Home

6 Des 2022

Jalan Sunyi itu Bernama Teman Autis

 

sumber ; Kompas - Klasika

Saya punya teman kantor, seorang ibu dengan anak istimewa. Sungguh saya berempati dan salut, dengan sikap sabar yang luar biasa si ibu. Buah hati yang pertama autis, dan membutuhkan ketekunan therapy.

Sebagai orang awam, saya sempat dibuat kaget mendapati reaksi anak tersebut. Yang cuek terhadap sekitarnya, kemudian terkesan tak berhitung resiko. Misalnya , ketika itu kami bakar-bakar daging (setelah ada acara kurban di kantor). Anak ini dengan santai, lewat di dekat bara bekas bakar sate.

Seketika di benak membayangkan, betapa orangtua dengan anak autis musti waspada. Lebih-lebih ketika buah hati sedang bad mood, sehingga beraksi tak semestinya. Apalagi kalau sedang di publik area, saat banyak orang belum paham kondisi si anak.

Support system, sangat dibutuhkan anak dengan autis. Terutama dari kedua orangtua, yang musti mengerahkan perhatian penuh. Ayah dan ibu hebat ini, sangat dituntut bisa berdamai dengan keadaan. Menyadari penuh, bahwa mereka orang terpilih, sehingga dikarunia anak luar biasa.

----

Adalah ‘Teman Autis’, wadah/ komunitas yang diinisiasi Alvinia dan tim, untuk mengedukasi dan membantu orangtua dan atau masyarakat umum mendampingi anak-anak autis. Alvinia ini memantik kesadaran, bahwa autis bukan sebuah penyakit. Autis adalah kondisi spesial, membutuhkan pendampingan dan arahan khusus.

Kini Teman Autis, bergandeng tangan dengan lebih dari seratus mitra termasuk klinik, tempat terapi dan sekolah. Di era digital, membangun dan membagikan informasi tentang autisme, yaitu website www.temanautis.com.

Jalan Sunyi itu Bernama Teman Autis

tangkapan layar- dokpri

Apa itu autis, dan bagaimana mengidentifikasinya?

Dulu ketika mendapati buah hati teman sekantor, saya belum paham itu autis. Hanya sekedar mendengar jawaban seperlunya, tidak saya barengi keinginan mencari tahu lebih jauh. Pun, kini setelah saya menjadi orangtua, belum juga terlalu paham perihal yang sama.

Dan menyusuri halaman depan website Teman Autis, terbuka pencerahan itu. Saya bisa mengetahui apa itu autis, autis adalah kondisi neurodevelopmental disorders, atau gangguan perkembangan neurolis pada seseorang.

Anak dengan autis, kesulitan focus dan cenderung hyperaktif impulsive. Contoh di keseharian, adalah tidak merespon saat dipanggil, kesulitan memahami komunikasi non verbal, kesulitan berinteraksi sosial (dua arah), kurangnya kemampuan berkomunikasi.

Anak dengan autis, akan menggerakan anggota tubuh berulang-ulang, memiliki minat pada satu hal dan susah dialihkan, terpaku pada kebiasaan atau pola. Kmeudian sampai dua tahun belum bisa bicara, dan tidak mau menginjak rumput atau tekstur tertentu.

Deteksi autis agar akurat, musti melalui tes singkat. Tes diisi oleh orangtua, dengan anak usia 4 – 11 tahun. Hasilnya akan membantu mengindikasikan, apakah buah hati memiliki gejala yang umumnya dialami oleh anak dengan autis.

------

Alvinia peraih ‘Satu Indonesia Awards’, penerima apresiasi di bidang kelompok. Memilih mengambil jalan sunyi itu, berjuang mendampingi orangtua dan anak dengan autis. Saya menganalogikan jalan sunyi, karena jalan relawan adalah jalan yang kurang populis.

Manusia dengan bekal ego-nya, umumnya lebih memilih jalan untuk kesenangan dan keuntungan pribadinya. Setiap apa yang dilakukan, selalu berhitung untung dan rugi. Sekiranya tidak ada value (berupa materi) yang didapat, umumnya tidak akan diambil.

Dan sikap itu tidak diambil Alvinia, dia gigih mendarmabaktikan diri untuk kemanfaatan orang banyak. Berjuang melalui komunitas ‘Teman Autis’, berperan sebagai support system, mendampingi orang-orang yang membutuhkan pendampingan. Kini bersama beberapa mitra, tengah mengembangkan layanan konsultasi secara daring.

Selamat untuk Alvinia dan team, atas pencapaian di Satu Indonesia Award. Orang-orang seperti kalian, menjadi alasan dunia tetap tersenyum. Membuat matahari pagi, mengisyaratkan harapan bagi orang yang tak henti berharap.

Saya sangat meyakini, di banyak tempat di bumi pertiwi. Banyak sosok penempuh jalan sunyi, yang tidak terekspos. Namun bukan kepopuleran menjadi tujuan, karena mereka melakukan sepenuh hati. Khairunnas Anfa Uhum Linnas- sebaik baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA