9 Jan 2016

Membingkai Satu Dasawarsa Perjalanan [Sebuah Resensi Buku]


Dokumen Pribadi
Sepuluh tahun bukan masa yang sebentar, namun juga tak lama kalau sudah terlewatkan. Sekian waktu yang berjalan, akan meninggalkan sekian banyak kenangan. Peristiwa yang terlampui, apalagi jika diwarnai sebuah pencapaian tak ada salahnya disebarkan. Siapa tahu, kelak menginspirasi bagi penerus sekaligus pelecut semangat.

 
Maka tak berlebihan sebuah pepatah, "Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama (baca karya/tulisan)".
Tanpa terasa satu dasawarsa, Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) kementrian Kesehatan menorehkan pengalaman berarti. Sekaligus menandakan, sebuah kehidupan yang sehat, aktif, positif, terbuka dan beretika di lingkungan kementrian kesehatan dan para stakehoder-nya. Sebagai torehan agar tak lekang masa, sebuah buku dipersembahkan untuk masyarakat.
Prasasti Puskom Publik - Satu Dasawarsa Puskom Publik Berkarya Untuk Indonesia Sehat-. Adalah judul buku, dengan cover warna tanah. Menilik dari tampilan kulit luar, sebagai pembaca saya menangkap kesan kuat sebuah  prasasti adiluhung penebar inspirasi.
"Tantangan PR Kementrian/ Lembaga di masa depan adalah trust. Karena pemerintah yang sering diberitakan korupsi dan citra PNS yang buruk. Jadi Positioning kami (Puskom Publik) sebagai jembatan komunikasi. Bukan sekedar membangun reputasi tapi juga menyadarkan publik apa yang kita lakukan" Murti Utami - Pada Sekapur Sirih hal Vii.
Memang bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan, merubah image masyarakat tentang PNS. Namun juga bukan hal yang mustahil, apabila terus diupayakan.
Acara Bedah Buku Prasasti Puskom Publik (dokpri)
Tanda Tangan; Murti Utami (berdiri) Dyah Hasto Palupi (duduk)
Buku setebal 161 halaman ini, terbagi dalam tiga bagian.  Bagian ke satu, mengangkat sub tema "Merintis Jalan Melintas Sejarah" terdiri dari 3 bab. Kemudian bagian dua dengan sub tema "Tonggak- Tonggak Prasasti",  terdiri dari lima bab. Pada bagian ketiga dengan topic "Tiga Srikandri Merangkai Prestasi", memiliki tiga judul.
Tiga bab pada bagian kesatu, memiliki sub judul, "Lari Cepat Kilometer Pertama", "Membentuk Value Mendongkrak Kinerja", "Terbang Tinggi Menggapai Harapan". Menjabarkan tentang persoalan 4 tahun pertama, sejak dibentuk Puskom Publik. Kemudian semangat bekerja tanpa pamrih, dedikasi tinggi, dan berkomitmen melayani. Juga bagaimana Puskom Publik menjaga momentum, agar makna pelayanan dapat ditransformasikan. Pada bab ketiga di bagian kesatu, adalah 5 tahun setelah melewati learning by doing. Puskom Publik mengangkasa, dengan berbagai prestasi dan idealisme yang selalu digenggam.
Menyusul Bagian Dua yaitu "Tonggak- Tonggak Prasasti", merangkum sub judul, "Memeluk Media Konvensional Hingga Digital", "Mantra Sehat dari Balik Layar, "Mediakom Info Sehat Untuk Semua", "Komitmen Layanan Informasi Publik, "Menakar Kinerja Puskom Publik". Menyusuri halaman demi halaman bagian kedua, sebagai pembaca saya seperti diajak mendaki tangga demi tangga. Action demi action dari Puskom Publik Kemenkes, nyata tergambar dengan menggandeng media, membentuk komunitas Sahabat JKN, membuat program talkshow televisi, dan membuat majalah MediaKom.
Capaian demi capaian akhirnya tergapai, dengan paparan hasil survey kepuasan masyarakat. Pada halaman 111 sampai 124 pembaca akan tercerahkan, betapa upaya yang sungguh-sungguh tanpa kenal putus asa akan membuahkan hasil.
Pada bagian ketiga "Tiga Srikandi Merangkai Prestasi", memiliki sub judul "Lily S Sulistyowati : Kelembutan Sang Pemberani", "Tritarayati : satu Tahun Menjaga Momentum", "Murti Utami : Dongkrak Kinerja dengan Menggelorakan Budaya Bersih".
Mengangkat tiga sosok, di balik prestasi Puskom Publik Kementrian Kesehatan. Lily S Sulistyowati, beliau Kepala Pusat Pusat komunikasi Publik Kementrian Kesehatan 2005-2009. Mengaku sempat memiliki perasaan gamang, saat menerima tantangan yang diberikan. Namun keyakinan yang kuatlah, melibas rasa ragu diganti dengan kerja keras. Serta optmis dengan prinsip, setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.
Kemudian srikandi kedua adalah Tirtarayati, sebagai Kepala Puskom Publik  penerus Lily. Meski tak lama (satu tahun), Tirtarayati mengantarkan Puskom Publik semakin eksis. Perempuan yang akrab disapa Tari, menginisiasi pembentukan Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) Kemenkes sekarang berganti Hallo Kemkes. Menjadi akses langsung masyarakat, yang membutuhkan informasi dan menyampaikan keluhan melalui nomor hotline.
Tokoh Srikandi ketiga adalah Murti Utami, sebagai kepala Puskom Publik Kemenkes sejak 2011. Ami demikian panggilan akrabnya, berhasil menjadikan Puskom Publik sebagai institusi bersih terpercaya yang memiliki banyak prestasi dan puluhan penghargaan. Pada masa kepemimpinan Ami, Puskom Publik semakin cemerlang hingga keluar. Berhasil mengangkat awarness, pejabat- pejabat kemenkes ke hadapan publik. Melalui talkshow di layar kaca yang semakin intensif, masyarakat menjadi paham siapa orang yang memiliki kompetensi mengambil kebijakan sebuah problem kesehatan nasional.
Buku "Prasasti Puskom Publik", adalah sebuah prasasti bukan nisan. Sebagai momentum, untuk menceritakan perjalanan sebuah perjuangan. Di tulis bersama-sama oleh 7 penulis, dieditori Dyah Hasto Palupi.
"Pada Akhirnya, kami percaya bahwa apa yang kami suguhkan di sini bukan puncak pencapaian Puskom Publik. Bagi kami, pencapaian ini bukan terminal terakhir. Ke depan, masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Masih banyak medan yang belum kami tempuh. Semoga dari sepenggal perjalanan yang tersaji dalam buku ini dapat menjadi penguat memori tentang kehidupan menjalankan komunikasi." (Sekapur Sirih -Murti Utami- hlmVii) - salam

6 komentar:

  1. Waahh udah nulis aja. Memang kalau mau meninggalkan jejak pemikiran, perlu bikin buku yaa

    BalasHapus
  2. Kagum dengan pengabdian Puskomblik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses utk Puskom Publik
      trimakasih mak Tanti

      Hapus
  3. Walau baru kerjasama sebentar tapi rasanya seperti sudah mengenal Puskomblik kemenkes lamaaaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat Bunda Icha, hadir di Buku Prasasti Puskom Publik juga
      salam :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA