gonggong yang sudah matang, dagingnya yang kenyal siap disantap bersama colekan saus sambal.
Sambil ngaririung berbincang apa saja, berbaur dengan pengunjung meski beda meja. Melihat raut wajah dan logat bicaranya tamu lain, saya menerka sebagian pengunjung adalah warga singapore. Prasangka sayapun memang tidak meleset,  mendapati jawaban setelah bertanya pada pelayan restaurant.
00o00
HIV AIDS menjadi perhatian khusus di Batam, letaknya yang diperbatasan menjadi satu diantara banyak musabab. HIV adalah virus golongan RNA yang spesifik, menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (imun) sehingga menyebabkan AIDS. HIV Positive adalah orang yang telah terinfeksi HIV, tubuhnya telah membentuk antibody (zat anti) terhadap virus tersebut. Masa jendela adalah masa seorang telah terinfeksi HIV, namun tubuh belum membentuk antibody HIV. Sehingga masih ada masa pemeriksaan serologis dengan lama sekitar 2 minggu sampai 3 bulan, namun berpotensi sebagai sumber penularan pada orang lain.
Kunjungan kami ke PT. McDermott Indonesia  (PTMI) membuka mata, bahwa HIV AIDS menjadi perhatian khusus dari perusahaan yang menangani jasa konstruksi minyak lepas pantai ini. Program pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di lingkungan PTMI, dibagi dalam dua area yakni Program Pencegahan HIV & AIDS bagi pekerja perusahaan yang terintegrasi dengan unit Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan program pencegahan HIV bagi masyarakat di sekitar area perusahaan melalui dukungan dana CSR perusahaan.
Atas dedikasi dan komitmen terhadap pencegahan HIV AIDS, PTMI meraih penghargaan terbaik I Kategori lingkungan kondusif dalam ajang penghargaan Inovasi Penanggulangan AIDS 2015 diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional bekerjasama dengan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI).
Sri Rupiati  Kepala Bidang Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Batam (dokumentasi pribadi)

Sri Rupiati (akrab disapa bu Nunung), selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Dinkes Batam. Beliau menyampaikan pemaparan dengan semangat, tentang angka HIV AIDS yang cenderung naik di Batam.
Bu Nunung pula yang kali pertama menemui, penderita HIV AIDS pertama tepatnya di Pulau Belakang Padang yaitu tahun 1992. Kenaikan jumlah penderita HIV AIDS, juga menjadi efek lain dari bermunculan hotel, karaoke,  Massage.  Hasil survey terpadu Biologis prilaku HIV positif, terdiri dari LSL (Laki Suka Laki)  dan Wanita Pekerja Seks Langsung.
Stigma dan diskriminasi
  • Odha orang tidak bermoral
  • Penyebab bencana di masyarakat
  • Diskriminasi di Sekolah
  • Diskriminasi di tempat kerja
  • Diskriminasi oleh kebijakan
  • Diskriminasi di tempat ibadah
Namun hal ini tak menyurutkan semangat, dengan menggandeng berbagai element masyarakat demi pemberantasan HIV AIDS. Upaya terus dilakukan diantaranya dengan layanan satelit, di puskesmas Batu Aji, Lubuk Baja, Sambau, Sei Panas dan Belakang Padang.
Upaya penanggulangan HIV AIDS, mempunyai tiga kepedulian utama yang tak terpisahkan
  • Mengamankan upaya peningkatan manusia (SDM) dari dampak negatif HIV AIDS
  • Menggerakkan kegiatan perorangan, keluarga dan masyarakat di seluruh kota Batam untuk pencegahan penyebaran virus HIV AIDS secara luas
  • Menjamin pengobatan, Perawatan dan Pelayanan pendukung yang secara teknis dapat dipertanggungjawabkan, manusiawi, berkeadilan ODHA dengan lingkungan tedekatnya tidak diskriminatif bagi mereka yang hidup dengan HIV AIDS.

PTMI juga memiliki program edukasi bagi masyarakat, dengan melibatkan kader Posyandu Peduli HIV & AIDS yang dilatih melalui program CSR. Berkolaborasi dengan Warga Peduli AIDS (WPA), dari lintas sektor yang telah dibentuk ditingkat kelurahan dan kecamatan.
00o00
Merubah mindset dan gaya hidup memang tak mudah, butuh perjuangan dan nafas yang panjang. Tersebarnya virus HIV AIDS sendiri, pasti sebagai akibat dari gaya hidup dan pola pikir yang salah. Team Nusantara Sehat di Pulau Belakang Padang dan daerah lain di Indonesia, sebagai bukti perhatian negara pada rakyat khususnya di daerah Perbatasan, Pinggiran dan Kepulauan. Kehadiran anak-anak muda Team Nusantara Sehat, semoga menjadi starting point untuk Indonesia lebih baik.
Saya menyaksikan dan mendengar sendiri, team Nusantara Sehat yang begitu antusias mengabdikan diri kepada bangsa. Lagu Mars Nusantara Sehat yang diperdengarkan, menggambarkan begitu semangatnya mereka. (salam)

Kami generasi muda bangsa
Menyatukan tekad padukan tenaga
Membangun indonesia dari pinggiran bersama-sama
Demi wujudkan bangsa yang kuat
Jiwa raga serta lingkungan yang sehat
Janji bakti kami kepada bangsa Indonesia Raya
Mari bersama-sama masyarakat semua
Budayakan perilaku hidup bersih sehat
Bersatu kita bergandeng tangan
Meningkatkan  pelayanan kesehatan
Bangkitkan  semangat meraih asa Nusantara sehat 2 x
Blogger bersama Pak Anjari berpose bersama di Jembatan Barelang Batam (dok. group WA)

18 komentar:

  1. Senanh lihat gaya Bu Nunung memberi penjelasan ke para peserta. Kelihatan banget ibu ini benar-benar serius berjuang menyelamatkan masyarakat dari HIV/AIDS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangatnya juga terlihat dari cara bicaranya
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  2. Banyak orang yang belum tahu cara penanggulangan HIV AIDS, terima kasih infonya mas Agung

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih sudah berkunjung Kang Fauzi
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  3. Sulit untuk mengatasi permasalahan ttg AIDS ini kalau pemerintah ngga bikin gerakan khusus yang bisa "mengalihkan" perhatian mereka untuk sesuatu yang lbh baik dan menguntungkan. Misalnya pemerintah bikin pelatihan untuk pengerajin apa gitu yg bisa jadi oleh2 khas Batam. Ajar dan latih mereka untuk jadi kreatif, hasilnya bisa dijual ke luar negeri. Menghasilkan uang dengan cara yang baik. Hidup di dunia sejahtera, di akhirat juga bisa bernafas lega.

    Tapi yang dilakukan pemerintah??? Eng Ing Eng hahahhahahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kami diajak ke Batam mengunjungi Team NS
      sebagai upaya pemerintah
      utk mengajak masyarakat berpola pikir sehat Mbak :)
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  4. Pas ke Batam, aku baru tahu bahwa Kota ini menyumbang banyak angka penderita HIV/AIDS di Indonesia. Baru tahu juga kalo disana banyak tempat prostitusi. Tapi bagusnya, dinkesnya sangat aware sama HIV/AIDS, nggak jijik, nggak mendiskriminasi, dan malah menggelontorkan bantuan ke rumah sakit-rumah sakit lokal disana buat pengobatan penyakit ini. Salut!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama Jeng Dewi, saya juga baru tahu setelah ditunjukkin data dan grafiknya

      Hapus
  5. Semoga HIV Aids dapat ditekan dan tidak terus bertambah... pola hidup sehat, kembali pada ajaran agama :)

    BalasHapus
  6. seharusnya pemerintah membuat gerakan khusus atau badan gusus untuk menggurangi dan menanggukangi AIDS. karena di jaman ini penyakin ini terus menerus bertambah setiap harinya. jika ini di biarkan pasti akan merugikan bagi masyarakat. khususnya penduduk indonesia. dissamping pemerintah membuat gerakan khusus, juga harus dibarengi dengan sikap kita atas penyakit itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. smoga kehadiran team NS
      bisa merubah pola pikir masyarakat menjadi pola pikir sehat
      amin

      Hapus
  7. wah keren ya cari ilmu sampai ke Batam

    BalasHapus
  8. Seru bangaaat Mas Agung ke Batamnya, mupeng saya heheheh

    Jembatannya kece, pengen selfie disitu saya heheheh

    BalasHapus
  9. Oh, pantesan jadi tujuan Tim Nusantara Sehat ya, banyak penderita HIV/AIDS ya rupnya disana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Team NS ditempatkan di daerah perbatasan, pinggiran dan kepulauan teh Okti
      salam sehat dan semangat

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA