Tampilkan postingan dengan label sunpride. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunpride. Tampilkan semua postingan

26 Des 2017

Demi Badan Sehat Siapapun Bisa Menjadi Fruitaholic



Foto dari WAG Fruitaholic

Terhitung 18 bulan sudah, saya rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Selain konsumsi asupan kaya serat, diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Berat gak menjalaninya ? Berat pastinya.
Bukankah peperangan paling berat, adalah perang untuk mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga, setiap hari saya bertempur dengan keinginan – keinginan “besar” yang sejak lama digemari.

26 Nov 2017

Jangan Ragu Berujar, Buah Pasti Sunpride !



Sunpride -dokpri

Saya yakin, sebagian besar kita yang di kota, gemar mengonsumsi buah. Apalagi, Indonesia negara dengan iklim tropis. Sangat memungkinkan, aneka jenis tanaman dengan mudah tumbuh di bumi pertiwi.
Sampai-sampai, selain ada dua musim, yaitu hujan dan panas. Kita juga mengenal, musim buah-buahan.
Sebut saja, musim rambutan, musim mangga, musim durian, musim duku, musim jeruk dan musim buah-buahan lainnya.
Siapa coba, tidak betah, hidup di negeri yang subur makmur ini. Bahan pangan tersedia, bahkan bisa menanam sendiri di pekarangan.

18 Sep 2017

Mengasah Kreatifitas Bersama Buah



Buah Sunpride

Saya yakin semua sepakat, bahwa konsumsi buah itu menyehatkan. Tapi kenapa, anak anak atau mungkin orang dewasa kurang suka buah. Anak saya di rumah juga sama, ada saja alasan untuk menghindari makan buah. 
Buah dianggap makanan pendamping, kehadirannya difungsikan sebagai pencuci mulut. Kalau mau mencermati saat hajatan atau resepsi, tempat buah kerap ada di ujung meja setelah makanan utama.

Secara psikologis kita dianjurkan, mengambil makan besar dulu menyusul buah. Beberapa acara saya temui, mengganti buah dengan puding atau kue manis.

26 Mei 2017

Lengkapi Puasa Anda dengan Konsumsi Buah



Fruitaholic siap menunaikan ibadah puasa -dok group fruitakolic

Bulan puasa ada di depan mata, suka cita sudah seharusnya menyertai setiap kita umat muslim.  Bagaimana tidak bahagia,  moment  Ramadhan menjadi saat tepat untuk detoksifikasi jiwa dan raga. Kalau proses detox atau pembuangan racun dalam tubuh berhasil, hasilnya adalah orang tersebut akan sehat lahir dan batin--subhanalloh.
Beberapa waktu lalu saya mendapat pencerahan dari sebuah talkshow, perihal indikasi keberhasilan puasa dilihat secara fisik lho. Satu diantaranya, pada ujung Ramadhan bobot tubuh kita akan lebih ideal. Yang badannya terlalu kurus akan naik, pun yang kegendutan lemaknya akan menurun.
Puasa memberi kesempatan pada saluran pencernaan beristirahat, sehingga terjadi proses regenerasi saluran cerna saat mengurangi beban kerjanya.
Nah, narasumber talkshow yang seorang nutrisionis menyarankan perbanyak konsumsi buah dan sayur.  Ternyata buah dan sayur menjadi komponen penting, bisa dijadikan asupan selama berbuka dan sahur.  Tanpa asupan gizi yang seimbang selama puasa, maka efek samping seperti lemas, hipoglisemia akan dirasakan.
So, jangan lewatkan konsumsi buah dan sayur saat berbuka dan sahur. Hal ini berdampak bagus pada pencernaan, menjaga kadar glukosa darah lebih stabil sehingga membantu rasa kenyang lebih lama.
Sudah bukan rahasia lagi, buah dan sayur kaya akan serat mengandung aneka vitamin dan mineral. Manfaat buah dan sayur dapat membantu dalam penyerapan nutrisi oleh tubuh, guna mengganti zat-zat yang hilang selama puasa di siang hari.
Khusus kandungan serat dalam buah rata-rata dua sampai enam gram, jumlah yang cukup tinggi ini membantu menstabilkan kadar gula dalam tubuh. Serat juga sangat bagus untuk pencernaan, melancarkan saat buang air besar (BAB) untuk membantu proses detoksifikasi. Kandungan vitamin C dalam buah, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Tapi jangan sampai salah pilih, sebaiknya kalau hendak memilih buah olahan sebaiknya diperhatikan dengan cermat.  Misalnya buah pisang yang diolah menjadi kolak, biasanya terdapat campuran gula dan santan. Kalau memilih konsumsi pisang goreng, pasti mau tidak mau buah pisang diolah dengan minyak.
Masih ada lagi lho, kerap ditemui soup buah atau juice saat ngabuburit. Sebaiknya pastikan tidak dicampur gula, yang  justru membuat kandungan dalam buah menjadi kalah.
Sudah smestinya buah menjalankan fungsi asupan dengan baik, membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak menambah jumlah lemak jahat dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi buah dalam keadaan real fruit, masih dalam bentuk asal tanpa diolah ulang seperti digoreng atau dicampur gula.
Atau kalau maunya buah diolah dulu, sebaiknya pilih yang aman seperti direbus misalnya  pisang rebus atau pisang panggang. Kalaupun mau buah yang dijuice, sebaiknya jangan buah saja tanpa ditambah gula apapun bentuknya (padat/cair).
Buah Sunpride -dokpri
Anda pasti tidak asing dengan brand Sunpride, brand yang selalu menyediakan buah dengan kualitas terbaik untuk konsumennya. Mulai dari proses pembibitan, penanaman hingga masa panen benar-benar dijaga mutunya. Sehingga tak mengherankan, buah Sunpride memiliki penampilan yang cantik dan mendapat tempat di hati konsumen.
Buah Sunpride  sangat bisa sebagai teman saat puasa, menjadi asupan ketika tiba waktu berbuka dan sahur. Menurut USDA Nutrient, beberapa buah bisa menjadi pilihan saat puasa karena kandungan dari buah tersebut.
Untuk buah dengan kandungan vitamin C,  bisa dipilih seperti Pepaya, jeruk, nanas honi, mangga. Sementara untuk buah dengan kandungan serat, bisa didapatkan pada buah pisang, apel, pear, jeruk. Adapun buah dengan indeks glikemik rendah, bisa diperolah dari buah mangga, pisang, pepaya, nanas. Nah, aneka daftar buah tersebut terdapat dalam daftar brand Sunpride.
-Pada kesempatan lain, saya berharap bisa membuat artikel khusus yang mengulas manfaat setiap buah-.
Wah, saya semakin tidak sabar menunggu hari pertama puasa. Insyaalah dengan bekal pencerahan pra Ramadhan, semakin nikmat beribadah dan semakin sehat di badan-amin.

