Jumat, 04 Mei 2018

Peringatan Seabad Republik Azerbaijan


Perayaan 100 tahun Azerbaijan - dokpri


Petikan dawai Tar dan pantulan suara perkusi Naghara, menggema indah di ‘Bali Room’ Hotel Kempinski Jakarta Pusat.

Perpaduan bebunyian yang apik dan ritmis menyambut tamu, sekaligus membawa pendengarnya menikmati alunan dua alat musik tradisonal Azerbaijan.

Melangkahkan kaki di ruangan megah ini, seolah saya ditarik menjelajah padang sahara dengan suasana magis dan lepas.

Kolaborasi dua musisi, Mr. Shahriyar Imanov (pemain tar) dan Mr. Shukur Aliyev (pemain naghara), terasa khusyu dan syahdu.

Membawakan beberapa reportoar secara medly. Terdengar instrumen musik mulai dari “Nəbz” (Pulse), “əzis Dostum” (Dear Friend), “Sari Gəlin” (Golden Bridge), “Getmə - getmə” (Do not leave) dan “Daǧlarda Duman Gὅzəldi” (Beautiful Fog in the Mountain).
Shahriyar Imanov (Kiri- memegang tar)  Shukur Aliyev ( kanan- memegang naghara) - dokpri
Pada musik dengan beat sedikit cepat, beberapa tamu melantai. Kedua tangan diangkat dan melambai, mengimbangi gerakan badan dan kaki menyesuaikan nada.

Rupanya tarian khas Azerbaijan bernama milli Reqs, sedang dipertontonkan pada malam yang istimewa.

Sejenak saya seperti tidak berada di Jakarta, memasuki atmosfir Azerbaijan dengan pesta yang khas terasa kental dan kuatnya.

Duta Besar Azerbaijan dan Tamu tampak menari gembira -dokpri

-00o00-
Hari itu, Rabu 2 Mei 2018, tepat seratus tahun telah berlalu, menjadi tonggak penting dalam sejarah negara Republic Democratic Azerbaijan.

Saya merasa sangat beruntung, menjadi bagian dari suasana perayaan yang menggembirakan dan penuh suka cita. 

Azerbaijan sendiri telah memiliki sejarah panjang,  dengan tradisi dan budaya kuno, potensi sumber daya alam serta lokasi yang strategis.

Setelah merdeka pada 1918, dua tahun berikutnya (tahun 1920) Azerbaijan menjadi negara bagian Uni Soviet.

71 tahun kemudian Uni Soviet bubar, menyusul pada 18 Oktober 1991 negara Api ini mendapatkan kembali kemerdekaannya.
Tamerlan Garayev, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia menyampaikan kata sambutan - dokpri

Setelah perjuangan panjang berdarah-darah melawan kekuatan eksternal, akhirnya seratus lalu yang lalu Republik Demokratic Azerbaijan berdiri,” jelas Tamerlan Garayev, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia dalam sambutannya.

Perkembangan pesat telah ditunjukkan Azerbaijan, terbukti mampu turut serta dan berperan aktif di forum International.
Aktif menjalin kerjasama baik skala regional maupun global, demi mewujudkan perdamaian dunia dan dialog antar bangsa.

Seratus tahun perayaan kemerdekaan Azerbaijan, sekaligus perayaan seratus tahun usia parlemen, hak pilih perempuan dan hak pilih bersenjata.

Mengusung nilai-nilai tentang kesetaraan gender, solidaritas, multikulturisme, kehidupan penuh toleransi.

Tahun ini juga diperingati, 10 tahun perayaan Baku Process, dialog antar budaya antara Azerbaijan dan United Alliance of Civilizations.

Perayaan seabad Azerbaijan semakin lengkap, pasalnya pada 10 Mei bertepatan dengan ulang tahun ke 95 Heydar Aliyev, pendiri Azerbaijan Modern.

Selain bidang kemanusiaan, budaya dan politik, Azerbaijan memainkan peran global dalam perdagangan dan integrasi ekonomi” tambah Tamerlan Garayev.



Dubes bersama staf kedutaan menyambut kedatangan tamu - dokpri
Pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif, mulai dari pembangunan pelabuhan modern di Baku, rel kereta api yang menghubungkan dengan wilayah Turkiye.

Fasilitas transportasi yang menghubungkan Teluk Persia, antara Asia selatan dan Tenggara melalui Iran dan Eropa utara melalui Rusia.

Keamanan energi Azerbaijan sudah diakui, diwujudkan dengan proyek energi transnasional terbesar, pipa minyak mentah Baku- Tbilisi- Jeyhan.

Serta coridor gas selatan – mencakup pipa gas TANAP dan TAP - , Baku melalui Georgia dan Turkiye ke Eropa sampai Italy.

Tahun 2015 diadakan Eropa Games pertama di kota Baku, di tahun yang sama digelar ‘Islamic Solidarity Games IV’.