26 Jul 2016

Memenuhi Asupan Nutrisi Saat Puasa di Kampung Halaman

Tiga hari sebelum sholat idul fitri, saya sekeluarga sudah ada di kampung. Merasakan tradisi pulang kampung, sembari bernostalgia dengan dunia kecil. Meskipun berada di daerah pelosok, hasrat mengonsumsi buah tak boleh surut. Karena aktivitas puasa, musti diimbangi asupan nutrisi yang mencukupi.
Meski di kampung, saya juga konsumsi buah Sunpride lho (diselang-seling). Karena saya yakin siapapun sepakat, Buah Pasti Sunpride selalu identik dengan jaminan mutu dan kualitas.
Yuk ikuti keseruan saya, mengonsumsi buah selama di kampung halaman.
-Baca Sampai Tuntas, YA!!-
Suasana Pasar kecil di kampung halaman saya - dokpri
"Saya biasa kulakan Pisang ke Ngawi, langsung datang ke pemilik pohon" Mas Pardi menjawab pertanyaan saya.
Lelaki tigapuluh tahun penjual pisang, menggelar dagangan di lantai semen pasar desa. Menjelang hari lebaran, banyak pembeli mencari buah pisang. Biasanya sebagai buah hantaran atau persembahan, untuk orang tua atau orang yang dituakan. Pisang seolah menjadi buah wajib, ketika mengadakan syukuran atau selametan.
Jenis Pisang ambon, dibeli untuk langsung konsumsi. Semetara pisang jenis lain, ada yang diolah dulu menjadi kolak, pisang goreng, pisang molen atau olahan lainnya.
Siang itu saya membeli satu sisir pisang berkulit hijau, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat berbuka.  Makan buah pisang menjelang imsyak juga sangat bagus, kandungan air dalam buah ini berguna untuk menahan rasa haus.
Do you know ?
Pisang mengandung vitamin B dan mineral, juga mengandung dopamin dan serotonin membuat mood menjadi bagus. Pisang dengan kulit sudah ada bintik cokelat (sugar spot), ternyata berkhasiat tinggi untuk menangkal sel kanker. Karena pisang dengan sugar spot, menghasilkan Zat TNF (Tumor Nacrosis Factor) berfungsi menambah sel darah putih dan mengganti sel-sel rusak.
O'ya, kini buah pisang "naik kelas" !
Anda pasti tak asing dengan brand Sunpride, orang selalu mengidentikkan dengan Pisang Cavendish premium. Pelekatan image ini sangat dimaklumi, mengingat 90% produk Sunpride adalah buah pisang. Penampilan Pisang Cavendis sangat cantik, kulitnya kuning kehijauan bersih dan dagingnya sempurna.
Pisang Cavendish Sunpride - dokpri
Pada lahan seluas 2.200 hektare di daerah Lampung, Pisang Cavendish dibudidayakan sangat serius dan teliti.  Prosesnya sangat diperhitungkan, dimulai dari pembibitan sampai panen. Saat panen melalui sortir yang ketat, sehingga Pisang Cavendis dalam keadaan segar sampai tangan konsumen.
Ssst, tau gak? Saat panen, pisang ini digendong seperti layaknya bayi baru lahir.
Wah jangan-jangan dikasih jampi-jampi ya (hehe), biar penasaran tulisan tentang Pisang Cavendish saya ulas di artikel ini (wajib mampir, Please! J ).
Pepaya
Buah  berkulit hijau dengan gradasi warna merah kuning, dagingnya berwarna senada yaitu merah kekuningan. Saya konsumsi di kampung saat berbuka puasa, tersebab rasanya yang manis dan segar. Buah ini pula menjadi andalan ibu saya, ketika dulu anak-anaknya susah buang air besar.
"Buuuk, aku gak iso Pup" teriak saya saat masih kelas tiga SD
"Makane kalau disuruh makan kates (pepaya) jangan susah" balas ibu setengah marah

Kebun disamping rumah orang tua, kala itu dua pohon pepaya tumbuh dengan suburnya. Kalau buah sudah menua, biasanya matang di pohon bergantian setiap hari.  Waktu masih berseragam merah putih, saya paling rajin memanjat memetik buah favorit ini.
Kandungan vitamin A bermanfaat untuk kesehatan mata, baik untuk jantung dan kesuburan. Seratnya memperlancar saat buang air besar, mempercantik kulit dan melarutkan sel kulit mati.
Pepaya adalah buah kegemaran saya (dokpri)
AHAAA, saya mendapat pencerahan baru!
Mengoleskan getah pepaya ke wajah, dapat membantu menghilangkan jerawat, mengurangi kerutan, serta mencerahkan kulit wajah agar tampak berkilau.
Lebaran kurang dua hari, untuk mengantisipasi stock buah saya punya strategi.
Membawa tiga jenis buah berlabel Sunpride dari Jakarta, karena yakin tidak akan ketemu di kampung halaman. Maklum di desa kecil dan terpelosok, belum (tepatnya TIDAK) ada supermarket atau toko buah. Penjual buah buka sesuai jadwal pasar, dari jam 06 sampai 11 siang. Kalau sedang hari pasaran ramai yaitu Pon dan Kliwon, tutup lebih lambat sampai jam 13.00.
Penjual buah biasanya langsung pemilik pohon, atau tangan kedua yaitu pedagang yang kulakan langsung ke petani buah. Seperti kisah saya membeli pisang di awal tulisan, dagangannya hanya buah pisang yang dijual. Setelah habis dagangan dihadapan, artinya tiba saat pulang ke rumah.
Nah ada tiga jenis buah Sunpride yang saya bawa
Baby Orange
Warna kuning pada kulit jeruk, sungguh menggoda selera menikmatinya. Tak mengherankan banyak yang suka, sampai ada minuman kemasan botol dengan rasa orange. Perihal cara mengonsumsi, saya lebih nyaman diperas kemudian diminum menggunakan gelas.
1 buah jeruk memenuhi asupan vitamin C sebesar 116.2%, berfungsi sebagai antioksidan, mengobati sariawan dan mencegah sakit flu. Karena air jeruk sudah manis, saya tidak perlu mencampur dengan gula. (apalagi saya sudah manis #Halah)
Aah, nikmatnya saat berbuka.
Sisa butiran jeruk yang masih utuh, mendadak "CRESS" pecah dan keluar air saat di tekan lidah dengan langit-langit di rongga mulut.
Guava Crystal
Jambu kluthuk atau Guava Crystal Sunpride, adalah buah yang saya bawa dari Jakarta juga. Aman dikonsumsi langsung sekalian kulitnya, yang perlu dicatat sudah mendapat sertifikasi "Bebas Residu Pestisida dan Tanpa Formalin".
Kebiasaan saya makan guava memang tanpa dikupas, ternyata memiliki dampak yang bagus. Makan Guava Crystal sekalian kulitnya, sebagai cara mendapatkan fiber atau serat  terbaik. Selain itu Jambu mengandung potasium dan kalium, berfungsi mencegah terjadinya kram otot, menambah energi, membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh setelah berkeringat.
Saya pernah membaca artikel dari ahli nutrisi, Guava Crystal baik dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Ketika saya praktekkan saat berbuka, hasilnya konsumsi nasi (karbohidrat) lebih sedikit. Karena rasa kenyang lebih dulu muncul, akibat makan guava crystal sebagai takjil (pembatal puasa),
Tapi ga masalah dong, biar bobot tubuh bertambah turun (hehehe)
Buah berlabel Sunpride tak ketinggalan di bawa -dokpri
Pacific Rose Apple
Tersisa satu jenis buah berlabel Sunpride, kulitnya berwarna merah cerah berbaur sedikit warna kuning pucat.
Yup, Pacific Rose Apple, masih dalam keadaan terbungkus foam net (bahan empuk warna putih) baru dikemas plastik aman dan bersih. Saat membawa buah apel ini, saya tidak kawatir bercampur dengan bawaan lain. Buah dimasukkan koper tak perlu diplastik lebih dulu, saya tak risau berhimpit dengan botol minuman dan bungkus biscuit.
O'ya, untuk plastik pembungkus bukan sembarang plastik !
"plastik yang dipakai sunpride adalah khusus plastik food" jelas Sri Astusti Handayani selaku Produk Management PT.Sewu Segar Nusantara dalam sebuah acara Talkshow.
Lagi-lagi saya tidak perlu mengupas kulit (seperti Guava Crystal), langsung mengonsumsi demi mendapat serat terbaik. Ketika dikunyah, dagingnya terasa renyah dan empuk, gigi tak perlu bekerja ekstra.
-Apel memiliki kadar lemak rendah tetapi kaya serat, sanggup memenuhi 20 persen nilai asupan gizi harian-. Sangat  baik menahan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok bagi yang menjalani diet.

Melewati puasa di kampung, cukup mengasyikkan sambil mengonsumsi buah. Sembari mengenang perjalanan masa lampau, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Ada saran bagus dari ahli nutrisi, mengonsumsi buah sebaiknya sebelum makan utama (nasi). Makan buah setelah makan nasi, bisa menyebabkan perut kembung.
O'ya selain tiga buah Sunpride yang saya bawa, banyak lagi jenis buah lain detilnya ada di SINI dan di SINI
 
Aneka buah Sunpride - dokumentasi pribadi
Indonesia negeri yang kaya raya, sebagian besar tanaman buah bisa tumbuh di tanah pertiwi. Berdasarkan survey diet total seluruh Indonesia tahun 2015, dilakukan Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI. Konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia sekitar  91 gram per hari, angka ini adalah setengah dari masyarakat Thailand atau seperlima masyarakat Singapura atau 518 gram per hari (sumber ; berita satu). Hal ini jelas mengindikasikan, bahwa masyarakat Indonesia kurang dalam hal konsumsi sayur dan buah.
Seorang kenalan pernah berkisah, saat ini sedang tugas di pedalaman Papua. Masyarakat pedalaman masih mengandalkan sistem barter, bahan makanan bisa sayur atau buah justru ditukar dengan rokok atau tembakau. Kisah ini menggambarkan, minimnya informasi menyebabkan masyarakat kurang aware terhadap manfaat buah dan sayur.
Padahal kalau kita mau, buah-buahan relatif dengan mudah bisa didapatkan atau ditanam. Kampanye konsumsi buah perlu didukung dan digalakkan, tentu buah-buahan lokal harus menjadi prioritas. Karena mengonsumsi buah lokal, selain menyehatkan tentu membantu petani buah Indonesia.
Hal ini sejalan dengan upaya PT Sewu Segar Nusantara (SSN), menerapkan sistem lokal partnership. Sistem ini memberi peluang bagi petani, terbuka wawasan tehnik menanam buah yang baik dan benar.
Ssampai saat ini produksi buah di SSN terdapat prosentase, lokal group 75%, lokal partnership  15%, impor 10%. Target pada tahun 2016, menggandeng 200 petani untuk berpartner. Upaya mulai SSN ini musti didukung, demi kesejahteraan petani buah Indonesia.
-o0o-
Tanpa terasa seminggu dilalui di kampung halaman,puas bisa bersua dengan kerabat handai taulan. Wajah teman lama semasa kecil mulai berubah, menyadarkan diri sendiri sudah bertambah umur (hehe). Bagi saya hal ini sudah sewajarnya, kehidupan terus berjalan maju meninggalkan masa lalu.

Yang lebih utama, adalah badan selalu sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrisi. Sunpride selalu siap menghadirkan buah berkualitas, untuk mendukung kesehatan masyarakat Indonesia. (salam)

Daftar Blog Saya