Beberapa hari yang lalu, baru saja selesai diselenggarakan ajang balap dalam Formula One Azerbaijan Grand Prix.

‘Davos World Economis Forum’ menempatkan Azerbaijan, dalam peringkat ke 35 negara dengan daya saing diperhitungkan.

Sekaligus membawa posisi Azerbaijan, sebagai peringkat tiga untuk pembangunan inklusif antar negara berkembang.

Hubungan Biateral dengan Indonesia, ditandai pengakuan kedaulatan Azerbaijan oleh Indonesia pada 28 Desember 1991.

Secara diplomatic hubungan billateral kedua negara, dengan resmi dikukuhkan pada 24 September 1992.

Kerjasama Azerbaijan - Indonesia relatif cepat dan dinamis, tanpa terasa telah berjalan selama duapuluh lima tahun.
Dubes Azerbaijan, didampingi Menpan RB , Asman Abnur (kiri) dan Ketua DPD Osman Sapta Odang (kanan) - dokpri
 
-00o00-

Pada kesempatan yang sama, Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur – mewakili pemerintah—mengucapkan selamat dalam perayaan seabad kemerdekaan Azerbaijan.

Beberapa tokoh ternama juga tampak hadir, seperti Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ustad Yusuf Masyur, pengusaha Poppy Dharsono.

Layaknya sebuah perayaan, tak luput dari suguhan makanan khas, adalah roti Lavash yang menggenapkan suasana Azerbaijan semakin kental.
Lavash - Roti khas Azerbaijan -dokpri

22 komentar:

  1. plovnya enak, mirip kebuli tp ini versi gurihnya

    BalasHapus
  2. Dari namanya kukira negara ini di bagian benua afrika sana. Ternyata uni sovyet ya. Baru ngeh setelah baca ulasan mas ini

    BalasHapus
  3. Penasaran sama Lavashnya nampaknya enak itu ya

    BalasHapus
  4. duh cantik canntik bacanya, aku jadi tau tentang azerbaijan :D wish i could go there

    BalasHapus
  5. Selamat hari kemerdekaan Azerbaijan! Eh kenapa negara ini dibilang negara api ya? Aku baca bolak balik tapi nggak ketemu penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Azerbaijan, punya gas alam yang berkobar terus menerus di bukit di kota baku

      Hapus
  6. berasa pinter abis mampir disini... keren bgttttttttt.. inpired me so

    BalasHapus
  7. Sukses untuk Azerbaijan dan selalu langgeng menjalin kerjasama dengan Indonesia. Selamat hari kemerdekaan Azerbaijan.

    BalasHapus
  8. Kukira Azerbaijan itu masuk ke timur tengah, bukan yaa ternyata. Musiknya seperti apa ya?

    BalasHapus
  9. Akh batal hadir ini kemarin karena waktu mepet dengan ngajar yang mundur. Batal cobain roti khas Azerbaijan deh. Sukses yang pasti ya perayaan 100tahunnya

    BalasHapus
  10. Aku bahkan baru tahu Azerbaijan, hahaha

    BalasHapus
  11. Bagus ya hotel kempinsky dibuat seperti di azerbaijan

    BalasHapus
  12. Makanannya mantab nih, rotinya di Malang ada gak ya... hehe

    BalasHapus
  13. Nice info, mas! Aku juga baru tau soal Azerbaijan

    BalasHapus
  14. ya ampun aq baru tahu ada negara Azerbaijan.. semoga selalu terus menjalin kerja sama dengan indonesia.. tfs mas agung

    BalasHapus
  15. Nambah wawasan ini. Apalagi azerbaijan jarang dkbaha

    BalasHapus
  16. wah, jadi tahu azerbaijin. lavashnya bikin ngiler nih.

    BalasHapus
  17. Yg bikin aku penasaran adalah latar belakang dari nama negara api, apa ya? Kok berasa ada di film naruto?

    BalasHapus
  18. Dalam usia 100 tahun, Azerbaijan sudah mengalami pernah menjadi bagian Soviet dan memperoleh kembali kemerdekaannya. Senangnya bisa mengetahui budaya negara lain dan mencicipi roti lavash yang terlihat enak.

    BalasHapus
  19. Senangnya bisa datang ke acara ini ya mas. Aku baru tahu nih nama negaranya.

    BalasHapus
  20. Tau negeri ini dari teman yang kuliah dulu. Menyimpan energo alam yang besar dan jadi modal untuk dia berkembang. Semoga sukses menyejahterakan masyarakat ya, diantara pembangunan dan juga kalau ga salah ada perang saudara or gangguang dari negara lain (Rusia?)

    BalasHapus
  21. Roti khasnya mengingatkanku dengan roti bantal tapi digebuk-gebukin dulu wkwkwk

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya